Jerawat - Artikel   
SHARING

Breast Pump
Sumber: ibu ibu DI

Tanya 
Aku ingin tanya tentang breast pump. Kemarin aku melihat breast pump manual (yang ASInya langsung masuk botol), merk Pigeon harganya Rp 265 ribu. Apa memang harga breast pump sekitaran itu, atau ada merk lain yang lebih murah ?(End)
 
Jawab
Pengalaman pribadiku, jauh lebih banyak hasilnya kalau memompanya menggunakan tangan sendiri. Karena kita bisa langsung merasakan  daerah-daerah tertentu yang kalau ditekan ASInya keluar lebih banyak. Aku juga pernah baca yang menuliskan cara dipompa tangan lebih mengurangi resiko 'merusak' bentuk payudara, karena kalau pakai tangan kita menekan ke belakang, sedangkan kalo pakai alat jadi tertarik ke depan. Paling sebelumnya sedikit diolesin baby oil. Memeng ada beberapa titik di payudara yang jadi rada menghitam karena terus-terusan kita tekan (makanya kuku tidak boleh panjang).(Ls)
 
Pengalamanku juga begitu. Kalau pakai pompa, sudah beli mahal, tidak bisa keluar. Karena selain sakit, keluarnya juga tidak maksimal. Waktu masuk kantor, selama 10 bulan aku pompa pakai tangan. Ada juga ibu yang justru bisa memerah pakai alat pompa dan tidak bisa pakai tangan. Jadi tergantung ke masing-masing Ibu juga, cocoknya gimana. Yang penting, jangan menyerah.(Rs)
 
Aku setuju dengan Tu. Lebih baik memompanya pakai tangan sendiri. ASI-nya akan keluar banyak, apalagi kalau terus-terusan dihisap sama sibayi akan keluar terus dan untuk mengurangi resiko "merusak" bentuk payudara. Aku dulu juga tidak sabar. Karena melihat bayiku yang seperti kehausan terus,  aku ingin ASI-ku keluar banyak, makanya aku  pakai breast pump. Pertama beli yang manual tapi tidak bisa keluar sampai akhirnya pakai yang electric. Memang sih ASI-nya keluar banyak tapi lama-lama ASI-nya makin sedikit bahkan tidak keluar lagi. Aku juga merasa ada perubahan pada payudaraku yang kelihatannya makin mengecil. Setelah aku berkonsultasi sama dokter akupunturku. Kemungkinan sebabnya karena cara pompa memompa itu.(L) 
 
- Penggunaan breast pump itu cocok-cocokan. Dulu aku pakai Pigeon yang manual, sakit, sampai berdarah-darah. Padahal dulu kakak iparku, dengan breast pump yang sama, ASI-nya keluar bisa sampai berbotol-botol. Aku pikir, mungkin karena ASI-ku sedikit jadi tidak bisa pakai breast pump. Akhirnya aku perah dengan tangan, ternyata bisa. Temankku juga pengalamannya sama denganku. Bahkan dia bisa memberikan ASI ekslusif selama 8 bulan karena diperah dengan tangan. Kalau aku baca di leafletnya, bentuk karet dan sistem penyedotannya breast pump sekaligus memijat payudara, dan gerakan menyedotnya itu menyerupai hisapan mulut bayi. Katanya turut merangsang produksi ASI.(R) 
 
Memompa ASI pakai tangan sendiri dengan yang pakai  alat, lebih efektif yang pakai tangan sendiri. Pengalamanku sendiri, waktu lahir anak pertama, aku selalu pakai breast pump karena puttingku kecil. Alhasil aku menyusuinya hanya 2,5 bln.  Tapi saat anak ke-2, aku mompanya pakai tangan sendiri dan alhamdulillah sudah hampir 6 bulan ini, ASI ku masih tetap banyak.[Em]
 
Senangnya yang bisa memberikan ASI sampai 17 bulan lebih. Dulu aku ingin menyusui sampai 2 tahun tapi hanya berhasil sampai 5-6 bulan.Sebenarnya sehari setelah melahirkan ASI-ku langsung keluar deres sekali dan aku tidak sempat merasakan panas dalam, seperti alau ASI-nya mau keluar. Karena aku sibuk dan banyak kerjaan sehingga kecapean dan berdampak pada ASI-ku yang keluar setetes-setetes sementara anakku tidak mau kalau sedikit.Karena itu aku pakai susu formula dan sejak itu dia tidak mau menyusu lagi. Karena tidak dirangsang dengan mulut si bayi, walaupun sudah aku pompa terus-terusan ASI-ku tidak berproduksi lagi.[Ki]
 
Dulu aku pernah memompa dengan menggunakan alat. Sekali perah bisa 120-150cc (di kantor). Saat aku ke klinik laktasi, katanya perah pakai pompa itu sebenarnya merusak payudara (jaringan-jaringannya). Lalu aku diperlihatkan caranya mompa pakai tangan. Mereka tidak terlalu menganjurkan pakai pompa. Sedangkan dokternya hanya bilang, kalau ibu sudah terampil, boleh dibantu pompa. Yang dipencet pakai tangan adalah areola-nya kita, bukan bagian payudara di atas areola. Hanya mungkin agak repot, karena kita pegang gelas penampung di tangan yang satu, pencet areola di tangan yang satu.(Re)
 
Aku juga pernah ke Klinik Laktasi. Disana juga disarankan untuk tidak pakai breast pump. Waktu susternya memberikan contoh cara memerah, susunya keluar banyak banget, langsung ditampung di gelas. Tapi giliran aku yang memerah, susah sekali dan   keluarnya sedikit.(Wy)
 
Ada tekniknya tidak, agar saat memerah pakai tangan susunya bisa keluar banyak ?(Skd) 
 
Kalau aku, baik pakai tangan atau pakai alat, tidak keluar ASI-nya. Makanya aku ke klinik Laktasi, aku bilang ASI-ku sedikit. Waktu dicontohin merah yang benar sama susternya, ternyata keluarnya banyak, aku sampai takjub. Sepertinya teknik memerahnya tidak bisa asal-asalan.(Wy)
 
Kalau teknikku pegang saja semua payudara sambil dirames dan akhirnya keluarlah semua ASIku dari segala penjuru. Mungkin karena memang ASI-ku sangat full, jadi tidak pernah ada kesulitan.(Vit)
 
Pertama kali memerah ASI di kantor, aku pakai alat. Tapi teman-temanku banyak yang bilang kalau pakai alat justru ASI-nya cepat kering, karena proses pemerahannya tidak sempurna. Lagi pula kalau pemerahan di kantor dilakukan lebih dari 1 kali, steril breast pumpnya sulit. Kendalanya pakai tangan, kalau kita tidak tahu tehniknya, lebih capek. Tapi, kalau tahu, lebih enak pakai tangan dan untuk sekali perah, aku bisa dapat 300 cc. Syukur Alhamdulillah saat ini anakku sudah 9 bulan dan sampai saat ini, selain makanan padat, anakku hanya kukasih ASI (belum tersentuh susu formula).(Hp) 
 
Yang mengubah bentuk payudara itu bukan karena kita menyusui, tapi karena kita hamil. Pada saat hamil itulah terjadi perubahan bentuk tubuh secara keseluruhan. Jadi kalau tidak mau payudaranya berubah bentuk, jangan hamil sekalian.(Fy)

Temanku ada yang tidak mau menyusui anaknya sama sekali walaupun ASI-nya keluar.  Katanya dia tidak mau kalau payudaranya berubah bentuk. Alhasil sibayi begitu keluar langsung dikasih susu formula. Payudara temanku memang masih kelihatan bagus, tapi ini bukan contoh yang baik.(L)
 
Memang begitulah mekanisme menyusui. Payudara yang tadinya punya pipa kecil-kecil dan kencang, jadi melar berisi ASI. Kalau sudah selesai menyusui, jadi lembek, karena sudah molor. Bayangkan saja, seperti balon kalau sudah dipompa, diamin lama, terus dikempesin, sudah tidak bagus lagi kan bentuknya. Bukan hanya payudaranya tetapi juga nipplenya. Kalau menyusui, pasti nipplenya jadi besar juga, tidak kecil mungil seperti jaman masih gadis.(Qn)
 
Kalau untuk harga breast pump, punyaku merk Chico yang manual harganya hanya Rp 206 ribu dan lumayan bagus. Waktu itu belinya di Ramayana, Bintaro Plaza.(T)
 
Aku beli 3 tahun yang lalu, di Apotik Titi Murni, merknya lupa dan harganya hanya Rp 60 ribu untuk manual. Tapi tidak terpakai karena air susunya tidak ada.(Sn)
 
Apakah karena menyusui ya, makanya bonding mother-child lebih erat ? Anakku yang kedua kebetulan menyusu sampai kira-kira 1 tahun, dan aku sering kesal karena Ben nempel dan kolokan setengah mati sama aku. Pulang kantor maunya langsung sama aku, mau tidur sama aku, tapinya kalau sama aku, malaha tidak tidur bahkan maunya digendong dan dipeluk terus. Sampai sudah kelewat ngantuk dan nangis teriak-teriak. Pokoknya super anak mami. Berbeda dengan kakaknya Cat, yang hanya menyusui 4 bulan, dan relatif lebih mandiri.(Vit) 
 
Masalahnya sama dengan aku. Bungsuku (7 bulan) masih ASI, lebih nempel ke aku, dibanding abangnya yang menyusui hanya sampai 3 bulan. Sekarang si sulung (4 tahun) lebih mandiri.(Db)
 
Persiapan Dasar Sebulum Memerah Susu :
 
1. Pilih waktu dimana payudara dalam keadaan yang paling penuh terisi, pada umumnya terjadi di pagi hari

2. Semua peralatan yang akan digunakan telah disterilkan terlebih dahulu. Breast pump sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan agar sisa susu tidak mengering dan menjadi sulit dibersihkan

3. Pilih tempat yang tenang dan nyaman pada saat memerah susu, tempat yang ideal seharusnya dimana ibu tidak terganggu oleh suara bel pintu atau telepon masuk. Di tempat kerja, mungkin bisa di meeting room yg kosong, toilet, dan lain-lain.  

4. Cuci tangan dengan sabun sedangkan payudara dibersihkan dengan air 

5. Sebelum memulai, minumlah segelas air atau cairan lainnya, misalnya: susu, juice, decaffeinated tea/coffee, atau sup, disarankan minuman hangat agar membantu menstimulasi payudara. 

6. Usahakan untuk relax, kalau bisa dgn kaki yg diangkat

7. Kompres payudara kira2 5-10 menit, atau mandi air hangat sambil memijat payudara membantu agar air susu dapat keluar dengan lancar

8. Bila masih kesulitan bisa meminta oxytocin pada dokter.(Irm)

2003-11-05 10:45:24

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org