Jerawat - Artikel   
SHARING

Asuransi vs. Deposito
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Lebih baik mana? asuransi atau deposito? apa keuntungan dan kerugian masing masing?

Jawab
Setau aku:
1. Kalau deposito keunggulannya: bunga nya pasti lebih gede daripada asuransi
2. Kalau asuransi, produk ini keunggulannya: akan cover risk. Jadi, kalau kita sebagai ortu tahu-tau meninggal (ini amit-amit ya), yang namanya anak tuh tetep bisa lanjutin sekolah sampai lulus S1.

Semua keputusan kembali ke kita sebagai ortu. Apa mau invest di asuransi walaupun bunga nya tidak menarik. Kita juga tidak tahu kan, mungkin kita menghadapi suatu musibah di masa depan dan saat itu juga kebetulan anak kita belum mandiri (belum mampu menghasilkan uang sendiri untuk menghidupi dirinya dia). Tapi kalau dipikir mendingan deposito saja, toh kalau ada musibah masih ada kakek atau nenek atau sanak saudara yang bantu untuk membiayai sekolah anak, menurut aku sih oke-oke saja. Misal, ortu kamu kaya raya dan kekayaannya bisa menghidupi anak cucu sampai tujuh turunan, kamu tidak usah peduli dengan yang namanya asuransi. Lain kalau misalnya ortu kita itu latar belakangnya kurang mampu, kakak adik kita juga kelihatannya tidak bisa menolong secara finansial semisal ada apa-apa yang terjadi terhadap diri kita berdua (suami istri), maka sebaiknya kita punya sebagian penghasilan yang ditanam dalam bentuk asuransi. Kita tidak pernah tahu di masa depan tuh bakal kayak apa. Dari pengalaman hidup aku ya, aku bener-bener sadar kalau kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita setahun, dua tahun atau sepuluh tahun ke depan. Jadi, aku dan suami sih memutuskan untuk investasi di asuransi. Aku punya beberapa kenalan di beberapa asuransi: Allianz, Manulife, Axa. Bisa dikenalkan kalau mau. [Ar]

Sampai saat ini meski saya sudah punya 2 anak, saya belum ikut asuransi pendidikan. Untuk persiapan biaya pendidikan mereka saya deposito atas nama mereka yang bunganya ditransfer ke rekening mereka juga, sambil setiap bulan saya juga nabung ke tabungan anak˛. Tapi sekarang malah kepikirin untuk ikut asuransi pendidikan untuk jaga˛ kalau ada apa˛ sama aku dan suamiku (amit.amit.tok.tok.) siapa yang akan jamin biaya mereka (khususnya pendidikan), mungkin ada eyang˛nya atau kakak yang bisa bantu tapi kita tidak bisa berharap terus (Ci)

Aku mau kasih info lagi cara nabung antara tabungan biasa dan deposito, yaitu tabungan pendidikannya bank niaga, jadi tiap bulan tabungan kita di ambil langsung untuk setoran tabungan pendidikan ini, besarnya minimal 25.000 / bulan, kita yang nentuin sendiri kapan jatuh tempo, bunga tabungan pendidikan ini lebih besar dari tabungan biasa tapi masih lebih kecil dari deposito dan ada asuransinya yaitu kalau terjadi apa apa sama penabung, bank niaga akan nerusin menabung sampai jatuh tempo. [Di]

Waktu itu aku sempet ikutan untuk coba jadi agen asuransi. Dari info mereka sendiri, mereka bilang bahwa tidak mungkin asuransi lebih tinggi daripada deposito. Pasti lebih rendah. Kalau sampai lebih tinggi, yang ada mereka bisa dikeroyok rame-rame sama bank-bank, soalnya tidak ada orang yang mau deposito ke bank, pada lebih milih asuransi lah karena selain bunga tinggi, juga meng-cover resiko.

Alasan yang kamu bilang itu:
1. Mereka tidak bayar pajak.
Ini jelas tidak mungkin karena semua uang yang dia dapat dari para pemegang premi di investasikan dlm bentuk portfolio (beraneka ragam investasi dengan resiko sekecil mungkin). Artinya, uang tersebut sebagian dimasukkan ke deposito, sebagian masuk ke surat obligasi, saham dll. Nah, semua itu kan menghasilkan bunga yang tentu saja kena pajak. Misalnya. Kalau dimasukkan ke deposito ya otomatis kena pajak penghasilan atas deposito yang nilainya 20 % itu.

2. Semisal kalau kita nabung 'cuma' 20 juta kan ikut bunga yang berlaku umum tapi sangat mungkin kalau si perusahaan asuransi nabung di atas 1 milyar misalnya, pasti dikasih bunga khusus sama bank yang bersangkutan. Tapi mesti diingat juga, mereka kan juga harus bayar berbagai macam biaya operasional seperti sewa gedung, bayar gaji, bayar biaya telpon dll. Itu semua dibayar dari bunga dengan special rate tadi itu juga. Dan biaya-biaya kayak gitu jumlahnya tidak sedikit makanya seperti yang kita tahu banyak perusahaan asuransi sampai sekarang juga masih merugi walaupun sudah beroperasi 6-10 tahun di Indonesia. Sebagai gambaran, untuk biaya telpon saja, para marketer/agen asuransi bisa nelpon gratis ke manapun tujuannya dari kantor agen yang bersangkutan! Kebayang tidak biaya telponnya melambung setinggi langit ketujuh Belum mereka harus memperhitungkan berapa besar kemungkinan orang klaim sebelum bayar preminya lunas. Misal, ada org baru bayar premi 2 kali trus lgs meninggal kan asuransi yang bersangkutan ibaratnya rugi 18 kali sisa pembayaran yang seharusnya dibayar si almarhum tadi (total premi biasanya 20 kali). (Ar)

Kalau di Indonesia perusahaan asuransi itu di asuransikan lagi tidak ya? kalau disini perusahaan asuransi itu diasuransikan lagi ada induknya deh gitu jadi insya allah kalau claim apa˛ selama prosedurnya jelas bakalan bisa keluar lagi uangnya tanpa banyak cingcong. Perusahaan asuransi itu sedikit goyah karena peristiwa WTC tahun lalu, banyak banget yang mesti dibayarkan, tapi tidak sampai ambruk. (Sh)

Yang aku tahu di Indonesia yang diasuransiin lagi itu bukan perusahaan asuransinya, tapi asuransinya itu sendiri. Garis besarnya kalau tidak salah seperti ini, kalau perusahaan asuransi A menerima nasabah yang mengasuransikan gedungnya misalnya sebesar 5 milyar, maka si perusahaan asuransi ini akan mengasuransikan lagi ke perusahaan re-asuransi. Jadi kalau ada kerugian, misalnya gedung tadi itu kebakaran, maka perusahaan asuransi A akan bayar sejumlah sekian, sedangkan perusahaan re-asuransi akan bayar sejumlah sekian (tergantung perjanjiannya). Di Indonesia perusahaan re-asuransi ini ada 4 perusahaan. Nah, re-asuransi ini juga tidak nanggung sendirian, dia asuransiin lagi ke perusahaan lain, biasanya ke luar negeri, namanya retro. Jadi si retro ini juga ikutan menanggung sebagian dari jumlah kerugian yang mesti dibayarin. [Si]

Iya maksudnya begitu, intinya kalau kita dari sudut customer akan tetep save gitu. Karena pengalaman beberapa temenku yang punya asurasi pendidikan, trus rumah dll itu ada beberapa yang sampai sekarang malah tidak jelas rimbanya kan sedih. Kita ngumpulin rupiah demi rupiah untuk masa depan trus amblas gitu saja. Kalau asuransi untuk masa tua ada tidak? Untuk pensiunan, di luar jamsostek atau asuransi dari kantor? (Sh)


2003-05-07 15:25:51

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org