Tips Memilih Mainan Untuk Buah Hati

Belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar adalah keseharian dunia anak-anak. Rasa ingin tahu yang besar membuat anak-anak selalu belajar termasuk saat bermain. Inilah yang menyebabkan ‘booming’ mainan yang diklaim sebagai mainan edukatif. Proses pembelajaran sambil bermain bisa membawa anak kepada pertumbuhan dan perkembangan yang positif atau negatif. Karena itu sebagai orang tua, wajib berhati-hati dalam memilih mainan untuk sang buah hati.

Ada beberapa tips dasar dalam memilih mainan untuk buah hati:

Pilihlah mainan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Usia, kondisi emosi dan fisik anak harus menjadi perhatian utama. Pilihlah mainan yang dapat merangsang semua panca indranya (mata – melihat, hidung – mencium, telinga – mendengar, lidah – merasa/mengecap, dan kulit – meraba).

Semakin banyak panca indra digunakan, sel-sel otak anak akan lebih berkembang. Contohnya, jika si buah hati baru berusia 5 bulan, belikan dia mainan yang bisa digantung, berwarna cerah, dan bisa menghasilkan bunyi. Bentuk dan warna cerah akan merangsang  indra penglihatannya. Sedangkan bunyi yang dihasilkan akan membantu untuk menarik perhatian dan merangsang indra pendengarannya.

Namun harus diperhatikan jangan mengantung terlalu banyak mainan (stimulus berlebihan) karena itu hanya akan membuat anak bingung untuk fokus pada mainan yang ada. Lebih baik, rotasikan mainan setelah beberapa waktu.

Perhatikan segi keamanannya.

Hal ini meliputi keamanan bahan pembuatnya dan keamanan teknis penggunaan mainan tersebut. Mainan bagi seorang anak seringkali berakhir di mulut. Karenanya pastikan bahan pembuat mainan tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.

Perhatikan juga ukuran dan daya tahan mainan tersebut. Mainan yang terlalu kecil akan mudah tertelan anak. Sedangkan daya tahan mainan yang tidak kuat dapat menyebabkan mainan pecah dan melukai anak.

Perhatikan kualitas dan harga mainan.

Tidak selalu mainan yang mahal memiliki kualitas yang bagus. Tidak perlu membelikan mainan yang terlalu mahal, tetapi utamakan pada kualitas dan fungsi mainan tersebut. Pada dasarnya benda apapun dapat dijadikan mainan yang dapat menstimulasi anak.

Seringkali baik juga untuk membuatkan mainan sendiri untuk si buah hati. Selain lebih murah, bunda dapat memilih bahan aman, menuangkan ide sendiri, dan memberi contoh untuk menjadi kreatif.

 

Yang paling penting namun seringkali terlupakan adalah stimulasi dari orang tua. Stimulasi dan interaksi antara anak dan orang tua membantu anak lebih fokus dan kreatif. Sediakan waktu untuk menemani anak saat bermain, ajak mereka berbincang sekalipun mereka masih belum mengerti.

Boleh juga diselingi beberapa pertanyaan tentang permainan tersebut untuk melihat tingkat pemahaman anak. Tambahan pelukan, belaian, dan pujian pada anak akan makin mempererat hubungan bunda dan buah hati pastinya.

Mari bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain!

Artikel Lain di Kategori 'Rumah Tangga' »

Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10