Pemberkatan Rumah Baru

Kalau tidak ada halangan kami akan pindah rumah, karena mendadak suami bilang menempati dulu baru diberkati oleh pendeta, bagaimana sebaiknya?

pemberkatan rumah baruTanya:

Bu, kalau tidak ada halangan, rencananya minggu depan tgl 12 oktober aku mau pindah rumah. Karena mendadak (karena mama cari hari bagus untuk pindahan) persiapannya semaksimal yang bisa dikerjakan. Sampai saat ini belum kontak pendeta minta waktu untuk berkati rumah baruku sebelum masuk/tinggal di rumah baru tersebut. Karena suami bilang biar saja kita tinggal beberapa hari, minggu depannya baru minta diberkati pendeta. Tapi entah kenapa aku merasa kurang sreg ya. Inginnya minta diberkati dulu supaya roh-roh halus yang tidak baik diusir keluar dulu. Apalagi anakku masih kecil (14 bulan) dan aku lagi hamil muda. Kalau menurut pendapat ibu bagaimana ya? Terutama para ibu yang Kristen, maaf bukan bermaksud SARA. Soalnya aku belum pernah punya pengalaman seperti ini apalagi sejak aku Kristen. dan aku juga tidak tahu kebiasaan pindah rumah dalam agama Kristen itu seperti apa [ET]

Jawab:

Hubungi saja gereja mbak, apa bisa minta tolong diadakan doa di rumah baru mbak tersebut sebelum mbak tinggal di situ. Doa dulu sebelum tinggal didalam rumah tersebut, tentu yang terbaik ya. Alasannya sama seperti yang kamu ungkapkan. Tapi kalau terpaksa harus tinggal dulu baru doa, yah tidak apa-apa. Daripada tidak sama sekali. Kalaupun tidak didoakan karena satu dan lain hal, kita yang harus doa sendiri. Jadi yang terbaik hubungi saja gereja mbak [An]

Mbak, aku mau coba-coba kasih pendapat walau aku seorang muslim yah. Sebenarnya untuk mulai menempati rumah baru menurut aku memang lebih afdol kalau di awali dengan dibacakan doa-doa dulu yach. Kalau untuk muslim, “pengajian”. Selain untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan seperti adanya roh-roh halus, juga agar di rumah baru itu, diharapkan kita akan diberikan ketentraman dan keselamatan serta berkah bagi semua yang ada di dalam rumah itu. Kalau aku pikir semua agama pasti sama, kalau berdoa pasti bertujuan untuk menghindari sesuatu yang tidak dikehendaki dan mohon perlindungan dariNya. Jadi yach sebaiknya dilakukan doa bersama dulu, tapi kalau memang pendetanya belum sempat datang, yah lebih baik di bacain doa saja sendiri sekeluarga waktu pindahan, dan nanti kalau pendetanya sudah bisa datang baru didoakan sama pendeta (seperti usul dari suami Mba’). Dan yakin saja tidak akan terjadi apa-apa [Ang]

Memang benar keputusannya, memang sebaiknya kita serahkan dulu semua untuk pekerjaan Tuhan di rumah kita, biar rumah kita di kuduskan dulu, tapi bisa juga setelah berbenah baru kita adakan syukuran sekalian undang pendeta. Sepertinya tidak masalah yang penting niat kita sudah ada jadi sebelum atau sesudah memasuki rumah baru. Tapi doa dari kita sekeluargga dulu sebelum pindahan juga baik kok [Tty]

Aku pernah “nguping” orang ngobrol di angkot. Si bapak penampilannya “dukun” sekali. Dan kebetulan mereka lagi membicarakan “rumah yang di tempatin”..Terus sang “bapak mirip dukun” ini bilang begini : “Yang penting.. begitu pertama datang ke rumah baru itu, si tuan rumah (dalam hal ini biasanya di wakili kepala keluarga / bapaknya – red) sebelum ngapa-ngapain langsung saja datang ke kamar mandinya. Terus pipis. Itu buat menandakan sama penunggu rumah kalau sekarang rumah tersebut ada yang menempati. Lalu malam pertama tidur di rumah tersebut, biasanya yang pipis tersebut akan mimpi di datangi (kalau benar ada penunggunya) nah.. di mimpi bicara baik-baik kalau rumah mau
di tempati dan sebagianya dan seterusnya biasanya kalau sudah begitu mah beres deh” [Ty]

Menurutku tidak usah juga tergantung sama Pendeta, yang penting itu ya kita sekeluarga doakan dulu rumah barunya baru pindahan, kalau memang mau undang Pendeta juga lebih bagus, sekalian buat Ibadah kecil (Doa Syukuran)ya sekalian publikasilah bahwa kita sudah pindahan ke rumah baru. Segitu saja saranku [Ynt]

Share juga ya. Aku baru pindah ke Bintaro. Tapi baru aku, suamiku sama Bibik, anakku masih aku tinggal di Pondok Bambu, dan tiap Jumat aku jemput dibawa ke Bintaro. Aku masuk rumah, ya masuk saja. Tidak pakai selametan atau Pengajian atau apa. Meski ibu mertuaku sudah mengingatkan supaya selametan, tapi karena Mamaku yang Minang itu yang sudah pindah rumah belasan kali tak pernah mengadakan selametan, ya aku tak pernah merasa perlu mengadakan selametan. Ya terus ada kejadian yang ular tiga ekor masuk rumah. Dan terakhir si Bibik sempat seperti “kesambet”. Awalnya menjelang maghrib si Bibik muntah-muntah (aku lagi di kantor dan suami lagi di Jakarta). Terus sama para pembantu tetangga ditunggui. Duh para pembantu itu baik-baik benar. Sampai akhirnya si bibik muntah 6 kali. Aku ditelpon, dan aku langsung lari pulang. Tapi yeah namanya Bintaro, macetnya luar biasa, sampai ke rumah jam 21.30. Sampai di rumah si Bibik sudah diam kaku. Mulutnya terkancing dan matanya merem. Wah aku pikir, ini sudah dehidrasi. Aku langsung telpon ambulans, tapi ndilalahnya ambulans RSIB lagi tidak ada. Ya wis mau aku angkut pakai taft. Pas mau diangkat si Bibik yang mendadak menendangi kita terus tangannya menepis, pokoknya berontak. Aku yang tidak habis pikir. Terus satpam yang datang yang bilang ke aku sepertinya ada orang halus yang ganggu, dan dia menawari untuk memanggil orangtuanya yang pakarnya orang halus. Singkat kata setelah dijampi-jampi sama si pak ustadz itu, si bibik baru bisa diajak komunikasi. Walau matanya masih menutup tapi sudah mau minum obat dan bisa diajak bicara. Aku sebenarnya penakut sama hal-hal yang supranatural. Saking takutnya jadi tidak mau tahu. Terus pas baru masuk rumah, di sana banyak laba-laba yang besar. Aku usir pakai sapu, tapi mungkin terlalu kuat jadi laba-labanya mati. Terus aku bilang begini, “Aku sebenarnya tidak mau membunuh kamu lho. Aku tahu kamu tidak bahaya. Tapi aku tidak suka ada binatang-binatang di dalam rumah karena aku punya anak. Jadi daripada kamu semua mati di tanganku, sebaiknya kalian tidak menunjukkan diri di dalam rumah. Carilah tempat di halaman luar sana, atau di plafon, aku tidak akan mengganggu kalian di sana …” Kata suamiku, “kamu seperti nabi Sulaiman saja bicara sama binatang?”… Hihihi Terus sama makhluk-makhluk itu, aku juga bicara begitu, “Aku tidak usir. Kalau kalian mau tinggal di sini, ya tinggal saja. Tapi tolong jangan ganggu siapapun. Karena kalau kalian ganggu, akan aku lawan. Lebih baik kita hidup damai berdampingan ya. Aku tidak suka ganggu siapa-siapa, tapi aku juga tidak suka kalau diganggu …” Tambah sinting deh, kata suamiku… hehehe. Habis aku pikir mereka makhluk juga. Aku sudah mohon baik-baik, minta izin baik-baik. Kalau masih diisengi juga, ya apa boleh buat, kapak perang akan aku gali …[Frn]

Kalau menurut pengalamanku, paling tidak berdoa saja juga sudah cukup untuk awalnya, maksud ku begini, kami undang keluarga inti untuk makan dirumah, nah disitu sekalian kita berdoa untuk rumah baru kita, waktu itu aku nyanyi satu lagu, berdoa, makan, and waktu mau pulang berdoa lagi, inginnyas sekalian ada kebaktian, tapi waktu itu waktunya mepet sekali jadinya awalnya begitu dulu, baru habis itu kira-kira 2-3 minggu baru kami buat kebaktian sekalian mengundang family dan biasanya tetangga-tetangga juga di kasih ransum, kalau aku waktu itu nasi kotak/buah [Rt]

Terima kasih buat ibu yang sudah kasih saran ke aku. Senangnya ikut DI karena banyak yang bisa kasih pendapat. Akhirnya setelah aku pikir-pikir dan juga atas saran ibu supaya dari kitanya juga berdoa sendiri sebelum didoakan pendeta, ya aku putuskan ini yang terbaik bagiku dan keluarga. Yang penting aku percaya bahwa doa orang benar itu besar kuasanya [ET]

25-09-2006 23:25:06

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10