| SHARING
Bepergian/menginap dgn BS/PRT
Sumber: ibu ibu DI
"Saya pernah pergi menginap di bandung ama 2 babysitter, memang susah sih, kalau mau gabung ya jelas kamarnya tidak cukup, mana extra bed kan biasanya cuma boleh satu, jadi saya, anak saya (2 orang) dan suami satu kamar dengan extra bed, sedangkan mereka 1 kamar lain. Memang kebetulan kamarnya juga tidak terlalu besar sih, jadi tidak memungkinkan jadi 1 kamar. Trus tempat mereka itu jadi tempat segala macam barang, termasuk termos, blender, tempat makan anak, pampers, pakaian anak, kompor gas kecil (ini saya bawa karena anak saya yang kedua masih makan blenderan, jadi harus masak sendiri), kalau ketahuan mungkin dikenain sangsi kali ya. Emang jadinya kita harus bayar dobel, tapi saya pikir waktu itu, ya memang tidak memungkinkan temaptnya, dan kan sekali-sekali lah mereka "dimanjakan" supaya mereka makin sayang ama anak-anak kita gitu. (sedikit nyogok ceritanya)" (In)
"Kalau aku biasanya dia tidur bareng sekamar. Tidurnya kalau tidak di kursi panjang, di bawah dialasin bed cover hotel. Atau kadang aku bawa alas maennya anak yang kayak bed cover. Soalnya kalo sewa satu kamar lagi lumayan, waktu itu sih biasa aja ya. Bantalnya dari hotel (kan ada bantal ekstra biasanya), kalo nggak bawa bantal dari rumah. Maksudnya emang rada rikuh, tapi kan di dalam kamar hotel itu nggak terlalu lama, biasanya jalan terus, di kamar cuma malem atau mau mandi doang. Cuma yang mesti ati2, mungkin barang berharga, kalau tergeletak takutnya nggak niat ngambil malah mengundang. Terus aku selalu ingetin buat bawa baju tidur yang panjang, takut kedinginan, sama kain sarung ". (Ii)
"Kalau aku agak kapok mbak, bawa asisten nginep satu kamar. Waktu itu kebetulan kawinan kakakku di hotel jadi kita nginep semuanya, tapi giliran pake kamar mandi, biarpun udah aku ajarin tetep aja kali ya, karena nggak biasa pake shower, jadi berceceran kemanaČ dan agak jorok. akhirnya malem itu juga mereka aku pulangin, lagian mereka nggak tahan sama dinginnya AC kamar hotel, untung masih di jakarta juga yah. Jadi aku tidak perlu booking satu kamar lagi. abis itu pagiČnya baru dianterin lagi ke hotel sama supirku." (Na)
"Waktu dulu pergi ke bandung, aku bawa prt-ku. Aku cari kamar yang ada living room, dan living roomnya diluar kamar (meski tanpa dipisah pintu tertutup). Jadi dia tidurnya di sofa living room, bantal kan ada bantal cadangan. Ke kitanya juga agak private, nggak ada orang lain tidur di kamar kita. Memang rate-nya agak mahal, tapi daripada pesen 2 kamar, lebih hemat begini." (Ri)
"Saya pernah ada pengalaman ngungsi ke Hotel saat banjir awal Februari 2002 yang lalu (biar tetap bisa masuk kantor). Dimana ternyata banyak keluarga yg kasusnya seperti saya, sehingga pihak hotel tidak mempermasalahkan dengan bawaan kami yg super heboh (termasuk panci kukus listrik, beberapa botol aqua 1,5 lt, makanan siap saji dll). Saya, suami, 2 anak balita & 2 asisten (PRT + BS) hanya pesan 1 kamar dengan 1 tempat tidur ukuran double. Enaknya disana ada 1 kursi dengan sandaran penyanggah kaki (jadi kaki bisa selonjoran) itu dipake BS untuk tidur dan bedcover yang besar dan tebal itu dilipat tiga dipake dibawah untuk PRT tidur (mereka bawa selimut sendiri). BisaČnya kita mengatur tempat begitu pagi langsung diberesin biar waktu roomservice datang kamar tidak kacau balau. Tapi kalau mau Holiday alias enjoy ya mungkin nggak perlu terlalu hemat alias ya pesan aja 2 kamar, 1 untuk kita dan 1 untuk mereka (kamarnya sekalian dipakai untuk masak memasak makanan anakČ dan aneka perlengkapan lainnya)". (Ir)
2003-07-02 13:04:20
|
ADSL Kamar Orang Tua Cabut Gigi Digicam + Handycam Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk Obat batuk untuk anak 2 tahun: Ryzen Kaos Kaki Panjang Liburan Menginap Di Ancol Pengganti Kulkas untuk ASI Daftar selengkapnya...
|