Dr. Spesialis Endokrin Anak

Ibu, aku perlu info seputar dokter spesialis endokrin anak.

Tanya:

Ibu, ada yang bisa kasih info ke saya tentang dokter spesialis endokrin untuk anak? Terutama untuk daerah Jakarta Barat dan Tangerang. [Grc]

Jawab:

Setahu saya spesialis endokrinologi untuk anak Dr. Jose Batubara. Praktek di Tumbuh Kembang Anak RSCM, Hermina Jatinegara, Hermina Bekasi. Orangnya komunikatif, bisa diajak diskusi, dan bisa ditanya-tanya tanpa harus takut dicuekin. Orangnya enak diajak omong. Beliau ini sempat kadi ketua IDAI, dan aktif juga di RSCM. [Al]

Normal tidaknya alat kelamin anak laki-laki memang sering dipertanyakan para ibu. Karena itu tidak jarang, begitu seorang bayi laki-laki dilahirkan, sang ibu langsung bertanya pada dokter, apakah alat kelamin anaknya lengkap. Artinya, mempunyai batang kemaluan (penis), kantung zakar (skrotum), serta dua buah zakar(testis) di dalamnya. Juga ditanyakan, apakah muara alat kelamin normal. Penis sendiri terdiri atas akar, batang, serta glans atau ujung penis. Batang penis terdiri atas tiga bagian korpus. Ketiga korpus itu merupakan jaringan yang berperan pada saat ereksi. Pada glans penis terdapat sistem organ akhir sensoris yang merupakan sumber impuls terpenting untuk menimbulkan kesan sensual pada susunan saraf pusat. Ereksi penis dapat terjadi pada bayi walaupun fungsi susunan saraf saat bayi belum sempurna dan kadar hormon androgen masih sangat rendah. Ukuran penis merupakan hal lain yang sering dicemaskan para ibu. Menurut dr. Jose Batubara, MD, ahli endokrin anak dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, ukuran dianggap normal bila panjang penis bayi baru lahir lebih kurang 2,5 – 3 cm. Lebih besar atau lebih kecil sedikit dari itu masih dianggap normal. Setelah janin berusia 12 minggu, pertumbuhan alat kelamin akan dipengaruhi oleh dua macam hormon yakni hormon gonadotropin (hormon pemacu kelenjar kelamin yang dihasilkan oleh hipofise) serta hormone testosteron (yang dihasilkan oleh testis sang bayi). Hormon pertumbuhan juga diduga punya peran dalam pertumbuhan penis. Kalau ketiga hormon ini normal, berarti kelamin bayi yang dilahirkan akan normal dengan ukuran penis yang normal pula. Manfaat klinis pengukuran panjang penis pada bayi antara lain untuk mendeteksi adanya kelainan pertumbuhan serta perkembangan penis janin pada masa pranatal. Pertumbuhan panjang penis memang sangat dipengaruhi oleh usia. Sebelum masa pubertas, pertumbuhannya sangat lambat, kemudian disusul dengan pertumbuhan yang cepat pada masa pubertas. Pertumbuhannya juga sedikit banyak dipengaruhi oleh tinggi badan. Pada masa sebelum pubertas panjang penis meningkat sesuai dengan peningkatan panjang tubuh selama lima tahun pertama. Tapi diameter penis meningkat sangat pelahan sampai datang masa pubertas. “Tidak benar bila dikatakan penis anak gemuk lebih kecil dari anak berbobot normal,” kata dr. Batubara. Persoalan pada umumnya hanya karena penis terbenam oleh bantalan lemak. Namun, kalau kita merasa ragu, periksakan pada ahli endokrin anak. “Cara mengukur ada tekniknya. Pada anak gemuk, pertama-tama dokter menekan jaringan lemak yang menutupinya ke bawah, lalu penis diukur dalam keadaan penis diregangkan lurus,” tambahnya. Dalam keadaan penis teregang, panjang penis ditentukan dengan menetapkan ujung glans penis pada penggaris dalam satuan sentimeter. Pengukuran dimulai sampai mendekati setengah sentimeter dengan tiga kali pengulangan, dan nilai rata-rata pengukuran dinyatakan sebagai ukuran panjang penis yang benar. Sedangkan ukuran penis dalam keadaan rileks, menurut dr. Batubara, akan sangat bervariasi karena dipengaruhi keadaan sekitarnya. Kalau setelah diukur ternyata memang kurang panjang (mikro penis), dokter dapat mengupayakan dengan pemberian suntikan hormon testosteron dosis terbatas. Ada juga obat berupa salep oles, tapi umumnya hasilnya kurang memuaskan. Batubara mengingatkan agar tidak menggunakan obat hormon sembarangan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan hormon di laboratorium pada anak usia 0 – 12 tahun, menurut ahli endokrin anak ini, belum diperlukan. Masalahnya, rata-rata laboratorium di sini masih terbatas kemampuannya dalam mengukur nilai absolut hormon pada anak-anak usia tersebut. Namun diakuinya, seandainya bisa diperoleh nilai absolutnya, akan lebih tepat pengobatannya. Rata-rata nilai absolut yang tepat baru diperoleh ketika anak mencapai usia prapubertas-dewasa (13 tahun ke atas). “Jadi buat apa mengeluarkan biaya ratusan ribu rupiah, bahkan terkadang lebih dari Rp 1 juta, kalau hasil yang diperoleh tidak absolut,” kata dr. Batubara. “Soalnya, kalau ternyata ukurannya tidak normal, cukup langsung diberikan suntikan dalam batas normal saja”. Diakui oleh ahli endrokrin yang juga bertugas di RS Bersalin Hermina ini, pemberian suntikan hormon harus sangat hati-hati sebab ada efek sampingannya. Antara lain penis akan lebih sering ereksi, yang biasanya tidak disadari si anak, atau terasa gatal sehingga penis terkadang dimainkan. Efek sampingan yang lebih ekstrem, tumbuhnya bulu kemaluan, kumis, dan jambang sebelum waktunya. Selain itu, bisa juga maturasi tulang dipercepat sehingga dikhawatirkan anak tidak akan tumbuh optimal. Karena si anak dipercepat kematangan biologisnya, maka cepat pula berhenti pertumbuhannya. Sebab itu, sebelum diberikan terapi tersebut hendaknya dilakukan pemeriksaan usia tulang, sebab dikhawatirkan anak menjadi kuntet gara-gara terapi hormon. Dokter ini juga mengingatkan, jika memeriksakan alat kelamin anak laki-laki, jangan sampai melewati masa pubertas (14 tahun), sebab setelah usia itu penanganannya akan sulit. [Dm]

Kalau pengalaman saya sama dokter endokrin dengan dr Aman Pulungan di Klinik Anakku Cinere, dia praktek di RS PI juga di hermina, dokter Aman ini dari RS Cipto juga, orangnya baik dan komunikatif, memang supaya lebih pasti benar tidak kecil itu harus diperiksa ke dr endokrin, karena dokter ini lebih tahu bagaimana cara mengukurnya dan terapinya, [Fn]

19-10-2005 11:10:26

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10