|
MENGATASI PEMBANTU BOROS
Tanya: "Pagi-pagi pas aku mau berangkat kerja, PRT bilang kalau pewangi pakaian sudah habis. Aku langsung kaget, padahal pas belanja bulanan 3
minggu yang lalu, belinya ukuran 2 liter dan dirumah masih ada sisa ½ liter. Deterjen yang aku beli 2 kg, juga sudah tinggal sedikit. Ampun banget deh kalau begini, lama-lama bangkrut ya? Mana
kalau masak, minyak goreng 4 liter bisa habis sebulan, kadang malah belum waktunya belanja bulanan sudah nambah lagi 1 liter, jadi 5 liter. Aku jadi heran apa memang pemakaian segitu wajar, atau
PRT memang boros menggunakannya? Aku ingin bandingan dengan pemakaian sehari-hari ibu-ibu, apa memang segitu biasanya? Dirumah itu ada 5 orang dengan 1 bayi, anakku pake pewangi sendiri, tapi
deterjennya bareng. Dan aku juga membolehkan mereka mencucci baju dengan pewangi. Oh iya, PRT-ku juga mencuci bajunya bersama dengan baju kita. Menurut ibu-ibu seharusnya gimana? Soalnya aku
masih suka bingung soal menangani pembantu, tidak ingin dibedakan, jadi suka bareng semua. Contohnya, kalau makan, suka bareng, biasanya Bapak-Ibunya makan dulu, baru mereka belakangan. Aku suka
kasihan, dan makanan di rumah juga tidak dijatah. Bahkan kalau aku jajan, mereka juga dibelikan. Tapi kadang susah juga karena dia suka menghabiskan cemilanku. Sebaiknya bagaimana menangani
pembantu model gini? Bisa dijelasin batas-batasnya? Soalnya aku ingin mereka merasa di rumah sendiri, seperti keluarga, tapi kadang kerjaannya juga belum maksimal. Jadi bingung. Tolong masukannya
ya. Maklum baru punya pembantu pertama." [DWY]
Jawab: "Kalau aku, baju anak-anak, baju aku dan suami dan baju pembantu sendiri-sendiri, karena kita tidak tahu
PRT kita bersih atau tidak, maksudnya punya sakit kulit atau tidak, jadi aku minta dipisahin, karena baju aku dan suami juga dipisahkan sama baju anak-anak, tidak boleh campur. Memang pemakaian
detergent otomatis lebih banyak karena mencucinya terpisah, tetapi lebih aman daripada anak atau kitanya kena sakit kulit etc. Kalau soal makan, aku tidak bedakan, kita makan apa, PRT/BS juga
sama, cuman aku tidak mau dicampur, jadi selesai masak, langsung aku dibagi 2, satu buat kita yang langsung taruh di meja makan, yang satunya buat PRT/BS, jadi kalau mereka mau makan, makan saja
tidak usah tunggu kita makan, dan suka-suka, mau makan berapa kali ya terserah, cuma bagiannya sudah ada, jadi tidak mengacau makanan kita. Begitu juga dengan camilan atau buah, aku biasanya
ambilkan PRT/BSnya, misalnya kacang/kue kering, ya aku ambilkan di toples sendiri, tidak campur. jadi mereka tidak langsung ambil dari tempat kita. Begitu juga kalau aku jajan diluar, PRT/BS aku
juga belikan, jadi sama-sama, cuman mereka tau, mana yang untuknya dan mana yang untuk kita, jadi tidak ngacak. "[Rn]
"Wah menurut aku relatif, apalagi kalau kita sering turun
tangan sendiri lebih mengerti untuk jumlahnya. Nah biasanya aku juga habisnya segitu (dengan anggota keluarga yang hampir sama beda 1), karena setiap hari aku ada yang digoreng misal tempe/tahu
dan setelah 3 kali pakai biasanya aku tidak mau pakai lagi dalam artian kita pakainya sesuai jumlah yang dimasak. Cuma mau kasih contoh diriku sendiri, aku juga pernah heran kenapa pembantuku
boros minyak dan sabun cuci, usut punya usut aku jarang mempraktekkan nyuci sendiri, hanya melihat jadi analisanya dari melihat. Kalau pakaian aku tidak masalah harus bareng atau tidak selama ini
ya dibarengin. Untuk masalah makanan aku selalu kasih toples sendiri dan taruh dikamar mereka, jadi sudah aku pisahin, yang ini toples buat aku dan ini buat mereka, dengan dasar pengalaman
seperti kamu. Rasanya lebih nyaman dan samasekali bukan untuk membedakan, rasa kebersamaan itu kan dihati dan tidak bisa dibuat-buat dan merekapun bisa merasakan apakah kita diskriminatif atau
tidak."[DwH]
"Kalau dirumahku yang dihuni 4 orang (3 dewasa 1 batita), sebulannya untuk deterjen sekitar 1-1,5 kg, kebetulan untuk baju kami dipisah sama PRT, baju2 kami masuk
mesin, sedangkan PRT ngucek sendiri. Pewangi juga cuma 1 refill ukuran sedang, kan makainya cuma 1 tutup botol saja [disesuaikan dengan jumlah max di mesin cuci]. Untuk minyak goreng abis 1 kg
aja, karena yang makan cuma 4 orang juga, lagian lauk sering dipanggang/rebus. "[Db]
"Apa mendingan jangan dikasih sekaligus 2 kg tapi dipisah perminggu (jatah), misalkan
(tergantung pakainya berapa banyak) dua sachet untuk seminggu. Atau dicampur sabun colek (kadang2 sabun colek wangi dan bersih juga lho Mbak) dan lebih irit, misalkan satu sachet detergen
ditambah sabun colek (bisa digabung sekali cuci) itu dijatah seminggu-seminggu, sisanya simpan di gudang saja. Juga untuk minyak misalkan beli ½ liter atau 1 liter untuk berapa hari gitu. Kalau
diberikan semua, berapapun pasti langsung habis juga. Karena mereka tidak merasa belanja dan mengeluarkan uang, jadi tinggal pakai saja. Malahan ada temanku yang kalau beli bawang biar murah 2
kilo terus simpan di gudang terus setiap minggu dikeluarin secukupnya, kalau habis baru minta. Biasanya PRT kalau lihat barang/makanan yang banyak suka menggunakan seenaknya, tidak seperti kita
yang merasa capek mencari uang dari pagi hingga malam, meninggalkan anak, eh duitnya habis yang gak kepuguhan buat beli kebutuhan dapur yg dipakai secara boros oleh PRT. Aku punya pengalaman
buruk mengenai ini. Dulu waktu aku masih pakai BS yang senior, aku sudah wanti-wanti agar baju bayi dan keluarga tidak boleh dicampur. Baju keluarga dicuci oleh PRT, dan baju bayi oleh BS.
Ternyata BS mencuci bajunya bersama dengan baju bayiku. Ya ampun, aku marah, gimana hayo kalau si BS punya penyakit kelamin or herpes ?? Belom lagi (maaf) Bsku khan ada BB nya. Kalau untuk makan,
prinsipnya kita dulu yang makan, karena pernah kejadian PRT makan seenaknya. Giliran kita makan, sudah tinggal sedikit/habis. Lah kan kebalik, wong kita yang cari uang kok makan setelah PRT.
Sekarang kita makan dulu, tapi pasti ke kasih ke mereka. Untuk kue/roti, aku suka belikan sendiri, atau dipotongkan untuk PRT dan lainnya disimpan di kulkas kamar.[an]
"Solusi lain
dengan membeli yang sachet, dan bilang untuk pakai 1 sachet setiap kali mencuci. Untung pembantuku tidakb egitu, malah bekas rendaman cucian pakaian kita habis itu dia pakai buat rendam pakaian
dia sendiri pas dia nyuci. Orangnya kerjanya bersih. Sudah ada jadwal mulai dari sikat kamar mandi, ganti seprei, ganti handuk mandi sekali berapa hari semuanya sudah tidak perlu diatur lagi,
cuma karena sudah lama jadi suka lebih cerewet dan kadang-kadang sok ngatur :-( "[Duma]
"Kalau masalah pewangi bukan masalah lama ngerendemnya, tetapi merek dan bahan yang
direndam. Aku juga pernah complain kok tidak wangi aku suruh dibanyakin, sudah boros masih tidak wangi pula. Belajar dari situ sekarang aku lebih sering berpraktek dan mengamati sendiri, lebih
puas rasanya, seperti misalnya kok nyucinya tidak bersih kenapa nih padahal aku lihat sudah sekuat tenaga malah dia tidak percaya sama mesin cuci. Ya aku cuci sendiri, kalau hasilnya tidak bersih
juga aku terima dan kalau aku nyucinya bisa bersih aku bilang ke dia, nih mbak bisa kan ? Begitu lho Dew, masih penasaran? Moga2 jelas dan tak senewen lagi. Kuncinya terjun dulu baru ngomong.[DwH]
"Setahu aku, wanginya pakaian itu tergantung dari pewangi yang dipakai, kalau aku pake So Skiln Softerner Pink, biar Cuma direndem 5 menit juga sudah cukup wangi. Trus kalau bisa
(jika terik banget) pakaiannya jangan dikering di mesin cuci ini bisa lebih wangi lagi. "[Tia]
"Aku pernah baca di majalah supaya komunikasi dengan PRT berjalan lancar, kita
(sebagai majikan) harus memberi tahu keinginan kita, tata cara kita (pokoknya segalanya deh) mulai dari cara nyuci baju, berapa takarannya detergent, pewangi, cara masak (sop, ikan dll), cara
membersihakn rumah dll (pokoknya lengkap sekali) supaya tidak terjadi salah komunikasi dengan PRT. Dengan kata lain, jangan marahin PRT kalau masakan gosong padahal kita tidak bisa masak, dll.
Terus solusi untuk PRTmu: 1. Mengapa pemakaian deterjen dan pewangin banyak sekali? 2. Pisahkan pakaianmu dan suami, anak, dan PRT
3. Beli detergent dan softerner yang sachetan buat PRT-mu 4. Kalau minya goring pemakaian relatif, banyak goreng krupuk dan gorengan, ya cepat habis. 5. Aku pisahkan makanan untuk keluarga
dan PRT, cuman menu tetap sama."[vr]
"Untuk shampoo, aku beli shampoo yang sachetan buat PRT. Bukan papa, abis suka sakit ati aja, sudah dibeliin sebotol, eh besoknya pamit minta
pulang kampung. Aku mana tega mau minta balik shampoonya, jadi beliin aja sachetan, diberikan 5 sachets/ minggu. Aku juga tidak enak untuk marah-marah ke PRT. Jadi untuk cucian, aku sediakan
ember khusus untuk baju anak-anak, bajuku dan suami, dan bajunya PRT. Juga ember untuk mencuci lap dapur dan pel dipisahkan, termasuk sikat juga sendiri-sendiri."[st] |
|