Akte Kelahiran Anak WNA

Temanku menikah dibawah tangan dengan WNA, bagaimana untuk pengurusan aktenya?

anak wnaTanya:

Ada temanku yang menikah dibawah tangan dengan WNA akhirnya dapatlah seorang anak laki-laki yang berumur 2 tahun. Sampai saat ini temanku itu belum membuat akte kelahiran dan si Ayah sudah balik ke negaranya. Sebenarnya temanku itu sudah mau buat akte tapi dia bingung apa dia sebaiknya dia bilang sebagai single parent apa ditulis nama sang ayah juga. Orang tuanya takut kalau nama suaminya ditulis nanti bisa ada problem dengan imigrasi. Tapi kalau tidak nanti bagaimana kalau akte itu diperlukan untuk sekolah dan lainnya. Kalau tulisannya hanya anak ibunya apa nanti tidak bermasalah juga..? Kalau tidak salah anak-anaknya AA juga ditulisnya hanya anaknya dia saja ya..? betul tidak ya? [RQ]

Jawab:

Maaf sebelumnya kalau tidak berkenan, sepengetahuan aku karena orang tuanya tidak mempunyai surat nikah, maka di akte lahir anaknya akan tertulis anak diluar nikah begitu [Rn]

Sepertinya bisa atas nama si ibu saja. Tapi nanti ditulisnya anak diluar nikah. Sepertinya tidak ada masalah. Di akte aku juga ditulisnya nama ibu saja. Emang diakte ada tulisan anak diluar nikah, bukannya ayah-ibu tidak menikah, tapi kalau orang jaman dulu menikah biasanya secara agama saja, tidak pakai catatan sipil. Jadi tidak punya surat nikah. Soalnya ayah-ibu keturunan (chinese), kalau keturunan biasanya menikah harus 2x, secara agama dan catatan sipil. Nah, kebetulan ayah-ibu aku tidak menikah di catatan sipil, jadi di akte semua anaknya cuma ada nama ibuku saja [Dw]

Setahu aku, kalau nama bapaknya yang WNA di tulis atau di sebut otomatis si anak kewarganegaraannya harus ikut si bapak. Jadi akte kelahiran yang dibuat itu akte kelahiran Warga Negara Asing (tapi di terbitkan di Indonesia) seperti punya anakku. Dan notabenenya si anak jadi susah untuk tinggal di Indonesia karena harus pakai ijin tinggal KIMS/KITAS. Bisa tinggal di Indonesia atas sponsor ibunya, itupun harus di perpanjang setiap setahun sekali. Jelas memang urusannya jadi ribet karena harus berurusan dengan imigrasi & dengan biaya yang tidak sedikit. Dulu aku pernah ditawari supaya anak-anakku bisa ikut aku (kewarganegaraan Indonesia) & dibuatkan akte kelahiran Indonesia, tapi status anaknya harus anak hasil di luar nikah (jadi seolah-olah tidak ada bapaknya gitu) Sebenarnya aku ingin yang gampangnya saja & malas berurusan dengan imigrasi tapi waktu itu suamiku yang tidak mau, dia protes & tidak mau anaknya di bilang hasil di luar nikah, yah jelas-jelas kita menikah resmi & anaknya pun bukan hasil di luar nikah hehehe… yah jadi kita ikuti prosedur hukum yang berlaku. Mudah-mudahan bisa bantu yah [Lid]

Mbak, setahu saya, kalau di Indonesia, warganegara anak mengikuti kewarganegaraan ayah. Sedangkan di negara lain, biasanya kewarganegaraan mengikuti tempat lahir. Jadi anak Mbak kalau dibilang ayahnya adalah WNA, dia otomatis juga jadi WNA [NST]

Great PPC Ads With Widgetbucks

Comments

  1. Mama na Raissa says:

    share dikit pengalaman yg aku punya neh, dgn peraturan Pemerintah Indonesia (KepPres) yg br di keluarkan thn 2006, WNI yg nikah dgn WNA anaknya bs mempunyai dwi kewarganegaraan..kl dg status anak mba itu, nti akte nya di buatkan anak di luar nikah,dan untuk punya kewarganegaraan Indonesia akan jauh lebih mudah ..gk usah takut datang ke kantor Imigrasi,nti mrk akan ksh jalan gmn caranya kok..dan tdk akan di permalasahkan anak tsb krn msh di bawah umur dan ibunya adl WNI, dan tdk akan pernah ada proses pen deportasian buat anak tsb..good luck ya mba

  2. dyah hartanti says:

    ??u belum prnh menikah,tapi ??u punya anak ?ª?g baru ber umur 7 bln,waktu itu ??u di hamil in dengan seseorng ber kewarganegaraan jepang,setelah hamil ??u di tinggal gitu ª?ª ,sampai anak ??u lahir dia tidak a?a kabarnya,skrng ini ??u ingin mengurus akte lahir anak ??u,bagai ?a??Ña?? caranya?,trimakasih

  3. Untuk anak yang dilahirkan di luar perkawinan yang sah, maka dapat dibuatkan akta kelahiran sebagai anak dari seorang perempuan/luar kawin. Apabila ibu menghendaki anak ada nama bapaknya maka dapat dilakukan dengan pengakuan anak di luar nikah oleh bapaknya artinya anaknya diakui oleh Bapaknya tapi tidak membuat akta perkawinan.

    Apabila orang tua mencatatkan perkawinan maka anak dapat disahkan dalam perkawinan menjadi anak dari ayah dan ibunya.

    Apabila ayah berkewarganegaraan asing, maka berdasarkan Psl. 4 Undang-Undang No. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan anak diakui atau anak disahkan dalam perkawinan tetap mengikuti kewarganegaraan Indonesia turut ibunya dan dapat pula memiliki kewarganegaraan ganda terbatas dan pada usia 18 sampai 21 tahun harus memilih salah satu kewarganegaraan. Bagi anak yang memilikmi kewarganegaraan ganda terbatas, dapat memiliki 2 paspor yaitu paspor Indonesia dan paspor kebangsaan ayahnya (WNA) dan anak tidak perlu mendaftarkan diri ke Imigrasi untuk membuat KITAS namun apabila memiliki kewarganegaraan ganda harus membuat afidafit ke Kantor Imigrasi agar apabila anak menggunakan paspor WNA dapat keluar masuk Indonesia tanpa visa.

    Demikian penjelasan dari saya. Apabila kurang jelas saya bersedia menjelaskan lebih lengkap. Silahkan hubungi saya di : josephrki@gmail.com

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10