Batuk pada Anak

Bagaimana mengatasi batuk pada anak?

Tanya:

Ibu, terima kasih atas masukannya dan artikel tentang batuk, berarti batuk itu bisa jadi penyebabnya adalah alergi, tapi sampai sekarang aku belum tahu anakku alergi apa, karena dari mulai kecil makannya tidak macam-2x, jajannya juga tidak macam-2x, cuma yang aku perhatikan dia paling sering batuk waktu tidur, berarti alergi debu tempat tidur ? tapi itu tempat tidur yang dia pakai dari masih kecil, kenapa dulu-dulu tidak alergi, sekarang jadi alergi, mungkin tidak ya ? Sekarang aku tidak ke dokter lagi, jadi anakku aku kasih minum saja yang banyak, vitamin, stimuno dari dokter dan madu. Dibawah ini adalah rangkumannya, semoga bermanfaat buat yang membutuhkan. [Dn]

Jawab:

Batuk lebih dari 2 minggu bisa jadi penyebabnya alergi. Di lihat saja, apakah anaknya alergi debu atau alergi apa dan kalau alergi, tidak ada obatnya. Paling kita hanya bisa menghindari pencetus alerginya. Untuk diketahui saja, batuk pilek itu tidak ada obatnya. Kalau memang batuk bereak, banyak di kasih minum saja. Bisa air putih, juice atau kuah sup. Begitu pun dengan pilek. Kalau anak demam pun musti di lihat-lihat dulu. Jangan baru hangat sedikit sudah dikasih obat turun demam. Kalau anaknya masih lincah dan tidak ada gangguan apapun, tidak perlu ke dokter. Apalagi kalau anaknya masih mau makan atau menelan minuman. Anak usia sekolah memang rentan kena virus. Kalau hal ini, agak-agak susah dihilangkan. Paling yang bisa kita lakukan adalah, memberi makanan sehat dan bergizi ke anak kita. Kebanyakan batuk adalah karena virus, dan virus itu bukan antibiotik obatnya. Kenapa tidak coba pakai Bel Air saja ?[Ml]

Sepertinya sekarang memang lagi musim batuk pilek dan flu. Aku sekeluarga dari mulai suami sama pembantu dan ‘mbak yang mengasuh anakku semuanya kena penyakit itu. Alhamdulillah anakku (3,3 th) cukup kuat, sempat kena juga tapi tidak sampai seminggu sudah sembuh. Kebetulan tiap hari anakku aku kasih madu 1 sendok teh. Terbukti cukup ampuh untuk menjaga staminanya. Tapi adiknya (9,5 bln) agak parah. Sekarang masuk minggu ke-3 batuk pileknya. Selama 2 minggu sakit aku sudah ke dokter 2 kali. Akhirnya kemarin ke dokter lagi yang ke-3 kalinya tapi aku ganti dokter, dikasih racikan kurang lebih erythrocin, solbutamol, heptosan, prednison, equal dan entah apalagi tidak jelas tulisannya ditambah mucopect drop untuk batuknya. Puyernya warnanya pink. Tapi baru sehari minum pileknya langsung berhenti. Nafasnya kalau tidur juga tidak bunyi grok grok lagi. Badan juga tidak panas, anget, panas lagi. Sekarang tinggal sedikit batuknya, sedih melihat anak-anak sakit. Kalau sudah agak besar, selain obat dari dokter mungkin bisa dikasih madu dan banyak makan sayur dan buah-buahan. Kalau susah makan buah/sayur bisa coba ekstrak sayur/buah Vege JR/Fruit Jr untuk sementara, itu ada penambah nafsu makannya juga, jadi asupan makannya lumayan karena kalau lagi sakit pasti susah makan. Semoga cepat sembuh ya batuk pileknya. [IT]

Racikannya banyak sekali ya, kebetulan kemarin aku ikutan seminar sehat-nya dr wati dan memang kemarin diulas juga tentang pemberian obat terutama buat demam, batuk dan pilek. Menurut dr Wati, kalau hanya batuk-pilek-demam, racikan obatnya sampai lebih dari 3 macam, itu perlu dipertanyakan ke dsa-nya, diagnosanya apa, efek2 dari obatnya apa saja (kan sebenarnya tidak perlu obat macam2). Bisa jadi kalau demam, dikasih macam2 obat masih demam, justru karena efek dari obat yang diberikan, kemarin dikasih list obat2an yang malah memberi efek demam. Perbanyak saja minum air putih, juice2, sup, dan kalau anak menolak makan adalah hal wajar asal diusahain tidak dehidrasi saja. [Lk]

Aku jadi baru tersadar betapa selama ini banyak sekali obat2an yang aku tidak perlu kasih ke anakku untuk penyakit2 kayak batuk , pilek dan panas. Bahwa yang namanya batuk pilek dan demamm itu adalah gejala dan bukan penyakitnya. Sebagian besar penyebabnya pada bayi dan anak adalah virus sehinga tidak ada obatnya kecuali daya tahan tubuh. Antibiotika hanyalah untuk beberapa bakteri tertentu yang biasanya hanya diketahui berdasarkan hasil lab. Untuk alergi asma dstnya, memang ada pengecualian minum obat, tapi yang penting ya itu, kita musti tahu penyebabnya. bukan apa obatnya,sehingga insyaAllah yang diberikan pun yang tepat. Sekarang setiap kali ke dokter, aku selalu cek dulu di medicastore.com, dan naudzubillah, beberapa dari obat2an yang selama ini aku kasih ke anakku ternyata antibiotik yang sebetulnya sama sekali tidak diperlukan, kadang banyak obat yang kontra indikasinya betul2 menyeramkan ( dimana 1 puyer terdiri dari 5 macam obat untuk penyakit yang sama, bahkan salah satunya adalah derivat morphin yang biasa diberikan pada penderita batuk akibat tumot pernafasan !) Sharing saja, 2 minggu yang lalu anakku gejala asma, diberi puyer 6 macam obat, aku cuma minumin 2 hari, setelah itu guilty feeling rasanya dan aku cari second opinion, dan dr. nya cuma memberi resep ventolin dan mucopect, hanya itu, dan bilang kalau ini belum asma.tapi memang bisa menjadi asma)! sebelum ke dokter yang ini, anakku panas 38 derajat.sesuai petunjuk dr wati, aku tidak kasih tempra sebelum panasnya mencapai 38,5. Hanya kompres air hangat baju adem banyakin jeruk (anakku sama sekali tidak mau makan, paling biskuit 2 biji), lalu ditubuhnya keluar bintik2 merah. Akhirnya aku ke dsa yang buat 2nd opinion ini, dr waldy, beliau bilang, ini sejenis virus campak, karena ini virus, tidak ada obatnya, dan tidak perlu antibiotika!. Aku disuruh teruskan apa yang sudah aku lakukan dan Alhamdulillah ternyata, hari ketiga, bintik2nya tambah banyak tapi panasnya mulai turun alhamdulillah sekarang sembuh sama skali, ini pertama kalinya aku “membiarkan” anakku sakit dan alhamdulillah sembuh tanpa obat. [Nd]

Sebetulnya masalahnya sama persis sama anak pertamaku yang sempat kutanyakan beberapa hari yang lalu. Anakku juga sering (batuk+pilek) semenjak sekolah SD (full day s/d j:15.00), kalau menurut aku anakku kecapaian di sekolah dan asupan makanan selama jam sekolah/pola bermain kan tidak bisa kita kontrol-meski kita percaya bahwa ada guru disana tapi namanya anak2 kan semaunya sendiri kalau dikasih tahu. Buat masukan saja, jangan ditunda2, anakku juga gejalanya cuma batuk+pilek sempat 3X kali ke dokter (dan dr tsb cuma bilang batuk biasa), ternyata setelah test, akhirnya anakku kena BP meski masih category ringan (belum TB), segitu aja sharingku semoga membantu. [Mk]

Waktu anak saya yang pertama masuk TK A dia juga sering sakit setiap minggu badannya panas, kalau panas, tinggi sekali >39.5, malah tidak jarang sampai 41! Bolak balik dibawa ke beberapa dokter (dr umum, anak, tht), tidak sembuh-2 cuma di kasih obat plus antibiotik saja, malah ada dr tht yang menyarankan supaya amandelnya anak saya diambil saja, tapi saya tidak mau, sudah di rontgen, di periksa darah tidak ada apa-apa, saat itu saya bingung sekali. Tiap anak pulang sekolah rasanya ketar ketir, tiap bangun pagi saya juga ketar ketir, panas tidak ya? pernah curhat di DI juga. Ada dsa yang bilang kalau daya tahan tubuh anak saya tidak bagus, jadi mudah sakit, dikasih vitamin yang colostrum sapi itu (saya lupa namanya), tapi tidak berpengaruh, tetap saja anak saya sering sakit. Lalu saya dikasih tahu teman saya yang ahli gizi untuk perbaiki pola makan anak dari mulai porsinya, cara mengolahnya, pokoknya rumit sekali, lalu disarankan supaya anak saya dikasih supplemen chewable multi, chewable iron dan chewable protein, Alhamdullilah, anak saya sekarang jarang sakit dan daya tahan tubuhnya membaik. Semoga membantu. [Rr]

01-09-2005 11:31:53

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10