Penanganan Campak

Bagaimana menangani anak yang sedang sakit campak?

campak anakTanya:

Ibu tolong bantu di sharing, bagaimana menangani anak yang sakit campak, kalau tidak salah tidak boleh mandi dan tidak boleh kena angin? Ini bukan anakku yang terkena campak, tapi temanku yang bukan anggota DI tapi tahu aku punya banyak teman yang akan kasih masukan. Terima kasih sebelumnya. [Ty]

Jawab:

Menurut dr. Asti Praborini, SpA (seperti yang dikutip di tabloid Nakita),
* Bila campaknya ringan, anak cukup dirawat di rumah. Kalau campaknya berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di rumah sakit.
* Anak campak perlu dirawat di tempat tersendiri agar tidak menularkan penyakitnya kepada yang lain. Apalagi bila ada bayi di rumah yang belum mendapat imunisasi campak.
* Beri penderita asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makanannya harus mudah dicerna, karena anak campak rentan terjangkit infeksi lain, seperti radang tenggorokan, flu, atau lainnya. Masa rentan ini masih berlangsung sebulan setelah sembuh karena daya tahan tubuh penderita yang masih lemah.
* Lakukan pengobatan yang tepat dengan berkonsultasi pada dokter.
* Jaga kebersihan tubuh anak dengan tetap memandikannya.
* Anak perlu beristirahat yang cukup.

HAL LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN menurut dr. Rudy Firmansyah, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita Jakartaenurt Dr. (yang dikutip dari Nakita)

* Jangan melakukan pengobatan menurut aturan sendiri tetapi harus berdasarkan petunjuk dokter. Bila memang harus mengonsumsi obat 3 kali sehari maka harus dilakukan dengan baik. Bila ada gejala lain yang timbul, misalnya kejang-kejang atau sesak napas, segeralah berkonsultasi pada dokter.
* Sebaiknya berikan makanan yang mudah dicerna seperti bubur nasi. Hal ini untuk menghindari terjangkitnya infeksi lain, seperti radang tenggorokan, flu, atau lainnya. Dianjurkan untuk memberikan makanan yang mudah dicerna selama sebulan kemudian sampai kondisinya benar-benar pulih.
* Karena mudah menular lewat udara, sebaiknya anak campak dirawat dikamar sendiri agar tidak menularkan penyakitnya. Namun perlu diingat, jangan sampai terkesan kalau anak diisolasi, berikan mainan yang dapat menghibur agar dia tidak bosan.
* Setiap anak yang sedang sakit butuh istirahat yang cukup. Anak campak pun demikian, berikan waktu beristirahat secara maksimal.
* Jangan biarkan bayi yang belum mendapat imunisasi campak berdekatan dengan penderita campak sampai penyakitnya benar-benar sembuh. Sangat mungkin virus campak akan menulari bayi.
* Jaga tubuh anak agar tetap bersih sehingga dia tetap merasa nyaman. Boleh saja anak dimandikan atau dilap seluruh tubuhnya. Pendapat yang mengatakan kalau anak campak tidak boleh dimandikan adalah keliru karena bila tubuhnya kotor dan berkeringat akan menimbulkan rasa lengket dan gatal luar biasa. Dorongan menggaruk kulit yang gatal bisa menimbulkan infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Gunakan sabun bayi yang tak terlalu merangsang kulit dan gosoklah kulitnya perlahan. Sehabis mandi, keringkan dan taburi dengan bedak salycyl talc.
* Selama anak sakit dan dalam pemulihan sebaiknya kita memisahkan peralatan makan dan mandinya, seperti piring, gelas, sendok, handuk, sprai dan pakaiannya. Hal ini untuk menghindari terjadinya penularan lewat kontak tak langsung. Mudah-mudahan berguna. [Nn]

Kalau dengar campak aku merinding, dulu waktu anakku kena campak, bersamaan dengan 5 anak tetangga. 1 diantaranya pas depan rumahku, meninggal dunia. Aku panik sepanik-paniknya, cuma bisa memperhatikan anakku yang tiduran saja, lemas, panas tidak turun-turun, bercak merah besar-besar, rongga mulut-lidah-dan bibir penuh sariawan, ya Allah, ingin rasanya bertukar tempat saja, kasihan sekali lihat dia cuma bisa nangis. Waktu itu, karena sama sekali tidak bisa makan, aku paksa minum susu, larutan kaki 3, pocari sweat, dan obat jalan terus, tepat waktu, tidak peduli sudah masuk makanan padat atau belum, pokoknya obat harus masuk, minum pakai sedotan saja tersiksa sekali, mesti cari sela-sela mulut yang tidak luka. Seharian anakku hanya berbaring, tidak bisa kena AC atau kipas angin, jadi hanya dikipas pakai kipas sate itu, tiap 2 jam baju dan celana tidurnya (tidak pakai pakaian dalam) diganti, badannya dibedakin. Maaf tidak kasih solusi, tapi dari pengalamanku, yang mesti dijaga sekali, harus banyak minum, ganti cairan jangan sampai dehidrasi, lalu obat dari dokter jangan sampai kelewat, tidak usah tunggu makanan padat bisa masuk, kalau sudah waktunya minum obat ya di kasih saja, sering-sering ganti baju, supaya nyaman, tidka tahu boleh mandi atau tidak, lebih baik tanya dokternya, tapi aku cari aman saja, biar saja lengket-lengket sedikit, ditaburin bedak terus. Pokoknya yang sabar saja, tidak usah panik biar anaknya ikut tenang, dan anaknya jangan ditinggal. Kalau lagi panas sekali kan suka berhalusinasi, ketakutan sendiri. Semoga anak temannya mbak, tidak separah anakku dulu ya, cepet sembuh ya. [Dy]

Mbak, campak itu pakai sariawan segala ya? Anakku pernah sariawan satu mulut, demam, lalu ada semacam rash yang ‘seperti’ kutu air di kulitnya. Kata dokter bukan campak hanya virus (kesalnya waktu ditanya virus apa jawabnya tidak jelas). Aku cari-cari info sendiri dan ‘sepertinya’ sakit hand, foot, mouth disease. Saat itu lagi musim penyakit yang disebut flu singapur yang tanda-tandanya sama seperti hfm disease. Karena anakku belum pernah campak, aku jadi hati-hati juga. Jadi ada sariawannya ya?

Maaf ya bukannya kasih solusi malah ikut nanya. Tapi setahu aku, kalau campak boleh dilap air supaya bersih badannya. Ini kata dsa lain waktu itu. Dia malah menyarankan supaya badan/kulit anak dibersihkan supaya tidak timbul penyakit lainnya. Tapi memang setelahnya harus dikeringkan benar-benar. [Dv]

Mungkin tidak semua ya, tergantung daya tahan anaknya, mungkin anakku tidak tahan sama panasnya jadi keluar sariawannya. [Dy]

Testemoni DL aku yang kena ini pasang aromaterapi dengan thyme oil dan tetap boleh mandi/di wash lap pakai BSG, alhamdulillah menolong sekali, recovery’nya juga cepat. Cepat sembuh ya. [Nv]

Anakku kena campak Juli kemarin, memang ada sariawan dan semua gejala yang ada di artikel Nina semuanya muncul di anakku. Anakkui waktu itu akhirnya dirawat di RS selama 5 hari karena badannya yang kurus menyebabkan kondisinya drop sekali. Sempat 3 hari tidak makan padat cuma minum saja, akhirnya diinfus. Campak memang menakutkan sekali katanya untuk anak-anak yang bertubuh kurus seperti anakku, karena kondisi badannya tidak punya cadangan makanan yang dapat menopang tubuhnya selama dia tidak mau makan. Mulutnya penuh sama sariawan, batuk, sedikit diare (karena panasnya yang tinggi) dan bibir kering (pecah-pecah). Setelah sakit campak memang kondisi anakku menurun, jadi rentan terhadap penyakit. Mudah ketular batuk pilek dan sedikit-sedikit demam. Jadinya kami musti monitor sekali asupan makannya supaya gizinya benar-benar bagus dan kondisi daya tahan tubuhnya meningkat. Hal penting lainnya anak dimandiin atau dilap air hangat biar tidak gerah dan gatal yang semakin menyiksa anak. Untuk ruamnya jangan dikasih bedak tabur malah menutup pori-pori. Lebih baik kalau’ dikasih bedak cari (Caladine mis-nya). Dipantau terus kondisi anak, bila muncul sesak napas harus dibawa ke RS segera karena itu berarti penyakit campaknya telah komplikasi ke radang paru (peumonia). Hal ini berbahaya jadi harus segera ditangani RS. [Al]

Bukan aku menakut-nakuti ya, Ini hanya sekedar info buat kita, karena sekarang ini banyak sekali penyakit-penyakit baru yang muncul. Coba baca Kompas hari ini di hal 54 mengenai penyakit Kawasaki. Semoga kita semua & keluarga dijauhkan dari penyakit. Amin. [Lt]

Kalau pakai sariawan bukannya HFMD ? Waktu campak itu sempat dibawa ke dokter tidak? Mbak bagaimana untuk memastikan bahwa itu campak atau bukan? soalnya waktu anakku kena rubella, penampakannya persis campak, cuma lingkaran bentol2nya lebih kecil-kecil & pas kebetulan waktu menderita rubella itu dikombinasi dengan HFMD jadinya anakku ada sariawannya di tenggorokan. Gejalanya ya panas tinggi juga, cuma karena sariawannya keluar hanya di tenggorak jadinya panas tinggi hanya disekitar tenggorokan ke atas kepala. [Wn]

Kata dokternya anakku kena campak, merah-merahnya berupa bercak bukan bentol (tidak nimbul) dan lebar-lebar, bercak dan panasnya juga seluruh badan, merata sekali, dari muka, badan, tangan dan kaki , aku juga pilih untuk merawat anakku di rumah saja, biar anaknya lebih tenang dan nyaman Tapi jadi curiga juga, mungkin tidak ya dokternya tidak mengerti penyakit HFMD ? [Dy]

Bisa jadi tidak ada! Aku saja cuma dibilang virus, tapi tidak bisa menjelaskan virus apa. Aku ambil kesimpulan HFMD karena browsing habis-habisan di internet. Lihat-lihat tanda-tanda/foto-foto dsb. Apa karena di Indonesia jarang ada HFMD? Kebetulan setelah sembuh, sebulan kemudian di kompas ada berita penyakit flu singapur, yang sepertinya mirip. Tapi sampai sekarang (sudah 1 tahun), info tentang flu singapur itu apa, aku juga belum faham. [Dv]

10-01-2006 23:03:07

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10