Kapan saatnya kita menyudahi acara makan anak kita pada saat dia lagi susah makan?
Tanya:
Kapan sebaiknya untuk anak, kita sudahi acara makannya? Maksudnya kalau misalnya lagi susah makan, lagi tidak mood, baru makan sedikit, terus tidak mau lagi. Kalau dalam situasi seperti itu kapan sebaiknya kita sudahi acara makannya? apa terus dibujuk-bujuk sampai makannya habis atau bagaimana? Atau kita berhentikan dulu terus dicoba-coba lagi ? lalu kita coba makan lagi setelah berapa lama? [SK]
Jawab:
Kalau saya, kalau lagi makan bersama, ya waktunya disesuaikan sama kita, kalau kita sudah selesai makan dan si anak belum selesai (baca: ogah-ogahan), paling-laing 5 menit bujuk-bujuknya sesudah itu ya sudah, selesai saja waktu makannya. Kalau dia makan sendiri, biasanya paling lama 30 – 45 menit dia duduk di kursi makannya, kalau masih tetap tidak mau/ogah-ogahan makan ya sudah diangkat saja. Biar sedikit yang penting ke-isi makanan utama. Tapi dengan catatan kalau si anak mau ngemil kita sebaiknya tidak memberi, terutama kalau ngemilnya cookies, permen, coklat. Tapi kalau mintanya kentang rebus, wortel rebus, buah, keju, roti, pasta, tidak apa-apadan dia makannya tetap harus duduk di tempatnya. Jadi kalau dia minta cemilan yang manis-manis biasanya saya langsung menolak kecuali kalau dia sudah makan makanan utama, karena cemilan yang seperti itu merusak nafsu makan [Ik]
Kalau saya melihat anak ogah-ogahan makannya, ya sudah langsung distop saja. Habis itu ditanya anaknya mau makan apa sebagaipengganti makan tadi yang tidak termakan. Pokoknya tetap makanan utama. Sejauh ini cukup ampuh buat sulungku yang makannya agak susah dibandingkan dengan adiknya. Kalau saya lagi sempat masak beberapa macam makanan, biasanya saya tawarkan dulu dia mau makan apa, misal saya masak sop telur puyuh + ayam goreng dan ati ampela. Saya tanya saja anaknya mau makan sop pakai ayam goreng atau ati ampela? kalau dia tidak memilih kedua-duanya, yah sopnya yang harus diperbanyak telur puyuhnya sebagai pengganti protein yang saya tawarkan tadi [DIW]
Soal mood makan sepertinya memang anak-anak ada waktunya seperti itu, tapi ada yang cuma sebentar ada lagi yang keterusan. Kalau anaknya memang susah makannya walaupun sudah dibujuk lebih baik jangan dipaksa, takutnya kalau kita tetap paksa dia malah merasa acara makan bukan lagi waktu yang menyenangkan. Dulu yang saya lakukan saya kurangi jumlah makanannya dulu, tapi frekuensinya ditambah kalau biasanya 3 kali ubah jadi 4 kali dan atur saja waktu pemberiannya. Tapi kalau tetap tidak mau juga untuk seumur dia satu-satunya jalan ya dikasih minum susu saja supaya kebutuhannya tetap terpenuhi [DM]
Kalau saya paling tidak pernah memaksa-maksa anak supaya makan. Kalau tidak mau, biasanya saya malah menawarkan makanan lainnya. Jadi di rumah, stok cereal, havermut, kue kering seperti kaastengels, nastar, selalu ada. Dalam kulkas, selalu tersedia cemilan kesukaan anak saya seperti kedelai, jagung, pisang yang tinggal saya rebus kalau dia mogok makan [WRM]
Saya waktu menjalaninya berprinsip, saya tidak mau acara makan jadi acara berantem, jadi kalau dia mau selesai ya selesakan, nanti kalau dia lapar pastidia akan mencari makanan, tapi memang tugasku jadi berat karena harus menyiapakan cemilan yang bergizi, supaya kapan saja dia mau makan, dia bisa makan snack yang bergizi & menyehatkan (sayuran, buah-buahan, keju, roti kering, otak-otak, nugget) kalau dia minta makanan berat di luar jam makan, sebisa mungkin tolak, supaya dia tahu bahwa itu bukan jam makan. Kalau selama di Jakarta, cara yang cukup ampuh buat saya adalah ‘merendam’ anak di kolam plastiknya sekitar 30 menit. Habis itu dia biasanya jadi rakus deh makannya, tapi waktu di Jepang, apalagi winter tidak mungkin sekali menjalaninya tapi saya perhatikan, anak-anak saya harus dibuat lelah atau ganti suasana baru merasakan lapar. Jadi kadang pakai kereta saya ajak ke taman, piknik atau sekedar duduk di kursi halte bis, sambil memperhatikan orang lalu lalang atau mungkin anakmu udah mau ganti makanan jadi yang lebih seru, ingin makanan sunda kali? Coba diingat-ingat orangtua si anak sukanya apa, biasanya anak sama lho sukanya, anakku yang kecil jawa sekali, jadi kalau dikasih tempe & tahu bacem bisa abis malah tambah, tapi coba kalau dikasih seperti pasta, sop pasti diemut, jadi ya sudah, nasi pakai tempe bacem, makannya juga disuap pakai tangan, sejumput-sejumput, dia kelihatan menikmati banget [Ha]
Jaman anak saya susah makan cenderung agak cuek, dalam arti begini, tetap membujuk anak untuk makan tapi tidak memaksa, pemikirannya gampang saja takut anaknya jadi trauma kalau dipaksa-paksa makan. Mungkin sekarang lagi hobi bereskpressi kesana kemari, sudah asyik main anaknya kali saja dia merasa ‘terganggu’ kalau harus makan lama-lama,atau lagi mulai tumbuh gigi jadi malas makan ? coba saja makannya sedikit-sedikit tapi sering, misalnya seling 30 menit ? tidak pasti waktunya pakai perasaan saja, memang sih jadi kerja ekstra, jadwal makan terganggu dan kitanya harus extra sabar [Mol]
21-09-2005 11:49:05









