Tabungan Anak

Lebaran kemarin anak-anakku lagi ‘tajir’ krn dapat angpow, Mereka ingin menabung, bank apa saja yg sudah memakai nama anak itu sendiri?

tabungan anakTanya:

Bu, Mohon infonya, ceritanya anak-anakku lagi ‘tajir’ mendadak karena waktu lebaran dapat angpaow lumayan banyak, karena puasanya juga sudah mulai pintar jadi banyak yang kasih uang lebaran. Mereka ingin memasukkan uangnya di bank, aku pikir ide yang bagus sekali, juga sekalian mengajarkan menabung. Di setiap bank ada tidak tabungan yang bisa atas nama mereka sendiri? Dulu waktu aku masih kecil seingatku punya Tabanas yang memang atas nama kita sendiri. Sekarang apa masih ada ya tabungan sejenis? [Ind]

Jawab:

Aku pakai bank Muamalat mbak, aku mulai dari anak-anak masih bayi, jadi untuk mereka masih qq nama mereka masing-masing. Kalau di bank Muamalat sendiri harus usia 17 tahun, baru bisa pakai atas nama sendiri alasannya karena mereka sudah punya identitas dan tanda tangan (begitu kata costumer service-nya) [Rhm]

Lippo bisa, Niaga ada juga, aku juga pernah mau tanya soal ini, tapi lebih ke masalah ‘mengisi’ nya, ceritanya ingin mengajarkan menabung yah, idealnya kalau menabung itu, uang kita kasih ke anak terus ada yang di pakai ini itu, ada yang di tabung, begitu bukan? tapi kenyataannya pasti kita kasih uang untuk di tabung, kesannya si anak merasakan antri, isi form dan menabung. Tapi di lihat dari sisi uang nya, memang di sediakan sama orang tua, aku mikir terlalu jauh ya? Soalnya begini, kemaren ini anak-anakku minta sepeda terus aku bilang nabung yuk biar bisa beli sepeda, nah terus aku bingung apa sebaiknya aku kasih uang jajan (anakku yang besar sudah dapat uang jajan harian) lebih, terus minta dia menyisihkan untuk menabung? jadi kan mengajarkan tanggung jawab lebih juga, atau seminggu atau 2 minggu sekali, mengajak dia ke bank untuk memasukkan uang(ku) ke rekening dia? [DRS]

Aku mengerti, Aku juga ingin anak-anak belajar menabung di bank bukan sekedar di celengan rumah, cuma belum kesampaian. Uang untuk mengisi celengan dapatnya kalau tidak dari angpao ompungnya dan saudara-saudara juga dapat karena mereka “berprestasi”, jadi semacam award buat mereka. Aku menjelaskannya begini, mama kerja baru dapat uang, karena kamu belum kerja uangnya bisa kamu dapat kalau kamu ada ‘usaha’ atau kamu melakukan bla bla bla… (contoh : dia dapat bintang di sekolah karena perilaku yang baik, karena banyak membaca buku atau dapat pernghargaan dari kursus dan kegiatan Extra kurikuler lainnya). Biasanya dengan begini dia lebih merasa kalau itu uangnya dia dan bukan uang kita (padahal uang kita juga) karena didapat dengan perjuangan . Aku sendiri tidak pernah kasih uang jajan karena tidak ada yang bisa dijajani di sekolah, tapi kalau nanti jadi mau nabung di bank sepertinya harus kasih rutin selain dari tambahan-tambahan diatas. Setuju sama Ind juga, tidak masalahlah kasih uang ke anak asal untuk tujuan baik toh kita cari duit juga buat anak, tinggal ajari mereka saja bagaimana menghargainya dan mengaturnya [DN]

Jadi ingin mengajak anak-anak ke niaga juga, Ind, jadi sebenarnya dari yang uang harian itu, dia boleh apakan saja begitu ya? bukan di haruskan untuk di tabung? [DN]

Terus, waktu anakku minta sepeda, aku jadi mikir , kalau dia nabung sendiri, hanya dari sedikit uang yang aku kasih harian itu, kapan ya dia bisa beli sepeda, soalnya kasihan juga kalau lama sekali baru bisa beli sampai aku sempat kepikiran untuk kasih ‘kerjaan’ dimana dia dapat upah untuk di tabung biar bisa cepat beli sepeda dari hasil tabungan sendiri [DRS]

Jadi ingat anaknya temannya ayah. Kebetulan teman ayah itu agen minyak. Anaknya 3 orang semuanya duduk di bangku SD. Yang terkecil 3 tahun. Dari usia 6 tahun sudah diajari bisnis sama bapaknya. Jadi pulang sekolah ke kantor bapaknya. Tahun 1998, mereka digaji Rp 100.000,- per bulan. Uang harian Rp 5.000,- Kalau ingin beli mainan yang harganya lebih dari Rp 100.000,- boleh di cicil tapi gaji bulanan berkurang. Kalau usaha bapaknya untung banyak mereka juga dapat bonus. Sudah seperti karyawan saja. Yang lucu, kalau ada pertemuan atau makan malam bersama, dikala anak-anak lainnya pada main-main, mereka duduk manis mendengar pembicaraan bisnis bapaknya [WRM]

Ibu, terima kasih untuk infonya, akhirnya anak-anakku sudah punya tabungan Niaga Cerdik di bank Niaga, lengkap dengan ATM yang ada foto mereka main baseball, jadi tidak perlu pas photo. O iya di bank Niaga tabungan khusus untuk anak-anak ini tidak dipotong biaya administrasi. Aku terkesan dengan servicenya bank Niaga, mereka bukan cuma mendaftarkan dan mencatat tapi juga membantu membimbing/menjelaskan anak-anak tentang bank. Sampai-sampai si costumer service-nya antar anak-anak sampai ke teller sehingga mereka bisa melihat langsung kemana uang mereka ‘perginya'[Ind]

14-01-2006 22:41:20

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10