Belum Coba, Belum Tahu

Terkadang anak-anak itu ingin mencoba sesuatu yang orang tua larang karena menurut orang tua itu berbahaya, tapi si anak tetap ingin tahu, sebaiknya kita sebagai orang tua bagaimana?

Saya malah tersenyum-senyum baca komentarnya para ibu, ternyata saya tidak sendiri, lho..saking penasarannya sama mama saya, saya coba tanya `apa sih yang membuat mama `membiarkan’ saya dulu, Ini kata mama saya, sekalian saya rangkum dari pengalamannya ibu-ibu semua:

  • Ajarkan dengan benar, seperti waktu saya suka balapan sepatu roda atau berenang-renang di laut, mama coba cari orang yang pintar buat mengajarkan
  • Pikirkan risiko terberat (kata mama, kalau `cuma’ luka atau keseleo itu tidak apa-apa), Selama kita pikir itu tidak apa-apa ya, biarkan saja
  • Kompromi (saya yakin semua para ibu pasti pintar)
  • Alihkan perhatian
  • Buat peraturan
  • biarkan saja untuk kasus tertentu, nanti juga akan tahu risikonya

Kata mama saya; `kamu kecil suka membuat susah, kalau arisan ibu-ibu suka ditanya anaknya udah tari keberapa bu?’ Jawab mama saya;

  • `o, anak saya tidak ikutan menari bali tapi ikutan karate, tuh bibirnya bengkak’ tapi I do love my mama [It K]

Jawab:

Biasanya anak saya bilang; `saya mau sakit saja, Ma’ atau `biarin ke setrum, biarin..’ Tanda-tanda harus bekerja lebih keras untuk membujuknya, apalagi kalau sudah dibilang; `tapi mama tidak mau kalau kamu sakit atau kesetrum’ tapi ya, tidak mempan juga [Mrn]

Sudah dibilang ” jangan mainan api nak, nanti tangannya kena, atau Benda-benda yang ada didekatnya terbakar, terus rumah kita jadi kebakaran, bagaimana ? “Tapi keukeh sekali dia kalau lagi ingin mainan api [AED]

Anak pertama saya juga seperti itu mbak, mungkin kalau anak laki lebih cenderung begini ketimbang anak perempuan. Contohnya saja sama lilin, kita sudah bilang jangan dekat-dekat, jangan pegang-pegang tapi tidak pengaruh juga, akhirnya suami iseng bilang; `ya, sudah abang pegang saja’ Habis itu dia kesakitan sendiri dan kapok. Kalau anak kedua saya lebih mudah memberi tahunya, seperti aku bilang tidak usah nonton Buser karena serem banyak orang jahat. Terus kalau dia liat baby sitter saya nonton nanti dia langsung mengadu, `mom just now I saw mbak watch Buser’ [Dm]

Kalau di arahkan ke yang lain atau di hindari bisa tidak ya? ini sekedar ilustrasi, mudah-mudahan bisa di sambungin, waktu anak pertama saya masih kecil pasti bikin heboh kalau sudah belanja ke supermarket masalah sepele, dia minta ini itu, kalau sudah begitu sudah deh, kita jadi marah, dianya jadi menangis, semua jadi tidak enak. Alhasil itu di hindari dan di arahkan, pertama-tama ya kita benar-benar tidak ajak dia ke supermarket, waktu sudah sebulan-dua bulan tidak ikut ke supermarket terus kita buat perjanjian, begini; oke kita sekarang ke supermarket tapi janji ya tidak beli macam-macam, kamu nanti mau beli apa? kita tulis di daftar belanja jadi nanti sampai sana kita beli yang ada di daftar belanja saja ya, kira-kira begitu, moga-moga bisa disambungi [DRS]

Waduh Bu DRS, kalau anak saya tidak bisa cara supermarket ini dari rumah sudah janji-janji tidak minta apa-apa, melihat dia semangat ikut tidak tega juga kalau mau tidak diajak, ketika sampai disana, dia main masukkan saja kesukaan dia, apa saja yang kira-kira dia ingin di masukin ke trolly/keranjang belanja, bagus kalau dimakan, nah ini hanya lapar mata, kalau tidak boleh pasti menangis dan ujungnya guling-gulingan di supermarket, ya sudah langsung saya tinggal saja, nanti lama-lama dia ikut dari belakang, ini kalau pas lagi mempan gertakan saya, kalau tidak, biarkan dia masukkan ke keranjang, nanti ketika bayar, saya suruh suami ajak anak keluar lebih dulu, nah yang saya rasa tidak berkenan, tidak jadi dibayar alias balikin ke kasirnya, palingan nanti hebohnya dirumah, dia cari tuh, mana ini saya, mana itu saya, saya bilang aja; `wah, ketinggalan kali ya..’ Nah yang lucu, lain waktu pas ke supermarket lagi, dia bilang ke saya; `Mi, sekalian ambil yang kemarin ketinggalan yaaa..’ [Ang]

Wah, laki perempuan sama saja bu, anak saya juga begitu persis jawabannya, ngeyelnya juga sama, kalau sudah begini dan tidak mempan bicara apa-apa lagi saya cuma bisa bilang; `nak, tidak sayang sama mama ya?’ jawabannya masih bagus kalau cuma `iya, tidak sayang’ kadang masih disambung, `saya sayang maaa..tapi saya tidak mau dilarang..’kalau sudah begini, kalimat yang keluar dari mulut saya pasti: “ah mama tidak tahu deh ahh!’ [Nd]

Wah, kalau dibilang anak cewek itu nurut-nurut saja, tidak juga lho, mbak. Anak saya 3.4 tahun, cewek tapi sekarang lagi super duper ngeyel, mungkin sebagian besar anak cewek memang penurut tapi ada juga yang beda, soalnya saya dan suami kadang-kadang kalau lagi membahas polahnya anak saya suka keluar kata-kata `kayaknya kita seperti tidak punya anak perempuan ya’ Sudah begitu kebetulan anaknya juga tidak mau diam, persis sepertinya anaknya mbak AED, sering minta ijin tapi kalau tidak dikasih malah ngotot dan marah-marah. Herannya dia tetap minta ijin tapi sambil maksa dan rada-rada mengamuk begitu. Kalau saya lihat sebetulnya dia ada rasa takut juga karena kita tidak kasih ijin, tapi rasa penasaran mengalahkan rasa takut, jadilah uring- uringan. Kalau saya lagi capek sekali ya saya ijinkan tapi sambil diperhatikan terus jangan sampai ada hal-hal yang membahayakan. Terus satu hal lagi, sekarang anak saya juga sudah pintar ngeles dan `membantah’ kalau dikasih tahu, sampai bapaknya suka bilang, lho malah jadi galakan anak dari pada bapaknya, duh..duh pusing benar, tiap hari ada saja bahan keributan di rumah. Tapi kalau lagi tidak ada dirumah, rasanya kok sepi juga ya. Anak saya akan menurut dikasih tahu kalau dia ada maunya, misalnya punya keinginan beli sesuatu atau apalah, pasti deh dia jadi anak manis, tapi begitu keinginannya terpenuhi, wah boro-boro mau mendengarkan nasehat kita. Kalau saya baca postingan ibu semua, sepertinya anak usia 3-5 tahun memang lagi ngeyel-ngeyelnya ya, Mau serba tahu dan tidak puas kalau belum mengalami sendiri. Kadang-kadang kesal sekali tidak sih? Tapi ya, namanya anak lai mengeksplorasi diri dan lingkungan, kita sebagai orang tua mesti banyak stok sabar [It T]

19-10-2005 11:30:45

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10