|
Menjilid ala Majalah
tanya: "Ketika sedang beberes lemari buku, tidak terasa majalahku sudah numpuk memenuhi tempat. Beberapa waktu yang lalu aku kepikiran untuk bikin
bundel majalah saja, tapi kok tidak memecahkan masalah ya! Jadi aku pustuskan untuk mengkliping beberapa artikel menarik saja, dan dibagi per-rubrik/seksi. Hasilnya memang sangat membantu, karena
dari 1 majalah (130 halaman), hanya 30 halaman yang aku pertahankan, lainnnya dijual ke tukang loak. Masalahnya sekarang, bagaimana menjilid kliping-kliping tersebut? Bagaimana sampulnya, kertas
apa yang digunakan supaya glossy seperti sampul asli majalahnya? Apa setiap penjilidan menyediakan sampul glossy tebal seperti sampul majalah itu?" [Di]
Jawab:
"Untuk kliping, aku biasanya jilid pakai ring kawat, supaya enak membolak-baliknya. Untuk covernya, aku paling suka yang berlapis plastik supaya enak megangnya. Bisa minta kertas covernya
dilaminating dulu. Kalau mau kertas yang tebal, ada yang dari produk daur ulang tuh. Aku pernah coba, tapi tetap aku minta dilapis plastik dulu, soalnya suka galinggaman kalau megang permukaan
produk kertas daur ulang itu. Kalau hardcover, suka cepat robek dan malas bolak-baliknya."[fer]
"Good idea!!! Nanti covernya dibikin dulu dengan komputer, dicetak berwarna baru
dilaminating, kan hasilnya jadi seperti sampul majalah dan lebih tebal. Satu lagi nih, aku masih bingung memilih jilid biasa atau dengan ring? Karena kertas majalahnya tipis, kalau pakai ring apa
tidak cepat rusak kalau dibolak-balik? Sementara ini klipingan tersebut masih disimpan di document file."[dia]
"Kalau aku tetap prefer jilid ring-kawat (bukan yang plastik lho)
soalnya enak kalau dibuka baca. Kalau mau yang kuat, bisa di-hardcover. Lagipula kalau kliping kan biasanya guntingan artikel ditempel lagi di atas kertas HVS? itu mestinya gak masalah. Tapi
kalau digunting langsung dari majalahnya, memang kertasnya tipis ya. Kalau aku biasanya, aku cari kertas ukuran folio/A4, lalu artikel yang aku suka, aku gunting dan tempel ulang di kertas, baru
kemudian dijilid. Lebih kuat begitu. Tapi kerjaannya agak banyak. Bisa tidak diperjelas rubrik/seksi untuk bahan kliping?" [lus]
"Untuk Femina, selain resep, info
praktis/kesehatan, artikel jalan-jalan, cerpen, juga rubrik konsultasi (mana tau kita ngalamin yang sama kan), mode (ini yang aku suka), dan artikel lain yang aku anggap menarik (kesehatan,
contoh aerobik, dll deh) dan suatu saat mungkin aku perlukan. Nah, semua ini aku rapiin lagi. Jadi misalnya nih untuk resep, aku bagi lagi, bisa berdasarkan jenis makanannya (daging, seafood,
sayur, dst seperti resep rimarasa), atau berdasarkan jenis : cemilan, makanan utama, puding, punch, dll. Kalau aku pilih yang terakhir ini, karena lebih sesuai buat aku. Kalau pusing milih
makanan ringan tinggal buka jenis cemilan,dst. Jangan lupa, di depan tiap jilid, ada daftar isinya dan ditulis jenis makanannya. Jadi kita ga' pusing nyarinya. Oya, satu lagi, untuk Femina /
Kartini, ada info tentang bagaimana memilih sayuran yang baik, cara menyimpan, dll. Yang seperti ini, kalau memang kita pakai tiap hari, bisa dilaminating, dan ditempel di kulkas. Atau kalau ada
white / soft board yang bisa dilihat orang serumah, termasuk terutama PRT, kan jadi lebih mudah."[dib]
"Bagaimana cara merobek halamannya? Apa nantinya malah jadi tidak rapi?
Bagimana memotongnya, kan majalah itu tebal. Aku kesulitan untuk memotong halamannya agar rapi."[shi/lus]
"Untuk ambil klipingnya aku sengaja 'bedah/bredel' majalahnya, caranya :
1. Majalahnya dirobek sampulnya (sampai terkelupas pinggirnya) 2. Pilih halaman yang akan diambil (seandainya kita mau ambil halaman 10, dari halaman 1-10 kita pegang lalu robek sampai lem
penjilidnya lepas -majalah jadi 2 bagian, hal 1-10 dan hal 11-130) 3. Ambil halaman 10 (berhubung lem penjilidnya sudah terkelupas, mengambilnya jadi lebih gampang tanpa perlu susah payah
menggunting) 4. Ulangi terus sampai selesai Kalau lem penjilid masih keliatan tebal/menganggu, potong/kupas perlahan dengan pisau, hati-hati jangan sampai kena halamannya. Dengan cara ini
majalah kita memang hancur tercerai berai, tapi halaman kliping yang kita mau dijamin rapi."[dia]
tanya:
"Biasanya berapa tarif meniilid kertas/majalah??"[dia]
jawab: "Tergantung tebalnya dan dimana menjilidnya. Untuk tebal maksimum ring kawat, paling mahal Rp
10.000. Ring kawat ini tidak bisa terlalu tebel lho. Kalau terlalu tebal biasanya dijilid dengan hardcover atau ring yang plastik (ini sih jelek!)"[fer]
"Ring kawat juga ada yang
tebal, tetapi tidak semua tempat menyediakannya. Saya pernah menjilid 1 buku dengan 300 halaman dengan menggunakan ring kawat. Kalau tidak salah harganya Rp. 20.000,-. Tempatnya di Photocopy
Rawamangun."[san] |
|