Soft Lens Mata Minus

Aku lagi bingung soal soft lens, soft lens yang bagus itu yang bagaimana ya?

soft lensTanya:

Ibu, biasa nih, kalau lagi bingung, pasti yang dicari DI, dulu aku suka pakai soft lens yang tahunan (merk Durasoft), tapi sejak punya anak suka tidak sempat membersihkan soft lens, dan sekarang seringnya pakai yang disposable saja (3 or 6 bulanan) dan merknya yang seketemunya (yang pasti harganya cocok sama kantong). Sebenarnya aku tidak tahu, soft lens yang bagus yang bagaimana? Kalau tidak salah yang kadar airnya rendah ya? kasih tahu ya bu merk soft lens yang recommended. Terima kasih [Ss]

Jawab:

Aku juga penasaran kelebihan & kekurangan soft lens. Bagusnya merek apa, perawatannya bagaimana? ingin coba juga, sebab pakai kacamata rada-rada malas kalau tidak ke pepet lagi meeting atau lihat yang jauh-jauh atau pengobatan tradisionalnya apa saja ya biar minusnya berkurang? Maaf malah ikut nanya tolong pencerahannya ya bu [Nil]

Yang aku tahu soft lens yang bagus justru yang kadar airnya tinggi. Aku juga pakai soft lens yang disposable soalnya aku orangnya tidak apik. Kalau pakai yang permanen atau yang tahunan kan mesti rajin-rajin dibersihkan, terus kalau hilang atau jatuh yaah apes sekali mesti beli lagi deh dengan harga yang lumayan mahal. Nah kalau pakai yang disposable kalau kenapa-napa masih ada persediaannya, karena 1 kotak itu isinya ada 6, jadi kalau kiri-kanan matanya beda minus berarti mesti beli 2 kotak. Kalau aku sudah pernah mencoba macam-macam merk soft lens dan yang aku rasa paling cocok merknya: ‘Precision’ kadar airnya tinggi sekali kalau tidak salah sampai 80%.Yang aku tahu merk ini cuma dijual di Optik SEIS. Harga 1 kotaknya +/-Rp.125.000. Mudah-mudahan membantu yaah [ES]

Aku pakai soft lens permanen merk Ultra soft, belinya di optik seis. Harganya lumayan murah (Rp. 170,000 sepasang), dan kata yang jual mengandung air paling banyak dibanding merek lain. Dulu aku pernah coba acuvue dan bausch & lomb (cmiiw), tapi rasanya tidak senyaman yang ultra soft ini. Setahu aku, kalau mau beli soft lens harus mempertimbangkan banyaknya kadar air dan besarnya pori-pori lensnya. Sebetulnya ingin pakai disposable, karena rasanya lebih aman ke mata kita karena diganti terus tapi jatuhnya mahal juga ya jadi aku pakai yang permanen, sudah 6 bulan dan tidak ada masalah. Perawatannya pakai cleaner keluaran ciba vision (namanya Solo Care) untuk hariannya. Seminggu sekali aku rendam pakai tablet enzim untuk mengangkat protein. Solo care harganya Rp 37.000,- isi 360ml, enzymnya harga Rp 40.000 isi 12 tablet (sekali rendam cukup 1 tablet dibelah 2). Kalau menurut aku, kelebihan soft lens ya kita enak beraktivitas, tidak pegal menyangga kacamata yang semakin hari semakin tebal. Selain itu mata kita jadi kelihatan bagusnya, tidak tersembunyi di balik kaca. Kekurangannya : boros di kantong, kalau sudah dipakai seharian suka membuat mataku merah, dan lumayan menghabiskan waktu, karena kadang-kadang waktu mau dipakai ternyata ada kotoran jadi tidak enak dipakainya (agak sakit), jadi dilepas lagi, bersihkan lagi, pakai lagi..eh..masih tidak enak juga. Wah kalau aku lagi sial, bisa sampai 6 x pasang – lepas sebelum terasa nyaman.  Kalau beraktivitas di luar juga mesti hati-hati karena kalau kena debu rasanya lumayan sakit. Satu lagi, waktu SMA, aku disuruh dokternya pake hard lens, karena katanya soft lens mudah jamuran kalau tidak telaten membersihkan. Semoga membantu ya..[DT]

Setahuku justru semakin tinggi kadar airnya semakin bagus lensa kontak tersebut karena mata bisa perih kalau lensa kontaknya kering, kalau lembab akan nyaman dimata kalau aku suka beli yang di optik seis, harganya Rp 95.000 sekotak kalau tidak salah ingat. Seharusnya untuk pemakaian mingguan tapi biasanya bias kuhemat sampai sebulan-dua bulan, caranya dengan tidak dipakai pergi tidur, begitu saja, kupakai sampai mulai terasa tidak nyaman di mata baru ganti lensa baru, hehehe ketahuan pelitnya.., kalau tidak salah lagi lensa kontak untuk orang asia dan untuk orang barat itu beda ukurannya, kadang ada lensa yang diobral ternyata ukuran orang barat, diameter pupilnya lebih besar jadinya tidak nyaman dipakai suka lari-lari di mata, jadi kalau mau beli periksa dulu ukurannya, tapi biasanya yang dijual di Indonesia ukuran asia setahuku [Irm]

Sudah pernah pakai hard lens yach? Bagaimana rasanya? Maaf menambah pertanyaan, Aku juga disarankan pakai RJP , kalau ini semi hard lens yach, karena mataku ada silindernya. Kata dokternya bisa menurunkan minusnya (cmiiw). Benar tidak ya? [Aln]

Ya betul mbak DT, kalau pakai kacamata kadang-kadang pegal. Waktu periksa awal tahun lalu aku konsultasi dokter ingin pakai soft lens, tapi katanya kalau pakai soft lens itu mata minimal minus 4 (mataku minus 3). Masak aku paksa nambah? hehe. Kalau bisa inginnya sembuh. Bagi pengalamannya ya moms [Atn]

Mbak, aku dulu lumayan lama pakai softlense. Aku mulai pakai kacamata dari kelas 6 SD, pas mulai SMA, kegiatan mulai banyak dan sepertinya pakai kacamata mengganggu sekali, waktu itu mamahku yang tanya ke dokter mata, katanya tidak papa kalau aku mau pakai softlense, waktu itu aku masing-masing mata minus 3. Cuma memang dokternya pesan, lebih baik aku pakai yang disposable kalau tidak salah, pokoknya yang sebulan sekali ganti. Sejak itu aku pakai terus, tidak tahu efek softlense atau memang aku kalau baca suka sambil tiduran, minusku bertambah sampai 6/mata. Sampai kerja dan waktu mulai kenal metode lasik, tahun 2000, aku lasik, alhamdulillah dibayari kantor, mahal sekali (menurutku) soalnya. Jadi mbak kesimpulannya (sorry ya panjang) dari minus 1 pun kita sudah boleh pakai softlense, tapi memang pilih softlense yang bagus, dari kadar airnya, kadar elastisitasnya, dan jangan lupa rajin-rajin cuci softlensenya [Rrn]

Menyambung tentang mata minus, kebetulan sekali salah satu klienku, Klinik Mata Nusantara akan buat acara bincang-bincang tentang lasik ini. Acaranya tanggal 27 November di Klub Kelapa Gading. Insya Allah minggu depan aku kirim informasi detilnya ya [Ml]

Wah share dong tentang lasik ini, memang menjamin tidak pakai kacamata lagi ya, mahalnya seberapa? aku jadi tertarik ditunggu ya sharenya..[Val]

Lasik memang merupakan prosedur untuk menghilangkan ketergantungan terhadap kaca mata maupun lensa kontak. Caranya dengan mengkoreksi penglihatan yang kurang sempurna krn minus, plus or silindris. Kalau di Klinik Mata Nusantara, teknologi lasik yang digunakan adalah yang tercanggih di dunia saat ini karena akurasinya 25 kali lebih tinggi daripada kacamata or contact lens, namanya VISX. Biayanya kalau di KMN Rp 15.600.000,- untuk dua mata, tidak mahal kalau menurut aku karena rata-rata di Jakarta biaya lasik itu Rp 16.000.000,- dengan teknologi yang tidak secanggih VISX. Apalagi untuk minus yang lumayan cukup worthwhile karena tidak perlu repot lagi dengan kacamata atau contact lens. Begitulah kira-kira, semoga membantu [Ml]

Setahuku malah yang kadar airnya tinggi. Dan baru-baru ini aku ke melawai dikasih taHu sama penjaga counternya, baik produk disposable atau yang lainnya sekarang dianjurkan untuk dibersihkan setiap hari. Padahal saya sama dengan mbak Ss, paling tidak sempat bersihkan soft lens tiap hari, jadi ya terpaksa 2-3 hari baru dicuci/direndam. O, ya aku sudah 5 tahun ini pakai merk durasoft. Katanya merk durasoft yang paling banyak kadar airnya [Llk]

Wow mahal juga ya, hiks tidak ada deh kantor yang mau bayari kalau segitu, kecuali dihitungnya operasi ya itu memang lain. Memang diapakan matanya? termasuk jenis operasi tidak, ini yang model seperti laser itu ya? berapa kali harus treatment, ada efek sampingnya tidak, maaf bertubi-tubi tanyanya. Terus aku tanya juga, ada tidak ya yang seperti aku, sejak aku punya anak, aku kalau pakai soft lens pegal sekali matanya, seperti mengantuk, pokoknya berat dan terasa tidak bisa nafasnya, aku pikir dulu karena salah beli soft lens, aku sampai ganti merk juga tetap saja sama, jadi apa karena aku masih sering bangun malam-malam jadi otot mataku terpengaruh atau bagaimana ya? [Val]

Mbak Rrn, boleh tidak cerita prosedur waktu di lasik dari A-Z? Saya ingin tahu jadinya [Nns]

Aku dulu lasiknya di JEC. Sebelum operasi, aku konsultasi dulu sama dokter, dia nanya macam-macam salah satunya. apakah minusku ini  stabil?? maksudnya, untuk keberhasilan lasik, aku minusnya itu dalam 2 tahun terakhir harus stabil, tidak naik turun. terus, aku dites ketebalan kornea matanya, kadar air mata yang aku miliki seberapa banyak, terus apalagi yach..pokoknya ada beberapa tes lagi sebelum si dokter menyatakan kondisi mataku bisa dilasik. Proses operasi lasiknya sendiri cuma sebentar, sekitar 15 menit untuk 2 mata ini. 2 jam sebelum operasi, mataku dikasih bius khusus untuk membuat kebal matanya saja. Terus mulai dikerjakan. Pengerjaannya kalau tidak salah, kelopak mataku sendiri seperti ditahan sama alat buat kebuka terus, terus matanya disemprot, seperti dibersihkan, terus ada alat semacam pisau yang buat mengiris kornea mata biar kebuka langsung ke bola matanya. Terus bola matanya dibersihkan lagi, mulai ditembak pakai laser. Pada saat ditembak itu, kita sama sekali tidak boleh menggerakkan mata, tubuh, badan, dan lain-lain pokoknya dokterku itu bilang, kalau bisa tahan nafas saja dulu waktu ditembak, karena dia butuh menembak ke sasaran yang sangat tepat. Karena kalau sampai salah, akibatnya macam-macam, bisa gagal, bisa minusnya justru tambah atau bisa juga berkurang, tapi tidak sampai habis. Waktu itu alhamdulillah aku bisa tahan. Aku ditembaknya sekitar 2 kali masing-masing mata. setelah itu, korneanya dikembalikan lagi/ ditempel lagi ke mata. Selesai, setelah operasi aku pakai kacamata khusus, masih belum terasa sakitnya, setelah 2 jam dari operasi, mulai terasa sakit sekali, dan mata berair terus menerus. Katanya beda-beda tiap orang, ada yang sakit, ada yang tidak, aku termasuk yang sakit sekali cuma karena air mataku banyak sekali keluar, justru penyembuhannya lebih cepat, karna kotorannya ikut kebawa. Setelah 3 jaman merasakan sakit yang luar biasa itu, akhirnya sakitnya mulai berkurang jauh, dan dibalik kacamata itu, aku mulai bisa melihat dengan terang sekali seperti kalau sedang pakai softlense. Wah ..waktu itu..benar-benar amazing buat aku, dunia serasa lebih indah deh, melihat jelas tanpa kacamata or softlense. Aku masih pakai kacamata itu sampai besoknya. Setalah itu sudah bias dilepas, tapi kalau malam harus dipakai lagi. karna aku tidak boleh ngucek-
ngucek mata samasekali selama 1 bulan. Setelah operasi mataku tidak boleh kena air dulu selama seminggu, dan tidak boleh berenang (terendam air) selama 3 bulan. O iya, proses koreksi minusnya tidak langsung 0 begitu selesai operasi. Jadi 3 hari setelah operasi, mataku minus 1, seminggu setelah operasi baru benar-benar 0. Alhamdulillah sampai sekarang masih 0 terus. Benar-benar operasi ini sesuai yang berharga buat aku, karna benar-benar membuat hidupku berbeda Alhamdulillah [Rrn]

Kebetulan aku lagi baca-baca majalah wanita edisi November. Terus aku lihat iklan tentang lasik ini. Ternyata Lasik ini bisa dicicil. Kerjasamanya sama bank Danamon. Nama program-nya Danamon Easy Vision. Jangka waktu dan besar cicilannya juga bisa kita tentukan sendiri [WRM]

Jadi Danamon Easy Vision itu program kerjasama Klinik Mata Nusantara (klienku) dengan Bank Danamon yang khusus membantu meringankan pembayaran untuk VISX LASIK. Lumayan sekali, dengan harga Rp 15.600.000,- yang sedikit lebih murah bisa dicicil pula [Ml]

Mungkin karena terbalik antara permukaan (lengkungan) mana yang harus menempel pada mata kali yach mbak, sehingga tidak nyaman di mata? Aku juga dulu selalu begitu, aku dulu sempat pakai disposable merk Freshlook (cuma ada di Melawai) di softlensnya ada initial kecil FJ(kalau tidak salah ingat yach mbak), fontnya warna hijau muda, jadi kalau mau dipakai tidak terbalik permukaan mana yang harus nempel kemata kita, karena kalau terbalik tulisannya terbaca JF. Sejak pakai softlens ini, waktu pemasangan jadi lebih irit, kalau  tidak aku bisa lama sekali di depan kaca, karena sering terbalik. Tapi aku sekarang tidak tahu apakah produknya masih ada dan berinitial seperti itu, karena aku setahun lebih belakangan ini pakai Acuvu (beli karena promosi dan kebetulan murah). Sekarang aku sudah lumayan pintar membdakan mana permukaan yang harus nempel ke mata, semoga membantu [Vv]

Mbak Aln, Aku pakai hard lens yang ‘gas permeable’ (maksudnya berpori-pori kali ya). Waktu mau beli sama dokter matanya diukur dulu, lama juga hampir 1 jam. Nah rasanya tidak enak aku pakai selama 5 tahunan, dari awal sampai akhir, tetap tidak enak, rasanya ada yang ganjal di mata. Aku tidak mengerti, apa dokternya yang salah hitung ‘kecembungan’ bola mataku atau bagaimana. Minusnya tidak turun, tapi tidak nambah juga. Waktu aku mulai pakai kaca mata lagi, baru naik terus dari -2.5 sampai -4.5. Tapi mbak, aku mulai pakai hard lens ini tahun 88an, jadi sudah lama sekali, aku rasa hard lens yang ada sekarang pasti sudah lebih nyaman dipakai. Aku tidak tahu soal silinder = harus semi hard lens [DT]

Ibu, terima kasih sekali buat ibu semua yang sudah kasih masukan, jadi, aku salah ya, ternyata soft lens yang bagus yang kadar airnya tinggi, aku sudah dapat beberapa merk yang direkomendasikan ibu DI, dan aku mau coba juga. Senang dapat info tambahan terutama soal lasik, terima kasih ya mbak Rrn atas sharing nya soal lasik (tapi aku masih ngeri membayangkan operasinya), dan mbak Ml info lengkap KMNnya kalau ada lagi masih ditunggu ya [Ss]

26-03-2006 22:49:32

Comments

  1. saya jg mengalami kasus yg sama dengan mbk,, dulu saya selalu berganti2 kontaklensa tp aku gak tau apasih hardlens haaa, tp saya skrg sudah bebas kacamata tahun 2008 saya melakukan operasi lasik di jakarta eye center, harga pada tahun itu kurang lebih 19juta,, tp sebanding dengan bagusnya dan pelayanannya..dulu minus mata saya hampir 8 dengan silinder setengah,, sekarang alhamdulillah sudah normal tanpa kacamata,,tapi yah itu kita harus merawat mata dengan teratur dan selalu dilindungi pada saat matahari terik terutama jam 12 siang,semoga komentar saya bermanfaat,,triims

  2. aku terkena gangguan mata.
    tapi,aku bingung ngatakannya gimana?
    tolong kasih solusi

  3. wasiyatul mustofa says:

    mbak kenapa ya kalook aku pakek softlens selalu risih padalan softlens nya baru tak pakek 3 bulan padahal softlensnya selalu tak cuci sebelum dan sesudah makek mohon saran dan petunjuk nya??

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10