Homeschooling

Sharing lebih jauh tentang homeschooling

Tanya:

Mohon sharing mengenai homeschooling [Ia]

Jawab:

[Vt, Dm, Dn, Fr,Me, Rs, Ec, In, Ri]

  1. Di Indonesia, kita sudah tahu mengenai keluarga Said Kelana yang menerapkan sistem ini dalam mengajar anak-anaknya (Imaniar dan saudara-saudaranya). Sekarang ini ada juga orang-orang yang menerapkan sistem ini, bahkan mereka punya komunitas sendiri, sering mengadakan pertemuan supaya anak-anak bisa bersosialisasi. Biasanya, sebagian besar orang-orang yang menerapkan sistem homeschooling adalah orang-orang yang pernah lama mengikuti pendidikan di luar negeri (karena kalau mau masuk sekolah di Indonesia biasanya membuat mereka turun kelas/grade).
  2. Homeschooling juga kebanyakan dijalankan oleh orangtua yang memiliki anak “special needs”, karena masih jarang sekolah konvensional yang mau dan bisa menerima anak “special needs” (khususnya di Indonesia).
  3. Beberapa web tentang homeschooling ini: www.wizziq.com, www.letteroftheweek.com/index.html, atau bisa browsing ke Google sampai ke jurnal-jurnal orangtua yang menerapkan homeschooling ini.
  4. Di Amerika, homeschooling ini masih menjadi topik pembahasan seru. Sementara di Indonesia masih menjadi sesuatu yang “aneh” atau masih jarang, bahkan untuk topik diskusi.
  5. Salah satu yayasan yang bergerak di bidang homeschooling di Indonesia adalah Yayasan Pengembangan Anak Istimewa INDRIYA, Jl. Dadali no.53, Bogor. tel: 0251 334108, ketuanya: Dr. Pratiwi Sudarmono, webnya: www.indriya-foundation.org
  6. Untuk menerapkan homeschooling ini memang diperlukan dedikasi yang luar biasa dari para orangtua dari soal waktu sampai dengan kreatifitas. Bahkan orangtuanya pun ikut belajar lagi. Dana yang dibutuhkan juga relatif besar, mengingat di Indonesia kebutuhan bahan-bahan penunjang metode ini masih “diimpor” dari luar negeri.
  7. Salah satu kendala jika mau diterapkan di Indonesia adalah melakukan kesepakatan dengan Depdiknas (untuk bisa ikut ujian dan dapat ijazah). Walaupun ternyata ada juga yang bisa dapat ijazah dari Depdiknas.
  8. Kendala lain homeschooling ini adalah sosialisasi. Sehingga masih lebih baik sekolah konvensional, karena dengan begitu anak terasah “life skill” (EQ dan SQ) nya, yang akan menentukan kesuksesan mereka di masa depan. Ada juga yang mengatakan salah satu solusinya adalah mengikutkan diri dalam kegiatan-kegiatan seperti ikut serta dalam kegiatan sosial, kegiatan warga sekitar, dll. Jadi homeschooling tidak berarti terus-menerus berada di rumah.
  9. Metode homeschooling ini tidak hanya orangtua yang mengajarkan, ada juga yang memanggil guru untuk mengajar di rumah, dan sebagainya.
  10. Sebenarnya tidak ada yang namanya Materi Homeschooling, itu hanya “jualan” saja. Homeschooling berarti tidak pergi ke sekolah dalam arti institusi (sekolah konvensional), materinya adalah yang diajarkan di sekolah konvensional. Tapi ternyata ada juga orangtua yang memilih materi untuk mengajarkan anak-anaknya. Jadi tidak semua bahan pelajaran diberikan ke anak.

Kesimpulan:
Ide homeschooling ini bagus, dan bisa jadi alternatif pembelajaran bagi anak-anak. Tapi memang sebaiknya anak-anak bersekolah di sekolah konvensional supaya bisa bersosialisasi secara penuh untuk mengasah “life skill” mereka. Untuk saya pribadi, ide ini memacu saya untuk terus-menerus belajar, supaya bisa mendampingi anak (jika sudah sekolah masuk usia sekolah).

17-10-2005 13:01:50

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10