BB Tidak Melonjak Saat Hamil

Bicara soal berat badan dan hamil, bagaimana caranya supaya saat hamil BB naiknya tidak banyak? Soalnya waktu hamil anak I BB ku naik 24kg

berat saat hamilTanya:

Bicara soal berat badan dan hamil, bagaimana caranya supaya saat hamil BB naiknya tidak banyak? Soalnya waktu hamil anak I BBku naik 24kg, setelah melahirkan turunnya cuma sedikit. Awal kehamilan ke-2 BB sudah 60kg terus naik 15kg. Setelah melahirkan turunnya juga cuma sedikit. Baru mulai diet dan ikutan BL 3bln., turun baru 5kg (jadi 65kg) sudah isi lagi. Nah, saya takutnya yang ke-3 ini kenaikan BB- nya juga banyak. Bagaimana ya bu, caranya supaya BB naiknya sedikit tapi kebutuhan gizi bayi di dalam tetap cukup. Selama 2 kehamilan sebelumnya saya selalu minum susu khusus ibu hamil, yang ketiga ini saya sebenarnya tidak mau (karena sebenarnya saya memang tidak suka susu), tapi diomeli suami dan disuruh tetap minum susu. Bagaimana  cara diet hamil tapi yang bergizi? [Nv]

Jawab:

Waktu hamil anak pertama, BB naiknya cuma 10-11 kg, setelah melahirkan turun sedikit sisa 55 kg, menyusukan, urus anak tanpa asisten 2 bln susut lagi jadi 50 kg, masuk kerja sudah 47 lagi, naiknya tidak banyak, karena memang pas hamil makannya agak susah, mual terus sampai bulan ke 4 kalau mau makan mikir dulu yang kebayang mual duluan, jadinya makanan sering tidak sukses masuk. Untungnya masuk bulan ke-5 sudah mulai enak makannya sampai minggu ke-36 hasil usg bb bayi masih 2,5 kg. Menurut dsog saya normalnya per minggu kenaikannya 150 gr maka perkiraan bb lahir 2,9kg masih normal dsog bilang tidak papa lahir kecil didalam, keluarnya gampang nanti besarnya setelah lahir saja padahal saya ingin anak saya bisa diatas 3 kg, akhirnya saya coba makan banyak, maksudnya mengejar kekurangan trimester pertama, tapi tetap saja, waktu lahir bayi saya cuma 2,9 kg sesuai perkiraan dsog. Sekarang, saya juga hamil lagi. sudah telat 3 minggu, mulai terasa mual-mual, syukur sampai sekarang belum pernah muntah, beda sama yangg pertama. Tidak suka susu? Samalah, kalau tidak karena hamil saya tidak mau minum susu. Tapi, untungnya hamil sekarang susunya bisa masuk dengan selamat. Tapiproblemnya sekarang, habis minum susu jadi mules-mules ya? Apa karena tidak cocok susunya? Saya minum prenagen coklat, (padahal hamil yang pertama minum prenagen bisa eneq) Saran ya, susu hamil apa yang tidak membuat mules ? [Ley]

Coba seperti saya saja. Hamil pertama naik 25kg, berat lahir anak saya 3.5 kg (40 minggu) Hamil kedua naik 16 kg, berat lahir anak saya 3.4 kg (38 minggu) Kedua-dua kehamilan makannya biasa saja, tidak jadi 2 porsi maksudnya. Pokoknya semua zat gizi masuk & target triwulanan tercapai. Target triwulan ada di buku-buku kehamilan, maksudnya jumlah kalori per hari. Contoh Target Triwulan:
Triwulan 1 (hanya contoh), makan per-hari:

  • Nasi 2 porsi
  • Tahu/Tempe 2 potong
  • Daging/Ayam 2 potong
  • Telur 1 butir
  • Susu 1 gelas
  • Buah 2 porsi

Hamil Pertama: makan sehari seperti target dengan cara makan biasa (nasi + lauk-pauk)

Hamil Kedua: makan sehari seperti target dengan cara makan (agak) food combining (lauk & sayur atau nasi & sayur/gado-gado). Kenapa saya sebut ‘agak’, karena tidak benar-benar telak penerapan Food Combiningnya, misalnya buah tidak benar-benar 2 jam setelah sayur (kadang habis makan terus makan buah juga), kadang-kadang juga nasi dicampur lauk-pauk (kalau lagi ingin). Cuma ya itu, sebagian besar cara makannya adalah cara Food combining.

Hasilnya ?
Di Kehamilan kedua masih bisa makan cake-cake coklat atau dunkin donut yang triple chocolate, agak lebih sering (enggak tiap hari, tapi paling seminggu 2-3 kali). Kadang-kadang sehari bisa 2 kali makan cake coklat lagi dan yangg paling penting, berat saya tidak banyak naiknya, tapi berat bayi jadi banyak, alhamdulillah. Saya juga men-sedikitkan nasi. Bukan apa-apa, dengan target makan sehari seperti di atas, sepertinya susah juga kalau nasi ikut masuk. Sudah terasa kenyang. Tanpa nasi saja saya masih bingung bagaimana baginya, karena belum lapar sudah harus makan lagi. Dan karena jarang nasi itu juga saya masih bisa makan kue-kue enak itu tanpa terlalu khawatir berat badan naik banyak. Tapi karena saya bakatnya gendut, habis melahirkan (kedua-duanya) berat badan tetap di 55-56 kg. Baru bisa turun 47-48 kg lagi setelah akupuntur di dr Rosanna (habis kurus 2 bulan, hamil agi). Makanya saya sudah bilang sama suami supaya jangan kasih saran baju-baju dengan potongan badan, karena masih gendut, tidak akan bagus jatuhnya di saya, Untuk 2 tahun lagi sampai anak kedua saya sudah tidak menyusu. Suami selalu bilang tidak masalah sama kegendutan saya, tapi kemarin kita ketemu orang yang memang gendut tapi anaknya sudah 3 thn terus dia bilang ke saya, “kalau melihat dia (orang itu maksudnya) kamu tidak keliatan gendut kok” Berarti sebenarnya kepikiran juga ya kalau saya gendut. [Mrn]

Kalau saya, dua kali melahirkan dua-duanya naik cuma 12 kg, padahal Makan juga tanpa pantangan, segala es krim dan minuman dingin juga masuk, tapi justru susah banget naikin berat. Jadi begitu melahirkan ya tidak lama langsung kembali lagi. Sekarang ini masih ada kelebihan  sekitar 2-3 kg kalau mau berat kembali seperti waktu nikah. Jadi waktu nikah 53 kg, sekarang masih sekitar 55-56 kg, saya inginnya turun sampai 49-50 kg, tapi suami sudah mendelik saja, jangan sampai saya terlalu kurus seperti tidak sehat katanya [Ing]

Hampir sama sama saya! Saya naiknya 22 kg. Sebelum hamil berat badan ideal 52 kg (tb165cm). Jadi kebayangkan betapa gendutnya saya. Alhamdulillah setelah melahirkan lumayan cepat turunnya, setelah sebulan turun 10 kg. Sama seperti mbak Ley, 2 bln gurus anak sendiri akhirnya begitu masuk kerja semua baju sudah muat lagi. Beruntung, setelah melahirkan nafsu makan kembali normal jadi mungkin itu juga yang mempercepat turun berat badan. Tapi kalau hamil lagi saya tidak mau naik sampai 22 kg lagi. [Wwd]

Mbak, saya mau memberi tips, tapi bukan tips saya, melainkan tips teman senam hamil saya. Temen saya itu agak gemuk, tapi hari-hari terakhir berat badannya cuma naik 9kg, dengan prediksi berat badan bayi 3.5 kg katanya, dia cuma mengkonsumsi menu sehat, sayur dan buah-buahan, susunya kedele yang dibuat sendiri, daging dan telur secukupnya. tidak pernah makan gorengan, mie instant, jajan yang tidak penting (bakso, mie ayam, siomay). Saya mendengernya langsung takjub, hebat banget ya menahan godaan makanan, jadi seluruh makanannya lari ke anak, tidak ke ibunya gitu katanya [Ir]

Betul, Saya juga sama sepertinya teman mbak Ir, saya juga waktu hamil anak pertama semua yang saya makan larinya ke anak, jadi saya idak gendut tapi perut yang super besar. Bedanya makanan saya pas hamil tidak sesehat teman mbak Ir, waktu hamil, saya suka bandel makan es krim & mengemil habis es krim keliatannya menggiurkan sekali, pas hamil tua karena semakin besar usia kandungan semakin saya merasa gerah kepanasan. Kira-kira hamil 7 bulan, dokter saya sudah mulai khawatir anak saya kegendutan, saya disuruh hati-hati makan, saya menurut saja karena saya juga takut anak saya kegedean terus saya tidak bisa melahirkan normal, walhasil saya mulai menahan jajanan, cemilan, dll. Tapi berat anak saya naiknya tetap banyak ya? Saya sempat kepikiran untuk diet habis saya takut sekali dicesar.Alhamdulillah, tulang paha saya ternyata besar jadi bisa melahirkan normal. Berat anak saya waktu lahir 3,68 kg & panjang 50 cm. Waktuhamil saya beratnya naik sampai 20 kg. Intinya, sepertinya sulit untuk menahan berat badan untuk tidak melonjak pas hamil. Karena setiap ibu & anak beda-beda, kalau kasusnya mama saya lain dari saya. Mama saya kalau hamil beratnya tidak naik sedrastis saya & anak-anak mama saya waktu lahir beratnya juga kecil-kecil tidak segendut anak saya. [Krst]

16-08-2005 14:34:30

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10