|
Pingsan
Tanya: " Hari itu asupan sarapanku standar : nasi + goreng telur, sampai kantor ditambah beberapa cemilan. Makan siang di suatu kedai dekat kantorku.
Setibanya di sana, aku cuma merasa agak mual bukan mual mau muntah. Tapi tidak terlalu mengganggu dan aku bisa makan dengan nikmat. Kira-kira satu setengah jam kemudian sampai di kantor lagi,
mualku menjadi-jadi. Prosesnya cepat banget, mualnya menjadi-jadi, ditambah pusing sekali dan dadaku sesak. Yah sudah, pingsanlah aku. Terus aku digotong ke dalam ruangan, dibaringkan, tanganku
dua-duanya sudah kram dan terasa kesemutan, dipijat-pijat sama beberapa orang. Yah kira-kira 1/2 jam mungkin ya kemudian aku mulai relax, dikerik dipunggungku juga, dibaluri balsem, diberi minum
wedang jahe segala deh.Aku tidak ingat dengan jelas berapa lama kemudian, aku bandel nekad mau kerja lagi. Tapi gak lama aku merasa tidak kuat, mulai pusing dan lemas lagi. Jadi aku putuskan
untuk pulang. Sampai di rumah masih lemas dan pusing. Masih sempat buang-buang air empat kali mungkin, cair semua. Paginya aku sudah mendingan, walaupun masih lemes, langsung sarapan bubur ayam.
Terus agak siangan tambah fit. Sekarang rasanya sudah fit deh". "Yang ingin aku tanyakan, adakah trick untuk mencegah pingsan ? Terutama kalau sudah terasa ingin pingsan." [st]
Jawab : "Aku tidak pernah pingsan, padahal buat orang "sebesar" aku, tekanan darahku termasuk rendah lho, cuma 90/60. Tapi memang papi mamiku tekanan
darahnya rendah, katanya tekanan darah rendah itu termasuk turunan ya" [ss]
"Pingsan betulan sih aku belum pernah. Tapi pitam dulu sering. (bhs. Indonesianya apa ya ?) Waktu SMP,
hampir tiap upacara bendera aku merasa tidak tahan berdiri. Rasanya padangan mata jadi terang sekali, kepala agak pusing, lidah kering, dan lemas. Kadang jongkok / tunduk sebentar membantu.
Tapi kadang tidak. Pernah juga aku ke gereja, banyak sekali orangnya, dan gerejanya masih dalam tahap pembangunan. Mungkin aliran udaranya tidak baik. Waktu berdiri itu aku tidak tahan lama-lama,
aku langsung lemas dan dibaringkan. Dikipas-kipas, segar lagi. Tekanan darahku normal. Kalau aku pikir-pikir sih, mungkin karena otak kurang dapat darah / oksigen ya. Jadi kalau kita cepet-cepat
dibaringkan mungkin bisa dicegah si pingsan ini ?"[r]
"Dulu sewaktu masih di SMP dan SMA, kalau kepanasan saat upacara bendera, keluar keringet banyak dan kena angin silir-slir
sudah deh kalau didukung kondisi kurang fit, tidak lama pasti kelinyengan dan pandangan mata jadi gelap. Jika ada tanda-tanda seperti itu pasti aku akan jalan ke belakang dengan terhuyung-huyung
lalu duduk sebentar sambil minum teh manis panas. Sembuh deh" [sni]
"Anemia. Sel-sel darah merahku dibawah normal, ternyata setiap menjelang dan selama menstruasi, jumlah sel-sel
darah merahnya drop. Tidak heran kalau sewaktu mens, suka pusing. Tapi tidak sampai pingsan. Maka itu sampai sekarang aku wajib mengkonsumsi sangobion selama dua minggu menjelang dan selama
menstruasi." [di]
" Dulu kalau sudah mau upacara pasti sarapan yang banyak dan minum teh manis, perut kenyang pasti ok , tidak tahu bener atau tidak. Pernah tanya ke dokter,
katanya tidak apa-apa, bisa karena tekanan darah lagi turun atau kurang darah atau dehidrasi saja. Aku memang tidak tahan panas, kalau sudah panas bawaannya gelisah" (NI).
"Omong-omong soal pingsan, aku pernah pingsan 3 kali, dan rasanya enak lho pingsan itu, aku kayak ada di taman bagus sekali, giliran sadar, tidak ada deh itu taman, jadi rasanya malahan
tidak ingin sadar, ingin pingsan yang lama" [ri/mi]
"Kalau aku terasa kayak mau pingsan, pangdanganku serasa banyak lampu neonnya, aku biasanya makan garam dapur sedikit-sedikit,
ini karena aku tekanannya rendah, pernah sampai 60/48, sekarang sih sudah jarang pingsan karena badanku sudah gemuk jadi asupan gizinya sedikit cukup memadai"
"Aku kalau
pingsan tidak merasa enak, tidak merasa ada di taman segala, makanya aku sih kapok, tidak ingin pingsan-pingsan lagi" [st]
"Pingsan ... ?? Aku pernah sekali pingsan, waktu itu di
rumah temanku, setibanya di rumahnya aku kok merasa capek dan ngantuk. Mana udara di rumahnya agak dingin, maklum agak naik gunung jadi aku merasa ngantuk banget. Terus saat kami sedang berjejer
di kamarnya aku sudah betul-betul tidak tahan lagi dan rasanya badanku kok jadi lemes banget, lalu aku cuma sempat bilang sama temanku, "aduh aku nggak kuat nih" Lalu bruk ... Ketika
pingsan tidak merasa seperti ada di taman, rasanya cuma gelap tapi aku juga dengar orang-orang di sekitarku ngomong" [lu]
"Aku juga gampang bener hampir pingsan seperti itu, tapi
tidak pernah samapi pingsan beneran. Telinga sampai berdenging-denging deh, sekelilingku seakan berputar-putar, lemas, mual, langsung keluar keringat dingin. Jadi kalau dalam ruangan / tempat yg
kurang oksigen, panas, pengap langsung deh seperti itu. Tensiku memang relatif rendah sih ya. Tapi kupikir penyebabnya karena kurang oksigen di otak" [de]
"Aku pernah beberapa
kali pingsan, sewaktu masih di SMP. Waktu itu sehabis olahraga lari keliling-keliling komplek, mungkin karena tidak terbiasa, mana waktunya dibatasi, jadilah sampai disekolah ngos=-ngosan.
Perutku sebelah kiri terasa sakit sekali, trus kepalaku cenut-cenut, wajahku sudah merah seperti tomat kepanasan, habis itu aku istirahat dikelas dan meletakkan kepala diatas meja [gaya mau
tidur], terus dibangunkan sama temanku, diajak ke toilet buat ganti baju. Akunya diam aja, terus temanku menggoyang-goyangkan badanku, eh tiba-tiba tanganku terkulai lemas, langsung saja temanku
panik dan digotonglah aku keruangan UKS. Tak lama aku sadar, rasanya sih kayak tidur gitu. Waktu SMA juga pernah karena kecapean, lupa makan siang, pulang naik taxi ke rumah, nah ditaxi ini aku
bersandar tidur-tiduran, begitu sampai rumahku, temanku bilang, " bangun ah, rumahnya udah nyampai tuh." Aku diam saja, lalu dia sekali lagi menggoyangkan tubuhku, langsung saja tubuhku
roboh kesampingnya. Aku tumbang lagi. Terus pernah juga saat aku sedang dibonceng duduk menyamping. Kira-kira baru berjalan 1 km aku jatuh ke arah belakang, kepalaku membentur aspal (tidak pakai
helm, karena helmku dipakai temanku ini.) Aku di x-ray, ketahuan tulang belakangku sudah pindah posisi. Akhirnya aku harus menjalani fisioterapi selama dua bulan, ketika di x-ray lagi si tulang
sudah melekat lagi, cuma dikhawatirkan kalau aku nantinya hamil, akan berabe karena si penyangga agak-agak sensitif, puji Tuhan aku menjalani kehamilan pertamaku dengan tenang tanpa gangguan
berarti. Kalo dilihat-dilihat kayaknya memang aku kurang darah atau sejenisnya, tensiku memang rendah terus, pokoknya tiap bulan aku pasti suka puyeng" [deb]
"Aku pernah mau
pingsan. Waktu itu rasanya, kuping berdenging, pandangan menyempit. Kata teman-teman sih wajahku jadi pucat. Kalau terasa mau pingsan, langsung cari udara segar atau keluar ke ruangan terbuka.
Kalau bisa, baju yang terlalu sempit, dilonggarkan, misalnya buka kaitan rok, buka blazer yang digunakan. Setelah itu tarik napas panjang-panjang, kalau sudah mendingan, boleh minum. Yang paling
enak sih minumnya teh manis hangat" [sa] |
|