Mengajak Anak Ke Dokter

Anakku takut sekali ke dokter, bagaimana cara membujuknya ya?

anak takut ke dokterTanya:

Anakku (4 tahun) takut sekali jika harus ke dokter. Kalau aku perhatikan sepertinya dia trauma karena selama 2 tahun pertamanya ke dokter selalu untuk disuntik imunisasi. Jadi sekarang kalau diberitahu mau ke dokter pasti langsung menolak. Bagaimana cara membujuknya? [rev]

Jawab:

Kebetulan baru 3 bulan aku pindah dokter ke Cikal Sehat-sehat yang lokasinya bersebelahan dengan sekolahnya. Ruang tunggunya juga tidak seperti di RS. Aku & suami selalu menjelaskan bahwa nanti kita pergi ke sekolah. Di sana bisa baca buku, bisa main dan lain sebagainya. Ketika dipanggil ke ruang dokter, suami selalu menekankan kalau dokter itu adalah Pak Guru/Ibu Guru. Dokternya pun sudah tahu. Jadi kalau mau periksa, beliau selalu bilang, “Pak Guru periksa dulu ya. Habis itu main lagi.” Sejauh ini sangat membantu. Kalau lewat Cikal, anakku malah ingin kesana lagi [wrm]

Gara-gara pernah diinfus waktu umur 1,5 th, sampai umurnya 4 th anakku trauma sekali dengan RS dan dokter. Walaupun sudah pindah RS dari Pantai Indah Kapuk ke Medistra, tetap saja trauma. Dari mulai masuk ke lobby RS sampai ditimbang dan diukur tinggi badannya dia menangis terus, apalagi ketika masuk ruang dokter! Biarpun hanya diperiksa dan tidak disuntik. Tapi apa boleh buat, aku tetap ‘paksa’ dia ke dokter dan tidak pernah berbohong. Beberapa bulan yang lalu (umurnya 4 th lebih), aku ajak ke dokter, karena kulitnya bintil-bintil. Sungguh mengagetkan, dia mau masuk ke ruangan tanpa digendong dan langsung salaman, mau tiduran di ranjang, diperiksa dengan sukarela dan bahkan mau berbicara dengan dokternya. Padahal saat itu sekalian di imunisasi hepatitis A. Jadi aku rasa kita tinggal tunggu saja sampai trauma itu hilang. Tetapi jangan berbohong, karena akan menambah masalah baru. Nanti anak juga akan mengerti bahwa dokter bukan orang jahat [stel]

Bisa latihan main dokter-dokteran. Ini yang aku terapkan ke anakku dan alhamdulillah berhasil. Memang tergantung dokternya juga, tapi jangan pernah berbohong. Jika memang akan disuntik, dari awal berangkat aku sudah kasih tahu kalau nanti akan disuntik. Ketika awal-awal dulu, biasanya aku kasih imbalan, misal: kalau nanti tidak nangis, akan diberi sesuatu [nad]

Kalau aku, lebih baik anak-anak menangis daripada harus berbohong. Tapi setelah anak-anakku umur sekitar 2 tahun sudah tidak menangis lagi kalau dibawa ke dokter. Malahan, senang sekali kalau diajak ke sana. Sekarang lagi musim tusuk jarum dan jika mereka aku ajak ke sana, anakku yang paling besar ingin ikut-ikut tusuk jarum juga. Padahal yang ada masalah bronhitis justru anakku yang paling kecil yang setiap minggu dibawa untuk tusuk jarum [dian]

Pada awalnya diajak ke dokter, tidak terpikir kalau anakku yang paling kecil takut sama dokter. Aku pikir dia tidak beda dengan kakaknya, yang tidak takut ke dokter (kalau disuntik hanya menangis sebentar, setelah itu sudah senyum lagi). Tapi ternyata aku salah, setiap ke dokter mau imunisasi ataupun tidak, setiap itu pula dia menangis menjerit-jerit. Baru lihat pintunya saja dia sudah mau menangis, apalagi lihat dokternya. Akhirnya aku beli mainan alat kedokteran, terus kita main dokter-dokteran. Pemerannya aku, anak-anakku dan adikku (bergantian). Untuk meja periksanya menggunakan meja setrika. Setiap pemeriksaan itu lengkap, ada suntik, ada obatnya dan ada uang-uangan buat bayar dokternya. Pada suatu saat harus pergi ke dokter karena anakku demam-diare, dia sudah tidak menangis lagi. Jadi menurutku jika anak memang harus ke dokter, tetap bilang ke mereka kalau mau ke dokter dan kalau mau disuntik juga tetap harus diberitahu sebelumnya [rhm]

Anak keduaku tetap menangis diajak ke dokter walaupun sudah diajak main dokter-dokteran dan dibacain buku sesame street (golden book)Goes to Doctor, Mungkin karena trauma pernah dibawa ke dokter THT untuk diperiksa dan dibersihkan telinganya. Sejak itu jadi takut dengan dokter. Padahal kalau ikut mengantar kakak/adiknya untuk periksa atau imunisasi dia mau. Tapi kalau dia sendiri yang diperiksa tetap saja tidak mau [yen]

Aku juga tidak pernah bohong kalau mau mengajak anak ke dokter. Soalnya dari kecil tidak pernah takut ke dokter. Yang terjadi, setiap sakit memaksa pergi ke dokter. Waktu anakku umur 3th pernah minta pergi ke dokter THT hanya gara-gara kemasukan air waktu berenang, padahal sampai di sana hanya dibersihkan saja. Bahkan waktu sakit gejala tipus harus bolak-balik diambil darahnya, dia cuma senyum-senyum saja. Aku pernah tanya sama suster kenapa kebanyakan anak takut sama dokter, RS dan disuntik? Katanya karena biasanya orang tuanya panik jadi secara psikologis si anak ikutan panik/takut [mp]

Terima kasih atas saran-sarannya. Sebenarnya anakku suka juga main dokter-dokteran tapi dia masih suka takut kalau diajak ke dokter beneran. Jadi kalau memang terpaksa harus ke dokter sementara ini harus dipaksa [rev]

27-01-2006 15:25:05

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10