Private Piano

Anakku laki-laki dan aktif sekali. Kelihatannya tertarik pada piano, mungkin tidak ya jika dikursuskan piano, dimana bisa privat piano?

Tanya:

Ibu, kalau anak laki-laki umur 3 tahun, aktif sekali, kelihatannya tertarik dengan piano, memungkinkan tidak ya untuk dikursuskan piano ? Ada tidak ya bu, guru piano private, khususnya untuk daerah Jagakarsa Selain itu saya dulu pernah baca di DI, katanya lebih bagus beli electone daripada piano, benar tidak ya? Terus ada tidak yang mau jual piano murah meriah tapi yang bagus. Terima kasih [RR]

Jawab:

Piano bekas yang akhir-akhir ini marak diiklankan di media masih berkisar harga Rp 8.000.000 – Rp 10.000.000, Setahu saya, harga piano bekas, rata-rata Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000. Piano bekas yang harganya di bawah Rp 10.000.000, biasanya umurnya sudah tua dan suaranya kurang bagus. Piano baru yang merk biasa, harganya Rp. 20.000.000 – Rp 30.000.000. Grand piano Steinway harganya Rp 1.500.000.000,- Tutsnya berat (lebih berat lebih bagus) Kalau tidak salah juga (maklum saya tidak jago main piano), keras lemahnya penekanan tuts piano bisa diatur. Jadi tidak tergantung merknya. Piano yang baru ‘gres’ itu kadang mencapai harga Rp 15.000.000,- Kalau untuk latihan sehari-hari lebih baik piano biasa daripada piano grand. Jelas karena grand piano harganya mahal sekali, dan lagi beda suara grand piano dan upright, tidak terlalu terdengar, apalagi buat kita-kita yang telinganya tidak setajam pemain piano profesional [Sny]

Bu, dulu ada murid umur 3.5 tahun, laki-laki, belajar piano belum 1 bulan sudah bosan. Begitu juga dengan keponakan saya (perempuan, 4th). Menurut saya dikenalkan dulu tuts-tutsnya oleh ibu/ayahnya (apalagi kalau orangtuanya jago piano), lalu nanti begitu 5 tahun bisa dikursuskan kembali. Takutnya buang biaya dan waktu, karena anak umur segitu biasanya belum bisa konsentrasi penuh. Kalau mau serius belajar piano, ya harus pakai piano. Piano tutsnya lebih berat. Menurut pengalaman, bisa electone belum tentu ‘jago’ di piano. Tapi kalau piano sudah jago, electone pasti bisa [Nsi]

Jelas lebih bagus piano, karena kalau bisa main piano kamu pasti bisa main electone, tapi kalau bisa main electone belum tentu bisa main piano. Kalau mau tahu soal piano, ini saya kirimkan lagi rangkuman seputar kursus piano yang dibuat oleh Ibu DI, Ibu Lt [Dm]

Tanya Jawab : Seputar Belajar Piano

*Dirangkum dari berbagai sumber dan pengalaman pribadi [Lt]

T : mulai umur berapa belajar musik ?
J : kalau spesifik instrumen piano paling bagus dari umur 4-5 tahun, tergantung besar badannya. Dan minimal sudah tahu abjad ABCDEFG dan angka 12345. Kalau mengenalkan musik bisa dari 0 tahun, dan umur 3 tahun sudah bisa ikut kelas musik anak.

T : bagaimana bisa tahu anaknya berbakat main piano apa tidak ?
J : bisa dibilang berbakat kalau anak bisa menyerap pelajaran piano lebih cepat dari rata-rata teman-teman seumurnya. Kalau anaknya sendiri yang berminat untuk belajar main piano, sebaiknya didukung.

T : bagaimana kalau ingin memberi les piano pada anak tapi tidak punya piano ?
J : Kalau sudah berniat memasukkan anak ke kursus piano, sebaiknya sudah ada planning untuk beli piano kelaknya. Karena latihan piano itu hukumnya harus dan wajib ! Penting sekali buat anak-anak termasuk yang pemula punya piano yang memadai untuk latihan di rumah. Pemikiran bahwa murid tingkat pemula belum memerlukan piano adalah suatu anggapan yang salah. Karena tanpa piano di rumah, murid tidak bisa mengulang dan melatih pelajaran yang diberikan gurunya. Pelajaran piano itu bukan suatu pelajaran yang cuma memerlukan pengertian dan hafalan, tapi juga harus dirasakan oleh jari-jari kita melalui latihan. Tanpa latihan di rumah, pelajaran piano jadi terhambat dan akibatnya guru harus memberikan pelajaran yang sama secara berulang-ulang kepada murid. Kalau pengulangan pelajaran yang sama ini berlanjut terus menerus setiap minggu, murid bisa jadi bosan dan akhirnya berhenti belajar piano. Pada saat ini, orangtua biasanya menganggap anak mereka tidak berbakat atau tidak serius untuk belajar piano, yang padahal dapat disebabkan karena kurang latihan atau tidak ada piano untuk latihan di rumah.

T : kalau belum punya piano, bolehkah pakai keyboard atau digital piano ?
J : sebaiknya tidak. Tingkat permulaan dari pelajaran piano adalah masa pertumbuhan yang sangat penting di mana murid mengalami pembentukan otot jari, kepekaan terhadap sentuhan jari dan hubungan koordinasi antara suara yang dihasilkan oleh jari mereka dengan telinga yang mendengarnya. Piano akustik memungkinkan hasil suara yg tidak terbatas, baik dari segi warna atau dinamika, yang dapat mempengaruhi kepekaan telinga murid terhadap bunyi atau kualitas suara tertentu yang dihasilkan. Pengalaman seperti ini tidak bisa dirasakan secara penuh lewat keyboard dan digital piano. Latihan pada keyboard juga menyebabkan jari-jari yang lemah ketika memainkan piano yang sesungguhnya. Sebenarnya banyak jenis keyboard atau piano digital yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan suara dan sentuhan sedekat mungkin dengan piano akustik, tapi tidak ada yang bisa menggantikan piano akustik. Keyboard atau digital piano memang harganya relatif lebih terjangkau dibanding dengan piano akustik, tapi karena perkembangannya cepat sekali, akan sulit sekali kalau
ingin menjualnya lagi, harganya bisa jatuh sekali. Piano akustik memang harganya relatif mahal, tapi kalau mau dijual atau ditukar, sepanjang dalam kondisi yang terawat, masih bisa bagus harganya, terutama untuk piano-piano bermerk.

T : kalau belum mampu beli piano, bagaimana anak bisa latihan ?
J : bisa coba tanya ke sekolah musiknya, apa bisa ‘menyewa’ piano di sana untuk latihan.

T : piano baru apa piano bekas ?
J : tergantung anggaran. Kalau ada anggarannya bisa beli piano baru. Piano bekas bukan berarti kualitasnya jelek. Seringkali piano bekas yang terawat dengan baik dan dimainkan secara reguler, memiliki hasil yang tidak kalah dengan piano baru. Cuma, ada juga toko piano yang jual piano second yang sudah tidak layak pakai demi cari keuntungan saja. Baik atau tidaknya sebuah piano bekas tidak bisa dinilai dari penampilan eksteriornya yang tidak bercacat. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain suara yang dihasilkan oleh tiap-tiap tuts harus rata dan sempurna. Juga berat dari tiap-tiap tutsnya harus rata. Yang tidak kalah penting, kecepatan tiap tuts utk kembali ke permukaan sesudah ditekan, sehingga memungkinkan untuk memainkan tuts yang sama secara berulang-ulang dengan cepat. Pastikan juga tidak ada tuts yang retak, karena akan berbahaya buat jari-jari anak.

T : bagaimana memilih sekolah musik yang bagus ?
J : Ini pertanyaan sulit, sama seperti milih sekolah. Ada beberapa point yang bisa kita nilai apakah sekolah itu bagus apa tidak, yaitu guru, program, visi, fasilitas, dan hasil pendidikannya. Coba saja disurvey apakah gurunya berdedikasi sebagai guru ataukah ‘player’, soalnya akan beda sekali cara mengajar seorang guru dan seorang player. Terus bagaimana program sekolahnya, apakah ada kurikulum yang jelas, ada ujiannya, ada student recitalnya dll. Terus visinya, apakah ingin mendidik anak-anak supaya bisa dan mengerti musik atau cuma mau cari duit saja, bisa tahu dari ngobrol2 dengan pemiliknya, bagaimana visinya waktu mendirikan sekolah musik itu. Terus tujuan kita memasukkan anak ke sekolah musik itu apa. Karena anak kita memang berminat, atau kita ingin anak kita jadi artis, atau kita ingin anak kita punya dasar musik yang kuat.

01-09-2005 13:45:45

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10