Pengaruh Obat Jerawat Terhadap Kehamilan

jerawat dan hamil

Sebenarnya seberapa jauh pengaruh obat jerawat terhadap kehamilan? Kemudian kalau ingin hamil apakah juga tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi obat jerawat ?

Tanya:

Sebenarnya seberapa jauh pengaruh obat jerawat terhadap kehamilan? Kemudian kalau ingin hamil apakah juga tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi obat jerawat ? Mohon sharingnya soalnya saya termasuk yang sering mengkonsumsi obat jerawat.

Jawab:

Aku juga sebenarnya kurang tahu pengaruh obat jerawat terhadap kehamilan cuma waktu aku mau mulai treatment supaya bisa hamil dokterku menganjurkan untuk menghindari mengkonsumsi obat-obatan yang diminum seperti obat untuk jerawat, obat diet dll. [Ln]

Obat jerawat bisa jadi mengandung retinol (satu jenis vitamin A yang dosisnya tinggi), yang bisa mengakibatkan cacat pada janin makanya tidak boleh digunakan pada waktu hamil. Yang berbahaya adalah obat minum katanya, tapi obat oles (krim) lebih baik dihindari juga. Kalau terjadi sesuatu dengan anak kita walaupun muka semulus apapun jadi tidak ada artinya bukan? Coba saja Ibu lihat di krim-krim wajah, termasuk yang mengurangi kerut biasanya ada retinolnya. Aku waktu hamil juga menghindari kosmetik yang aneh-aneh, cuma pelembab ringan dan bedak saja. [Rn]

Kebetulan aku juga pernah bermasalah sama jerawat selama bertahun-tahun, aku cerita tentang pengalamanku dan maaf kalau ceritanya agak panjang.

Aku jerawatan mulai dari SMA sampai hamil, sekitar 12 tahun. Yang namanya dokter kulit dari mulai Jakarta Selatan sampai Jakarta Barat sampai ke Semarang pun sudah aku coba. Kesimpulannya masalah jerawatku adalah masalah hormon, karena itu pengobatannya juga tujuannya untuk hormon, sehingga otomatis kalo obat minum pasti akan mempengaruhi kondisi kita sebagai perempuan.

Dulu setelah menikah aku dan suami periksa ke dokter, dan ternyata hormonku tidak seimbang sehingga aku harus treatment supaya bisa punya anak. Yang membuat tidak seimbang adalah hormon penghasil air susuku terlalu banyak sehingga aku tidak subur, dan jadwal menstruasiku kacau. Treatmentnya ternyata simple, aku diharuskan minum pil KB supaya hormonku seimbang. Aku sempat setahun kosong dan setelah 3 bulan aku mengkonsumsi pil KB akhirnya aku bisa hamil.

Hubungannya dengan jerawat kemungkinan besar karena hormonku bermasalah dan aku banyak minum obat jerawat (termasuk antibiotik), itu juga yang membuatku tidak subur. Kemudian untuk obat-obat luar, rata-rata obat jerawat (dan beberapa kosmetika) itu mengandung Retin-A dan Accutane, yang kalau kita pakai selama kehamilan bisa menyebabkan cacat pada janin. Makanya pada waktu hamil aku stop semua obat-obatan karena resikonya terlalu besar. [Ml]

03-03-2005 03:48:17

Kuret

kuret

Bagaimana ya proses kuret itu? Samakah sakitnya dengan melahirkan?

Tanya:

Proses kuret itu bagaimana ya, Seperti melahirkan sakitnya atau bagaimana prosesnya bagaimana? Penyembuhannya bagaimana? [Em]

Jawab:

Kuretase yang harus saya alami 1 tahun yang lalu akibat BO (blighted ovum) sedikit mengagetkan. Saya kaget karena ternyata kehamilan yang saya nantikan (untuk memberi adik ke anak pertama) ternyata tidak berjalan mulus. Maklum waktu hamil anak pertama saya tidak ada keluhan sama sekali.Rasanya ? Saat dikuret tidak sakit, sama sekali tidak sakit karena saya dibius total. Prosesnya ? Kata teman yang dokter, dokter menggunakan alat seperti sendok untuk mengorek isi rahim kita untuk membersihkan jaringan yang ada supaya rahim kita bersih. Penyembuhannya ? Alhamdulillah saya berjalan dengan cepat. Setelah kuret hanya pendarahan tidak lebih dari 1 pekan (seperti mens) dan tidak ada yang sakit [RS]

Tidak apa-apa lagi mbak, tanya-tanya begitu, Dulu waktu kehamilan yang ke dua, saya keguguran terus dikuret. Dibenak saya waktu dikuret itu adalah seperti kita membersihkan botol pakai sikat botol, soalnya dulu ada sohibnya teman yang dikuret seperti itu diklinik raden saleh -karena pacaran kelewat batas- sakitnya itu ampun-ampunan. Temanku saja sampai merinding dengar jeritannya. Tapi sekarang sudah beda sekali, Jadi rahim kita dimasukkan selang untuk menyedot sisa-sisa jerohan yang akan dikuret itu. Karena saya takut sekali kalau sakit, saya sudah wanti-wanti sama dokternya, pokoknya harus dibius tepat waktunya, saya masuk ruang kebidanan, terus disuntik sama dokter anestesinya, sambil dibilang kalau ini cuma bius tidur saja, jadi nanti saya akan dibangunkan kalau sudah selesai. O iya suami boleh lihat proses kuretnya, Disarankan malah, Biar menyaksikan kalau semua sudah benar-benar diambil. Habis anestesi saya sudah tidak ingat apa-apa lagi, tahu-tahu saya dibangunkan sama dokter anestesinya, terus saya tanya suami yang lihat prosesnya, prosesnya cepat cuma 10 meniat saja. Habis itu saya dibawa ke kamar untuk istirahat. [Mnk]

Saya pernah kuret, tapi bukan karena melahirkan tapi karena pendarahan didalam rahim akibat polip yang terlalu banyak. Tapi dokter saya waktu itu menerangkan kalau prosesnya sama dengan kuret karena kehamilan. Waktu itu saya dibius total, jadi proses persisnya saya tidak tahu, tapi kalau tidak salah dimasukkan alat pengeroknya, terus rahim dikerok sampai bersih. Sejam sesudahnya saya sudah boleh pulang. Tapi memang penyembuhannya sekitar semingguan, sakitnya ya lumayan sakit, perut itu seperti luka rasanya. Jalan juga mesti pelan-pelan tidak boleh angkat-angkat berat [Alvrn]

Kuret itu tujuannya untuk membersihkan. Kalau tidak salah dinding rahim semacam dikerok begitu. Memang kalau ibu keguguran biasanya dikuret untuk membersihkan rahim. Tapi tidak hanya ibu yang keguguran yang perlu dikuret, bisa juga untuk alas an lain. Saya dulu pernah dikuret karena mens yang tidak karuan. Kuret tujuannya supaya rahim bersih sehingga siklus mens bisa normal kembali. Sekalian juga untuk mengambil sample jaringan rahim untuk mengetahui apa ada kelainan atau tidak. Waktu itu tidak sakit karena dibius total. Waktu sadar juga tidak sakit mungkin karena dikasih obat penahan sakit kali ya. Tapi saya tidak merasa kenapa-napa, walaupun dokter melarang beraktifitas normal dulu sampai seminggu. Seharusnya sehabis dikuret bisa langsung pulang, tapi saya waktu itu sampai harus rawat inap. Masalahnya bukan karena kuretnya, tapi karena tidak kuat dengan obat biusnya dan muntah-muntah tidak karuan. Apapun yang masuk meski air putih saja pasti keluar. Sampai lemas dan terpaksa di infus. Sebal juga kalau diingat, padahal dulu waktu Caesar tidak sampai seperti itu. [Snt]

Mbak, saya pernah dikuret karena menurut dokter, embrio saya tidak berkembang menjadi janin dan akhirnya akan gugur juga. Menurut beliau kalau dibiarkan proses keguguran yang alami biasanya pendarahan yang terjadi jauh lebih banyak dibanding bila dikuret oleh dokter. Proses kuretasinya sendiri sama sekali tidak sakit, yang sakit hanya waktu lengan ditusuk jarum infus buat dimasukkan morfin, jarumnya besar ! Lebih besar dari jarum infus normal, jadi setelah diberi infus saya diajak kemeja operasi, o iya bajua diganti yang bolong dibelakang, semua pakaian luar dalam harus dilepas, disuruh baring, kaki dibuka terus langsung deh tidak sadar lagi, yang terakhir kuingat hanya dokter dan suster2nya sibuk mempersiapkan alat, lampu dinyalakan, habis itu tidak ingat apa-apa lagi, setelah siuman sama sekali tidak ada rasa sakit dan saya sudah boleh langsung pulang dengan catatan harus ada yang mengantar tidak boleh menyetir sendiri. Menurut dokter, embrionya diambil dengan cara disedot dan rahim sedikit digaruk untuk membersihkan jaringan-jaringan yang lengket di dinding rahim, tapi dia memastikan bahwa tidak ada perlukaan dan saya akan dapat hamil lagi dengan mudah. Embrionya kemudian diperiksa dilab untuk mencari tahu sebabnya sampai embrio tidak mengalami proses yang normal. Menurut dokter susunan kromosom embrio saya tidak lengkap, makanya tidak bisa jadi bayi dan ini sering terjadi pada ibu hamil, biasanya setelah keguguran yang seperti ini akan mengalami kehamilan normal. Tapi setelah setelah kejadian itu saya trauma juga walaupun dokter bilang tidak aneh hal itu terjadi, merupakan kasus yang sering terjadi..bla..bla..bla..menurut saya dari proses pengguguran kandungan yang paling sulit itu proses penyembuhan psikisnya saya sendiri sempat down, kerjanya hanya menangis terus, surfing terus, cari tahu apa sebabnya apalagi saya sangat mengharapkan kehamilan tersebut saya juga harus menghibur suami saya, seminggu kemudian gantian dia yang giliran menghibur saya karena setelah lewat seminggu dari saat kuret itu baru saya merasa sedih sekali. Waktu siuman setelah morfinnya habis, langsung menangis tapi hanya begitu saja tidak sampai merasa sedih sekali selama beberapa hari, mulanya saya pikir menangis setelah siuman itu telah mengobati saya ternyata ada bagian keduanya, belum lagi tambahan dari teman-teman Indonesia (walaupun tidak semua begitu) yang cenderung menyalahkan saya, katanya mungkin terlalu capek (komentar yang paling sering didengar), tidak menjaga diri dengan baik, terlalu sering menggendong anak saya, dan lain-lain.

Dukungan justru saya peroleh dari tetangga dan ipar saya yang selalu memberi kata-kata positif. Saya kemudian berusaha untuk hamil lagi, kali ini lebih untuk meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada yang tidak beres pada diri saya, juga untuk meyakinkan diri sendiri bahwa saya mampu melahirkan bayi sehat (kemudian saya baca di buku ternyata ini merupakan salah satu terapi untuk kasus keguguran).karena dari sejumlah artikel dan pengalaman ibu-ibu lain di internet, ada yang setelah punya satu anak tidak mampu lagi punya anak berikutnya karena keguguran terus atau tidak kunjung hamil.Syukurlah akhirnya hamil lagi setelah 3 bulan kemudian.Saya mungkin beruntung tidak mengalami kasus pengguguran kandungan yang menyakitkan sebab ada kakak teman saya yang bilang kuret yang dialaminya jauh lebih sakit daripada waktu dia melahirkan dan hal itu membuat dia trauma dengan kata kuret. Jadi mungkin tergantung cara dokter menangani, kalau beruntung dapat proses yang tidak menyakitkan tapi kalau sial bisa sakit sekali [Irm]

31-08-2005 16:03:56

Hamil Dan Obat Mual

hamil dan obat mual

Adakah obat mual lain selain primperan? Aku sudah hamil 5 bulan tapi masih mual-mual.

Tanya:

Mau tanya obat mual untuk ibu hamil selain primperan. aku masih mual walaupun sudah hamil 5 bulan, aku belum tanya ke Dsog-ku. Mohon sharingnya ya bu [Wwd]

Jawab:

Sebaiknya tidak usah konsumsi obat mual apapun, mungkin bisa dikurangi dengan makan crackers, permen (yang tidak mengandung gula). Kalau aku dulu minum air dingin, selain itu coba menikmati masa-masa hamil ini. [Yn]

Aku sudah 3 kali hamil, dengan Dsog berbeda, tapi selalu mendapat obat yang sama, yaitu: anvomer (untuk mengurangi mual), sangobion (untuk menambah darah), dan calcium sandoz effervescent (untuk menambah kalsium). Obat-obat tersebut harus selalu diminum mulai sejak awal kehamilan sampai dengan melahirkan. [Dy]

Waktu hamil aku diberi resep obat namanya Anvomer, sudah ditebus tapi tidak pernah diminum, karena tetap saja mual (sore-malam). Untuk menghilangkan rasa mual biasanya aku ‘ngemil’, yang penting perut tidak boleh kosong, karena asam lambung bisa naik, menjadi mual dan pusing. Selain itu minum air putih hangat, aku tidak bisa minum air dingin karena bisa menambah rasa mual. [Ly]

Lebih baik jangan mengkonsumsi obat mual selama hamil karena biasanya ada efek samping ke janin yang kurang bagus. Aku belum pernah cross-check ke dokter atau cari info lebih lanjut. Benar tidaknya aku kurang tahu, tapi lebih baik berjaga-jaga. Mungkin bisa coba makan crackers, biskuit jacobs atau regal. Waktu hamil pertama, aku suka makan ‘kiam boy’ supaya mualnya hilang. [Rn]

Pada saat mengetahui bahwa aku hamil, langsung mengkonsumsi Wheat Germ E, Calcium Magnesium dan Daily dari Nutrilite. Alhamdulillah aku tidak merasakan mual atau darah rendah. [Lh]

Ketika hamil aku merasa mual tapi tidak sampai ingin muntah, namun hampir setiap hari mulut terasa pahit . Alhamdulillah, tidak ada masalah dengan makan walaupun sebelum dan sesudah makan pasti mulutku jadi pahit. Aku tidak bisa minum air putih, jadi bisanya minum teh hangat manis (Dsogku bilang tidak apa-apa). [Me]

Pengalamanku hamil anak kedua mual-mualnya sampai si kecil lahir. Mual, tidak bisa makan dan kuping terasa tuli, aku sampai kepikiran untuk periksa ke dokter setelah melahirkan. Tapi, setelah si kecil lahir semua penyakitnya hilang, berarti memang bawaan hamil. Pengalamanku kalau minum obat mual, setelah efek obatnya habis aku malah semakin mual. [Ri]

Alhamdulillah sudah hampir seminggu ini mualnya berkurang. Aku tidak jadi minum anvomer, tapi aku minum madu royal jelly (untuk pencernaan) atas saran temanku. Alhamdulillah mualnya berangsur berkurang. Aku tidak tahu apakah memang sudah saatnya si mual hilang atau memang pengaruh madu tersebut. Tapi yang pasti aku jadi merasa lebih segar terutama di pagi hari jika mau berangkat kerja. Aku tanya obat ini karena aku juga kaget di usia kandungan 5 bulan mualnya tiba-tiba muncul lagi? Malah ditambah mataku sering sepet (kayak orang mengantuk tapi tidak bisa tidur). Waktu masuk bulan ke 4 sebenarnya mualnya sudah hilang, tapi beberapa minggu kemudian malah muncul lagi dan tambah parah (terutama pagi dan sore). Kalau sepet mata itu pasti bawaan bayi dan tidak ada “obat”nya, makanya aku mau coba mengurangi rasa mualnya saja. Karena cukup mengganggu konsentrasi disaat aku harus menyetir mobil sendiri ketika berangkat & pulang kantor. Terus terang aku takut sakit lagi (seperti saat hamil 2.5 bulan), dimana aku muntah dalam keadaan perut kosong dan selama seminggu aku tidak bisa makan (bahkan selama beberapa hari tidak bisa tidur!). Hamil kali ini memang berbeda sekali ‘ngidam’nya dengan hamil pertama, jadi aku merasa menjalani “sesuatu” yang baru lagi. Tapi sudah pasti aku sangat menikmati kehamilanku ini, karena memang sudah direncanakan. Insya Allah kondisiku semakin ‘fit’ dan bayiku juga sehat tak kurang suatu apapun sampai kelahiran nanti. Mohon doanya. [wwd]

10-10-2005 15:21:17

Sakit Perut Bawah Kehamilan

sakit hamil

Keluhan Sakit Perut Bawah Selama Kehamilan

Hampir setiap ibu mempunyai beberapa keluhan selama kehamilan, termasuk Sakit Perut Bawah. Sakit perut adalah hal yang lumrah terjadi pada ibu hamil baik di awal kehamilan ataupun di bulan – bulan terakhir sebelum persalinan. Ada beberapa faktor timbulnya Sakit Perut Bawah selama kehamilan berlangusng. Kenali gejala dan penyebabnya sehingga anda akan dapat mengetahui solusi untuk mengurangi rasa sakit dan mengobatinya.

Sakit Perut Bawah yang Normal Diderita oleh Ibu Hamil

Sakit Perut Bawah yang normal dan tidak berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya adalah sakit perut yang tidak disertai flek, pendarahan atau keluarnya air ketuban. Pada masa awal kehamilan, sakit perut yang dirasakan hampir sama dengan masa menjelang haid; sedikit pegal, sakit dan berat. Meningkatnya hormon progresteron dan relaxin menjadi penyebab utama Sakit Perut Bawah ini, sehingga tulang di sekitar rahim merenggang dan menimbulkan rasa sakit.

Ketika kehamilan semakin membesar, Sakit Perut Bawah masih mungkin terjadi dan bahkan nyerinya akan semakin bertambah. Hal ini karena ligamentum dimana rahim menggantung yang semakin melar dan tertarik. Selain itu, Sakit Perut Bawah juga dapat disebabkan oleh tekanan rahim yang semakin membesar pada kandung kemih. Sakit perut ini sering dibarengi dengan keluhan anyang – anyangan, nyeri yang terasa hingga punggung, atau bahkan kontraksi. Ketika bayi semakin membesar, Sakit Perut Bawah juga mungkin terjadi akibat tendangan dan sundulan kepalanya hingga terjadi kontraksi namun tidak berbahaya.

Sakit Perut Bawah yang Tidak Normal dan Berbahaya

Salah satu contoh Sakit Perut Bawah yang tidak normal dan berbahaya adalah sakit perut yang disarakan pada salah satu sisi perut pada kasus kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim. Gejala sakitnya disertai pendarahan atau flek, terasa sakit saat berhubungan seks, atau sakit perut yang juga menjalar hingga bahu disisi yang sama. Sakit Perut Bawah ini biasanya terjadi di usia kandung 1 – 3 bulan karena embrio yang tumbuh di saluran fallopi.

Sakit Perut Bawah berbahaya lainnya adalah kram perut yang terasa seperti haid selama beberapa jam. Biasanya, sakit perut ini merupakan tanda – tanda akan keguguran; disertai dengan pendarahan dan kontraksi kuat yang teratur dan terasa sakit. Meski kemungkinan janin tidak bisa terselamatkan, segera hubungi dokter kandungan untuk menerima tindakan medis.

Sementara itu, apabila anda merasakan Sakit Perut Bawah pada bulan akhir kehamilan dan terjadi terus menerus walaupun sudah beristirahat, mungkin saja plasenta anda terlepas dari dinding rahim. Sakit perut ini juga bisa disertai pendarahan. Anda harus segera menghubungi dokter untuk menangani Sakit Perut Bawah ini.

Menghitung Kehamilan

Fungsi dan Cara Menghitung Kehamilan

“Baru sehari nikah kok sudah hamil satu bulan?”
“Baru seminggu nikah kok sudah hamil dua bulan?”

Mungkinkah?

Sebaiknya memang setiap orang yang akan menikah diberikan bekal cara menghitung kehamilan agar bisa mengira- ngira berapa bulan dia hamil nantinya.

Fungsi Menghitung Kehamilan

Mengapa calon ibu harus memiliki pengetahuan untuk menghitung kehamilan. Tentu saja hal tersebut wajib. Bila sang calon ibu tidak mengetahui cara menghitung kehamilan maka bisa saja hal yang tidak diduga terjadi misalnya melahirkan sebelum waktunya atau sudah waktunya melahirkan namun tidak dipedulikan. Biasanya hal tersebut terjadi di tempat yang sulit dijangkau oleh fasilitas dokter.

Beberapa fungsi menghitung kehamilan di antaranya adalah:

  1. Mengetahui waktu yang pas untuk kontrol – Pengetahuan tentang cara menghitung kehamilan bisa dipergunakan untuk mengetahui waktu yang pas untuk mengontrol kehamilan.
  2. Memprediksi tanggal lahir – Selain itu pengetahuan tentang cara menghitung kehamilan juga bisa dipergunakan untuk memprediksi tanggal kelahiran bayi.
  3. Memperlakukan janin atau calon bayi sesuai dengan usianya – Makanan untuk trimester pertama, kedua, dan terakhir bisa berbeda- beda tergantung kebutuhan. Itu sebabnya, penting bagi calon ibu untuk bisa mengetahui cara menghitung kehamilan.
  4. Mempersiapkan keperluan kelahiran – Ternyata setiap ibu memang harus mengetahui cara menghitung kehamilan karena gunanya cukup krusial. Keempat alasan di atas sedikit banyak sudah menjelaskan pentingnya bisa mengetahui cara menghitung kehamilan.

Beberapa Cara untuk Menghitung Kehamilan

Berikut ini adalah beberapa cara menghitung kehamilan yang bisa dilakukan oleh calon ibu, di antaranya:

  1. Rata- rata kehamilan dihitung berdasarkan tanggal terakhir datang bulan – Meskipun saat tanggal terakhir selesai datang bulan, sang ibu belum hamil dan baru hamil bulan depannya (setelah tidak dapat mens), namun masalah tanggal kehamilan dihitung sejak terakhir masa datang bulan. Sehingga bila ada pasangan suami istri yang baru saja menikah satu hari dan keesokan harinya sudah dinyatakan hamil, maka sudah pasti bahwa mereka melakukannya sebelum nikah.
  2. Dokter dengan ibu bisa berbeda – Pasien atau calon ibu dengan dokter kandungan bisa berbeda dalam menghitung kehamilan. Meskipun cara menghitung kehamilan yang mereka gunakan sama, namun sebenarnya yang tahu persis adalah sang ibu karena sang ibulah yang melakukannya. Adapun dokter memiliki cara menghitung kehamilan dengan bertanya kapan datang bulan untuk yang terakhir kalinya? Seperti yang sudah dijelaskan di atas.