Campak Pada Orang Dewasa

Suamiku kena campak, badannya merah-merah dan agak hangat. Bagaimana ya cara penanganannya untuk orang dewasa?

campak dewasaTanya:

Ibu, suamiku hari ini kena campak. Badannya merah-merah dan agak hangat. Aku mau tanya kalau kena campak boleh mandi tidak? Selain air kelapa hijau, minum apalagi biar cepat sembuh? Suamiku baru mau ke dokter sore ini. Tapi sebelumnya aku ingin tanya dulu ke Ibu-ibu disini. Mohon infonya ya. Terima kasih sebelumnya. [Ty]

Jawab:

Kebetulan saya langganan campak. Sudah 3 kali sepanjang hidupku kena penyakit campak. Pantangannya tidak boleh mandi dan tidak boleh  kena angin, serta jangan digaruk nanti tambah banyak. Biasanya kalau campak kan ada batuk pilek jadi bagus juga dikasih minum air lohankuo (di hero ada) atau chrisantemum tea. Banyak minum air putih supaya peradangan di tenggorokan tidak tambah parah. Daun kemangi mentah dan daun ketumbar juga bagus buat batuknya. Kalau ada daun dewa direbus termasuk akarnya. Oya berhubung tidak boleh mandi, biar tetap wangi pakai bedak saja. Mudah-mudahan cepat sembuh ya suaminya. Jangan dekat dengan anak-anak, kasihan nanti ikut sakit [An]

Kebetulan beberapa bulan lalu aku kena campak (bersamaan dengan sakit Thypus). Yang pasti aku tidak boleh mandi sama dokter dan tidak boleh kena angin (keluar rumah). Waktu itu aku di kasih obat dan juga bedak salycil. Oya banyak minum air putih ya, karena biasanya tenggorokan terasa kering dan badan lemas. Sebaiknya segera dibawa ke dokter, Insya Allah sebelum seminggu sudah sembuh. [Wi]

Ibu, Aku sudah tiga kali kena campak. Campak terakhir malah baru dua minggu yang lalu. Pada dasarnya campak itu adalah penyakit yang bisa sembuh sendiri, hanya saja ketika campak menyerang seringkali diikuti penyakit yang lain. Kalau aku kemarin, campakku berikut batuk pilek. Saat campak menyerang, badan rasanya sakit remuk. Kemudian kelenjar getah bening di belakang telingaku membengkak, dan kepalaku jadi sakit sekali. Badan lemas dan meriang, serta muka rasanya tebal dan hangat karena gatal dan panas. Obatnya hanya antibiotik, dan kemudian aku dikasih obat untuk mengurangi rasa gatal dan paracetamol untuk mengurangi demam. Setelah itu banyak istirahat saja, minum vitamin C, makan yang banyak sehingga tubuh cukup kuat untuk melawan virus campak itu. Aku mandi kok. Pakai air hangat, soalnya tidak tahan sama gatalnya. Badan rasanya lengket dan tidak enak sekali, makanya mandi saja. Soal kelapa hijau, mungkin bisa mempercepat keluar campak. Tapi aku kemarin, hanya tiga hari saja campakku mereda, kemudian aku sudah masuk kantor lagi tanpa minum air kelapa. Ohya campaknya juga bisa naik ke mata. Mataku jadi merah dan bengkak. Tapi tidak apa-apa, asal cukup istirahat saja dan jangan angin-anginan. Tidur adalah yang terbaik untuk membantu penyembuhan. Aku tidur seharian soalnya tidak tahan sama gatalnya [Fe]

Mau menambahkan sedikit saja, campak itu penyebabnya kan virus, dan kita semua tahu, virus tidak bisa diobatin dengan antibiotika kecuali memang ada infeksi sekunder, misalnya ada pneumonia atau infeksi telinga jadi mungkin dalam kasus Fe (mudah-mudahan) dokternya kasih antibiotik karena ada infeksi sekunder. Jadi supaya tidak memperparah komplikasi, tapi antibiotic itu sama sekali bukan ditujukan untuk menyembuhkan campak. Begitu tubuh berhasil membentuk daya imun virus ini akan keluar dengan sendirinya. Minum antibiotik untuk penyakit
karena virus sama seperti menembak dengan mata ditutup. Kita jadi tidak tahu mana kawan mana lawan, alhasil si bakteri yang bagus-bagus
malah mati. Lama-lama badan malah resisten, dan si bakteri makin pintar bermutasi jadi yang aneh-aneh. Untuk penyakit yang disebabkan virus satu-satunya penawar adalah daya tahan tubuh kita. Tidak ada yang lain lagi selain itu. Jadi hidup sehat, istirahat cukup, makan bergizi, jaga kebersihan. Ini semua betul-betul akan bermanfaat kalau sudah banyak virus merajalela di sekitar kita. Selain itu, upaya preventif lainnya adalah imunisasi [Hn]

Iya benar. Antibiotik itu bukan untuk campaknya, tapi karena aku juga ada infeksi ikutan, waktu itu aku juga batuk pilek dan badanku panas dingin. Makanya dokter bilang campakku itu akan sembuh sendiri, tergantung daya tahan tubuh. Terima kasih buat penjelasan detailnya Mbak Hn [Fe]

Artikel terkait:

Measles
By Mayo Clinic staff

Overview
The thought of measles may bring to mind the red, blotchy rash that often accompanies this disorder. But the rash is just an outward sign of the more significant changes happening inside the body – especially within the respiratory system.

Measles is primarily a respiratory infection caused by a highly contagious virus found all over the world. Also called rubeola, measles can be serious and even fatal for small children.

Screening & Diagnosa
Your doctor can usually diagnose measles based on the disease’s characteristic rash as well as the small, bright red spots with bluish-white centers on the inside lining of the cheek, called Koplik’s spots. Because measles is so uncommon in the United States today, your doctor may obtain a blood sample to confirm whether the rash is truly measles.

Complications
Measles usually lasts about 10 to 14 days. People with measles may become quite ill, but most people recover completely. Complications are more common in adults and in children under age 5 and may include:

Ear infection. Measles causes an ear infection in nearly one out of every 10 children. Encephalitis. About one in 1,000 people with measles develops encephalitis, an inflammation of the brain caused by a viral infection, which may cause vomiting, convulsions and, rarely, coma. Encephalitis can closely follow measles, or it can occur years later during adolescence as a result of a slow virus infection. The late form, called Dawson’s encephalitis, is rare. Pneumonia. As many as one out of 20 children with measles gets pneumonia, which can be life-threatening.

Diarrhea or vomiting. These complications are more common in infants and small children. Bronchitis, laryngitis or croup. Measles may lead to inflammation of your voice box (larynx) or inflammation of the inner walls that line the main air passageways of your lungs (bronchial tubes). Pregnancy problems. Pregnant women need to take special care to avoid measles, because the disease can cause miscarriage, premature labor or babies with low birth weights. Low platelet count (thrombocytopenia). Measles may lead to a decrease in platelets – the type of white blood cells that are essential for blood clotting.

Treatment
No treatment can get rid of measles. However, nonimmunized children and adults may be given the measles vaccination within 72 hours of exposure to the measles virus, to provide protection against the disease. Pregnant women, infants and people with weakened immune systems who are exposed to the virus may also receive an injection of proteins (antibodies) that can fight off infection, called gamma globulin. When given within six days of exposure to the virus, these antibodies can prevent measles or make symptoms less severe.

You or your child may also take over-the-counter medications such as acetaminophen (Tylenol, others) or nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) to help relieve the fever that accompanies the virus. Don’t give aspirin to children because of the risk of Reye’s syndrome – a rare, but potentially fatal disease.

If you develop a bacterial infection such as pneumonia or an ear infection, your doctor may prescribe an antibiotic. Young children or people with impaired immunity who are hospitalized with severe measles might also benefit from prescription doses of vitamin A.

Isolation is another element of treatment. Because measles is highly contagious from about four days before to four days after the rash breaks out, people with measles shouldn’t return to activities in which they interact with other people during this period. It may also be necessary to keep nonimmunized people – siblings, for example – out of the infected person’s house. Talk with your doctor about keeping someone with measles isolated.

Self-care
If you have measles, keep in close contact with your doctor as you monitor the progress of the disease, and watch for complications. Also try these comfort measures:

Rest and avoid busy activities.
Drink plenty of water, fruit juice and tea to replace fluids lost by fever and sweating.
Wipe red eyes frequently with a clean, wet cotton ball.
For respiratory relief, take a cough medicine and use a humidifier.
If you or your child finds bright light bothersome, as do many people with measles, keep the lights low or wear sunglasses – even while sleeping. Also, avoid reading or watching television. Light from a reading lamp or from the television may be bothersome.

http://www.mayoclinic.com/invoke.cfm?objectid=84C53FB6-DD31-499B-8E5817B2A8F67AE\2&dsection=1

06-02-2006 15:54:11

Comments

  1. lagi nulis ini aku lagi ngerasa sakit bgt…udah 2 hari ini wajah dan badanku gatal bgt. Tapi paling utama di wajahku. Gatel bgt sampaI mataku berair menahan gatalnya. 5hari yang lalu setelah pulang kerja, aku ngerasa lelah bgt. Aku pikir karena memang seharian itu aku sibuk bgt…keluar dari dalam mobil, kulitku merah”…aku pikir karena baru dari dalam mobil, dari tempat ber AC ke udara normal. Saking lelahnya aku langsung tidur, setelah bangun aku merasa demam dan kakakku blg semuanya merah sampai wajahku. Setelah aku minum obat biasa, kulitku mulai berkeringat…lumayan segar. Kebetulan besoknya hari sabtu minggu aku gak masuk kantor, jadi istirahat penuh ditumah…dengan kondisi semua tulang” sakit sampai gak bisa jalan. Lemes bgt telapak tangan dan kaki sakit dan kaku… dan hari senin semua merah” di kulitku sudah hilang, tapi mukaku benar” gatal sampai gak tahan sekali. Badian tubuh hanya sekali” saja di bagian tertentu. Apa ini termasuk sakit campak?

  2. SEKARANG SAYA TERKENA [ENYAKIT CAMPAK TAPI TIDAK DI BARENGI DENGAN BATUK BATUK HANYA DEMAM DAN KULIT BINTIK 2 MERAH DAN DEMAN SEDIKIT

  3. hari ini saya kebetulan sedang terkena campak. badan rasanya meriang lalu kelenjar2 dibelakang telinga pada bengkak, sedikit batu tapi tidak pilek. mata rasanya sakit buat melek. kemarin sudah ke dokter, dikasih ibuprofen, vitamin, dan antivirus (antibiotik) yang sebenarnya untuk anak2 karena katanya nggak ada yang dalam bentuk tablet mungkin karena jarang orang dewasa yang terkena. semoga tak berlama-lama. nggak tahan gatelnya

  4. ini q kayaknya kena gabag jg,, haduh gimana ya? apa bnar2 gak boleh mandi?

  5. Selamat siang ,. saya mau tanya , campak itu apa sama dengan cacar air ??saya masih ragu dan kurang jelas ,,

  6. ade supriatna says:

    dokter…saya hari ni kena penyakit campak..saya ingn tau makanan apa saja yang saya harus makan supaya cepet sembuh..dan apa saja yang di larang..terima kasih

  7. ade supriatna says:

    umur sya 22 thun..saya baru kali ini terkena penyakit campak…saya ingin tau apa saja yag saya harus lakukan supaya penyakit saya cepet sembuh…apakah ada pantangannya?terima kasih

  8. skrg sy lagi kena campak.. mkasih bnyak buat infony..

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10