Pentingnya Sempoa Untuk Anak TK-A

Seberapa pentingnya sempoa untuk anak TK-A?

Tanya:

Ibu yang sudah banyak pengalaman, Di sekolah anak saya ditawarin kursus macam-macam diantaranya sempoa kira-kira seberapa perlu kursus sempoa ini buat anak TK A. Terus bagaimana pengalaman putra/putri ibu yang sudah ikut les sempoa waktu duduk di bangku TK A. Tolong advisenya biar saya tidak salah jalan [Ang]

Jawab:

Kalau tidak salah ya, sempoa itu lebih cocok untuk anak-anak SD, karena pada sempoa yang diajarkan adalah cara berhitung dengan cepat. Beda dengan metoda kumon yang penekanannya pada konsep matematika (tambah;kurang;kali;bagi). Jadi untuk kelompok A, kalau ada ikut yang metode kumon saya, nanti setelah SD baru deh ikut yang sempoa [DIW]

Kasihan anaknya kalau masih TK, kalau pengalaman anak saya ikut kelas free trial Kumon dan Sempoa, sepertinya lebih mengena Kumon untuk anak TK. Karena di kumon lebih diajarkan konsep atau pengertian tambah; kurang; bagi; kali, sedangkan di Sempoa anak saya bingung karena belum bisa menangkap konsep matematikanya atau abstraknya/artinya “penjumlahan”, “penguranga” itu apa. Mungkin sempoa lebih cocok untuk anak SD uang memang sudah mengerti/beda tambah;kurang;kali;bagi. Lebih mengajarkan kecepatan berhitung. Nah kalau sudah SD, sempoa kepakai juga untuk mata pelajaran lain khususnya yang menghafal, karena otak dilatih cepat merekam “memory”. [DP]

Anak kedua saya waktu TK juga ikut sempoa, tapi yang ada dia menangis minta keluar padahal dia yang minta awalnya. Terus dia minta lagi ikut kumon karena ikut-ikutan abangnya. Tadinya saya sudah malas juga nanti kalau keluar lagi bagaimana, ternyata anak kedua saya itu enjoy sekali sama kumon, munkgin karena buat yang awal kan masih gambar-gambar gitu jadi fun, sementara sempoa mungkin merepotkan bagi dia karena harus pakai alatnya. Sampai sekarang anak saya masih enjoy kumon (mudah-mudahan). Sepertinya kalau masih TK kumon lebih cocok [Dm]

Kalau anak saya ikut sempoa mulai TK-A dan sampai sekarang masih ikut tinggal 2 tingkat lagi selesai. Kalau dari segi manfaat, pasti ada manfaatnya buat anak, di sekolah terbantu sekali, tidak kesulitan dalam berhitung, meski soal matematikanya berupa kalimat, lancar saja dan malah ikut mewakili sekolah lomba computer matematika mewakili kelas 1 SD, karena dia sudah punya modal untuk kecepatan  enghitung di sempoa. Hanya permasalahannya apakah anaknya betul-betul ingin ikut sempoa atau tidak? Karena kalau memang anaknya tidak berminat, ya tidak usah dipaksa, karena akan putus ditengah jalan nantinya, pada saat tingkatan tertentu anak akan jenuh, seperti anak saya pada saat masuk tingkat 8, dia sudah mulai bosan, karena pada saat di tingkat ini sudah tidak bervariasi lagi, cuma angkanya yang ditambah jumlahnya, tapi karena dia suka ya masih bertahan sampai sekarang. Sedang untuk ekstra kurikuler di sekolah (ada juga sempoa) anak saya tidak ikut, dia ikut kelompok bermain; main congklak, main bekel, main lompat tali jadi permainan tradisional. Waktu itu saya pikir, kalau anak saya ikutnya mulai TK-A, pada saat SD nanti yang kesibukan di sekolah cukup banya, anak sudah hampir selesai kursus, jadi tidak terbeban lagi dengan kursus diluar, dan pada saat SD, dia sudah selangkah lebih maju untuk matematika, jadi buat anak saya ada manfaatnya. [Rn]

Anak saya mulai ikut sempoa sejak di TK-B, kalau untuk sempoa yang penting adalah si anak sudah mengenal angka, anaknya mau dan ada teman belajarnya. Kebetlan saya ambil yang privat (jadi 2 temannya ke rumah), susahnya waktu di TK, dia kan masih sesukanya, jadi gurunya suka kasih hadiah kalau mood-nya lagi bagus, seperti coklat atau sticker, tapi itu saja sudah membuat dia senang dan mau belajar lagi. Waktu masih buku satu saya masih suka mengikuti, bagaimana cara pakainya, menaikkan dan menurunkan, tapi sekarang udah pintar anaknya daripada ibunya, selama dia enjoy saya teruskan sampai sekarang. Manfaatnya keliatan pas dia SD, nilai matematikanya bagus (sekarang kelas 2) dan selain pakai sempoa diajarkan juga menghitung mengggunakan `bayangan’ Nah, yang terakhir itu yang terpakai di SD. Jadi dia bisa menghitung lebih cepat dengan `bayangan’. Lucu kalau saya kasih soal terus dia menggerak-gerakan tangannya, dan saya suka iseng kalau udah dapat hasilnya terus dikali nol, wah bisa marah dia [Ss]

19-10-2005 11:06:48

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10