Tips Dan Trik Mengajar

Beberapa tips dan trik dalam mengajar, agar dapat menarik dan tidak membosankan?

tips trik mengajarTanya:

Bu, Aku dapat tawaran mengajar, Alhamdulillah tapi aku masih ragu-ragu alias tidak PD. Pengalamanku mengajar hanya waktu kuliah sebagai asisten dosen dan di in house training internal kantor. Tawaran yang diberikan kepadaku ini sekarang berbeda karena yang diajar adalah karyawan senior dan dari institusi (perusahaan lain) dengan lini bisnis yang berbeda. Aku tidak PD-nya harus mengajar diluar kandang alias di lingkungan yang baru. Soal materi aku tidak terlalu khawatir karena sesuai sekali dengan latar belakang pekerjaanku dan sebagian sudah biasa aku ajarkan di in house training kantor. Ada yang bisa kasih tips dan trik supaya peserta tidak mengantuk/bosan. Mbak Ind salah satu yang sudah ahli dalam hal mengajar, aku tunggu bocorannya mbak..terima kasih [Al]

Jawab:

Mau berbagi juga aah, di sela-sela waktu kerja sebagai buruh pabrik, aku juga terdaftar sebagai dosen tidak tetap di universitas local sini. Aku mengajar Object Oriented Model, terus mengajar Analisa System Informatika juga, yang isinya kebanyakan mengkhayal dan abstract. Kalau cara mengajar sepertinya masing-masing pribadi beda-beda ya, juga tergantung materi yang diajarkan, jadi hanya mau sharing trik menghadapi ABG-ABG itu :) , Kesal juga kalau lagi mengajar serius, tiba-tiba ada saja handphone yang bunyi, padahal sudah sudah diingatkan! Apalagi kalau bunyinya lagu, apalagi kalau disana bunyi disini bunyi. Pernah sekali waktu seluruh kelas aku minta berdiri dan mengangkat tangan ke atas. ‘Tepuk tangan teman anda yang didepan..dan katakan tolong dong matiin hape-nya’. Suasana awal sengaja dibuat tegang tapi akhirnya ketawa-ketawa dan jitu.

Pernah juga kita sampai ke bab yang sulit di cerna karena abstraknya. Aku ajak seluruh kelas membentuk 2 lingkaran. 1 lingkaran cewek 1 lingkaran cowok. Aku bilang kalau memang materi ini sangat sulit, abstrak tapi anda pasti bisa jika anda menggunakan kedua sisi otak, kiri dan kanan. Sayangnya otak kanan andak tidak bisa berfungsi baik kalau anda stress. Coba anda saling memijit punggung teman anda. Sudah-lah, mereka ketawa-ketawa dulu. Karena memang tekanan tinggi, sementara ini pelajaran wajib, aku ingin anak-anak semangat datang ke kelas. Tapi soal disiplin tetap, 15 menit telat pintu aku kunci, kalau ujian aku bawa handycam, yang ketauan nyontek ya aku coret, Begitulah, tapi sudah 2 semester ini aku tidak mengajar, anakku yang paling besar tidak kasih aku mengajar dulu. Kangen juga sama kelas, senang juga kalau ada mahasiswa yang sms tanya-tanya [IK]

Waduh, aku dikilik-kilik juga, sekedar berbagi cerita saja. Kalau menurut aku lebih enak mengajar di luar kandang dibanding di kandang sendiri. Kebetulan aku sudah pernah menjalani kedua-duanya. Pernah diberi wewenang untuk kasih internal training dan pernah pula manggung di kantor orang lain. Kalau dikandang sendiri paling tidak bisa jaim, karena sudah ketahuan modalnya :) , Kalau ditempat lain masih bisa agak-agak jaim sedikit. Kalau mengajar karyawan-karyawan senior, ini menarik juga apalagi kalau kita lebih muda dan dianggap tidak berpengalaman. Pengalamanku mengajar juga begitu, harus menghadapi orang yang jauh lebih tua, karena waktu itu aku masih kuliah semester 6 tapi harus mengajar karyawan-karyawan yang lebih tuh. Sebenarnya kalau kita yakin keahlian kita lebih dari mereka tidak akan ada masalah. Tapi wajar kalau di awal pasti ada sedikit-sedikit diremehkan.

Kebetulan subjek yang aku ajarkan berkisar antara bisnis manajemen marketing,  organization behavior dan dulu sekali aku pernah beberapa tahun mengajar bahasa dan menurut aku subjek-subjek seperti ini sangat luas untuk berimprovisasi dengan berbagai macam tehnik-tehnik mengajar. Aku belum terbayang kalau aku misalnya disuruh mengajar akunting, ilmu komputer atau ilmu eksak lainnya. Apakah masih bisa sekreatif kalau mengajar subjek-subjek yang aku sebut, aku tidak yakin.

Kalau untuk metodologi mengajar secara umum, aku menerapkan apa yang sekarang lagi popular seperti participatory approach, active learning dan lain-lain dimana pengajar lebih berfungsi sebagai fasilitator. Karena pendekatan searah seperti jaman guru atau dosen-dosen kita dulu sepertinya sudah tidak berlaku. Memang untuk menerapkan metode-metode tersebut guru/dosen perlu kreatif dengan berbagai tehnik. Yang paling ampuh untuk menarik murid menurut pengamatanku, mereka paling suka kalau dikasih banyak contoh dan kalau di pengajar banyak bawa alat bantu visual. Aku sering bawa berbagai produk ke kelas, contoh-contoh dan lainnya. Tehnik-tehnik lainnya seperti games, role play juga banyak membantu. Banyak buku-buku tentang ice breaking atau berbagai games untuk mengajar. Memang masih banyak buku dari luar, yang jelas jangan membuat pengajar sebagai satu pusat perhatian karena kita pasti capek sekali dan juga akan membosankan buat muridnya. Semakin kita gemar dalam mengajar, semakin banyak juga tehnik-tehnik mengajar yang harus kita kuasai. Kadang kalau lagi baca majalah atau nonton TV, terus ada yang menarik pasti aku langsung mikir, sepertinya bisa kalau aku bawa ke kelas untuk bahan diskusi besok pagi atau jadi pembuka sebelum masuk ke topik utama. Atau ketemu orang yang dapat memberi inspirasi, seperti waktu aku ngobrol-ngobrol dengan yang punya bakoel koffie dan pemilik D’cost restaurant yang membuat heboh itu, langsung aku undang sebagai tamu pembicara di kelasku. Suamiku saja sampai bilang; kamu ini sedikit-sedikit untuk bahan mengajar, he..he.., oke ya, selamat mengajar! [Ind]

22-01-2007 12:54:22

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10