Memilih Obat Alergi Yang Tepat

obat alergi

Dalam memilih obat alergi yang tepat, kita harus mengetahui dulu jenis alergi yang diderita.

obat alergiAlergi sendiri secara umum adalah cara tubuh mempertahankan diri dengan mengeluarkan reaksi tertentu pada tubuh. Untuk mendapatkan obat alergi yang sesuai, Anda bisa melihat gejala alerginya dan menyesuaikannya dengan catatan kesehatan keluarga. Beberapa zat tertentu dapat menjadi alergen, misalnya debu rumah, serbuk bunga, bulu binatang, dan makanan laut, telur, susu, dan lain-lain. Gejala alergi dapat mempengaruhi sistim saluran napas, saluran cerna, kulit, mata, sampai susunan saraf. Penderita alergi biasanya mengalami asma, diare atau muntah, gatal-gatal, biduran, eksim, sakit kepala, dan lain-lain. Oleh karena itu obat alergi yang diberikan harus seusai dengan gejala yang ditimbulkan oleh alergi tersebut.

Misalnya, seseorang mengalami reaksi alergi yang timbul pada kulit, seperti Biduran, mungkin hanya memerlukan obat alergi berupa krim atau salep khusus yang dioleskan pada bagian yang mengalami gatal – namun pada orang  lainnya barangkali memerlukan tambahan obat alergi oral. Selain itu, pemberian obat alergi juga harus melihat tingkat keparahan reaksi alergi yang diderita. Biduran ringan akan mengakibatkan ruam dan gatal-gatal pada sekujur tubuh, namun Biduran yang berat bisa sampai membuat kulit mengelupas, melepuh, bahkan menyebabkan timbulnya gelembung cairan sekujur badan. Pada tingkat ini, dokter akan memberikan obat alergi kulit yang diminum (oral), atau jika parah sekali, dokter akan memberikan suntikan antihistamin. Dan dari luar, dokter akan memberi obat alergi berupa bedak antigatal, krim atau lotion antihistamin – tergantung tingkat keparahannya.

Biasanya, jika reaksi alergi menimbulkan infeksi, beberapa dokter cenderung memberi obat alergi dari jenis antibiotik. Padahal, antibiotik ini sama sekali bukan penanganan yang tepat sebab selain hanya mengurangi gejala alergi, antibiotik juga membunuh antibodi yang sedang bertarung untuk melawan infeksi tersebut. Itu mengapa jika obatnya habis, penyakitnya timbul kembali. Pemberian antibiotik sebagai obat alergi adalah kurang tepat dan sebenarnya merugikan pasien karena akan melemahkan daya tahan tubuhnya. Perlu juga dicatat, Anda harus memberi tahu dokter Anda apabila Anda alergi pada antibiotika, khususnya dari golongan sulfa – ini adalah obat alergi yang kadang diberikan oleh dokter, namun pada sebagian orang yang menderita alergi kulit yang hebat. Jika Anda tetap menerima obat alergi terhadap antibiotika golongan sulfa padahal tubuh Anda tidak dapat mentoleransinya, kemungkinan besar Anda akan merasakan gejala seperti bibir terasa tebal dan gatal, lalu tumbuh eksim yang mirip tompel di sekitar bibir dan biasanya membekas seumur hidup.

Jadi, sebenarnya obat alergi yang benar-benar dapat menghilangkan alergi sampai tuntas itu belum ada. Penggunaan obat-obatan seperti anti histamin hanya dapat mengurangi gejala alergi saja. Pencegahan alergi terbaik adalah dengan menghindari kemungkinan Anda terpapar alergen. Jadi, jika Anda alergi udara dingin misalnya, kenakanlah baju yang cukup hangat dan tebal, serta usahakan untuk sering berkumur dengan air hangat untuk mengurangi gatal pada tenggorokan, dan sebagainya. Jika reaksi alergi menjadi sangat menganggu, segeralah mengunjungi dokter Anda untuk mendapatkan obat alergi yang tepat.

Tips Mengatasi Alergi Dingin

alergi dingin

Alergi dingin terjadi saat udara dingin menyerang sistem daya tahan tubuh yang menstimulasi produksi lendir dalam saluran pernapasan.

alergi dinginSecara umum, jika tubuh Anda terpapar udara dingin terlalu lama, Anda akan menjadi lebih mudah terserang flu. Udara dingin memang berpotensi menyerang jaringan di bagian hidung dan menimbulkan pembengkakan, hidung tersumbat, pilek dan flu. Namun, bagi penderita alergi dingin, berada pada tempat dengan temperatur udara yang rendah tanpa perlindungan baju hangat, munculnya flu seringnya bersamaan dengan gejala alergi dingin.

Gejala awal alergi dingin adalah saat udara dingin menyerang jaringan di bagian hidung, tubuh menstimulasi produksi lendir berlebihan di saluran pernapasan dam membuat saluran di jaringan hidung melebar dan kemudian membengkak sehingga menyebabkan hidung tersumbat. Udara dingin yang ekstrim dapat juga memicu reaksi asma. Oleh karena itu penderita asma sebaiknya mengenakan baju yang cukup hangat sebelum terpapar udara dingin.

Selain pilek atau flu, alergi dingin dapat timbul dalam bentuk lain yang lebih serius yaitu urtikari, atau di Indonesia lebih dikenal dengan Biduran. Jenis alergi dingin ini cukup sering terjadi karena iklim tropis di Indonesia membuat kita terbiasa dengan cuaca panas, sehingga pada beberapa orang yang memiliki jaringan kulit yang sangat sensitif pada histamin akan mengalami Biduran sebagai reaksi dari alergi dingin. Biduran timbul akibat mekanisme pertahanan tubuh bereaksi terhadap udara dingin dengan mengeluarkan histamin secara berlebihan. Histamin sendiri adalah suatu senyawa kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh, namun pada beberapa orang dapat menyebabkan timbulnya gejala alergi seperti gatal, rasa panas atau terbakar bahkan sampai sesak napas. Bercak kemerahan berbatas tegas dengan bagian tengah yang lebih pucat serta bengkak setempat dapat terlihat jelas pada kulit yang bereaksi pada alergi dingin. Tidak hanya pada kulit yang terpapar udara dingin langsung, namun juga dapat menyebar ke seluruh badan. Histamin juga dapat mengakibatkan pipa saluran napas menyempit sehingga menimbulkan sesak napas atau malah melebar sehingga memecahkan pembuluh darah dan mengakibatkan mimisan.

Namun perlu diingat bahwa Biduran tidak selalu diakibatkan oleh alergi dingin. Biduran dapat juga disebabkan oleh suhu udara yang tinggi, bulu binatang, wewangian, serbuk sari tanaman, debu, spora jamur, juga obat-obatan sejenis penisilin, sulfonamid, salisilat, diuretik, dan lain-lain. Biduran juga dapat diakibatkan oleh alergi makanan yang mengandung protein seperti ikan, telur, udang, kacang–kacangan, atau zat aditif seperti pewarna dan pengawet makanan serta penyedap rasa.

Bila Anda menderita alergi dingin, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, khususnya di musim hujan. Misalnya, untuk mengurangi rasa gatal pada kulit akibat alergi dingin, Anda bisa mengoleskan bedak dingin atau lotion yang mengandung anti histamin atau Calamine. Anda juga dapat mengkonsumsi obat dari golongan anti histamin. Selain itu, pada keadaan akut, obat dari golongan steroid dapat juga digunakan bila perlu. Hindari timbulnya gejala akibat alergi dingin dengan menghindari kontak dengan udara atau air dingin dengan mengenakan pakaian yang cukup tebal untuk menangkal cuaca dingin, dan sebaiknya Anda hanya mandi dengan air hangat.

Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak

anak batuk

Batuk alergi adalah reaksi yang ditimbulkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mentoleransi zat tertentu, misalnya alergi debu atau cuaca dingin.

anak batukBatuk sendiri sebenarnya adalah refleks sistem saluran napas untuk membersihkannya dari partikel asing, lendir, iritasi, dan mikroba. Jadi batuk sebenarnya adalah suatu reaksi tubuh yang normal dan merupakan peringatan awal dari tubuh jika ada gangguan pada saluran pernapasan. Reaksi batuk alergi muncul karena alergen memicu produksi lendir berlebihan dalam saluran pernapasan.

Masalah batuk alergi pada anak cukup sering membuat para orang tua menjadi was-was, apalagi ada kemungkinan batuk alergi dapat menjurus pada penyakit asma. Karena batuk jenis ini cukup ’bandel’, beberapa orang tua menjadi tidak sabar untuk segera mengatasi batuk alergi tersebut dan kadang memberikan pengobatan yang berlebihan pada anak. Sebenarnya jika kita mengetahui lebih banyak mengenai batuk alergi, kita bisa lebih bijaksana dalam mengatasinya. Sebenarnya sifat alergi yang menimbulkan batuk tersebut memang tidak dapat dihilangkan dari tubuh anak, namun kita bisa mengontrolnya supaya tidak berkembang menjadi penyakit asma.

Batuk alergi biasanya tidak disertai demam, cenderung tidak berdahak, dan biasanya terjadi lebih sering pada pagi atau malam hari atau setelah mengkonsumsi makanan berminyak atau minuman dingin. Batuk alergi sebenarnya hanya membutuhkan obat anti alergi, anti histamin, atau obat batuk saja. Dokter tidak akan merekomendasikan Antibiotik untuk mengatasi batuk alergi sebab ia tidak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Sebenarnya tidak sulit untuk mengontrol batuk alergi pada anak. Dengan penanganan yang tepat, batuk alergi tidak akan berulang. Dengan demikian risiko timbulnya asma akan berkurang. Anak yang menderita batuk alergi dapat diobati secara bertahap tergantung dari tingkat keparahan gejalanya. Saat Anda pertama kali datang untuk memeriksakan batuk alergi anak Anda ke dokter, ia akan memberinya obat sesuai dengan kondisinya saat itu. Selang beberapa waktu kemudian, dokter akan mengontrol kembali apakah pengobatan pertama tadi bekerja dengan efektif. Bila tidak, pengobatan akan ditingkatkan sesuai kebutuhan dan pengawasan dilakukan lagi seminggu kemudian. Jika batuk alergi sudah berkurang, pengobatan akan dikurangi secara bertahap. Bila sudah sembuh, pengobatan dapat dihentikan. Pengobatan tersebut dapat berhasil dalam beberapa minggu, namun mungkin juga beberapa bulan, tergantung kondisi anak.

Bila Anda lebih menyukai pengobatan alami daripada pengobatan medis kedokteran untuk mengatasi batuk alergi, Anda dapat menggunakan tanaman habbatussauda, meniran, mengkudu, jahe merah dan teh rosella yang dicampur madu. Selain pengobatan, batuk alergi dapat dikurangi dengan cara menghindari sumber alergi dan paparan alergen, seperti udara dingin dari AC atau kipas angin, minuman dingin, serta makanan yang mengandung pewarna, penyedap rasa dan pengawet. Ajak anak Anda untuk lebih sering terkena sinar matahari langsung di pagi hari karena sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dan membantu kesembuhannya. Masukkan lebih banyak sayur dan buah yang kaya antioksidan seperti tomat, wortel, brokoli, berry, dll dalam menu harian anak Anda agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga dengan baik.

Mencegah Alergi Pada Bayi Karena Makanan

alergi bayi

Alergi pada bayi yang diakibatkan oleh makanan dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan sampai reaksi yang berkemungkinan mengancam nyawa, tergantung pada kekebalan tubuhnya.

alergi bayiReaksi alergi pada bayi biasanya timbul dalam jangka waktu satu jam setelah bayi menelan makanan yang menjadi pemicu alerginya. Reaksi alergi pada bayi dapat mempengaruhi kulit, saluran pencernaan, saluran pernafasan dan sistem kardiovaskular bayi. Gejala pertama alergi pada bayi yang dapat terlihat jelas adalah timbulnya eksim pada kulit bayi. Gejala lainnya adalah gatal-gatal, sesak nafas, dan gangguan saluran pencernaan seperti kolik, muntah, atau diare. Oleh karena itu, orang tua harus mempelajari gejala reaksi alergi yang muncul pada bayinya dan juga tahu apa yang harus dilakukan jika hal tersebut terjadi.

Setiap tahunnya, angka statistik bayi yang didiagnosis alergi pada makanan terus meningkat. Meskipun demikian, para ahli belum dapat menemukan sebab pasti dari alergi pada bayi yang diakibatkan oleh makanan tersebut, namun mereka menemukan bahwa beberapa anak tertentu beresiko tinggi memiliki alergi, khususnya apabila ada  sejarah alergi dalam keluarganya. Mengingat belum ada obat untuk alergi pada bayi yang diakibatkan oleh makanan, maka menghindari makanan tertentu yang menjadi alergennya adalah satu-satunya cara pencegahan.

Jika dokter Anda menduga adanya alergi pada bayi Anda yang disebabkan oleh makanan, maka dokter akan meminta dilakukannya tes alergi melalui uji tusuk kulit. Setetes kecil alergen ditusukkan di punggung tangan bayi kemudian diamati reaksinya. Selain tes uji tusuk, tes darah juga dapat digunakan untuk memeriksa jenis alergi pada bayi Anda. Tes kulit dan mungkin tes darah ditambah sejarah lengkap kesehatan keluarga biasanya sudah cukup untuk dapat mendiagnosis makanan yang memicu alergi pada bayi Anda.

Diagnosis alergi pada bayi Anda sedini mungkin dapat mengurangi dan menghindari penyebab alerginya secara ketat, selain itu juga membantu meningkatkan prosentase kesembuhannya. Jika timbul alergi pada bayi yang masih hanya diberi ASI, maka ibu harus mengatur pola makanannya supaya protein dalam makanan tertentu tidak masuk ke dalam ASI. Setelah bayi mulai makan makanan padat, jumlah dan jenis makanannya tetap harus diatur.

Disamping itu, untuk menghindari alergi pada bayi, adalah penting untuk selalu membaca label, tidak hanya pada produk makanan tetapi juga pada jenis produk rumah tangga lainnya sebab ada kemungkinan kandungan alergen sekecil apapun berpotensi menimbulkan reaksi alergi pada bayi dan anak-anak.

Selain makanan, perhatikan juga pemicu reaksi alergi lain seperti obat-obatan, hewan piaraan, serangga tertentu, kutu, dll. Beri juga perhatian lebih khusus apabila berada di tempat umum dimana bayi atau anak Anda berinteraksi dengan teman-temannya. Ada kemungkinan bayi yang alergi susu Anda menjilat botol susu temannya, misalnya. Oleh karena itu, pastikan bahwa nenek, kakek, pengasuh, guru dan siapapun yang terlibat dalam pengasuhan anak memahami makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada bayi Anda dan bagaimana menjaganya tetap aman. Lakukan diagnosis yang tepat, pendekatan yang benar dan selalu pantau tumbuh-kembang anak Anda. Setiap 6 atau 12 bulan, periksalah anak Anda, apakah ia dapat mentoleransi makanan tertentu atau tidak. Sebab alergi pada bayi yang disebabkan oleh makanan tidak hanya menimbulkan ruam, namun juga berpotensi mengancam kehidupannya.

Alergi Susu

alergi susu

Ada yang pengalaman anak alergi susu tidak ya?

alergi susuTanya:

Ibus, Ada yang punya pengalaman anak alergi susu tidak ya ? Menurut DSA, bayiku alergi susu sapi jadi dianjurkan untuk pakai susu NAN-HA. Ada yang punya pengalaman pakai susu ini ? Bagaimana dengan perkembangan berat badannya, apa sama dengan kalau minum susu sapi ? Rasanya enakkan mana ya dengan Isomil atau Nutrilon Soya ? [Eq]

Jawab:

Anakku juga alergi susu. Minum NAN HA sejak umur 6 bulanan. Rasanya itu, tidak enak sekali. Tawar. jauh berbeda dengan susu sapi biasa seperti Nutrilon Royal, dll. Perkembangan badannya ya, normal2 saja. Sesuai dengan tabel yang ada di buku perkembangan anak. Awalnya, minum susu ini, anakku tidak suka. Lama2 biasa. Kalau membandingkan merk, aku tidak pernah. karena dari dulu ya pakai NAN HA terus. Setelah satu tahun, aku coba minum susu sapi, Alhamdulillah, alerginya tidak banyak muncul. Akhirnya ya keterusan pakai susu sapi biasa. [Rn]

Setidak enaknya susu Nan HA, masih lebih enak dibanding susu kedele, karena Nan HA masih berasal dari susu sapi. Anakku yang kecil juga minum Nan HA, sampai saat ini perkembangannya baik-baik saja, kan untuk perkembangan anak bukan hanya karena susu yang penting makanan lain juga dijaga seimbang. Jangan lupa kalau anak minum susu kedele sebaiknya mengkonsumsi suplemen yang mengandung kalsium (ini pesan dokter anakku) [Dm]

Mbak, sebulan yang lalu, anakku diare, ada 2 mingguan diarenya tidak berhenti, susu formulanya sudah diencerkan, terus juga aku lebih memperhatikan makanan yang aku makan (tidak FC lagi), tetap saja dia masih diare, akhirnya ganti susu pakai yang free lactosa, dari yang tadinya cair sekali jadi lumayan, tapi belum padat-lembek, seminggu lebih pakai FL tidak berubah-rubah juga selain pupnya masih 3-4x, terus aku pakai soya, baru deh pup-nya lebih padat-lembek, dan pupnya jadi 2/sekali sehari, waktu coba soya, aku coba nutrilon karena kebetulan ada teman yang kelebihan susu dan aku dikasih, baunya itu aduhai sekali, tidak enak! anakku (5bln) jadi bau kentang kalau habis minum susu ini, sekarang aku pakai isomil, alhamdulillah, kalau dilihat bb-nya lumayan banyak naiknya sejak dia diare..6.1 ke 6.8kg dibanding dengan abangnya, diusia yang sama anakku kurang 400gr, tapi masih masuk standard kan? [Rh]

Beda S26 & Nan HA, kalau S26 pure susu sapi, sedangkan NanHA susu sapi yang sudah dihilangkan unsur penyebab alergi, memang rasanya beda sekali, baunya saja sudah beda sekali. Kebetulan anaku memang rakus sekali, pertamanya dia juga bingung waktu aku ganti ke NanHA, tapi berhubung dia rakus jadi dilahap saja. Dulu cara ganti dari S26 ke NanHA, pertama2 aku kasih 3/4 S26 trus 1/4 NanHA. Kalau anakku sudah tidak mencret, baru aku jadikan setengah2 S26 & NanHA dan seterusnya sampai akhirnya S26 berhenti gantinya jadi NanHA. [Kt]

27-01-2006 13:34:47