Mendidik Anak Autis Dengan Kesabaran

Mendidik anak autis menuntut kesabaran orangtua, keluarga dan juga lingkungan. Seperti yang kita ketahui, autis merupakan gangguan pada perkembangan otak anak yang dapat mengganggu kemampuan berkomunikasi dengan dunia luar. Gejala autis yang dapat dikenali dengan baik adalah suka menghindari kontak mata, mudah menangis, berbicara dengan kalimat sama, mempunyai obsesi pada sesuatu, tidak dapat tertawa dan bercanda, sulit untuk berbicara, serta tidak mempunyai rasa ingin tahu seperti halnya anak normal lainnya. Jika anda jika anda mendapatkan beberapa gejala atau ciri dari anak autis, ada baiknya bila anda segera menemui dokter untuk mendapatkan penjelasan dan penanganan lebih lanjut agar anak anda dapat segera diatasi.

Melakukan Terapi Untuk Anak Autis
Terapi yang digunakan di Indonesia dikenal dengan nama ABA atau disebut Applied Behavior Analysis. Ini adalah salah satu terapi yand dilakukan untuk mendidik anak autis untuk meningkatkan sikap positif dengan cara sering memuji dan memberi hadiah. Tujuan dari terapi yang dijalani oleh anak autis ini dilakukan untuk menghilangkan sikap buruk anak autis dengan mengajari sikap yang baik agar dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Untuk mendukung terapi ini, maka peran aktif dari orang tua untuk mendidik anak mereka yang autis sangat diperlukan.

Hal ini dilakukan dengan cara menanamkan sikap positif pada sang anak yang dibarengi dengan kesabaran dan ketekunan agar anak autis dapat mandiri dan tidak bergantung pada orang lain secara terus menerus karena ia pun harus menghadapi masa depannya sendiri dan tidak mungkin akan terus didampingi oleh orang tua dan keluarga. Untuk menghilangkan kebosanan, anda dapat membantu anak autis untuk menekuni salah satu bidang, misalnya melukis, bermain musik, atau berbahasa.  Hal ini karena tiap anak autis pun memiliki keistimewaan dan pada gilirannya, orangtualah yang harus menggali lebih dalam bakat terpendam anak autis.

Kebesaran Hati Dalam Mendidik
Saat mendidik mereka yang mengalami masalah autis, diperlukan kebesaran hati karena mereka harus berhadapan dengan anak yang memiliki dunia yang berbeda dengan dunia normal yang kita rasakan. Mereka sibuk dengan pikirannya sendiri dan cenderung sensitif bila kehendaknya tidak dipenuhi. Untuk itu, kesabaran dan ketelatenan sangatlah dibutuhkan agar mereka tidak semakin merasa kecil dan ia dapat berkembang seperti anak normal lainnya. Jadi, mendidik mereka untuk mandiri dengan metode tegas dan tidak keras pun dapat diterapkan karena bila anak autis dikerasi dan dibentak, maka ia pun tidak akan menggubris. Jadi, perlu hati yang besar untuk mendidik anak autis.

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10