Kehamilan 7 Bulan

Selamatan Kehamilan 7 Bulan dan Pelaksanaannya

Beberapa orang banyak yang masih melakukan selamatan atas kehamilan 7 bulan. Namun beberapa yang lain tidak. Sebenarnya, perlukah selamatan kehamilan 7 bulan?

Bentuk Rasa Syukur

Selamatan kehamilan 7 bulan dilakukan sebagai bentuk rasa syukur seorang umat kepada Sang Pencipta. Bila diukur dari sisi hari kelahiran, si ibu hanya tinggal menunggu 2 bulan lagi untuk melahirkan. Dan untuk menuju 7 bulan tersebut, si ibu biasanya sudah melalui proses yang bisa dibilang manis dan pahit. Bayangkan, calon bayi sudah menghuni perut ibu selama 7 bulan. Tentu hal tersebut adalah sesuatu yang harus disyukuri bukan.

Reminder atau Pengingat

Selain sebagai bentuk rasa syukur, selamatan kehamilan 7 bulan juga biasanya dilakukan sebagai pengingat bahwa bayi akan lahir 2 bulan lagi. Biasaya di usia 7 bulan, jenis kelamin bayi sudah bisa diprediksi, apakah laki- laki atau perempuan. Sekalipun belum bisa dipastikan 100% namun setidaknya si calon orang tua sudah bisa mempersiapkan peralatan yang akan dibeli saat bayinya lahir nanti. Waktu kurang lebih dua bulan dirasa cukup untuk mempersiapkan kelahiran si bayi

Pelaksanaan Selamatan Kehamilan 7 Bulan

Lalu, bagaimana pelaksanaan selamatan kehamilan 7 bulan? Sekalipun selamatan tersebut sifatnya tidak wajib, namun bagi suku- suku tertentu selamatan 7 bulan itu adalah wajib. Biasanya selamatan 7 bulan disebut dengan nuju bulanan. Siapapun orangnya dan bagaimanapun kondisinya, selamatan kehamilan 7 bulan dianggap wajib bagi suku tertentu. Itu sebabnya, bila sebagai orang tua ingin melaksanakan selamatan kehamilan 7 bulan, maka berikut ini hal- hal yang harus kita perhatikan, yaitu:

  1. Sesuaikan dengan dana yang dimiliki – Menyesuaikan acara selamatan kehamilan 7 bulan dengan kantong adalah hal wajib. Ingatlah bahwa setelah 7 bulan ini akan banyak sekali kebutuhan yang membutuhkan banyak uang, seperti misalnya: popok, pakaian bayi, peralatan mandi, dan yang sejenis.
  2. Luruskan niat – Luruskan terlebih dahulu niat untuk selamatan kehamilan 7 bulan. Bila diniatkan agar orang lain “melihat” dan memuji, maka kebahagiaan tidak akan pernah tercapai. Begitu pula dengan keberkahan. Namun, bila diniati untuk berbagi kebahagiaan dan meminta doa, maka kebahagiaan akan bisa dicapai.
  3. Tidak menguras fisik dan tenaga – Meriah boleh bila memang mampu, namun, satu yang harus diperhatikan, jangan sampai karena terlalu enak mengurusi tujuh bulanan, sang ibu malah tidak peduli dengan kehamilannya. Tak jarang, banyak ibu yang melahirkan sebelum waktunya karena terlalu lelah secara fisik.
You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10