Menyimpan Asi Yang Benar

menyimpan asi

Cara Menyimpan Asi Yang Benar

Cara Menyimpan Asi Yang Benar sangat perlu untuk diperhatikan demi mempertahankan kebaikan ASI tersebut. Hal ini sangat penting terutama bagi para ibu yang terpaksa harus menyimpan ASI nya dan tidak dapat menyusui bayi mereka secara langsung karena berbagai alasan seperti harus kembali bekerja di kantor.

Bagaimana cara menyimpan ASI yang benar akan tetap steril?

Tak bisa dipungkiri memang bahwa ibu- ibu yang tinggal di kota besar disibukkan dengan banyaknya pekerjaan. Sehingga ketika mereka memiliki anak, mereka terpaksa harus meninggalkan sang buah hati sementara. Agar gizi sang buah hati tetap tercukupi, banyak di antara mereka yang menyimpan ASI di tempat tertentu. Sayangnya, masih banyak para ibu, terutama ibu muda yang belum mengerti tentang cara menyimpan ASI yang benar.

Peralatan yang Harus Dipersiapkan

Cara menyimpan ASI yang benar adalah terkait dengan peralatan yang harus dipersiapkan. Adapun beberapa peralatan tersebut adalah:

  1. Botol yang berkualitas.
  2. Dot yang bagus.
  3. Sendok bagus.
  4. Alat pemerah.

Semua peralatan tersebut bisa didapatkan di toko bayi. Akan lebih baik lagi bila sebelumnya ibu berkonsultasi dulu pada dokter. Bisa saja bayi terkena iritasi dengan tempat ASI yang dinilai baik namun tidak disukai bayi. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan beberapa peralatan yang dipergunakan.

Persiapan Pemerahan ASI

Ada beberapa ibu yang begitu sulit memerah ASI. Namun ada juga yang sangat gampang. Terkait dengan cara menyimpan ASI yang benar, maka ibu bayi juga harus memperhatikan kualitas ASI yang diperah. Dan hal tersebut bisa dilakukan dengan persiapan yang baik, misalnya:

  • Memerah ASI di tempat yang steril.
  • Ibu mengkonsumsi makanan sehat.
  • Menggunakan sarung plastik steril setelah sebelumnya cuci tangan.

Yang jelas, semua harus benar- benar steril

Di Kulkas atau Tidak

Banyak ibu yang masih bingung dengan cara menyimpan ASI yang benar apakah di kulkas atau di luar kulkas. Sebenarnya hal itu sangat relatif. Bila jam kerja ibu hanya dua hingga empat jam, maka suhu kamar masih bisa digunakan sebagai cara menyimpan ASI yang benar. Namun, bila jam kerja ibu sangat panjang, maka kulkas adalah tempat yang aman. Tentu kulkas juga harus dalam keadaan bersih.

Hal- Hal yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal yang mungkin harus diperhatikan adalah:

  1. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan kondisi jam kerja ibu bayi.
  2. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan kesensitifan kulit bayi terhadap bahan- bahan tertentu.
  3. Saat memerah tangan harus steril.

Saat ini zaman sudah canggih. Ibu tak lagi galau ketika harus pergi beberapa waktu dan tak bisa memberikan ASI karena saat ini ada alat yang bisa dipergunakan untuk menyimpan ASI.

Makanan Penambah ASI

Ibu, adakah sayuran/makanan lain untuk menambah ASI, kebetulan ditempatku daun katuk agak susah didapat.

Tanya:

Ibu-ibu, tolong sharingnya tentang sayuran/makanan yang berkhasiat untuk menambah ASI, selain daun katuk. Soalnya daun katuk ini agak susah juga didapat, biasanya kalau satu tukang sayur yang lewat di depan rumah tidak bawa daun katuk, berarti tukang sayur yang lainnya juga tidak bawa. Aku masih ingat, dulu Mbak DM pernah posting ada sayur namanya sayur bangun-bangun yang bisa menambah ASI (ada di pasar Sumber Arta ya Mbak, aku baru mau cari nih, katanya kalau orang Batak biasanya tahu dengan sayur ini). Cuma aku tidak tahu cara memasaknya. Kalau ada yang tahu, tolong aku diinformasikan. Ok ibu-ibu, aku tunggu informasinya ya dan terima kasih banyak (LS)

Jawab:

Selain daun katuk, daun pepaya dan oyong juga penambah ASI mbak, Malah menurut pengalamanku lebih berkhasiat daun pepaya daripada daun katuk. Pada dasarnya memang sayur-sayuran, kecuali daun kacang panjang – konon katanya daun ini untuk menghentikan ASI, bagus buat penambah ASI. Dari milis yang lain bahkan dikatakan bahwa daging kambing juga penambah produksi ASI. Oh ya, percaya tidak percaya durian juga menambah produksi ASI lho. Tadinya aku tidak menyangka, tapi setelah beberapa kali makan durian ASIku terasa kencang sekali dan sekarang anakku sudah mau 10 bulan, alhamdulillah ASI masih lancar. Ok, selamat mencoba ya. Jangan lupa minum susu lactamil ibu menyusui juga.(YN)

Aku juga lagi menyusui, Insya Allah ASI ekslusif (tinggal 1 bulan lagi, mudah-mudahan tercapai). Kalau yang aku rasakan sayuran hijaunya tidak harus daun katuk saja, bisa bayam, kangkung, dan lain-lain, ‘yang penting hijau’. Biasanya kalau aku tidak makan sayuran ‘hijau’ beberapa hari saja ASI-ku mulai surut, begitu aku makan sayuran hijau wah langsung deh ASInya tumpah ruah lagi. Aku pernah juga dikasih tahu teman (orang Padang), katanya di daerahnya punya kebiasaan makan ‘bunga pisang’ (orang sunda bilang ‘jantung cau’) buat ibu menyusui. Wah benar juga tuh ASI-ku banyak dan kental. Si jantung cau ini bisa dimasak opor, dipepes (kalau ini ibuku pandai memasaknya) atau digulai, buat aku cukup dilalab (coel sambal) juga enak. (AN)

Kalau aku makan daun pepaya muda, memang pahit sekali, tapi tidak apa demi anak. Soalnya anakku ini sampai sekarang susah minum susu formula maunya ASI terus jadi akunya keteteran kalau tidak dibantu sama makanan yang bisa menambah ASI(ST)

Berdasarkan pengalaman waktu menyusui, selain daun katuk, saya sering mengkonsumsi sayur-sayuran hijau lainnya, misal : sayur bayam, daun singkong, buncis, daunnya kacang tanah [agak liat, jadi memasaknya agak lama sedikit], kangkung, daun dan bunga pepaya, oyong. Pokoknya hampir setiap hari ganti-ganti sayurnya, sekali makan 1 mangkok besar, 3 atau 4 kali sehari, ditambah juice kacang hijau/bubur kacang hijau setiap pagi, juice buah dan/atau buah-buahan setiap siang dan malam – 1 jam setelah makan. Susu malam dan tengah malam [kalau terbangun untuk menyusui sang bayi, setelah itu saya juga minum susu lagi, supaya ASI berproduksi terus] dan yang terakhir air putih sehari sebanyak 4 – 5 liter. Memang kenyang sekali, makanya saya justru mengurangi mengkonsumsi nasi supaya tidak terlalu kekenyangan, tapi dalam hati selalu diniati yang penting ASI-nya deras dan anak tumbuh sehat dan cerdas. Selain dari makanan dan minuman, pikiran sang ibu juga berpengaruh ke produksi ASI-nya. Jadi mbak LL juga sebaiknya selalu berpikiran positif dan setiap menyusui usahakan dalam kondisi bahagia. Semoga sukses ya mbak program menyusui-nya. (BB)

Dulu anakku pertama aku masih di Makassar. Aku juga minum Sun Chlorella (dari CNI), lumayan banget terasa sekali manfaatnya. Apalagi waktu itu seharian aku bekerja di kantor, jadi ASI aku perah kemudian dimasukkan ke dalam kulkas. Terasa sehabis minum Sun Chlorella, hasil perahan ASI menjadi meningkat. Alhamdulillah sampai 3 tahun kurang 3 bulan anakku masih ASI tanpa formula sama sekali. (SS)

Hampir semua sayuran berwarna hijau gelap, selain daun katuk, daun bayem, daun pepaya, daun singkong, sawi hijau, kale, dan lain-lain. Terus juga kacang-kacangan dan jagung. Kalau jaman dulu, ibu-ibu menyusui pasti ngletukin marning, tahu tidak? Enak itu, nyamikan kletuk-kletuk asyik buat nonton TV. (susah-susah mengunyah marning, kalau diganti pop corn saja, bisa tidak ya? Kan sama-sama jagung?) Kalau aku dulu suka sekali jagung rebusan, sehari paling tidak 4 jagung (untung waktu itu musim jagung, kalau tidak kan boros sekali! Di sini jagung segar mahal sekali). Terus jangan lupa, yang paling penting itu banyak minum! Jangan lupa, juga teruskan Prenavit, biar badan ibu tidak habis buat produksi ASI, hati-hati dengan osteoporosis. Oh ya, minum susu jangan ketinggalan ya (QN)

Kalau aku, makanan yang paling berpengaruh memperbanyak ASI adalah sayur hijau (apa saja) & buah. (MM)

Kalau aku dulu yang terasa membantu sekali adalah ngemil kacang kulit, yang merk Garuda atau Dua Kelinci. Mungkin karena aku ngemilnya memang kencang ya setiap menganggur pasti makan kacang dan minum susu juga, sehari 4-5 gelas (RT)

Kalau aku sewaktu masih menyusui anakku dan merasa ASI-ku berkurang, aku langsung rajin memijat payudara 2 kali sehari, biasanya sebelum mandi dan alhamdulillah berhasil. Kalau di buku seri Ayahbunda cuma ada memijat payudara saat hamil (persiapan payudara) sedangkan di majalah Parent Guide cuma ada massage payudara saat menyusui saja(RR)

Daun katuk aku sering liat di Hero Kemang, Hero Buncit, Hero Sarinah dan D’best Fatmawati mbak. ASI-ku dulu juga langsung banjir waktu makan daun singkong, kacang hijau (aku suka beli yang Sari Kacang Ijo keluaran ABC dan Ultra). Atau daun pepaya rebus (rebus dengan daun jambu klutuk supaya pahitnya agak berkurang) jadi lalapan, makan pakai sambal (asal jangan kepedasan, supaya tidak terlalu pedas, tambahkan gula saja) plus ikan asin(GT)

27-10-2005 10:34:36