Friday, September 3, 2010

Teman Yang Ngeselin

Saturday, February 6, 2010, 17:35
Kategori: Tanya Jawab Oleh: jd12 dengan jumlah komentar 1 Comment so far.

Kalau punya teman yang ngeselin enaknya diapakan ya?

teman yang ngeselinTanya:

Dear Moms, Sekedar mau cerita saja, begini, di kantorku kan kadang-kadang ada yang suka bawa dagangan, entah itu baju, jilbab, makanan dan lainnya, nah ternyata ada satu orang yang suka ambil dagangan tapi bayarnya suka lupa. Salah empat (hah…bukan salah satu???) yang mengalami ini kebetulan teman-teman seruanganku. Sekarang sudah lebih dari enam bulan tidak dibayar, sudah ditagih dengan segala berat hati, dia tetap mengelak saja dengan berbagai macam alasan. Ternyata sudah menjadi rahasia umum, dia itu kalau beli apa-apa harus ditagih, kalau tidak ditagih dia suka “lupa”, tapi kalau ditagih, dia suka mengelak, duh kasihan para penjual ini. Akhirnya dagangan itu sengaja disembunyikan dari dia, tapi ya begitu-lah, kalau kebetulan yang lain lagi lihat-lihat sementara dia ada dan mau ambil dilarang jadi tidak enak juga. Moms pernah punya tidak teman yang ngeselin seperti ini, enaknya diapakan ya… hehehehehe…. [An]

Jawab:

Wahh, dengar ceritanya saja jadi gemas. Duluuuu, aku pernah punya teman kantor seperti ini. Terus para ‘pedagang’ bersatu. Kalau teman itu mau ‘ambil’ lagi, ada syaratnya harus melunasi dulu tanggungannya sama ‘pedagang’ yang lain begitu. Bicaranya santai tapi jelas (baca:tegas) begitu mbak, tidak perlu merasa tidak enak-lah, toh dia juga tenang-tenang saja melupakan tanggung jawabnya. Herannya, temanku itu kebiasaan ‘lupa’nya juga tidak sembuh-sembuh [Dy]

Sepertinya di mana-mana ada orang seperti ini ;) Untuk yang ketahuan suka ambil dan tidak bayar, biasanya (aku sering bawa dagangan) bicara tegas (dengan resiko dimusuhi). Yang jelas, kalau dia yang ambil, aku dengan jelas kasih garis bawah tidak boleh telat bayar. Dan kalau dia telat bayar, bakal aku email, messenger, sms, telpon..hehe..jadi seperti teror ya. Buat beberapa orang yang awalnya suka ‘menggampangkan’ pembayaran cara ini berhasil membuat mereka jadi lebih ‘aware’ tapi buat yang lainnya tidak mempan juga. Di tempatku bahkan ada beberapa yang ‘akut’, sampai si terhutang mengadu ke HR dan akhirnya si penghutang dikenai sanksi potong gaji. Di tempatku juga, ada beberapa orang yang hobi sekali berhutang. Hampir ke semua orang di utangi, kalau pas bayaran susah benar menagihnya. Yang paling akut sampai di PHK karena ‘menyusahkan’ :( [IK]

Aku jadi ingin curhat juga. Ini bukan masalah uang (walaupun kalau aku ingat-ingat temanku ini juga lumayan reseh kalau urusan sama uang). Yang membuat aku sebal sama dia adalah cara dia bicara. Misalnya seperti baru-baru ini, ketemu aku setelah lamaaaaa tidak ketemu. Begitu lihat aku gini komentarnya : muka lu kok ga mulus-mulus sih? (Note: dia jualan produk perawatan muka). Kok lu kurus banget sih? (untung aku tidak balas: lo kok gendut sih hehehehe). Kecapean kerja ya? Mendingan kayak gue nih (note lagi: dia sudah mengundurkan diri dan jadi ibu rumah tangga beberapa tahun yang lalu), ga usah pergi pagi-pagi dan pulang malam-malam, anak jadi keurus. Aku sampai melongo, tidak tahu harus jawab apa, saking terpesona. Padahal aku sudah tahu kalau orang ini mulutnya ampuuuun deh, tidak berpikir kalau bicara. Kadang malah tidak tahu malu, misalnya jualan barang harga X, bisa tahu-tahu telpon aku bilang eh salah harganya X plus, terus dengan nada gimanaa…, tambahkan ya kan soalnya ongkosnya saja berapa, kalau beli di supermarket kamu harus bayar parkir bla..bla..blaa.. Aduh sinting kali ya dalam hatiku, ya dihitung-lah sebelum menyebut harga, jangan lalu  ‘ngomel-ngomel’ karena tidak ketutup. Begitu lah, termasuk menyebalkan juga kan moms? [Stl]

Mbak mungkin harus lebih “keras” lagi. Bagaimana kalau kedepan setiap ada transaksi, pakai tanda bukti, yang ditandatangi penjual dan pembeli, dan masing-masing punya copynya. Selain keterangan barang dan harga, cantumkan juga cara pembayarannya, kapan akan dibayarkan, dan ketentuan lainnya misal sangsi jika salah satu tidak menepati janji. Kalau si pembeli mengelak lagi-lagi bisa disodori bukti-buktinya. Mudah-mudahan bisa nolong, kalau tidak bisa juga waahh ya si penjual jangan mau transaksi sama dia lagi [SK]

Ajaib sekali orang itu. Kebayang, melongo sambil mau bicara tidak jadi (karena pikir bolak-balik.”salah dengar tidak ya??”). Jadi ingat sinetron “Arisan”.. tokoh yang mulutnya jahat itu pemainnya si Melia Kasim sama Cindy Claudia Harahap. Pada nonton nggak sinetron itu ? Dulu mainnya minggu siang. sayang sudah tidak tayang lagi [Arn]

Pernah, pernah mengalami persis seperti itu. Jadi kalau ada yang menawarkan jualan, untuk dia seorang harus bayar tunai, kalau tidak ya tidak boleh ambil. Mau tidak mau, karena kalau hutang pasti ceritanya sudah kartu mati. Sampai-sampai saking akutnya, maksudnya sering sekali seperti itu, jadi seperti gali lobang tutup lobang, mau ditagih susah. Benar tuh dilaporin ke HRD, tapi yang lapor anonim, karena sudah sering begitu ke teman-teman yang jualan. Jadi dia cukup malu dan benar  ahirnya potong gaji. Yang heran, bukannya kapok, eh begitu lagi, mana gaya hidupnya kelihatan wah, tapi kalau ditagih entar besok, entar besok, terus. Sama orang model begini harus tegas, tidak perlu dia takut tersinggung, sebab dia saja tidak menghormati yang menjual. Memangnya yang jual harus menanggung hutangnya dia. Maaf kalau tidak ada yang berkenan [LI]

Walah, ternyata di kantornya moms ada juga ya teman yang seperti ini, dan ternyata ada juga penjual yang tidak tega menagih terus “terpaksa” merelakan menanggung rugi. Yang membuat kesal itu adalah gaya hidupnya itu moms, dia masih punya tanggungan hutang yang tidak dibayar-bayar tapi di lain pihak dia suka pamer cerita habis beli ini itu yang notabene juga tidak murah dan bukan kebutuhan primer, quarterner malah, terima kasih buat yang sudah sharing ya [An]

Related posts:

  1. Teman Khayalan



Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



Protected by Copyscape plagiarism checker - duplicate content and unique article detection software.
Teman Yang Ngeselin -

One Response to “Teman Yang Ngeselin”

  1. Yati said on Sunday, February 7, 2010, 17:28

    Temen yang ngeselin ditempat kerja saya sih orangnya suka ngomongin kita sama orang lain. (Saya biasa kerja lembur, karena memang kerjaan saya banyak, posisi saya juga langsung di bawah managing director, beliau tau betul kalau saya sibuk, dan harus lembur tiap hari). pertama denger orang ngomongin kesel juga, ngapain sih ngomongin orang lain? urus saja kerjaannya sendiri. tapi kalau dibiarkan hati ini kesel juga ga ada gunanya. akhirnya ya udah dibiarin aja, yang tau aku kerja kan boss aku sendiri, yang gaji juga boss aku. ngapain pussing mikirin orang lain….

Leave a Reply