Ari-Ari

Seputar Ari-ari bayi, bentuk dan sebaiknya diapakan ya?

ari-ariTanya:

Ibu, tolong dijelaskan tentang ari-ari ini dong, bentuknya seperti apa dan sebaiknya diapakan setelah lahiran? [WRM]

Jawab:

Kalau aku waktu itu tidak sempat lihat & tahu bagaimana bentuk ari-ari anakku, karena aku masih melayang pasca Caesar. Menurut suamiku, Mamaku yang bawa pulang ke rumah terus dibersihkan sama orang yang biasa mengurusi hal seperti ini (dukun?) terus dimasukkan ke dalam kendil. Aku tidak tahu apa harus dicuci oleh ayah si bayi atau boleh menyuruh orang lain, sepertinya suamiku tidak mungkin tega deh mencuci ari-ari, maklum orangnya ngeri-an kalau lihat darah, suamiku cuma terima bersih dalam kendil terus menguburnya, kuburannya diberi lampu teplok dan ditaburi bunga, sayang aku lupa sampai kapan lampu itu menyala kalau menurutku itu cuma kepercayaan/adat kami saja [Ly]

Ari-ari itu boleh dicuci orang lain menurut adat tempatku (Jawa), malah kalau tidak salah sebelum dicuci di air mengalir, dicuci dulu pakai air sisa cucian beras (mungkin supaya darahnya cepat hilang ya cmiiw). Bentuknya seperti gumpalan daging, mungkin lebih tepatnya seperti hati sapi. Nah biasanya ditempatku si ari-ari ini dicuci bersih, lalu di masukkan kendil, dan bersamanya dimasukkan buku, pensil, jarum, benang, bunga 7 macam, kain putih dan sebagainya (maaf lupa). Tujuannya yah semacam do’a bagi si bayi supaya badannya selalu harum (bunga), pintar (buku dan pensil), teliti (jarum dan benang) dan sebagainya. Lalu dipendam sama dikasih lampu. Kalau ini tujuannya jelas ya moms, supaya tidak dibongkar sama binatang [HK]

Ari-ari memang sebaiknya dicuci oleh ayah si bayi (ini menurut mama saya lho), dan sesegera mungkin suoaya tidak bau mencucinya dengan membersihkan ari-ari dari darah di bawah air mengalir, sampai darahnya hilang/bersih. Baru setelah itu dipendam dan diberi teplok/lampu minyak yang dihidupkan sampai tali pusat si bayi lepas (kalau ini adat/kepercayaan jawa) [Arn]

Dulu aku sempat dengar cerita tentang ari-ari ini dari mamaku, agak-agak heboh masalahnya, kalau menurut orang tua sih yang mencuci ari-ari itu harusnya suami (cmiiw) tapi berhubung waktu itu suami tidak mengerti soal seperti ini, yang mencuci mamaku. Memang harus secepatnya dicuci biar cepat-cepat bisa dikubur. Kalau tidak salah mamaku mencucinya pakai air asem terus harus benar-benar bersih dari darah-darah. Sudah itu dikubur didalam tanah, kalau ari-arinya anak-anakku di kubur dihalaman rumah mamaku, selain itu dikuburnya sekalian dimasukkan Benda-benda seperti potongan-potongan kain macam-macam warna, jarum, benang, dimasukkan ke dalam kendi juga kalau tidak salah [LNC]

Mbak, pertanyaan yang sama setelah aku melahirkan anak ke-3, seperti apa ari-ari itu, nah pada saat adik iparku melahirkan dan suaminya bawa ari-ari yang mau di cuci ke rumah, baru aku melihatnya, bentuknya seperti lempengan, cukup besar juga. Mencucinya pakai asem mbak, biar tidak bau katanya dan harus segera dikuburkan, karena kalau terlalu lama bisa bau. Kalau orang jawa biasanya setelah dikubur dikasih lampu selama 40 hari, ditaburi bunga juga, tapi ke-3 anakku tidak [Yen]

Kalau yang terjadi padaku, yang mencuci ari-ari suamiku soalnya mau siapa lagi? Ari-arinya dicuci di bawah air mengalir trus dipendam di halaman rumahku. Tidak pakai dimasukkan apa-apa, tidak pakai lampu minyak. Dikubur saja. Padahal aku dan suamiku orang jawa, saat itu mama-papaku juga ada di bandung tapi mereka tidak bicara apa-apa dengan apa yang dilakukan suamiku [Rn]

14-03-2006 10:05:25

Comments

  1. Menambahkan saja semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang hal ari-ari ini, supaya kita terhindar dari hal-hal kesirikan, silahkan merujuk pada link ini http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/ari-ari-bayi.htm

  2. iya tolong jelasin bagaimanabentuknya si ari2 itu

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10