Puting Lecet Dan Perih

puting perih

Mau tanya bu, anaku kan baru mulai lancar menyusu dari payudara kananku. Selama ini asi dari payudara kananku, aku keluarkan dengan cara dipompa,  Sekarang putingnya jadi lecet, rada luka.

Ibus, terima kasih banyak atas masukannya. Sekarang payudaraku sudah tidak lecet lagi, awalnya aku peras sedikit asiku, terus aku oleskan ke puting yang luka, aku angin2 sebentar, terus aku pakaikan lanolin keluaran Avent, aku tetap menyusui anakku, tapi selang seling dengan dipompa, alhamdulilah sekarang sudah baikan walaupun agak lama ya 2 mingguan baru mulai membaik. Sekarang aku sudah bisa senyum lagi, kemaren kemaren mau nangis terus, sakit, perih. Berikut ini rangkumannya. semoga tidak ada yang terlewat.

Tanya:

Mau tanya bu, anaku kan baru mulai lancar menyusu dari payudara kananku. Selama ini asi dari payudara kananku, aku keluarkan dengan cara dipompa, terus aku kasihkan pakai botol. Sekarang putingnya jadi lecet, rada luka walaupun tidak berdarah, cuma perih saja. Kalau lagi menyusui juga perih. Sudah aku kasih lanolin tapi belum sembuh juga karena masih terus aku susuin. Baiknya gimana ya? Berhenti dulu menyusuinya sampai sembuh betul atau gimana? Aku dengar air liur anak itu juga membantu menyembuhkan kalau puting kita lecet? Lalu bagaimana kalau kita pakai salep2 apa asinya tidak akan terkontaminasi? Tolong saran2nya ya bu. [SK]

Jawab:

Aku dulu pernah juga lecet, sama dokter di kasih salep kamillosan, jadi kalau kita mau menyusui, dibersihkan dengan air hangat, supaya salepnya hilang, baru di susuin lagi ke anaknya, hanya memang sakit, ya sudah apa boleh buat, ditahan saja, tetap disusuin saja ke anaknya, akhirnya 2-3 hari sembuh juga. [Ri]

Dulu aku juga begitu waktu awal menyusui. Lecetnya awalnya saja, luka sampai hitam dan kering, terus nanti mengelupas, terus luka lagi, sampai mengelupas lagi, kira2 2 mingguan, setelah itu sudah tidak sakit lagi. Tapi kayanya harus tetap menyusui, supaya putingnya terbiasa. Kalau aku dulu dikasih salep Kamilosan ointment sama dokternya, ini aman kalau dihisap sama bayi, jadi kalau habis mandi dipakaikan saja langsung ke putingnya. Selain itu, sebelum menyusui, coba peras sedikit ASInya, terus diolesin ke putingnya, itu lumayan membantu juga. [Ru]

Diolesi perasan asi sedikit, terus diangin angin dulu sebelum pakai BH lagi, tetap saja menyusui. [Mo]

Air liur juga membantu menyembuhkan dan sebelum diberikan, si puting kita baluri dulu dengan air ASInya. Ini dilakukan setiap kita menyusui. Danjangan lupa, kita sambil terus beritahu (terus bicara ke anak) menyusu dengan cara yang benar (sambil diterangkan). Kalau tidak, puting mama lecet lagi (diterangkan juga kalau kita nya terasa sakit dan bla..bla..).  Anak sudah mengerti. Dan tidak perlu dipompa lagi, walaupun lecet terus saja diberikan. Karena disedot langsung sangat bagus untuk penyembuhan,  juga menambah produksi asi. Kalau bisa menyusui langsung, jangan diberi dot sayang asinya. Kalau misalkan mau lebih banyak lagi asinya, harus  rajin memijat dan mengosongkan asi, sehabis menyusui. Kalau takut terkontaminasi, sebenarnya tidak pakai salep juga tidak apa2, air asi sendiri sudah menyembuhkan, dan cepat juga kalau aku dulu asi lecet (cuman sekali merasakannya), itu pagi lecet, perih, sore-an sudah tidak terasa  lagi, dan tidak pakai salep. Kalau kompres, lebih bagus lagi, itu bagian urutan dari pijat dan penyembuhan lecet juga. Pijat manfaatnya besar sekali, saya  sambil kerja saja, bisa menyusui sampai tahunan, karena dipijat, padahal disedotnya saja sudah jarang.[Al]

Memang benar, kalau puting lecet jangan langsung berhenti tapi tetap  sajamenyusui seperti biasa karna memang cepet bener sembuhnya dikarenakan  airliur si bayi, itu sudah aku praktekkan ke ke 2 anakku. Jangan cepet menyerah kalau berasa puting perih. [Vi]

Aku waktu menyusui anakku awalnya juga sempat perih dan sakit. Sampai kalau dia lagi menyusu, kaki ku sampai ku tekan untuk nahan sakit, sampai suka nangis. Aku oleskan baby oil saja, lalu kalau dia mau menyusu lagi dilap dulu. Alhamdulillah lama2 sembuh juga. [Se]

Sekedar menambahkan saja, dulu aku waktu menyusui anakku juga lecet, selain dikasih kamilosan salep bisa juga dikasih olesan minyak goreng yang dipanaskan sampai hangat2 kuku, rasanya ini membantu sekali buatku. [Ni]

Dulu aku sampai berdarah2 pinggirannya, habis memang digigit (pas anaku 9 bulan dan mungkin giginya gatal). Aku pake obat biru (namanya gentian violet), cepat sembuh dan aman buat bayi dan selama pakai itu bayi  tetap bisa menyusu. [An]

26-02-2005 05:58:41

Menyimpan Asi Yang Benar

menyimpan asi

Cara Menyimpan Asi Yang Benar

Cara Menyimpan Asi Yang Benar sangat perlu untuk diperhatikan demi mempertahankan kebaikan ASI tersebut. Hal ini sangat penting terutama bagi para ibu yang terpaksa harus menyimpan ASI nya dan tidak dapat menyusui bayi mereka secara langsung karena berbagai alasan seperti harus kembali bekerja di kantor.

Bagaimana cara menyimpan ASI yang benar akan tetap steril?

Tak bisa dipungkiri memang bahwa ibu- ibu yang tinggal di kota besar disibukkan dengan banyaknya pekerjaan. Sehingga ketika mereka memiliki anak, mereka terpaksa harus meninggalkan sang buah hati sementara. Agar gizi sang buah hati tetap tercukupi, banyak di antara mereka yang menyimpan ASI di tempat tertentu. Sayangnya, masih banyak para ibu, terutama ibu muda yang belum mengerti tentang cara menyimpan ASI yang benar.

Peralatan yang Harus Dipersiapkan

Cara menyimpan ASI yang benar adalah terkait dengan peralatan yang harus dipersiapkan. Adapun beberapa peralatan tersebut adalah:

  1. Botol yang berkualitas.
  2. Dot yang bagus.
  3. Sendok bagus.
  4. Alat pemerah.

Semua peralatan tersebut bisa didapatkan di toko bayi. Akan lebih baik lagi bila sebelumnya ibu berkonsultasi dulu pada dokter. Bisa saja bayi terkena iritasi dengan tempat ASI yang dinilai baik namun tidak disukai bayi. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan beberapa peralatan yang dipergunakan.

Persiapan Pemerahan ASI

Ada beberapa ibu yang begitu sulit memerah ASI. Namun ada juga yang sangat gampang. Terkait dengan cara menyimpan ASI yang benar, maka ibu bayi juga harus memperhatikan kualitas ASI yang diperah. Dan hal tersebut bisa dilakukan dengan persiapan yang baik, misalnya:

  • Memerah ASI di tempat yang steril.
  • Ibu mengkonsumsi makanan sehat.
  • Menggunakan sarung plastik steril setelah sebelumnya cuci tangan.

Yang jelas, semua harus benar- benar steril

Di Kulkas atau Tidak

Banyak ibu yang masih bingung dengan cara menyimpan ASI yang benar apakah di kulkas atau di luar kulkas. Sebenarnya hal itu sangat relatif. Bila jam kerja ibu hanya dua hingga empat jam, maka suhu kamar masih bisa digunakan sebagai cara menyimpan ASI yang benar. Namun, bila jam kerja ibu sangat panjang, maka kulkas adalah tempat yang aman. Tentu kulkas juga harus dalam keadaan bersih.

Hal- Hal yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal yang mungkin harus diperhatikan adalah:

  1. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan kondisi jam kerja ibu bayi.
  2. Cara menyimpan ASI yang benar harus memperhatikan kesensitifan kulit bayi terhadap bahan- bahan tertentu.
  3. Saat memerah tangan harus steril.

Saat ini zaman sudah canggih. Ibu tak lagi galau ketika harus pergi beberapa waktu dan tak bisa memberikan ASI karena saat ini ada alat yang bisa dipergunakan untuk menyimpan ASI.

Makanan Penambah ASI

Ibu, adakah sayuran/makanan lain untuk menambah ASI, kebetulan ditempatku daun katuk agak susah didapat.

Tanya:

Ibu-ibu, tolong sharingnya tentang sayuran/makanan yang berkhasiat untuk menambah ASI, selain daun katuk. Soalnya daun katuk ini agak susah juga didapat, biasanya kalau satu tukang sayur yang lewat di depan rumah tidak bawa daun katuk, berarti tukang sayur yang lainnya juga tidak bawa. Aku masih ingat, dulu Mbak DM pernah posting ada sayur namanya sayur bangun-bangun yang bisa menambah ASI (ada di pasar Sumber Arta ya Mbak, aku baru mau cari nih, katanya kalau orang Batak biasanya tahu dengan sayur ini). Cuma aku tidak tahu cara memasaknya. Kalau ada yang tahu, tolong aku diinformasikan. Ok ibu-ibu, aku tunggu informasinya ya dan terima kasih banyak (LS)

Jawab:

Selain daun katuk, daun pepaya dan oyong juga penambah ASI mbak, Malah menurut pengalamanku lebih berkhasiat daun pepaya daripada daun katuk. Pada dasarnya memang sayur-sayuran, kecuali daun kacang panjang – konon katanya daun ini untuk menghentikan ASI, bagus buat penambah ASI. Dari milis yang lain bahkan dikatakan bahwa daging kambing juga penambah produksi ASI. Oh ya, percaya tidak percaya durian juga menambah produksi ASI lho. Tadinya aku tidak menyangka, tapi setelah beberapa kali makan durian ASIku terasa kencang sekali dan sekarang anakku sudah mau 10 bulan, alhamdulillah ASI masih lancar. Ok, selamat mencoba ya. Jangan lupa minum susu lactamil ibu menyusui juga.(YN)

Aku juga lagi menyusui, Insya Allah ASI ekslusif (tinggal 1 bulan lagi, mudah-mudahan tercapai). Kalau yang aku rasakan sayuran hijaunya tidak harus daun katuk saja, bisa bayam, kangkung, dan lain-lain, ‘yang penting hijau’. Biasanya kalau aku tidak makan sayuran ‘hijau’ beberapa hari saja ASI-ku mulai surut, begitu aku makan sayuran hijau wah langsung deh ASInya tumpah ruah lagi. Aku pernah juga dikasih tahu teman (orang Padang), katanya di daerahnya punya kebiasaan makan ‘bunga pisang’ (orang sunda bilang ‘jantung cau’) buat ibu menyusui. Wah benar juga tuh ASI-ku banyak dan kental. Si jantung cau ini bisa dimasak opor, dipepes (kalau ini ibuku pandai memasaknya) atau digulai, buat aku cukup dilalab (coel sambal) juga enak. (AN)

Kalau aku makan daun pepaya muda, memang pahit sekali, tapi tidak apa demi anak. Soalnya anakku ini sampai sekarang susah minum susu formula maunya ASI terus jadi akunya keteteran kalau tidak dibantu sama makanan yang bisa menambah ASI(ST)

Berdasarkan pengalaman waktu menyusui, selain daun katuk, saya sering mengkonsumsi sayur-sayuran hijau lainnya, misal : sayur bayam, daun singkong, buncis, daunnya kacang tanah [agak liat, jadi memasaknya agak lama sedikit], kangkung, daun dan bunga pepaya, oyong. Pokoknya hampir setiap hari ganti-ganti sayurnya, sekali makan 1 mangkok besar, 3 atau 4 kali sehari, ditambah juice kacang hijau/bubur kacang hijau setiap pagi, juice buah dan/atau buah-buahan setiap siang dan malam – 1 jam setelah makan. Susu malam dan tengah malam [kalau terbangun untuk menyusui sang bayi, setelah itu saya juga minum susu lagi, supaya ASI berproduksi terus] dan yang terakhir air putih sehari sebanyak 4 – 5 liter. Memang kenyang sekali, makanya saya justru mengurangi mengkonsumsi nasi supaya tidak terlalu kekenyangan, tapi dalam hati selalu diniati yang penting ASI-nya deras dan anak tumbuh sehat dan cerdas. Selain dari makanan dan minuman, pikiran sang ibu juga berpengaruh ke produksi ASI-nya. Jadi mbak LL juga sebaiknya selalu berpikiran positif dan setiap menyusui usahakan dalam kondisi bahagia. Semoga sukses ya mbak program menyusui-nya. (BB)

Dulu anakku pertama aku masih di Makassar. Aku juga minum Sun Chlorella (dari CNI), lumayan banget terasa sekali manfaatnya. Apalagi waktu itu seharian aku bekerja di kantor, jadi ASI aku perah kemudian dimasukkan ke dalam kulkas. Terasa sehabis minum Sun Chlorella, hasil perahan ASI menjadi meningkat. Alhamdulillah sampai 3 tahun kurang 3 bulan anakku masih ASI tanpa formula sama sekali. (SS)

Hampir semua sayuran berwarna hijau gelap, selain daun katuk, daun bayem, daun pepaya, daun singkong, sawi hijau, kale, dan lain-lain. Terus juga kacang-kacangan dan jagung. Kalau jaman dulu, ibu-ibu menyusui pasti ngletukin marning, tahu tidak? Enak itu, nyamikan kletuk-kletuk asyik buat nonton TV. (susah-susah mengunyah marning, kalau diganti pop corn saja, bisa tidak ya? Kan sama-sama jagung?) Kalau aku dulu suka sekali jagung rebusan, sehari paling tidak 4 jagung (untung waktu itu musim jagung, kalau tidak kan boros sekali! Di sini jagung segar mahal sekali). Terus jangan lupa, yang paling penting itu banyak minum! Jangan lupa, juga teruskan Prenavit, biar badan ibu tidak habis buat produksi ASI, hati-hati dengan osteoporosis. Oh ya, minum susu jangan ketinggalan ya (QN)

Kalau aku, makanan yang paling berpengaruh memperbanyak ASI adalah sayur hijau (apa saja) & buah. (MM)

Kalau aku dulu yang terasa membantu sekali adalah ngemil kacang kulit, yang merk Garuda atau Dua Kelinci. Mungkin karena aku ngemilnya memang kencang ya setiap menganggur pasti makan kacang dan minum susu juga, sehari 4-5 gelas (RT)

Kalau aku sewaktu masih menyusui anakku dan merasa ASI-ku berkurang, aku langsung rajin memijat payudara 2 kali sehari, biasanya sebelum mandi dan alhamdulillah berhasil. Kalau di buku seri Ayahbunda cuma ada memijat payudara saat hamil (persiapan payudara) sedangkan di majalah Parent Guide cuma ada massage payudara saat menyusui saja(RR)

Daun katuk aku sering liat di Hero Kemang, Hero Buncit, Hero Sarinah dan D’best Fatmawati mbak. ASI-ku dulu juga langsung banjir waktu makan daun singkong, kacang hijau (aku suka beli yang Sari Kacang Ijo keluaran ABC dan Ultra). Atau daun pepaya rebus (rebus dengan daun jambu klutuk supaya pahitnya agak berkurang) jadi lalapan, makan pakai sambal (asal jangan kepedasan, supaya tidak terlalu pedas, tambahkan gula saja) plus ikan asin(GT)

27-10-2005 10:34:36

ASI Ekslusif 6 Bulan

Seputar ASI Ekslusif, mulai dari pompa, kiat-kiat pemberian ASI hingga peralihan ke makanan padat.

Tanya:

Kalau mau pompa asi di kantor, kan mestinya lebih dari 1x, lalu, kalau mau mensterilkan pompanya pakai apa ? [Ev]

Jawab:

Aku tidak pakai pompa, pompaku karetnya hilang, lalu karena informasi dari ibus DI pula aku jadi pakai tangan, dan enak sekali, modalnya hanya sabun, air dan handuk kecil buat cuci tangan. Jadi sterillah tanganku. [Vl]

Aku tidak pakai pompa, cukup pakai tangan. Sebelum mulai, tangannya dicuci dulu pakai sabun. [Fn]

Kebetulan aku pakai tangan mompanya, jadi tidak repot sama urusan steril2 pompanya, dulu anak pertama sempat pakai pompa sebentar tapi hasilnya tidak sebanyak pakai tangan. [Lk]

Pengalamanku waktu anak pertama aku juga pakai pompa malah sekitar aerolaku luka, akhirnya pakai tangan lebih efektif. [Im]

Aku dulu tidak bisa pakai pompa, dapatnya sedikit dan sakit pula, jadinya pompa pigeon-ku nganggur baru dipakai 2-3 kali. Pakai tangan ternyata lebih nyaman, praktis dan kata dokter lebih bagus karena tekniknya bisa merangsang produksi ASI. [Rt]

Pakai tangan (cuci tangan dulu + pakai baby oil) saja tidak usah pakai pompa. Yang penting mengerti trik massagenya. Di klinik laktasi diajarkan tiga gerakan massage, pertama2 sakitnya aujubillah – tapi lama2 tidak apa-apa. Disarankan untuk massage at least 1X/hari. Baca saja edisi khusus ayahbunda tentang kiat menyusui. Tapi itu pun aku tidak terlalu mengerti sekali keterangannya – untung di klinik laktasi carolus diajarkan (021-390 4441/315 4187 ext. 2271). [Jd]

Tanya:

Sehari bawa pulang ASI berapa cc ya ? [Ev]

Jawab:

Aku kalau pakai tangan bisa pompa dua kali sehari, pompa pertama jam 11an bisa dapat 120-140 cc. Rata2 140an ya.. Lalu jam 16.00 pompa lagi dan dapat sekitar 100-an. Jadi sehari pulang minimal bawa 200 cc dan maksimal 250 cc (tapi jarang segitu) seringnya sih 220 cc. [Vl]

Sehari bisa bawa 400-500 cc, itu dua kali pengambilan. Bisa dikasih 4 kali ke anakku. Jam 9:30 – 12:00 – 14:30 ato 17:00 kalau aku belum pulang. Tapi jam kantorku kan cuma sampai 15:45. Kalaupun jalanan agak macet aku bisa sampai rumah jam 16:15, soalnya masih numpang di tempat orang tua waktu itu. [Fn]

Rata2 dapat 3 botol @100-120ml untuk sekali peras, bisa 4 botol kalau mau 2x peras. Cuma kalau aku lebih senang sekali peras, trus nanti begitu sampai rumah langsung meres lagi dapat 3 botol. Pas dirumah biasanya baby-ku tinggal sekali menyusu langsung ke aku sebelum dia tidur. Tengah malam biasanya baby-ku bangun 1-2 kali untuk menyusu, nanti aku sekalian meres dapat 2 botol. paginya sebelum pergi ke kantor aku meres lagi dapat 1 botol lagi. [Lk]

Setelah masuk kerja aku masih bisa ambil 3x pompa jadi bisa 360 dulu. [Im]

Bulan-bulan pertama (selama berekslusif-ria) bisa 3x peras @150ml kurang lebih. [Rt]

Tanya:

Anak umur 3-6 bulan itu minum ASInya berapa cc ya ? (Tanpa solid food ya) [Ev]

Jawab:

Anakku 3-6 bulan, minum susunya hanya 120 cc tiap 2-3 jam, sedikit, itu saja beratnya pas 6 bulan udah 9,5 kg. Tiap hari aku menyiapkan 9 botol @80-120ml buat persediaan. Rata2 sampai sore dia habis 8 botol, dan tidak selalu pas minum dia menghabiskan semua asinya, kadang2 masih sisa juga.[Lk]

Tapi yang jelas 3x150ml dulu cukup sekali, karena jarak rumahku dekat dengan kantor, jadi berangkat kantor jam 8pagi anakku sudah kenyang, dan sesampai di rumah jam 6 sore langsung menyusui lagi. [Rt]

Sejak anakku 5 bulan, minimum per in take dia harus konsumsi 125 mil – patokannya per tiga jam ya walaupun disarankan untuk kasih sesuka bayi (tidak perlu dijadwal). Berhubung aku cuma berhasil mengumpulkan 375 – 500 ml per hari (250 di kantor sisanya di rumah). [Jd]

Tanya:

Adakah kiat khusus bagaimana mensukseskan 6 bulan ASI eksklusif tsb ? [Ev]

Jawab:

Makan yang banyak kali ya, jadi ASInya bisa lebih banyak. Lalu rumah dekat kantor itu OK, karena mengurangin waktu pulang pergi kantor. O, ya ASIku yang hari Jumat aku biasanya taruh di freezer buat hari Senin. [Vl]

Yang penting niat, aku saja pertamanya tidak PD, soalnya begitu aku coba pakai pompa, kok hasilnya sedikit. Akhirnya coba pakai tangan. Jadi takjub sama hasilnya. [Fn]

Kiatnya pertama memang niat kita bisa kasih asi eksklusif 6 bln, ditunjang banyak makan sayur dan buah, cuma buatku kalau pas merasa asinya sedikit, sayur daun katuk-lah andalanku. biasanya kalau hari minggu yang paling berat, karena seringnya menyusu langsung jadi kadang tidak bisa meres untuk persedian hari seninnya, apalagi kalau pas kebetulan mau pergi. Makanya sekarang kubela2kan kalau hari minggu sebisa mungkin stay di rumah biar bisa meres buat persediaan hari seninnya. oh iya kalau pas tidak sempat bikin sayur katuk, molloco
kadang2 membantu juga. Aku tidak pernah menyimpan asi di freezer. Selalu di kulkasnya saja. Dan juga tidak lebih dr 24 jam, biarpun masih sisa selalu kubuang. Cara manasinnya begitu asi dikeluarin, disiram air biasa dulu, baru direndam pakai air panas, nanti kalau masih terasa dingin air panasnya diganti lagi sama yang baru, sampai asinya terasa hangat suam2 susu. [Im]

Pengalaman anak pertama dulu untuk nunjang banyak yang diperas dikantor aku bawa cemilan timun rebus, labu yang muda/kecil2 juga direbus, lalu ada teman yang menyarankan untuk makan rebusan kacang panjang ini selain memperbanyak juga untuk mengentalkan ASI. Kalau kiat-ku sama saja seperti ibu2 lainnya, makan sayur dan buah yang banyak, ditambah minum susu 3x sehari. [Rt]

a. Makan yang benar sejak hamil. Ikan teri, kacang rebus, daun katuk dan daun bangun2 (cuma dikenal orang Batak) itu baik sekali untuk memperkaya kualitas dan kuantitas susu bayi + rajin massage + teratur peras (semakin rajin menyusui + memerah, produksio ASI semakin banyak)
b. Upayakan dapat dukungan dari keluarga (suami, ibu+mertua – ini sangat perlu, dapat dukungan suami saja di keluarga tertentu, seperti aku :-( juga harus kuat2 iman menghadapi kritik dari mereka2 yang punya kesadaran pentingnya ASI eksklusif 6 bln)
c. Di awal2 memberikan ASI, apalagi masih belum tahu bagaimana caranya dengan gaya menyusui dsb + kurangnya dukungan RS/Suster/Dr (ada kan yang tidak terlalu menganggap penting ASI eksklusif dengan alasan kasihan bayi, ibu susunya tidak cukup).

Ini jadwal yang disaranin sama suster2 klinik laktasi dengan asumsi jam 7 pagi masih di rumah dan 7 malam sudah sampai di rumah
06.00 – 07.00: Beri ASI langsung (dengan kedua payudara)
09.00 – 09.30: Perah ASI
12.00 – 12.30: Perah ASI
15.00 – 15.30: Perah ASI
Note: di kantor perah dua payudara
19.00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
21.00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
02:00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
04:00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
Note: setelah bayi bertambah besar (di atas 3 bulan), yang jam 2/4 pagi bisa dilewatkan – agar ibu+bayi tidak capek2 sekali. Biasanya kalau bayi dan ibu tidur sama-sama, mbak + bayi bisa setengah tidur kasih+minum ASI. Tapi konon setelah beberapa bulan kemudia bayi sudah harus belajar untuk tidak minum susu di malam hari – apalagi kalau gigi sudah tumbuh.

Aku selalu masukkan ASI perah ke freezer setiap hari, terutama ASI weekend untuk hari Senin. Kata klinik laktasi tidak perlu, selama 1 X 24 jam bisa di kulkas (kata dr. Sears apa ayahbunda aku lupa jangan ditaruh di pintu kulkas ya. Agak ke dalam supaya kalau pintu buka tutup, botol ASI perah tidak naik turun suhunya. Tapi, berhubung aku tidak rajin mencatat waktu perah dan aku kuatir orang rumah bingung mengaturnya, ya sudahlah semua masuk freezer. Menghangatkannya melalui beberapa tahap: direndam di air keran, setelah tidak beku lagi, rendam di air hangat [Jd]

Produksi ASI ku melimpah ruah salah satunya berkat Sayur Bangun-bangun (yang dibilang Jude) buatan mamiku tercinta. Sekali 2 hari pasti dibikinkan, selain daun katuk dan jagung rebus. [Dm]

Pas anak pertama, aku ASI-nya melimpah ruah, tanpa diberi apa2 juga wah sampai banjir-banjir, jadi aku bisa sediakan banyak sekali ASI selama aku kerja karena jam merasku tidak hanya dikator, juga di rumah. Pagi sebelum Anak-ku bangun, aku meras, dapat 240 cc (banyak sekali ya), ini disimpan buat sore, kalau siang pakai yang meres di kantor). Begitu bangun anakku kan langsung menyusu, ASIku masih melimpah ruah, malah makin dipompa makin melimpah. Lalu di kantor aku pertamanya 2 kali pompa di pagi jam 10 dan siang, jam 2, aku pakai pompa pigeon, dan itu aku cuma pencet pompa sekali, langsung ASI mancer ke dalam botol, kadang bisa sampai 2 botol *240 cc, ini buat jam 08.00 dan jam 10.00. Nanti sampai rumah, aku pompa lagi, dan ini buat jam 12.00. Setelah Pompa anakku langsung menyusu, entar malamnya 2-3 kali bangun buat menyusu. [It]

Tanya:

Apa nanti proses peralihan ke makanan padat susah atau biasa aja ? [Ev]

Jawab:

Tidak juga rasanya. [Vl]

Tidak susah juga, soalnya 1-2 minggu sebelum 6 bulan, sudah diberikan jus buah, dan sebagainya.[Fn]

Dulu anakku biasa saja prosesnya. [Rt]

Tidak. Biasa saja. Memang memberikan makanan padat pertama kali ke bayi penuh tantangan, bukan? [Jd]

27-10-2005 11:53:22

Bayi ASI Dan Fesesnya

Sudah 9 hari tidak pup, padahal dia masih ASI kenapa ya, bu?

Tanya:

Ibu, keponakanku cowok (3bulan) sudah 9 hari ini tidak pup. Iparku masih full ASI sampai sekarang, dia sudah makan pepaya, banyak minum dan makan sayur-sayuran, waktu hari ke 7, sabtu kemarin karena cemas sudah dibawa ke dsa. Dan ketika diperiksa perut kirinya, menurut beliau tidak ada fesesnya. Keadaan si bayi sehat, maksudnya tidak gelisah, tidak ada panas atau rewel kalau sakit perut. Iparku rencananya mau menunggu 2-3 hari ini, kalau tidak juga dia mau cari second opinion ke dsa lainnya. Sebenarnya wajar tidak ya lewat dari seminggu bayi belum pup dan memang bisa ya sudah semingguan begitu tidak ada fesesnya ? Terima kasih ya, bu [Rhm]

Jawab:

Mbak, Aku juga pernah punya pengalaman kejadian seperti ini waktu anak-anaku masih bayi. Biasanya karena pupnya agak keras, jadi susah keluar Waktu itu mertuaku kasih saran ‘dipancing’ saja caranya : (harus agak tega-an sedikit) buat dari sabun mandi dibentuk agak panjang dan ujungnya agak runcing (kira-kira sebesar pensil) terus bayi ditidurkan telentang, angkat kakinya keatas masukkan pelan-pelan batangan sabun tadi ke dalam lubang anus, sambil agak dipuntir-puntir, dan secara bersamaan tekan-tekan perutnya kebawah insya allah, kalo sudah kepancing, itu feses akan keluar sendiri dan memang bentuknya lengket sekali. Mungkin karena itu tidak bisa keluar sendiri [dn]

Pilihan lainnya pakai kunyit yang ujungnya dibakar sebentar, terus dimasukkan ke dubur [An]

Atau pakai obat yang lewat dubur, namanya microlax, ada kok di apotek [Dil]

Aku cuma mau lebih meyakinkan saja, benar kata mbak dn, dulu anakku juga pernah punya pengalaman yang sama dan dengan solusi yang sama, pakai sabun dibuat runcing. Seram juga ya, tapi alhamdulillah sukses dan tidak ada efek apa-apa. Mudah-mudahan cepat pup ya mbak, kasihan meskipun dia tidak rewel, tapi lama kelamaan tidak enak perutnya [vr]

Betul. Saya juga pakai microlax. Pemakaiannya mudah, dan efeknya langsung. Selang beberapa detik, langsung bereaksi. [Arn]

Betul bu, selama masih full ASI, bab seminggu – 2mgg sekali masih wajar. Karena ASI cepat diserap tubuh dan sangat mungkin kalau babnya juga hampir tidak ada ampasnya. Mau berbagi pengalaman sedikit, ada temenku di kantor, kebetulan anaknya seumur anakku Daffa (hampir 6 bulan) masih full ASI juga, babnya bisa seminggu – 10 hari sekali tapi badannya gemuk dan padat. Daffa saja yang lahir lebih besar berat badannya kalah, perkembangannya juga tidak masalah dan dia tidak pakai apa apa, babnya akan keluar sendiri, tidak pakai microlac, ataupun sabun yang diruncingkan kecuali babnya keras, susah keluar. kalau Daffa (6 bulan) alhamdullilah, masih full ASI juga kadang juga sampai 3-4 hari tidak bab, sekali bab cuma air kuning (golden feces) atau kehijauan tergantung dari yang dimakan ibunya, aku perhatikan kalau aku makan pedas, Daffa akan bab tiap hari, malah bisa 2-3 kali tapi sekarang sudah teratur 1x sehari. Jadi, saranku jangan pakai obat apa-apa tiap baby punya kebiasaan yang berbeda/unik tapi nanti juga normal sendiri [Ley]

Yang seperti ini wajar sekali terjadi sama bayi yang minum ASI. Dokternya anak-anakku pernah bilang, kadang mereka tidak pup sampai 2 minggu, dan itu tidak apa-apa. Apalagi kalau si bayinya juga tidak merasa terganggu, ya tidak apa-apa, semakin besar, nanti semakin normal kecuali dia kesulitan, bisa di belikan glycerin suppositories yang buat infant (ini juga atas anjuran dokter, karena anak-anakku pernah mengalaminya juga), dipotong setengah saja sudah manjur, terus dimasukkan ke dubur bayi, tunggu sampai sekitar 15 menit keliatan hasilnya). Semoga bermanfaat [RM]

Aduh aduh bu, tidak usah dipakaikan apa-apa, kasihan masih 3 bulan dan full ASI benar-benar ya mbak? kalau menurut Sehat dan banyak pengalaman ibu-ibu ASI eksklusif termasuk aku sendiri alhamdulillah waktu anak keduaku, itu hal yang wajar sekali. Soalnya, itulah kelebihannya ASI sama susu formula, kalau susu formula hampir selalu pasti ada “sisanya”, sementara kalau ASI, karena memang sudah diciptakan dengan 1001 keajaibannya ASI itu insyaAllah terserap habis oleh tubuh bayi kita. Jadi wajar kalau tidak sisanya, jadi banyak sekali pengalaman ibu-ibu yang ASI eksklusif lalu bayinya tidak pup berhari-hari. Anak keduaku juga pernah samapi seminggu lebih, tapi siap-siap saja mbak begitu pup, wah banyak dan baunya.. Coba search di google pakai keyword kayak exclusive breastfeed stool, nanti ketemu banyak artikel yang menerangkan soal ini, jadi kalau menurut aku insyaAllah tidak apa-apa [Nad]

Mbak, Menurut aku DSAnya sudah benar. Kalau ASI eksklusif normal kalau bayinya pup 7-10 hari begitu. Itu berarti ASInya terserap sempurna, sehingga tidak ada ampasnya yang perlu dibuang. Anakku dua-duanya waktu masih ASI eksklusif juga begitu. Waktu anak pertama sempat 2 kali kena microlax, karena aku masih belum mengerti, tapi anak kedua tidak pernah aku kasih apa-apa, lama-lama normal sendiri. Dulu kalau bayiku sudah semingguan belum pup, aku tiap sarapan makannya pepaya satu piring makan muncung. Lumayan membantu, tapi pupnya juga rada orange begitu. Jadi, kalau bayinya memang tidak ada keluhan atau gelisah, dan pupnya juga normal saja, tidak keras, jangan dikasih microlax [Rn]

19-11-2005 23:57:44