Paket Pos Dan Bea Cukai

Seputar paket pos dan bea cukai

post dan bea cukaiTanya:

Bu, aku mau cerita dulu, setiap akhir tahun, aku selalu dapat kiriman paket dari kakakku yang tinggal di US, isinya macam-macam, dari t-shirt sampai mainan buat anak-anak, beberapa tahun terakhir tidak ada masalah berarti, makanya aku oke-oke saja dengan pelayanan kantor pos indonesia ataupun bea cukainya. Nah kejadiannya baru minggu lalu, kakakku sudah kasih kabar bahwa dia kirim paket lagi. Kali ini selain mainan-mainan itu, ada 2 barang elektroniknya, cd player & organaizer buat  ponakanku. Hari rabu kemarin, aku dapat telpon di handphone dari bapak yang mengaku dari kantor pos(dia juga via handphone telponnya) bahwa kiriman kakakku sudah sampai *aku sempat heran kok tumben orang kantor pos pakai telpon, biasanya dikirim surat supaya ambil barangnya* bapak ini bilang, aku harus bayar Rp 600.000,-sekian, jelas aku kaget, besar amat biayanya, lalu dia jelaskan bahwa saja pajak..bla…bla… tapi kalau ibu mau jalan belakang, bisa saja, ibu bayar saya Rp 500.000,- barang saya antar sampai rumah. oya, ibu bisa ambil barangnya sekarang, atau besok di kantor pos lt.3 bagian bea cukai. Sebenarnya aku sudah curiga, kok ambilnya di bea cukai?? Bukannya di kantor pos wilayah (misalnya, daan mogot, fatmawati,) dan sewaktu aku minta nomor penerimaannya, dia langsung gelagapan bilang tidak ada, dia lagi diluar dan lain-lain, suruh aku telpon dia lagi. Penasaran, aku telpon 161, ketemu customer servicenya aku jelaskan masalahnya, ternyata kata ibu ini, bapak yang telp aku itu calonya bea cukai, yang curi alamat aku terus dia telpon 108 dapat no telepon rumahku, baru dari rumah dia dapat no.handphoneku.. hiks… disarankan lagi untuk tidak usah menghubungi bapak itu, ternyata memang ada persekongkolan antara bea cukai & para calonya..hiks..

Nah, pertanyaanku moms,

  • -kalau kita dapat paket dari luar negeri yang notabene berupa gifts atau hadiah, apakah penerima harus dibebankan dengan bea lagi? karena ketika aku tanya ibu customer servicenya kalau hadiah maka tidak perlu bayar macam-macam
  • -apakah memang ada peraturannya jika barang electronic yang di kasih, penerima kena biaya cukai?
  • -bagaimana memberitahukan kepada pihak pos/bea cukai bahwa barang-barang itu adalah hadiah, bukan sample yang mau dijual lagi *setau aku pasti ditulis ya di barangnya. Sampai sekarang aku belum menerima surat panggilan dari kantor pos, jadi aku akan tunggu saja [PN]

Jawab:

Adikku bulan lalu terima paket dari Amerika, isinya 20 CD (bukan baru, memang punya adikku yang tidak kebawa waktu dia pulang 3 bulan sebelumnya). Jadi temannya yang kirim CD itu via posnya amerika. Waktu sudah sampai dapat surat pemberitahuan dari kantor pos fatmawati supaya diambil, dan pajaknya lumayan mahal : Rp 210.000,-. mungkin karena CD ya.. Soalnya setahun yang lalu adikku kirim paket isi lego, pajaknya cuma Rp 25.000,-an. Tapi dua-duanya aku yakin lewat jalur resmi ya mbak dan tidak ada urusan sama bea cukai tapi paketnya memang ketahuan sudah dibongkar sebelumnya [Dn]

Cukai atau bea untuk barang mewah memang ada dan itu resmi. Tapi besarnya aku tidak tahu persis, yang aku tahu kalau barang electronic memang bea masuknya tinggi. Temanku pernah dapat hadian dari salah satu majalah telekomunikasi Asia langganannya, yaitu sebuah PDA. Begitu dikirim kesini dia juga harus bayar bea masuk, kalau ongkos kirim dibayari sama yang kirim tapi bea masuk ditanggung oleh sipenerima. Kalau tidak salah dia waktu itu bayar sekitar Rp 150.000,-an [DN]

Aku tidak tahu kalau barang kirimannya itu hadiah harus bayar cukai atau tidak. Tapi aku ingin sharing pengalamanku siapa tahu berguna buat yang lain; Sekitar tahun 2000 aku beli buku dari Amazon.com, terus dapat surat panggilan dari kantor pos, tapi di belakang surat panggilan ada tambahan 1 lembar lagi, yaitu pemberitahuan kalau harus bayar sekian ratus ribu untuk bea cukai. Akhirnya aku datangi kantor pos yang dekat Pasar Baru, terus di loket pengambilannya suruh bayar cukainya. Karena merasa mahal sekali, aku tanya ke petugas posnya. Terus petugas pos bilang, kalau aku keberatan bisa komplain ke bagian bea cukai langsung. Kantornya masih satu gedung juga. Di situ aku tanya ke petugas yang ada, kenapa aku bisa suruh bayar sekian ratus ribu. Terus sama petugasnya diantar ke petugas lain dan dijelaskan. Ternyata kalau kita beli barang dari luar, memang harus bayar cukai. Tapi biaya yang dibayar beda, antara keperluan pribadi sama bisnis. Jadi di bea cukai itu ada buku tebal (aku lihat sendiri) yang dalamnya daftar bea yang harus dibayar untuk jenis barang tertentu. Aku kena mahal karena alamat kirimnya ke kantor, jadi dikira untuk keperluan bisnis. Apalagi amazonnya mencantumkan dengan jelas harga buku, jadi tarif bea cukainya jelas juga (sekian % dari harga). Kalau alamat kirimnya ke rumah, bea cukainya jauh lebih murah. Akhirnya aku buat surat pernyataan bermeterai yang isinya bahwa biarpun itu alamat kirimnya ke kantor, tapi itu untuk keperluan pribadi. Puji Tuhan, hari itu juga bisa beres (ada orang lain komplain lebih dulu dari aku, suruh balik lagi besoknya) dan aku cuma perlu bayar beberapa puluh ribu (aku lupa tepatnya, sepertinya tidak sampai Rp 50.000,-) dan ada tanda terimanya. Kalau barang kirimannya itu hadiah, wah, aku tidak tahu aturannya. Kurasa kalau tidak jelas lebih baik pastikan ke bea cukainya setelah dapat surat panggilan dari kantor pos. Mungkin ribet sedikit, tapi jadi lebih puas [Srn]

Bu, aku sharing mengenai paket ku lagi yaa.. :) Setelah bicara panjang lebar dengan kepala bea cukai di kantor pos pasar baru, Bapak Surya Sitepu (beliau cukup simpatik menganggapi keluhanku), aku bisa mengambil beberapa kesimpulan:

  1. peraturan baru dari bea cukai, bahwa paket kiriman dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, SEMUA akan di bongkar dan di check ulang, bersama pihak kantor pos. Akan di teliti lagi satu, persatu dan dinilai harga barangnya.
  2. paket yang masuk akan di-BEBAS kan bea masuk jika bernilai di bawah US$ 50 ke satu penerima dalam satu hari,
  3. diatas US$ 50 maka penerima beresiko membayar bea masuknya. misalnya paketnya dinilai seharga US$150, nah yang bayar bea masuk US$100, yang 50 free. Ada hitungannya, kurs pada hari itu plus pajak 15% plus ppn 10% plus pph 7.5% terus terang yang ini aku bingung juga
  4. bagaimana perhitungan US$ 50 itu, biasanya di airway bill di tulis barang-barang apa saja yang dikirim beserta harganya, kalaupun tidak di tulis, maka pihak bea cukai akan mengira-ngira sendiri berdasarkan data yang mereka punya.
  5. jika paket berisi obat, maka untuk bisa keluar harus seijin pihak POM.
  6. paket yang dibebaskan bea masuk adalah paket berisi barang-barang bekas, misalnya baju-baju bekas dari jepang untuk rumah yatim piatu di Indonesia.
  7. tidak ada definisi paket hadiah/gift yang dibebaskan bea masuk. Semua berpatokan pada nilai barang bukan berat barang. definisi hadiah harus diurus ke departement sosial/keuangan…ahhh ribetnya :(

Nah tips ku :)

  1. jika kita sudah tahu akan ada kiriman paket dari luar negeri bisa langsung check via telpon ke kantor pos besar apakah barang kita sudah sampai. jika sudah sampai, tanya kapan kita bisa ambil dan apakah ada bea masuknya. dengan begitu bisa lebih cepat, daripada kita tunggu surat resmi dari kantor pos daerah yang bisa memakan waktu seminggu.
  2. jika ingin dapat kiriman barang yang cukup banyak, bisa disiasati dengan mengirimnya terpisah ke banyak alamat (tetap nilai barang dibawah US$ 50) atau dikirim dihari yang berbeda (jika ingin tetap kirim ke satu alamat)
  3. pengirim jangan menulis harga barangnya, jika sudah ditulis maka pihak bea cukai tidak dapat memberikan keringanan bea. jika tidak ditulis maka mungkin akan bisa diberi keringanan.
  4. JANGAN pernah menanggapi orang-orang yang mengaku dari kantor pos yang bilang paket kita bisa diantar ke rumah dengan biaya tertentu, mereka itu calo, di kasusku, sewaktu ditelpon aku dibilang harus bayar Rp 600.000,- sekian dan dengan Rp 500.000,- barang diantar ke rumah. padahal bea masuk paketku itu ‘hanya’ bayar Rp 400.000,- (resmi). jadi bisa dihitung, penipu itu dapat Rp 100.000,- lumayan kan
  5. jika dapet telpon yang mencurigakan jangan ditanggapi tapi langsung saja telpon balik ke kantor pos yang bersangkutan

Panjang juga ya bu, semoga pengalaman aku berguna bagi semua dan ibu tidak harus bayar bea masuk ratusan ribu lagi apalagi bayar sesuatu yang mustinya itu berupa hadiah buat kita [PN]

05-08-2006 23:34:49

Comments

  1. Arif says:

    mau tanya ..
    kalo kita mau ambil paket di kantor pos ,,
    trus kita blum punya kartu identitas ..
    bagaimana caranya ??
    tolong pencerahannya ..

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10