Toilet Training

Aku belum sukses jg dalam toilet training anak keduaku..ada yang bisa bantu?

toilet trainingTanya:

Tolong ya, aku lagi pusing benar menghadapi kelakuan anak keduaku. Sudah 2-3 bulanan kali ya dia lepas pampers, pagi-siang-malam-ataupun bepergian, alhamdulillah tidak ada kesulitan berarti sama pipisnya, record kecelakaan ‘pipis’ juga kecil aman tentram aku. Cumaaa urusan ‘pup’ nya itu ya ampun-ampunan!!! Sampai hari ini dia belum bisa pup di toilet. Sempat beberapa kali bilang dan pup di toilet, tapi selama 2 bulan itu ya paling 2-3 kali yang aku ingat dia pup di toilet, selebihnya ya di celana. Aku sudah pusing sekali, padahal 2 menit sebelumnya dia pipis ditoilet dan aku sudah tanya, mau pup tidak, dia bilang tidak. Tapi habis itu aku cek, sudah pup di celana dan itu sering seperti itu. Bagaimana ya? dia sudah lebih dari 3 tahun, dan awal September masuk taman bermain, Aku pusing mengerti sih mengerti pup mesti ditoilet atau apa, setiap detik aku ingat aku doktrinasi, pup ditoilet, bukan di celana. Dan dia juga bisa jawab dengan benar kalau di tanya ‘pup dimana’. Tapi tetap aja, kalau sudah mau pup ya tidak ada realisasinya. Kali-kali ada yang sudah lulus di bagian ini. Rasanya anak pertamaku dulu tidak seperti ini, tapi memang tiap anak lain. Jadi siapa tahu ada yang punya pengalaman serupa, aku sudah senewen dan putus harapan, terima kasih ya [Mi]

Jawab:

Mau sedikit share, Alhamdulillah anakku juga sudah lepas diapers, walaupun kalau pergi masih suka aku pakaikan aku saja yang tidak yakin, padahal Aisha sendiri pasti bilang kalau mau pipis, dan kadang aku bilang saja, boleh pipis di diapers, tapii kalau kebetulan ketemu toilet ya terpaksa lepas diapersnya. Kasus anak mbak sama persis dengan anakku, jadi kalau pup masih di celana. Padahal anakku setiap mau pup bilang “mamah mo eek..” tapi begitu dideketi anakku marah sekali dan bilang “jangan dekat-dekat mah..jangan dekat-dekat..” sambil mukanya memerah karena ngeden. Pelan-pelan aku bilang kalau pup sama seperti pipis dan harus di kamar mandi belum mempan buat dia, jadi intinya kalau anakku disentuh pun dia marah-marah. Tetapi kalau pupnya sudah keluar, baru bilang..”mah..cepetan cebok mah..” Aku juga bingung mbak mau sampai kapan ya anakku begitu, kadang-kadang suka putus asa kasih tahunya [Rest]

Anakku hampir 2 tahun dan lagi berusaha keras untuk melepaskan diri dari diapers. Tidak ada masalah di malam hari karena sebelum tidur aku suruh pipis, dan kalau bangun pagi-pagi langsung aku ajak ke kamar mandi (walaupun dia sering marah-marah, masih ingin malas-malasan di tempat tidur). Sebelnya kalau aku kasih tahu, “nak kalau pipis bilang yah!” dia akan jawab, “iya” .. tapi biasanya tidak berhasil karena dia sudah keburu pipis lebih dulu, seringnya dia sadar diri turun dari tempat tidur dan pipis di lantai tapi tetap saja yang agak repot kalau keluar rumah ke mall atau ke sekolahnya dia, takut dia lupa bilang, mana anak kecil belum bisa menahan pipis?? tapi untungnya kalau untuk BAB, anakku termasuk yang rutin, biasanya habis minum susu pagi, sebelum sarapan (atau setelah sarapan) aku atau baby sitternya langsung ajak ke toilet, didudukkan saja bawa buku bacaan langsung lancar. Mbak, mungkin jamnya harus di atur, dibiasakan pagi hari atau sore hari nongkrong di toilet, kalau buat anakku dan ayahnya berhasil tapi tidak untukku [MW]

Maaf mbak, aku tidak banyak kasih input, pup-nya suka sembelit tidak?? Yang aku amati dari keponakanku dan anakku, kalau lagi sembelit suka tidak mau pup di kloset soalnya duduk di kloset berasa tidak nyaman kali ya karena harus ngeden dimana posisi kaki menggantung. Kalau
tidak masalah sembelit, coba beli potty (Kloset kecil buat anak-anak2) ada yang bentuknya kursi seperti kloset benaran, menurutku tidak papa balik lagi harus pakai potty karena aku dulu juga pernah dianjurkan oleh dsa (ini waktu anakku sembelit, tapi berhasil mau balik lagi ke kloset besar padahal sudah 3,5 tahun jadi potty hanya terpakai sebulan saja) Alhamdulillah untuk pup anakku kedua-duanya sudah lulus dari usia 7-8 bulan begitu sudah bisa bisa duduk. Biasanya kalau mau pup mukanya agak beda kelihatan mau ngeden, nah kalau kita melihat seperti itu langsung kita angkat dan dudukkan ke kloset. Jangan lupa kalau sudah berhasil selalu berikan pujian atau penghargaan ke anak kita
supaya mereka senang dan mau mengulangi lagi, mudah-mudahan bisa jadi masukkan ya [IT]

Kebetulan sekali, ikut sharing ya, anakku juga sedang toilet training umurnya 1.9 tahun, aku lebih cepet mengajari toilet training dibanding kakaknya dulu umur 2.7 tahun baru toilet training, si kakak hasilnya bagus sekali, trial dan errornya cepat cuma seminggu sudah lancar pup dan pipis ditoilet, bobo malam juga tidak ngompol, mungkin karena usianya usianya sudah cukup kenapa adiknya aku percepat toilet training? soalnya kulit si adik sensitif sekali lebih mudah ruam & beruntusan merah mungkin karena gemuk (mudah gerah, apalagi daerah situ lembab) kalau kena pipis harus cepat dicebok, pakai pampers pun begitu harus cepat-cepat dibuka kegerahan sedikit langsung, ruam. Sudah hampir 5 hari si adik toilet training, pipis masih kebablasan sudah basah baru bilang ‘pipis’, kalau pup sudah beberapa kali dia bisa bilang ‘mau pup’ diajak ke wc langsung lancar, aku target sebulan ini, si adik lulus toilet training, sudah begitu aku lega, perasaan bersih & nyaman, hilang satu kekhawatiran, sukses ya [Dna]

Anakku juga dulu begitu, mbak. Kalau pup maunya di celana. Padahal kembarannya sudah pintar baik pipis maupun pupnya. Jadi kalau anakku mulai mau pup sambil berdiri, aku angkat saja anaknya. Dianya pasti tidak mau, teriak-teriak. Tapi aku biarkan saja sedikit dipaksa. Diduduki di wc sambil dipeluk-peluk, dielus-elus, dirayu-rayu “Tidak apa, sayang.. tidak apa “, terus diajak cerita, dan lain-lain. Lama-lama dia sadar kalau hal itu tidak menyeramkan, malah dia merasa ternyata lebih enak pup di wc daripada. Keluarnya lebih mudah. Kalau di pispot malah susah, karena dia tidak mau duduk, maunya berdiri. Kalau di wc duduk, kakinya menggantung, jadi tidak bisa berdiri. Agak sadis ya ibu yang ini? Habis aku sudah nyaris putus asa juga, mudah-mudahan berguna [SRS]

Mbak, mungkin anakmu memang tidak sadar atau tidak tahu kalau dia mau pup, tidak pakai “ngeden”? [Dn]

Mungkin saja soalnya kalau aku curiga dia mau pup, pasti aku bawa, dan kalau begitu ya sukses, masalahnya dia tidak selalu bareng sama aku, jadi lebih sering tidak kelihatan kalau awal-awal dia mau pup, jadinya aku tahu karena sudah ada aroma semerbak. Sering seperti itu, ya dia main di kamar, aku di dapur dan aku tidak bisa pantau dia terus-terusan, lagi pula dia juga sudah biasa main séndiri. Dia sempat 2 kali bilang, ma mau pup..langsung didudukkan di toilet. Mungkin aku coba pottynya lagi kali ya, itu yang belum aku coba. Terima kasih ya yang sudah sharing dan kasih masukan [Mi]

Dulu anakku juga susah toilet trainingnya, susah benar diajarinya. Justru adiknya lebih mudah, umur 2 tahun saja sudah pup ditoilet sendiri, kemana-mana juga sudah lepas pampers, tinggal sayanya saja yang rajin-rajin cari toilet, mungkin karena cewek kali ya jadi lebih gampang diajari. Coba, di jam-jam tertentu anakmu di taruh di toilet, tunggui saja, sambil bernyanyi-nyanyi, kalau tidak keluar pupnya ya angkat lagi, nanti sejam duduki lagi di toilet, cuma kita mesti sabaaar sekali dan harus ada extra waktu ya. Seingatku ya, akhirnya anakku mengerti sendiri, sebelum 3 tahun juga sudah bisa pup sendiri di toilet dia saya belikan potty malah tidak mau dipakai, semoga membantu ya [Ri]

Toilet Teaching Techniques: Get Ready, Get Set, Go!
By Heather K. Scott

Potty training is a major developmental milestone for children and parents. Learn how to introduce toileting concepts to your toddler while maintaining a positive atmosphere-and read up on popular training methods recommended by well-known experts. You’d think that toilet learning would be a simple step in childrearing; everyone finds success eventually (how many teenagers do you know still in diapers?). But for many parents, the very thought of toilet training can be daunting. A dear friend recently told me, “I love everything about being a mom-except potty training.” This is a common refrain voiced in the hundreds of resources available for anxious toilet training parents and reflected in the arsenal of potty-training paraphernalia on the market.

Philosophies and techniques vary dramatically; there are doctors who suggest not starting until the age of two, and those who sell instruction manuals designed to teach parents how to toilet train their infant. How do you find a technique that will work for your little one? And when-and how-do you get the process started? Before searching for these answers, you’ll need to gather a good deal of patience and humor (an absolute necessity when you’re making that emergency run to the carpet cleaning aisle at your local grocery store or as you and your child proudly wave “goodbye” to her accomplishment as it’s flushed away). Understand that you are embarking on a journey that may end in one short day or take as long as a year. While reading through techniques and tips outlined in this article, keep in mind that the best thing for your family may end up being a combination of several different approaches. Don’t be afraid to mix and match those that feel right for you and your child.

Get Ready. . .
It’s easy for parents to get caught up in the numbers game when it comes to toilet learning, and pressure from friends and in-laws to train a child doesn’t help. The fact of the matter seems to be that age doesn’t matter. Although the American Academy of Pediatrics (AAP) says there is no set age at which toilet training should begin, they do offer a convincing reason to wait until a child is at least two. “Children younger than 12 months have no control over bladder or bowel movements and little control for six months or so after that. Between 18 and 24 months, children often start to show signs of being ready.” Before you begin to wonder why your two-year-old is not showing signs of interest in toilet learning, know that the AAP also adds that some children may not be ready to begin using the potty (for both physical and emotional reasons) until 30 months or older.

How can you tell if your child is ready? Keep a watchful eye out for the following signs:
. Your child stays dry at least two hours at a time during the day or is dry after naps.
. Bowel movements become regular and predictable.
. Facial expressions, posture, or words reveal that your child is about to urinate or have a bowel movement.
. Your child can follow simple instructions.
. Your child can walk to and from the bathroom and help undress.
. Your child seems uncomfortable with soiled diapers and wants to be changed.
. Your child asks to use the toilet or potty chair.
. Your child asks to wear underwear.
The AAP also points out that during this stage, your child’s stooling patterns may vary (some children move their bowels several times per day, others several times per week). However, anytime your child experiences a dramatic change in her bathroom habits, you should speak with your pediatrician (do not use laxatives, stool softeners, suppositories, or enemas unless recommended by your pediatrician).

Get Set. . .
Vocabulary will play a big part in your child’s toilet learning. Before you begin, decide what words to use. You and your parenting partner will both need to be comfortable with this language; use words that are accurate but easy for your child to understand. You’ll also need to purchase a potty chair and training pants and/or underwear. You may wish to bring your child along to pick out her own potty chair and trainers. Make the day special and discuss with your child the significance of learning how to use the potty.

Before your child sits on the new potty, talk about what he/she can expect. Point out that Mommy and Daddy use the potty. Then try a couple “test runs” in the bathroom. Without taking off her clothes or diaper, show your child how to sit on the potty (most pediatricians recommend starting boys out sitting, too). Your child’s feet should be firmly planted on the floor or a step-stool. Also, demonstrate how to wipe (girls should always wipe from front to back to avoid bladder infections) and talk about flushing and where the contents of the toilet go. Be sure to enforce healthy hygiene: you and your child should always wash your hands when leaving the bathroom-even if you are just “touring” the facilities. Many children also benefit from the many toilet-learning products available. There are self-wetting dolls for boys and girls (complete with their own potties), training books, and various DVDs and videos

Go!
One morning-perhaps after your child has had her potty chair for a few weeks-your little one announces, “No more diapers, Mommy.” Now what? The techniques and philosophies regarding toilet-learning techniques vary. Here are some of the more popular approaches:

All in a Day’s Work: Dr. Phil McGraw, the licensed clinical psychologist who has become a household name in recent years, employs a six-step technique for one-day toilet training. His program leans heavily on the use of a drink-and-wet doll-something easily found at various toy stores (we found one at Toys R Us for less than $25). Parents use the anatomically correct doll to illustrate proper toilet use, as well as to introduce “big kid” underwear. After the doll uses her potty, Dr. Phil suggests throwing a “potty party,” replete with party hats, streamers, and lots of loving attention. “Let your child know that when he goes potty, he will have a potty party, too,” writes Dr. Phil on his website. After the party, have your child put on her new undies and offer her lots of fluids-the sooner your little one has to go, the sooner you begin toilet learning.

Parents should then gently encourage their child to use the potty several times in a row to establish muscle memory. After the first successful potty-chair trip, Dr. Phil suggests parents offer their child a phone call to their favorite “super hero” to share in the good news (enlist the help of a family member or friend to play the part ahead of time). This step can easily be substituted with just about anything-a special phone call to Grandma, picking out a new book or toy, or going on a special parent-child date.

A Simple Two-Step: T. Berry Brazelton, M.D., and Joshua Sparrow, M.D., famed child-development specialists, suggest beginning toilet learning with several practice sessions. Have your child sit on the potty fully clothed, with a parent nearby. Take this time to talk about the potty, how it’s used, and how it’s similar to the toilet Mommy and Daddy use. You can also use this time to read a toilet- learning book together.

After introducing the potty a few times, Drs. Brazelton and Sparrow recommend letting your child run around bare-bottomed-but remind her that she can certainly “try” the potty if she feels the need to go. (Keep an eye out for signs and help guide her to the potty if you see that tell-tale look.) The doctors add the realistic caveat, “[This] may work immediately; it may not.” [Dr]

Dear Moms, terima kasih ya buat yang sudah sempatkan kasih ide, saran dan sharing pengalaman soal toilet training. Sekarang aku mau kasih laporan sekaligus sharing keberhasilan ceritanya. Habis share disini, aku masih frustrasi, karena belum ada perubahan. Sama potty dia tidak mau. Didudukkan di toilet berjam-jam, akhirnya yang ada malah membuang tissue segulung dikamar mandi, plus membuatng-buang air keran dan sebagainya. Jadi aku nyatakan gagal. Habis itu ya sudah, aku sabar-sabar saja karena dia masih seperti itu. Terus satu sore, aku lagi sibuk mengerjakan sesuatu yang aku tidak bisa tinggal, suamiku juga lagi istirahat baru pulang kerja. Tahu-tahu dia kebobolan lagi di celana. Awalnya bilang manis-manis sambil senyum-senyum malu kucing. Aku diamkan. Antara sebel, kesal, mau marah. Aku kilik-kilik suami untuk membereskan anakku, suami ogah-ogahan. Kita berdua cuekin dia. Sampai akhirnya dia menangis-nangis minta dibereskan. Dia bilang, Ma, lihat ma…pup…jijik…!’. Aku cuek saja. Aku bilang., “Sudah tau jijik kenapa gak pup di toilet?”. Dia menangis lagi, minta bantuan papanya di diamkan juga. Ada kali 15 menit dia menangis minta dibersihkan. Habis itu baru kita bersihkan. Sambil di training, di ceramah macam-macam sama aku soal jijik, jorok dan sebagainya selama dibersihkan. Besoknya, 2 hari dia tidak `pup’. Sama sekali. Setiap kali jalan, aku bawa toilet, tapi tidak bisa. Hari ke 3, sempat kebobolan. Jatah 3 hari diborong hari itu. Mondar mandir ke toilet, 2 sukses di toilet, 1 gagal. Habis itu, alhamdulillah lancar. Belum ada kebobolan lagi. Dan sekarang istilahnya jadi “Ma, mau duduk pup!”. Nah kalau sudah seperti itu sudah aman. Awal-awalnya sehari sering sekali dengar seperti itu. Sudah didudukkan, usaha sebentar, belum berhasil, sudah minta dibersihkan. Tapi sekarang ini aku sudah berani bilang sudah lulus dengan sukses. Sebenarnya aku berani mengacuhkan anakku itu juga dengan teori, biar dia merasakan bahwa itu tidak enak dan dia jadi usaha untuk menghindari. Alhamdulillah, berhasil. Aku pikir, 2 hari dia tidak pup itu sebenarnya dia lagi latihan menahan kali ya…, tapi ya sudah, sekarang aku sudah lega [Mi]

20-06-2006 01:11:02

Comments

  1. anak saya sekarang umur 29 bulan semenjak umur 16 bln sudah pake toilet training,dan hasilny membanggakan tiap pengen pipis bilang dan mau pup juga bilang,dan sampai sekarang sudah lepas dari diapers tetapi suka kasian kalo lagi di jalan apa lagi macet nahan ,dia bilang “mama sakit perut ” wah kalo dah bilang gitu udah ga bisa nahan ,untung sedia kantong plastik sama tisu buwat pipis ,kalo pup bukan di rumah sendiri kurang nyaman dia suka ga kluar,biasanya pup anak2 biar berhasil harus ada yg bikin tertark

You might also likeclose
Dunia-Ibu.org located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 39 customers rated: 9.1 / 10