Batuk pada Anak

anak batuk

Bagaimana mengatasi batuk pada anak?

Tanya:

Ibu, terima kasih atas masukannya dan artikel tentang batuk, berarti batuk itu bisa jadi penyebabnya adalah alergi, tapi sampai sekarang aku belum tahu anakku alergi apa, karena dari mulai kecil makannya tidak macam-2x, jajannya juga tidak macam-2x, cuma yang aku perhatikan dia paling sering batuk waktu tidur, berarti alergi debu tempat tidur ? tapi itu tempat tidur yang dia pakai dari masih kecil, kenapa dulu-dulu tidak alergi, sekarang jadi alergi, mungkin tidak ya ? Sekarang aku tidak ke dokter lagi, jadi anakku aku kasih minum saja yang banyak, vitamin, stimuno dari dokter dan madu. Dibawah ini adalah rangkumannya, semoga bermanfaat buat yang membutuhkan. [Dn]

Jawab:

Batuk lebih dari 2 minggu bisa jadi penyebabnya alergi. Di lihat saja, apakah anaknya alergi debu atau alergi apa dan kalau alergi, tidak ada obatnya. Paling kita hanya bisa menghindari pencetus alerginya. Untuk diketahui saja, batuk pilek itu tidak ada obatnya. Kalau memang batuk bereak, banyak di kasih minum saja. Bisa air putih, juice atau kuah sup. Begitu pun dengan pilek. Kalau anak demam pun musti di lihat-lihat dulu. Jangan baru hangat sedikit sudah dikasih obat turun demam. Kalau anaknya masih lincah dan tidak ada gangguan apapun, tidak perlu ke dokter. Apalagi kalau anaknya masih mau makan atau menelan minuman. Anak usia sekolah memang rentan kena virus. Kalau hal ini, agak-agak susah dihilangkan. Paling yang bisa kita lakukan adalah, memberi makanan sehat dan bergizi ke anak kita. Kebanyakan batuk adalah karena virus, dan virus itu bukan antibiotik obatnya. Kenapa tidak coba pakai Bel Air saja ?[Ml]

Sepertinya sekarang memang lagi musim batuk pilek dan flu. Aku sekeluarga dari mulai suami sama pembantu dan ‘mbak yang mengasuh anakku semuanya kena penyakit itu. Alhamdulillah anakku (3,3 th) cukup kuat, sempat kena juga tapi tidak sampai seminggu sudah sembuh. Kebetulan tiap hari anakku aku kasih madu 1 sendok teh. Terbukti cukup ampuh untuk menjaga staminanya. Tapi adiknya (9,5 bln) agak parah. Sekarang masuk minggu ke-3 batuk pileknya. Selama 2 minggu sakit aku sudah ke dokter 2 kali. Akhirnya kemarin ke dokter lagi yang ke-3 kalinya tapi aku ganti dokter, dikasih racikan kurang lebih erythrocin, solbutamol, heptosan, prednison, equal dan entah apalagi tidak jelas tulisannya ditambah mucopect drop untuk batuknya. Puyernya warnanya pink. Tapi baru sehari minum pileknya langsung berhenti. Nafasnya kalau tidur juga tidak bunyi grok grok lagi. Badan juga tidak panas, anget, panas lagi. Sekarang tinggal sedikit batuknya, sedih melihat anak-anak sakit. Kalau sudah agak besar, selain obat dari dokter mungkin bisa dikasih madu dan banyak makan sayur dan buah-buahan. Kalau susah makan buah/sayur bisa coba ekstrak sayur/buah Vege JR/Fruit Jr untuk sementara, itu ada penambah nafsu makannya juga, jadi asupan makannya lumayan karena kalau lagi sakit pasti susah makan. Semoga cepat sembuh ya batuk pileknya. [IT]

Racikannya banyak sekali ya, kebetulan kemarin aku ikutan seminar sehat-nya dr wati dan memang kemarin diulas juga tentang pemberian obat terutama buat demam, batuk dan pilek. Menurut dr Wati, kalau hanya batuk-pilek-demam, racikan obatnya sampai lebih dari 3 macam, itu perlu dipertanyakan ke dsa-nya, diagnosanya apa, efek2 dari obatnya apa saja (kan sebenarnya tidak perlu obat macam2). Bisa jadi kalau demam, dikasih macam2 obat masih demam, justru karena efek dari obat yang diberikan, kemarin dikasih list obat2an yang malah memberi efek demam. Perbanyak saja minum air putih, juice2, sup, dan kalau anak menolak makan adalah hal wajar asal diusahain tidak dehidrasi saja. [Lk]

Aku jadi baru tersadar betapa selama ini banyak sekali obat2an yang aku tidak perlu kasih ke anakku untuk penyakit2 kayak batuk , pilek dan panas. Bahwa yang namanya batuk pilek dan demamm itu adalah gejala dan bukan penyakitnya. Sebagian besar penyebabnya pada bayi dan anak adalah virus sehinga tidak ada obatnya kecuali daya tahan tubuh. Antibiotika hanyalah untuk beberapa bakteri tertentu yang biasanya hanya diketahui berdasarkan hasil lab. Untuk alergi asma dstnya, memang ada pengecualian minum obat, tapi yang penting ya itu, kita musti tahu penyebabnya. bukan apa obatnya,sehingga insyaAllah yang diberikan pun yang tepat. Sekarang setiap kali ke dokter, aku selalu cek dulu di medicastore.com, dan naudzubillah, beberapa dari obat2an yang selama ini aku kasih ke anakku ternyata antibiotik yang sebetulnya sama sekali tidak diperlukan, kadang banyak obat yang kontra indikasinya betul2 menyeramkan ( dimana 1 puyer terdiri dari 5 macam obat untuk penyakit yang sama, bahkan salah satunya adalah derivat morphin yang biasa diberikan pada penderita batuk akibat tumot pernafasan !) Sharing saja, 2 minggu yang lalu anakku gejala asma, diberi puyer 6 macam obat, aku cuma minumin 2 hari, setelah itu guilty feeling rasanya dan aku cari second opinion, dan dr. nya cuma memberi resep ventolin dan mucopect, hanya itu, dan bilang kalau ini belum asma.tapi memang bisa menjadi asma)! sebelum ke dokter yang ini, anakku panas 38 derajat.sesuai petunjuk dr wati, aku tidak kasih tempra sebelum panasnya mencapai 38,5. Hanya kompres air hangat baju adem banyakin jeruk (anakku sama sekali tidak mau makan, paling biskuit 2 biji), lalu ditubuhnya keluar bintik2 merah. Akhirnya aku ke dsa yang buat 2nd opinion ini, dr waldy, beliau bilang, ini sejenis virus campak, karena ini virus, tidak ada obatnya, dan tidak perlu antibiotika!. Aku disuruh teruskan apa yang sudah aku lakukan dan Alhamdulillah ternyata, hari ketiga, bintik2nya tambah banyak tapi panasnya mulai turun alhamdulillah sekarang sembuh sama skali, ini pertama kalinya aku “membiarkan” anakku sakit dan alhamdulillah sembuh tanpa obat. [Nd]

Sebetulnya masalahnya sama persis sama anak pertamaku yang sempat kutanyakan beberapa hari yang lalu. Anakku juga sering (batuk+pilek) semenjak sekolah SD (full day s/d j:15.00), kalau menurut aku anakku kecapaian di sekolah dan asupan makanan selama jam sekolah/pola bermain kan tidak bisa kita kontrol-meski kita percaya bahwa ada guru disana tapi namanya anak2 kan semaunya sendiri kalau dikasih tahu. Buat masukan saja, jangan ditunda2, anakku juga gejalanya cuma batuk+pilek sempat 3X kali ke dokter (dan dr tsb cuma bilang batuk biasa), ternyata setelah test, akhirnya anakku kena BP meski masih category ringan (belum TB), segitu aja sharingku semoga membantu. [Mk]

Waktu anak saya yang pertama masuk TK A dia juga sering sakit setiap minggu badannya panas, kalau panas, tinggi sekali >39.5, malah tidak jarang sampai 41! Bolak balik dibawa ke beberapa dokter (dr umum, anak, tht), tidak sembuh-2 cuma di kasih obat plus antibiotik saja, malah ada dr tht yang menyarankan supaya amandelnya anak saya diambil saja, tapi saya tidak mau, sudah di rontgen, di periksa darah tidak ada apa-apa, saat itu saya bingung sekali. Tiap anak pulang sekolah rasanya ketar ketir, tiap bangun pagi saya juga ketar ketir, panas tidak ya? pernah curhat di DI juga. Ada dsa yang bilang kalau daya tahan tubuh anak saya tidak bagus, jadi mudah sakit, dikasih vitamin yang colostrum sapi itu (saya lupa namanya), tapi tidak berpengaruh, tetap saja anak saya sering sakit. Lalu saya dikasih tahu teman saya yang ahli gizi untuk perbaiki pola makan anak dari mulai porsinya, cara mengolahnya, pokoknya rumit sekali, lalu disarankan supaya anak saya dikasih supplemen chewable multi, chewable iron dan chewable protein, Alhamdullilah, anak saya sekarang jarang sakit dan daya tahan tubuhnya membaik. Semoga membantu. [Rr]

01-09-2005 11:31:53

Amandel

amandel

Umur berapa anak bisa dioperasi amandelnya? anakku sudah 9 tahun, kata dokternya anakku sudah bisa dioperasi. Mohon sarannya..

amandelTanya:

Umur berapa anak bisa dioperasi amandelnya, karena anakku sekarang ini sudah berumur 9 tahun dan amandelnya sudah besar sekali, sering radang tenggorokan dan panas. Pernah aku dengar katanya baru bisa dioperasi setelah umur 15 tahun, tapi kemarin ini dsa-nya anakku bilang sudah bisa dioperasi, apa iya? Terima kasih [Ff]

Jawab:

Anakku juga dulu amandelnya sudah radang sekali sampai sering panas tinggi dan bolak-balik ke dokter. Tidak cuma itu, aku sampai ganti-ganti dokter karena semua menganjurkan untuk segera dioperasi. Terakhir waktu aku bawa ke RS THT di proklamasi juga katanya harus langsung rawat inap karena anakku demam tinggi sekali sudah seminggu karena amandelnya itu. Tapi aku tetap ngotot tidak mau dioperasi(waktu itu umur anakku 7.5 tahun) cuma minta obat saja dulu supaya tidak panas lagi. Akhirnya aku diberitahu (info dari moms DI juga) untuk mengkonsumsi jus nenas. Terus rutin dengan Bel Air campuran Thyme flower dan Lotus. Tidak tahu karena jus nenas atau karena aromaterapinya yang jelas, Puji Tuhan, sudah 1.5 tahun ini amandelnya tidak pernah bengkak lagi dan tidak perlu dioperasi. Sekarang anakku udah 9 tahun dan tidak pernah bermasalah lagi dengan amandel. Mudah-mudahan info ini membantu [DN]

Aku juga berhasil dengan jus nanas ini. Anakku entah kenapa amandelnya bisa besar, kalau tidak mengecil harus dioperasi. Setelah telaten minum jus nanas dan rebusan antanan, sekarang amandelnya tidak bengkak lagi. Jus nanas ini juga aku sarankan pada beberapa tetangga  dan teman sekolahnya anakku. tapi heran deh, mereka malah pilih operasi. Katanya sekali dioperasi, amandel tidak bakalan kambuh lagi. Sementara kalau hanya diterapi, kalau kondisi anak jelek, makan sembarangan (chiki etc) bisa kambuh lagi. Yaaa..sudah jelas atuh! [Vt]

Vt, Aku sudah lihat bagaimana menderitanya anakku waktu dioperasi jadi sebisa mungkin kalau masih ada cara untuk tidak operasi pasti aku usahakan, apalagi hanya minum jus nenas saja. Anakku ini paling tabah  kalau soal minum obat, dari kelas 1 kapsul sebesar apapun sudah dia telan, obat sepahit apapun dia minum, pokoknya tidak repot mengurusnya. Kadang aku berpikir mengurus anak dengan kebutuhan khusus dalam kasus kasus tertentu jauh lebih mudah ketimbang anak normal yang banyak alasannya [DN]

Ibu, sekalian tanya ya amandel itu fungsinya sebagai salah satu alat pertahanan tubuh, benar tidak? terus kalau amandelnya dioperasi, apalagi masih kanak-kanak apa tidak jadi makin tidak imun anaknya? jadinya malah lebih mudah sakit? benar tidak ya? [Ec]

Berdasarkan pengalaman pribadiku, aku dioperasi amandel waktu masih kelas 1 SD sekitar umur 7 tahun-an, karena yah itu badanku sering panas dan radang terus, akhirnya diputuskan operasi di RS yang di Jalan Sawo Menteng, RS THT-Bedah Yayasan Panti Raharja. Maklum kejadiannya sudah 19 tahun yang lalu. Katanya kalau amandelnya sudah dioperasi jadi mudah terserang penyakit, tapi Alhamdulillah setelah operasi sampai sekarang tidak ada masalah apa-apa. Kalau masih bisa tidak dioperasi tidak usah dioperasi dulu Mbak, tapi kalau harus operasi usia sekitar 9 tahun, sepertinya tidak ada masalah [Mi]

12-12-2005 00:05:51

Mimisan

mimisan

Mimisan itu karena apa ya, bu?

mimisanTanya:

Mimisan itu karena apa ya? [DL]

Jawab:

Anak saya 2,5 tahun awalnya sering sering mimisan seperti saya, tapi setelah dicek ternyata karena kurang vitamin C dan Calcium. Jadi sehari anak saya selalu saya kasih Acerola C 3x (saya campur pakai air dibotol minumnya, tidak sekaligus ya), terus Chewable Calcium magnesiumnya sehari 2 kali [Lp]

Anak saya juga sering mimisan, tapi biasanya sebulan dua kali paling banyak. Pertolongan pertama, dokternya di Mitra, pernah bilang selain berbaring, hidung si kecil dipencet selama 5 menit ini kalau tidak salah, agak lupa-lupa ingat pastinya berapa menit. Selama itu anak di suruh napas lewat mulut dulu. Untuk anak saya, paling sering mimisannya karena hidung bagian dalamnya terluka. Kadang anak-anak suka memasukkan sesuatu, atau tergesek ketika memasukkan jari ke hidung, hingga luka [AN]

Anak saya (27 bln) kalau panas tinggi, juga mimisan, terakhir mimisan tanpa panas, membuat saya khawatir, ternyata mimisan itu bisa juga terjadi pada anak yang sering pilek, anak saya memang pilek saat itu. Biasanya kalau mimisan, saya kompres dengan kapas dingin supaya darahnya berhenti tapi minggu lalu, bangun tidur pagi, anak saya mimisan rewel, nangis sambil batuk-batuk dan muntah, dahak bercampur darah saya panik sekali sambil bawa ke dsa setelah diperiksa ternyata pembuluh darah yang pecah itu yang ada di dalam (tidak terlihat) menurut dsanya pembuluh darah di hidung anak saya itu sensitif, jadi kalau panas tinggi dia bisa pecah (mimisan) begitu juga kalau sering pilek walau suhu badannya tidak panas, tapi mnrt dsanya sebenarnya anak saya itu sedang demam (istilah kitanya panas dalam) yang bisa menyebabkan pembuluh darah di hidungnya pecah. Kalau anak mimisan dalam posisi tidur, darahnya jadi tertelan, akibatnya kalau batuk, muntah, darahnya ikut keluar bercampur dahak, akhirnya untuk mengurangi jangan sampai pemuluh darahnya itu pecah lagi, dsa kasih obat pilek ditambah obat penurun panas, (sanmol) diminum walaupun panasnya tidak mencapai 38 C treatment ini dilakukan 1×24 jam saja, supaya tidak terlalu parah pileknya terpaksa juga akhirnya aku minumkan obat pileknya itu [Ley]

Langkah-langkah yang diambil jika anak mimisan :
1. jangan panik.
2. anak didudukkan dengan tegak, kepala diarahkan kedepan (mungkin maksudnya jangan menunduk)
3. pegang hidung anak dengan tissue atau kain bersih.
4. jangan baringkan anak, karena akan mengakibatkan darah masuk kembali ke dalam kerongkongan –> bisa menyebabkan muntah
5. biarkan anak beristirahat.

hubungi dokter apabila:
1. mimisannya sering terjadi.
2. memasukkan sesuatu ke hidung.
3. terlihat cenderung gampang memar.
4. terjadi pendarahan dari luka yang minor dan berasal dari tempat lain,misalnya gusi.
5. baru-baru ini minum obat yang sebelumnya belum pernah diberikan.

tanda-tanda gawat darurat, diantaranya:
1. mimisan dengan hebat disertai dengan kantuk dan lemah.
2. mimisan merupakan akibat jatuh atau terjadi benturan di kepala.

http://www.kidshealth.com/parent/firstaid_safe/emergencies/nose_bleed.
html

Nosebleeds

Common in kids ages 3 to 10 years, nosebleeds often stop on their own and can betreated safely at home.

What to Do:

Stay calm and reassure your child.
Sit your child upright in a chair or in your lap and have your child tilt his or her head slightly forward. Gently pinch your child’s nose (just below the bony ridge) with a tissue or clean washcloth. Keep pressure on your child’s nose for about 10 minutes; if you stop too soon, bleeding may start again. It may also help to apply ice wrapped in a paper towel. Do not have your child lean back. This may cause blood to flow down the back of the throat, which tastes bad and may initiate gagging, coughing, or vomiting. Have your child to rest for a while after a nosebleed. Discourage blowing, picking, rubbing, and any rough play.

Call your child’s doctor if your child:
has frequent nosebleeds may have put something in his or her nose tends to bruise easily has heavy bleeding from minor wounds or bleeding from another place, such as the gums recently started taking new medicine

Seek emergency medical care or call your child’s doctor if bleeding:
is heavy, or is accompanied by dizziness or weakness is the result of a fall or blow to the head continues after two attempts of applying pressure for 10 minutes each

Preventing Future Nosebleeds
Most nosebleeds are caused by zealous blowing or picking, or a blow to the nose during rough play. In the wintertime, especially, if your child’s bed is near a heater, the membranes inside the nose can become dried and itchy, causing your child to pick at his or her nose and further irritate the nasal tissue. Colds, other viruses, and allergies may also irritate the lining of the nose.

To help prevent your child from getting nosebleeds:

Keep your child’s nails short to prevent picking.
Keep the inside of your child’s nose moist with saline nasal spray or dab petroleum jelly gently around the opening of the nostrils. Humidify your child’s room with a vaporizer (or humidifier) if the air in your home is dry. You can buy a cool mist or hot steam (also called warm mist) model. If you go with the hot steam kind, make sure to keep it out of your child’s reach to avoid scalding. It’s also important to keep vaporizers clean to prevent mildew. Make sure your child wears protective athletic equipment when participating in sports that could cause injury to the nose. Even when taking proper precautions, your child may still get a bloody nose occasionally. But the next time your child gets a nosebleed, try not to panic. They’re usually harmless and are almost always easy to stop. Reviewed by: Barbara P. Homeier, MD Date reviewed: December 2004 [Rn]

Mimisan bukan penyakit
Perdarahan hidung bukanlah suatu penyakit tapi merupakan indikasi adanya suatu gangguan. Kasus yang dialami Anwar tadi termasuk ringandan sumbernya dari bagian anterior atau dari bagian depan rongga hidung saja. Pasalnya di bagian itulah banyak pembuluh darah bertemu. Pada umumnya ini terjadi pada anak yang sering mengalami pilek dan pembuluh darahnya tipis.

Mimisan juga sering terjadi bila anak menghadapi perubahan cuaca, teriritasi gas yang merangsang, dll. Misalnya dari tempat yang panas ke tempat yang dingin atau menghadapi tekanan udara yang berubah. Pada anak acap kali juga hidung kemasukan benda asing seperti biji- bijian atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi dan terjadi perdarahan. Pada kasus ini biasanya dengan tanda-tanda keluar bau busuk dari lubang hidungnya. “Namun setelah anak lulus SD tidak akan terjadi mimisan lagi karena pembuluh serta sel lendir pada rongga hidung sudah lebih kuat,” tambah dr. Bambang.

Yang harus lebih diwaspadai kalau sumber berasal dari dalam atau posterior karena bisa jadi merupakan indikasi suatu penyakit serius seperti demam berdarah, tekanan darah tinggi, tumor ganas pada rongga hidung atau nasofaring, kanker darah (leukemia), atau kelainan darah hemofilia (tidak memiliki zat pembeku faktor VIII), penyakit kardiovaskuler, dll.

Pada umumnya kejadian perdarahan posterior lebih sering (setiap 1 – 2 hari) dengan perdarahan lebih banyak sehingga lebih sulit diatasi. Perdarahan posterior kebanyakan terjadi pada para orang dewasa walaupun tidak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa mengalaminya, khususnya kalau terjadi infeksi, demam berdarah, atau leukemia. “Kalau darah keluar sampai berhari-hari sebanyak sekitar 1 – 2 l, harus segera diatasi, jangan sampai terjadi kekurangan darah (anemia) atau yang lebih parah terjadi shock (turunnya tekanan darah secara mendadak yang diikuti pingsan).”

Untuk menanggulangi perdarahan posterior dilakukan pemasangan tampon posterior dengan cara yang lebih rumit karena tampon harus dimasukkan ke dalam. Setelah darah berhasil dihentikan, barulah diteliti lebih lanjut penyebabnya. Pemeriksaan tidak bisa hanya berdasarkan darah yang keluar saja sebab tidak akan terdeteksi penyebab yang tepat.

Kalau sampai terjadi perdarahan hidung pada seseorang dengan kelainan tekanan darah, belum berarti ini menandakan gejala stroke, karena perdarahan bukan berasal dari rongga otak. Hanya saja epistaksis karena tekanan darah tinggi pada umumnya hebat, sering kambuh dan tidak terduga terjadinya. Biasanya pada penderita tekanan darah tinggi perdarahan pada hidung berindikasi bahwa tekanannya sedang tinggi atau naik dan tentunya ia harus waspada.

Sedangkan perdarahan hidung posterior karena infeksi bisa karena sinus paranasal seperti rinitis atau sinusitis. Yang lebih parah adalah infeksi karena penyakit lupus, sifilis, dan lepra. Tentu saja yang terparah kalau terjadi suatu keganasan pada rongga hidung atau nasofaring. Pengobatan di sini tidak bisa dengan pembedahan melainkan hanya dengan penyinaran dan kemoterapi.

Wanita hamil ada kalanya juga bisa mengalami epistaksis karena gangguan hormonal. Namun, sepanjang hanya pada batas normal, tidak perlu dikhawatirkan. Walau demikian, kalau perdarahan hidung sudah pada taraf serius, memang harus segera diatasi agar tidak mempengaruhi perkembangan sang janin.

Dr. Bambang Hermani menekankan tiga prinsip utama kalau melihat seseorang mengalami perdarahan hidung. Pertama-tama menanggulangi atau menghentikan perdarahannya, mencegah terjadinya komplikasi serta epistaksis. Bila sampai terjadi shock, memperbaiki keadaan si pasien
dulu secara umum.

Menghentikan perdarahan secara aktif seperti dengan pemasangan tampon tadi lebih baik daripada pemberian obat hemostatik (pembeku darah), sambil menunggu epistaksis berhenti dengan sendirinya. Yang perlu diingat lagi, pasien harus diperiksa dalam posisi duduk. Kalau keadaannya terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di belakang punggungnya.

Sumber perdarahan dicari oleh dokter dengan bantuan alat pengisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah. Kemudian tampon kapas yang sudah dibasahi dengan obat tertentu dimasukkan ke dalam rongga hidung. Tampon dibiarkan selama 3 – 5 menit. Dengan cara ini dapat diketahui apakah sumber perdarahan dari anterior atau posterior. (Nanny Selamihardja) Sumber: Intisari – Oktober 2001 [Vv]

Ibu semua, terima kasih atas sharingnya, setelah diskusi dengan suami dan berbekal saran Ibu semua, anak saya akhirnya tidak jadi ke dokter. Pagi ini masih mimisan tapi sudah tidak mengucur, cuma bercak-bercak saja. Jadi kita lagi usahakan dia supaya minum lebih banyak, minum air putih lebih banyak, harus tidur siang dan ditambah lagi vitamin C dan kalsium, terus tidak boleh loncat-loncat dan capek dulu [DL]

12-12-2005 00:11:04

Creambath Untuk Anak-Anak

Creambath-untuk-anak-anak

Creambath-untuk-anak-anak

Sudah bolehkan anak umur 5.5 tahun di creambath?

creambath anakTanya:

Anakku umurnya 5,5 tahun, sudah boleh di creambath belum ya? Maksudku bahaya tidak kalau dipijit-pijit kepalanya. Seandainya di olesi saja obat creambathnya di kulit kepalanya, obat creambath-nya ada yang khusus tidak buat anak-anak? [RM]

Jawab:

Anakku yang kecentilan gara-gara menemaniku, terus lihat anak kecil di creambath besok-besoknya minta, ya sudah aku ajak saja, di salon Itje, aku pakaikan cream yang natural, lidah buaya terus aku pesan, jangan dipijat, di olesi dan dielus-elus saja tidak usah di steam. Kalau di Itje ada lho kemben khusus anak-anak [DRS]

Kalau anakku lagi senang pakai lidah buaya, sebetulnya di halamanku ada tapi kurus-kurus jadi aku beli yang di hero. Lumayan murah untuk yang sebesar tanganku. Potong-potong, cuci bersih terus belah dua, nah dimasing-masing belahannya itu diiris-iris lagi biar lendirnya keluar. Kemudian olehkan di kepala anakku sambil dielus-elus, terasa creambath dia. Paling setengah jam sudah kering, tinggal di keramasi biasa. O iya bu, kalau di simpan di kulkas, sebelum dipakaikan di kepala, biarkan dulu kira-kira 15 menit (setelah diiris-iris) biasanya lendirnya akan lebih banyak. Kalau membuat ramuan seledri bagaimana ya? [NMY]

Aku sudah menyerah rasanya kasih anakku ramu-ramuan rambut tradisional maupun yang hair lotion, tidak ada pengaruhnya, rambutnya masih pirang, sudah dicoba pakai minyak kemiri dari kemiri asli. Lidah buaya, urang-aring dari pohon urang-aring sampai seledri. Adakah ramuan lain yang menebalkan dan menghitamkan rambut anak? [Rn]

Mbak Rn, kalau aku pakaikan anakku minyak cem-ceman mustika ratu 2 hari sekali sebelum mandi sore. Habis sudah putus asa rambutnya sedikit sekali dari bayi umur 40 hari, dibotak sampai sekarang belum banyak juga. Sudah segala macam dicoba, tidak tahu ya apa memang sudah waktunya tumbuh atau bagaimana. Sudah sebulan pakai rambut anakku agak kelihatan banya dan hitam, tadinya tipis dan sedikit. Aku juga tidak tahu ini boleh tidak buat anak kecil, anakku tidak ada keluhan apapun, di coba saja mbak [Ln]

Kalau anakku itu coba creambath (bukan creambath sebenarnya) di salon purrel. Jadi memang khusus anak-anak. Gara-gara rambut anakku terasa rada kasar karena lagi sering-seringnya berenang. Habis di creambath itu jadi agak halus dan gampang disisir (sebelum rada-rada gimbal, mungkin karena efek kaporit ya..) Sekarang anakku sering aku pakaikan conditioner sunsil biar lembut dan gampang disisir. [Gt]

Terima kasih ya, bu. Sekarang aku jadi tidak taku lagi untuk bawa anakku ke salon untuk creambath, yang penting dari cream yang natural (seperti lidah buaya) dan creamnya di olesi saja ke kulit kapala tidak usah di steam [RM]

10-01-2006 23:05:58

Lampiasan Emosi Anak

emosi anak

Lampiasan emosi anak usia 1.8 tahun seperti apa ya? Anakku belum bisa bicara, apakah wajar jika dia marah dia suka pukul kepalanya sendiri?

emosi anakTanya:

Anak keduaku, 1 tahun 8 bulan, laki-laki, belum bisa bicara, bahasa tarzan bisa, sudah mengerti kalau bicara artinya apa. Sudah bisa menunjukkan maunya apa. Tapi belakangan ini, jika dia kesal/marah, maksud/maunya tidak dituruti dia pukul kepalanya sendiri, kadang hentak-hentak kaki, kadang kalau parah membenturkan kepalanya. Jadi takut aku, padahal aku tidak pernah bentak/kasari dia. Kejadian ini agak sering karena kadang aku tidak mengerti maunya/maksudnya itu apa, jadi bingung aku meladeninya, ini salah itu salah. Yang aku lakukan mengalihkan perhatiannya, dan kalau sudah parah sekali aku bawa ke kamar, dikasur berbaring, aku bilang; diam, nanti tangannya mama simpan (aku pegang tangannya) nangis dia, sudah itu pindah ke kaki. Aku lakukan juga hal yang sama.
Pertanyaannya : Wajar tidak ya?
Harus di apakan ya? Ada tipsnya tidak? [Em]

Jawab:

Anakku yang kedua juga seperti itu sampai 2 tahun belum bisa bicara juga cuma bisa geleng atau mengangguk, aku tanya dokter katanya tidak apa-apa kalau sampai 3,5 tahun masih belum bisa bicara baru coba di terapi, tapi yang tidak tahan kelakuannya kalau marah sama kakaknya, sikecil langsung gigit atau cubit/pukul kakaknya, sampai pernah aku marah sekali sama sikecil karena gigit kakaknya sampai berdarah, dan akhirnya dia nangis sambil nendang-nendang kesana kemari. Ketika umur 2,5 tahun dia belum juga bicara cuma bisa bilang ga & ya, ternyata selama ini ada wax yang sudah kering menempel di gendang telinganya sehingga dia tidak bisa menangkap percakapan & mengucapkan dengan jelas, dan menurut dokternya selama ini dia sering marah mukul dan sebagainya karena dia merasa bingung tidak mengerti mesti apa sehingga emosinya jadi mudah meledak, setelah aku terapi beberapa kali sekarang dia sudah bisa menyanyi, cerita pokoknya banyak omong & yang penting emosinya tidak mudah gampang meledak seperti waktu dulu. Menurut aku sikap anak mbak masih dalam taraf yang wajar karena dia masih belum tahu 100% untuk mengekspresikan dirinya, kita harus cari tahu penyebabnya mungkin sama seperti anakku ada masalah yang tidak kelihatan. Kalau kita sudah tahu penyebabnya anak akan lebih settle down. Karena aku cukup telat mengetahui problem ini, meskipun sekarang anakku yang kecil sudah 4 tahun masih banyak kata-kata yang salah diucapkan karena selama 2,5 tahun dia mendengar dengan tidak jelas, terutama huruf T, F, V, Makan jadi makang, dan masih banyak lagi. Tapi yang penting anakku sudah berubah 180 derajat, tidak diam (ngoceh terus)[Pat]

Mbak, aku penasaran, bagaimana ceritanya ada wax sampai bisa masuk telinga? apa pernah ikut therapy apa gitu yang pakai wax? maaf kalau kurang berkenan, semoga sharenya Mbak bermanfaat terutama buat aku [WA]

Anakku juga begitu pada saat seumuran itu, padahal kemampuan verbal dia sudah sangat baik untuk anak seusia-nya. Akhirnya, kalau dia mau berulah kami cepat-cepat mengajaknya bicara sambil menatap wajahnya, face to face. Sambil ditanya satu-satu apa maunya, bicara-nya pelan-pelan (tidak cepat-cepat) & sabar, satu per satu terus digali dengan tanya jawab, kalau bisa pertanyaannya yang mengarah ke jawaban iya atau tidak. Selama ini berhasil, kalau tidak begitu orang tuanya bisa ikutan benjol juga soalnya dia kalau ngambek gara-gara kemauannya tidak dimengerti suka sekali membenturkan kepalanya ke kepala kami. Aneh, kepala kita sampai sakit tapi dia cuek-cuek saja. Tidak terasa sakit, padahal mungkin tempurung kepala kita sudah jauh lebih keras dibandingkan anak-anak ya?. Sekarang setelah 2,5 tahun, dia sudah bisa lebih mengontrol emosinya. Kalau dia mau nangis ya dibiarkan dulu untuk menangis, masuk kamar tidur sama-sama tutup pintu & ditunggu sampai tangisnya reda tanpa bicara apa-apa, aku diamkan saja sambil tiduran. Sesudah mereda baru-lah kita ajak bicara, caranya mirip, face to face lagi. Jadi dia tahu kalau ngambek pakai acara menangis ya tidak ada solusi. Sekarang dia sudah lebih pintar, kalau sedang disetrap seperti itu sambil nangis dia suka bicara; “mami…liat aku, aku janji gak wewel (rewel) lagi. Buka pintunya mami….aku mo kelual” sambil tersengguk-sengguk, dan berhadap-hadapan plek, mukanya persis ditempel ke muka-ku. Kadang-kadang hampir-hampir tidak bisa menahan mau ketawa [Dhl]

Nimbrung ya bu, anak-anaku, mereka pernah juga mengalami fase ngamuk itu. Jadi sering mukul kepalanya sendiri pakai tangan. Kalau dipegang meronta. Biasanya aku ajak ke kasur saja. Kalau di sana dia mau meronta mau ngamuk, relatif aman, sekeliling empuk. Terus kalau jerit-jerit, juga begitu. Soalnya dulu waktu anak pertamaku, ibu mertua tinggal denganku. Jadi kalau cucunya menangis (apalagi cucu pertama), beliau buru-buru menghampiri. sering tanyanya, “diapain, ca… diapain?” Tapi setelah dapat izin dari suami, aku tutup pintu kamar, terus bilang ke ibu, tidak apa-apa bu. biar saya selesaikan sama anakku. Terus kunci kamar. Jadi kita berdua di dalam. Kalau di kamar sendirian, takutnya kenapa-kenapa. Anak-anak kalau ngamuk bisa tidak kontrol. Kadang tidak hanya menangis kencang, malah sambil banting-banting barang. Kalau sudah begini biasanya aku ambil benda yang dia lempar, terus kasih tahu, kalau dia masih menangis dan lempar-lempar, bonekanya bunda taruh di tempat yang tinggi. Kalau setelah diberikan masih dilempar, ya aku taruh benar. Kalau dia sudah sholeh lagi, baru diturunkan. Kalau dia terus jerit atau pukul-pukul kepala, aku suka bilang; percuma begitu, bunda tidak mengerti bahasa begitu. Dia harus bicara baik-baik biar bunda bisa mendengar dengan jelas, apa maunya. Alhamdulillah, sekarang anak-anak relatif bisa diatur. Terus perlu konsisten juga. Kadang kalau orang tua capek, mereka memilih tidak ribut. Jadi aturan kadang tegak kadang tidak padahal anak pintar sekali mempelajari situasi, yang bisa menguntungkan dirinya, biar kata kecil-kecil begitu [AN]

Wax yang aku maksud adalah ear wax, minyak yang diproduksi oleh kelenjar telinga, kebetulan anakku kelenjarnya memang aktif sehingga keluarnya banyak dan waktu masih bayi aku memang membersihkan tiap 2 hari sekali tapi memang tidak pernah sampai masuk ke dalam jadi mungkin karena aku tidak pernah masuk sampai kedalam setiap aku bersihkan hanya sebagian saja yang terangkat yang sebagian lagi justru makin terdorong kedalam dan akhirnya menempel di gendang telinga. Di bakar, lama pembakarannya sekitar 15 menit 1 lilin Aku pergi terapi 3 bulan sekali sekali terapi pakai 4 lilin [Pat]

Pas sekali pertanyaannya, Anakku juga beda-beda sedikit dengan anak mbak, kalau dia kesal, marah sehabis ribut sama abangnya, yang dia lakukan adalah berputar-puter sambil merengek, terus kalau kelihatan ada mainan atau barang dekat dia, tangannya cepat sekali mengambil terus lempar, akhirnya setiap kali dia mulai berputar-putar langsung buru-buru aku atau orang-orang rumah peluk dia, angkat dia dari tempat kejadian atau menyingkirkan barang-barang sekitar dia, terus kita bicarakan tentu setelah jeritan atau rengek-annya reda (dalam hal ini anakku tidak menangis). Terkadang kita kalah cepat dengan gerakan tangannya, tapi yaa sejauh ini lumayan-lah masih bisa ditanggulangi [Rhm]

10-01-2006 23:55:08