Mimisan

Mimisan itu karena apa ya, bu?

mimisanTanya:

Mimisan itu karena apa ya? [DL]

Jawab:

Anak saya 2,5 tahun awalnya sering sering mimisan seperti saya, tapi setelah dicek ternyata karena kurang vitamin C dan Calcium. Jadi sehari anak saya selalu saya kasih Acerola C 3x (saya campur pakai air dibotol minumnya, tidak sekaligus ya), terus Chewable Calcium magnesiumnya sehari 2 kali [Lp]

Anak saya juga sering mimisan, tapi biasanya sebulan dua kali paling banyak. Pertolongan pertama, dokternya di Mitra, pernah bilang selain berbaring, hidung si kecil dipencet selama 5 menit ini kalau tidak salah, agak lupa-lupa ingat pastinya berapa menit. Selama itu anak di suruh napas lewat mulut dulu. Untuk anak saya, paling sering mimisannya karena hidung bagian dalamnya terluka. Kadang anak-anak suka memasukkan sesuatu, atau tergesek ketika memasukkan jari ke hidung, hingga luka [AN]

Anak saya (27 bln) kalau panas tinggi, juga mimisan, terakhir mimisan tanpa panas, membuat saya khawatir, ternyata mimisan itu bisa juga terjadi pada anak yang sering pilek, anak saya memang pilek saat itu. Biasanya kalau mimisan, saya kompres dengan kapas dingin supaya darahnya berhenti tapi minggu lalu, bangun tidur pagi, anak saya mimisan rewel, nangis sambil batuk-batuk dan muntah, dahak bercampur darah saya panik sekali sambil bawa ke dsa setelah diperiksa ternyata pembuluh darah yang pecah itu yang ada di dalam (tidak terlihat) menurut dsanya pembuluh darah di hidung anak saya itu sensitif, jadi kalau panas tinggi dia bisa pecah (mimisan) begitu juga kalau sering pilek walau suhu badannya tidak panas, tapi mnrt dsanya sebenarnya anak saya itu sedang demam (istilah kitanya panas dalam) yang bisa menyebabkan pembuluh darah di hidungnya pecah. Kalau anak mimisan dalam posisi tidur, darahnya jadi tertelan, akibatnya kalau batuk, muntah, darahnya ikut keluar bercampur dahak, akhirnya untuk mengurangi jangan sampai pemuluh darahnya itu pecah lagi, dsa kasih obat pilek ditambah obat penurun panas, (sanmol) diminum walaupun panasnya tidak mencapai 38 C treatment ini dilakukan 1×24 jam saja, supaya tidak terlalu parah pileknya terpaksa juga akhirnya aku minumkan obat pileknya itu [Ley]

Langkah-langkah yang diambil jika anak mimisan :
1. jangan panik.
2. anak didudukkan dengan tegak, kepala diarahkan kedepan (mungkin maksudnya jangan menunduk)
3. pegang hidung anak dengan tissue atau kain bersih.
4. jangan baringkan anak, karena akan mengakibatkan darah masuk kembali ke dalam kerongkongan –> bisa menyebabkan muntah
5. biarkan anak beristirahat.

hubungi dokter apabila:
1. mimisannya sering terjadi.
2. memasukkan sesuatu ke hidung.
3. terlihat cenderung gampang memar.
4. terjadi pendarahan dari luka yang minor dan berasal dari tempat lain,misalnya gusi.
5. baru-baru ini minum obat yang sebelumnya belum pernah diberikan.

tanda-tanda gawat darurat, diantaranya:
1. mimisan dengan hebat disertai dengan kantuk dan lemah.
2. mimisan merupakan akibat jatuh atau terjadi benturan di kepala.

http://www.kidshealth.com/parent/firstaid_safe/emergencies/nose_bleed.
html

Nosebleeds

Common in kids ages 3 to 10 years, nosebleeds often stop on their own and can betreated safely at home.

What to Do:

Stay calm and reassure your child.
Sit your child upright in a chair or in your lap and have your child tilt his or her head slightly forward. Gently pinch your child’s nose (just below the bony ridge) with a tissue or clean washcloth. Keep pressure on your child’s nose for about 10 minutes; if you stop too soon, bleeding may start again. It may also help to apply ice wrapped in a paper towel. Do not have your child lean back. This may cause blood to flow down the back of the throat, which tastes bad and may initiate gagging, coughing, or vomiting. Have your child to rest for a while after a nosebleed. Discourage blowing, picking, rubbing, and any rough play.

Call your child’s doctor if your child:
has frequent nosebleeds may have put something in his or her nose tends to bruise easily has heavy bleeding from minor wounds or bleeding from another place, such as the gums recently started taking new medicine

Seek emergency medical care or call your child’s doctor if bleeding:
is heavy, or is accompanied by dizziness or weakness is the result of a fall or blow to the head continues after two attempts of applying pressure for 10 minutes each

Preventing Future Nosebleeds
Most nosebleeds are caused by zealous blowing or picking, or a blow to the nose during rough play. In the wintertime, especially, if your child’s bed is near a heater, the membranes inside the nose can become dried and itchy, causing your child to pick at his or her nose and further irritate the nasal tissue. Colds, other viruses, and allergies may also irritate the lining of the nose.

To help prevent your child from getting nosebleeds:

Keep your child’s nails short to prevent picking.
Keep the inside of your child’s nose moist with saline nasal spray or dab petroleum jelly gently around the opening of the nostrils. Humidify your child’s room with a vaporizer (or humidifier) if the air in your home is dry. You can buy a cool mist or hot steam (also called warm mist) model. If you go with the hot steam kind, make sure to keep it out of your child’s reach to avoid scalding. It’s also important to keep vaporizers clean to prevent mildew. Make sure your child wears protective athletic equipment when participating in sports that could cause injury to the nose. Even when taking proper precautions, your child may still get a bloody nose occasionally. But the next time your child gets a nosebleed, try not to panic. They’re usually harmless and are almost always easy to stop. Reviewed by: Barbara P. Homeier, MD Date reviewed: December 2004 [Rn]

Mimisan bukan penyakit
Perdarahan hidung bukanlah suatu penyakit tapi merupakan indikasi adanya suatu gangguan. Kasus yang dialami Anwar tadi termasuk ringandan sumbernya dari bagian anterior atau dari bagian depan rongga hidung saja. Pasalnya di bagian itulah banyak pembuluh darah bertemu. Pada umumnya ini terjadi pada anak yang sering mengalami pilek dan pembuluh darahnya tipis.

Mimisan juga sering terjadi bila anak menghadapi perubahan cuaca, teriritasi gas yang merangsang, dll. Misalnya dari tempat yang panas ke tempat yang dingin atau menghadapi tekanan udara yang berubah. Pada anak acap kali juga hidung kemasukan benda asing seperti biji- bijian atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi dan terjadi perdarahan. Pada kasus ini biasanya dengan tanda-tanda keluar bau busuk dari lubang hidungnya. “Namun setelah anak lulus SD tidak akan terjadi mimisan lagi karena pembuluh serta sel lendir pada rongga hidung sudah lebih kuat,” tambah dr. Bambang.

Yang harus lebih diwaspadai kalau sumber berasal dari dalam atau posterior karena bisa jadi merupakan indikasi suatu penyakit serius seperti demam berdarah, tekanan darah tinggi, tumor ganas pada rongga hidung atau nasofaring, kanker darah (leukemia), atau kelainan darah hemofilia (tidak memiliki zat pembeku faktor VIII), penyakit kardiovaskuler, dll.

Pada umumnya kejadian perdarahan posterior lebih sering (setiap 1 – 2 hari) dengan perdarahan lebih banyak sehingga lebih sulit diatasi. Perdarahan posterior kebanyakan terjadi pada para orang dewasa walaupun tidak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa mengalaminya, khususnya kalau terjadi infeksi, demam berdarah, atau leukemia. “Kalau darah keluar sampai berhari-hari sebanyak sekitar 1 – 2 l, harus segera diatasi, jangan sampai terjadi kekurangan darah (anemia) atau yang lebih parah terjadi shock (turunnya tekanan darah secara mendadak yang diikuti pingsan).”

Untuk menanggulangi perdarahan posterior dilakukan pemasangan tampon posterior dengan cara yang lebih rumit karena tampon harus dimasukkan ke dalam. Setelah darah berhasil dihentikan, barulah diteliti lebih lanjut penyebabnya. Pemeriksaan tidak bisa hanya berdasarkan darah yang keluar saja sebab tidak akan terdeteksi penyebab yang tepat.

Kalau sampai terjadi perdarahan hidung pada seseorang dengan kelainan tekanan darah, belum berarti ini menandakan gejala stroke, karena perdarahan bukan berasal dari rongga otak. Hanya saja epistaksis karena tekanan darah tinggi pada umumnya hebat, sering kambuh dan tidak terduga terjadinya. Biasanya pada penderita tekanan darah tinggi perdarahan pada hidung berindikasi bahwa tekanannya sedang tinggi atau naik dan tentunya ia harus waspada.

Sedangkan perdarahan hidung posterior karena infeksi bisa karena sinus paranasal seperti rinitis atau sinusitis. Yang lebih parah adalah infeksi karena penyakit lupus, sifilis, dan lepra. Tentu saja yang terparah kalau terjadi suatu keganasan pada rongga hidung atau nasofaring. Pengobatan di sini tidak bisa dengan pembedahan melainkan hanya dengan penyinaran dan kemoterapi.

Wanita hamil ada kalanya juga bisa mengalami epistaksis karena gangguan hormonal. Namun, sepanjang hanya pada batas normal, tidak perlu dikhawatirkan. Walau demikian, kalau perdarahan hidung sudah pada taraf serius, memang harus segera diatasi agar tidak mempengaruhi perkembangan sang janin.

Dr. Bambang Hermani menekankan tiga prinsip utama kalau melihat seseorang mengalami perdarahan hidung. Pertama-tama menanggulangi atau menghentikan perdarahannya, mencegah terjadinya komplikasi serta epistaksis. Bila sampai terjadi shock, memperbaiki keadaan si pasien
dulu secara umum.

Menghentikan perdarahan secara aktif seperti dengan pemasangan tampon tadi lebih baik daripada pemberian obat hemostatik (pembeku darah), sambil menunggu epistaksis berhenti dengan sendirinya. Yang perlu diingat lagi, pasien harus diperiksa dalam posisi duduk. Kalau keadaannya terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di belakang punggungnya.

Sumber perdarahan dicari oleh dokter dengan bantuan alat pengisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah. Kemudian tampon kapas yang sudah dibasahi dengan obat tertentu dimasukkan ke dalam rongga hidung. Tampon dibiarkan selama 3 – 5 menit. Dengan cara ini dapat diketahui apakah sumber perdarahan dari anterior atau posterior. (Nanny Selamihardja) Sumber: Intisari – Oktober 2001 [Vv]

Ibu semua, terima kasih atas sharingnya, setelah diskusi dengan suami dan berbekal saran Ibu semua, anak saya akhirnya tidak jadi ke dokter. Pagi ini masih mimisan tapi sudah tidak mengucur, cuma bercak-bercak saja. Jadi kita lagi usahakan dia supaya minum lebih banyak, minum air putih lebih banyak, harus tidur siang dan ditambah lagi vitamin C dan kalsium, terus tidak boleh loncat-loncat dan capek dulu [DL]

12-12-2005 00:11:04

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10