|
Punya Anak Lebih dari Satu
Tanya :
" Di Ayahbunda terbitan minggu lalu, ada kolom kecil tentang penelitian di Australia, bahwa 80% ibu hanya merasa dekat dengan satu
anaknya kalau anaknya lebih dari satu. Itu salah satu hal yang bikin aku masih mikir-mikir mau punya anak lebih dari satu. (dulu aku pernah minta sharing tentang anak tunggal, karena aku sih
inginnya cuma punya anak 1 aja). Takutnya aku tidak bisa membagi kasih sayang yang sama kalo anakku lebih dari satu. Aku takut nanti kalo anakku punya adik , aku akan membanding-bandingkan terus
sama anak pertama. Kebetulan pula anak pertamaku lumayan berprestasi, misalnya waktu hari Kartini kemarin dia menjadi juara baca puisi Kartini di sekolahnya, pernah juara nyanyi juga . Apakah aku
sanggup untuk tidak membandingkan anak keduaku dengan si sulung ? Itu terus yang ada di pikiran selama ini. Nah, pengalaman ladies di sini yang punya anak lebih dari satu bagaimana nih ? Betulkah
kita lebih sayang ke salah satu anak (lebih dekat=lebih sayang mungkin ya?). " [ss]
Jawab : "Aku memang awalnya pernah kuatir jugasoal itu, malah sampai saat aku
sudah melahirkan anak kedua aku khawatir bahwa aku tidak bakal menyayangi anak kedua seperti sayangnya aku ke anak pertama. Apalagi kondisi fisik dan kemajuan anak keduaku tidak seperti anak
pertama, bener-bener beda banget deh. Tapi ternyata dengan berjalannya waktu, aku bener-bener sama sayangnya kepada kedua anakku, walaupun mereka sangat berbeda. Jujur saja, perasaanku kepada
mereka sama, tidak aku beda-bedakan, aku juga lupa apakah itu secara spontan begitu, atau tanpa sadar aku sugesti diriku bahwa tidak baik membeda-bedakan anak, karena baik-buruknya mereka,
sama-sama anakku. Mungkin tanpa sadar, itu terjadi saat kecemasan muncul bahwa aku berdosa jika mebedakan kasih sayangku, maka secara spontan aku selalu mengingatkan hatiku bahwa aku harus
memberi kasih sayang yang sama kepada mereka. Atau mungkin memang secara alami muncul begitu saja perasaan sayang yang sama, aku sendiri tidak tahu pasti. Yang pasti aku sama sayangnya kepada
anak pertama seperti sayangku kepada anak kedua, dan aku sadari bahwa masing-masing anak punya kelebihan dan kekurangan, tidak pernah aku membeda-bedakan. Misalnya anak pertama cepat sekali
belajar berhitung, pas aku mengajarkan anak kedua dan tidak selancar anak pertama, aku tidak pernah misalnya bilang "kok enggak sepinter kakak sih" .. atau semacam itu lah. Jadi ,
jangan takut untuk memberikan adik buat anak pertama , naluri keibuanmu akan muncul kok saat anak keduamu lahir, dan kamu akan sama sayangnya kepada dia seperti sayangmu ke anak pertama. :" [ik]
"Aku juga sampai sekarang tidak sadar suka berpikir, kok kayaknya aku cuma memperhatikan si sulung saja ya ? Eh, tapi kalau aku tilik lagi perasaanku, tidak kok, aku amat sayang pada
keduanya. Malah karena anak kedua lebih suka bermanja sama aku, aku dalam hati suka merasa, inilah yg akan jadi temanku di masa tua nanti." [st]
"Kalau kataku sih tida usah takut
akan pilih kasih dan akan membanding-bandingin anak kita sendiri, karena masing-masing anak punya kelebihan dan kekurangan, misalnya anak pertama pinter di hal seni seperti juara nyanyi, baca
puisi, tapi nanti si kecil (eh masih calon ya) akan punya kelebihan di bidang lain, tidak perlu dibandingkan karena masing-masing punya karakter sendiri-sendiri, dan kita sebagai ibunya pasti
akan punya feeling, bakat mana di anak kita yang perlu digali, kekurangannya di bidang apa yang perlu kita perbaiki. Seperti anak aku ini juga beda-beda, anak pertama kalau becanda halus, anaknya
rajin, nurut, meskipun makannya susah banget dan kurang ramah/cemberut terus, sedang anakku yang kedua, kalau becanda kasar (mungkin karena laki-laki ya), agak cenderung males belajar, tapi
makannya gampang banget, dan anaknya gampang senyum, ya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan kok, jadi tidak bisa dibanding-bandingkan. Sedangkan sayangnya sih sama porsinya, namanya juga
anak sendiri , begitu menurutku . Ayo cepat nambah lagi, kalo satu anak kurang tuh. " [rn]
"Anakku baru satu.tapi boleh kan aku ikutan ? Menurutku , sayang pada salah satu anak
itu kan perasaan si ibu saja. Jadi si ibu juga yang mengatur dirinya sendiri, mau sayang ke satu anak saja atau semua anak sama rata. Kalau aku sih, mudah-mudahan sama sayangnya sama semua
anakku. Kalau kedekatan, nah ini dia, bisa saja sih si anak pertama dekat dengan ayah, yang lain dekat dengan ibu. Ya tidak bisa diatur-atur kan ? Mereka memilih sendiri juga. Kakakku punya dua
anak, yang besar laki-laki deket dengan kakakku, yangg kecil perempuan dekat dengan bapaknya, nempel benar deh. Tapinya bukan berarti kakakku lebih sayang ke yang besar. Yang pasti walaupun yang
besar jauh lebih cerdas (kemajuannya lebih cepat) tapi sejauh penglihatanku kakakku tetap saja membela si kecil kalau yg besar salah, demikian juga sebaliknya. Yang besar waktu umurnya 1.5 tahun
sudah lancar bicara, yang kecil hampir 3 tahun harus therapy bicara, tapi tetap saja kalau kemana-mana si kecil ini digendong-gendong, dipeluk-peluk dan dicium-cium.Yang besar juga kalau sudah
ditegur, ya biasa saja, tetep nempel sama ibunya. Jadi menurutku kedekatan tidak bisa disamakan dengan rasa sayang. " [p]
"Kalau ibunya temenku yang anaknya banyak, bilangnya sih
memang begitu. Tidak bisa persis sama sayangnya. Pasti ada yang jadi 'anak favorit' entah karena kelakuannya, prestasinya, dan lain-lainnya deh. It's nature, katanya. Tapi, sepanjang si ibu tidak
pernah sengaja memperlihatkannya dan membeda-bedakan perlakuan, itu tidak jadi masalah. Intinya : simpan di hati saja." [r]
"Iya benar, aku pernah denger sih 'kata mutiara'
seperti itu. Tapi aku pikir kayaknya itu ajaran jaman dulu atau bagaimana ya, mungkin saja nih ada istilah tersebut karena kebanyakan anak ? Orang tua jaman dulu kan kaau punya anak jumlahnya
bisa lebih dari empat, jadi terlihat sekali mana yang menonjol mana yang tidak. Nah kalau jaman sekarang, anak rata-rata dua orang saja. Mesti disayang-sayang. Kembali lagi sih, kan intinya
'perasaan' si ibu yang mengendalikan ya, jadi kita ini yang harus mengendalikan diri ya. Karena aku pikir tidaksemua ibu berat ke salah satu anak. " [p]
"Ikutan juga ya, walau
anak keduaku masih di perut. Aku setuju nih dengan mbak P. Menurutku antara kedekatan denag kasih sayang harus dibedakan. Kata orang, anak laki akan cenderung dekat denag ibunya dan sebaliknya.
Mungkin faktor alami antara perempuan dan lelaki saja ya ? Kakak iparku, punya dua orang anak , yang sulung perempuan, sepertinya kurang cerdas di bidang pendidikan, tapi menonjol di bid.
Keterampilan & seni, cocok denag sang mama yg mantan penyanyi kampus. Sang adik (laki) yang terbilang cerdas, sangat dekat denag sang papa, sepertinya semua ilmu yang dimiliki sang papa
dicurahkan kepadanya, karena diharapkan sebagai pengganti usahanya di masa depan. Tapi sang kakak tidak merasa tidak disayang oleh papanya. Dia terlihat enjoy, bahagia dengan keterampilan
seninya yang terus diasah oleh kedua ortunya.Dia diberi fasilitas maca-macam untuk mengasah keterampilan seninya. Jadi menurutku kasih sayang ortunya tetap sama tapi difokuskan untuk menggali
kemampuan/potensi masing-masing anak. " [dw]
"Dulu waktu aku hamil anak kedua, aku takut sekali kalo tidak bisa sayang kepadanya, karena terlalu sayang ke anak pertama. Atau,
sebaliknya. Memang sih jujur saja, sekarang ini perhatianku lebih banyak tersita oleh anak pertama yang cenderung lebih rewel, demanding, makannya susah dan jealous ke adiknya dibanding anak
kedua yang lebih cheerful, easy going dan tidak demanding, serta makannya lebih gampang. Tapi bukan berarti aku lebih sayang ke anak pertama dibanding ke anak kedua. Ya, aku tuh sayaaaaaang
banget ke anak kedua. Jadi jangan takut tidak bisa sayang secara adil ke anak-anak, sayangnya mungkin sama, tapi aktualisasi sayangnya yang berbeda kali ya. Kalau mereka lagi tidur, kadang aku
geli dan gemes mandangin mereka, duh, rasanya ingin kuciumi terus deh keduanya." [dt]
"Tapi sebenarnya yang paling disayang itu katanya justru anak yang paling nakal lho..Bukan
yang paling berprestasi atau yang paling nurut sama orang tua. Soalnya, sudah nakal banget saja masih disayang, apalagi kalo penurut. " [fer] |
|