Jerawat - Artikel   
SHARING

Tegas dengan PRT
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Bagaimana mengambil sikap tegas terhadap PRT? Musti tarik ulur terkadang kita tegas, terkadang becanda2 kita anggap keluarga tapi. terkadang juga ngelunjak deh [In]

Jawab
Memang bener nih saya tuh tidak bisa tegas sama PRT bawaannya tidak enak saja. Dulu sering juga ngobrol tapi PRT malahan jadi ngelunjak, sudah sekarang rada ditahan-tahan ngobrolnya. Cuma kadang-kadang bingung kok PRT kalau dikasih tahu suka berani nyahutin. Temenku nyaranin omong seperlunya sajah sebatas kasih instruksi jadi seperti jaga wibawalah. Tapi kan kesannya kan agak kaku tidak kekeluargaan ya. [Sn]

Aku yang bingung, ternyata mau tegas sama PRT juga mbingungi ya? Kalau aku simple saja. Kalau memang harus ditegasi, ya ngomong saja straight to the point. Masalahnya apa, kenapa aku harus tegasin, akibatnya apa kalau dia langgar, dan sanksinya apa kalau dia masih berani melanggar. Biasanya aku jarang tegas sama PRT, karena batas toleransiku sama hasil pekerjaan PRT sangaaat lebaaarr  Ini dibandingin sama Mamaku yang bisa ngedumel lihat piring yang dicuci masih bau anyir gitu. Kalau aku paling2 bilang, "Bik, ini piringnya masih bau. Cium deh baunya. Berarti nyucinya belum bersih. Kalau bersih, pasti tidak bau". Dan aku tidak terlalu keberatan kalau mesti ngulang2 kalimat itu berkali2. Mungkin karena aku berusaha mengukur kemampuan PRT yah. Yeah kalau mereka pintar kan tidak mungkin juga mereka mau jadi PRT.Tapi kalau soal keluyuran keluar rumah, nenangga kelamaan, atau tidak melaksanakan instruksiku, suaraku bisa lumayan keras juga dan sanksinya tidak segan2 aku berikan. Jadi mungkin lihat2 dulu masalahnya apa yang mesti ditegasi. Sama saja dengan kalau kita punya staf di kantor. Ada hal2 yang harus ditegasi dan ada yang bisa ditolerir kan? [Fr]

PRT-ku semuanya aku anggap keluarga. Ngomongnya santai saja. Di rumah juga bebas sebebas-bebasnya menggunakan fasilitas rumah, ya tv, vcd. Anggap saja rumah sendiri, so kalau sudah anggap rumah sendiri maka rawatlah seperti merawat rumah sendiri.Tapi kalau memang harus tegas, ya aku tegas. Marah ya aku marah. Tidak pakai ragu2 kalau memang harus marah dan tegas. Sejauh ini, cara cuek seperti itu sih baik2 saja sih. Belum pernah nemu PRT yang ngelunjak dan tidak teratasi. Kalau dia ngelunjak, aku pehaka saja langsung. Seperti dulu ada PRTku yang pamit ke rumah kakaknya, ternyata nginap di rumah pacarnya. Langsung aku telpon kakaknya suruh jemput PRTku itu dari rumahku. sudah, selesai. [Fr]

PRT yang ini kerjanya serba bisa, cuma yah itu karena sudah lama jadi agak-agak judes dan sedikit ngeyel sok pinter. Kadang-kadang aku ngeluhnya ke suami yang jadi suamiku bilang sudah daripada capek hati cari sajah yang lain he he tidak solusi. Terus aku lihat-lihat memang akunya tidak bisa tegas, akunya lembek jadi PRT pikir aku bisa  dikendalikan dan tidak didengerin.Seperti punya PRT yang judes kalau dia lagi kesel sama pacarnya eh muka asamnya dan kejudesannya muncul juga di rumah dan sama kita. Nah kepengen negor jangan judes-judes tidak enak ahirnya aku bisanya Cuma nyindir ke masalah orang yang kebetulan judes aku bilang kalau orang judes dibales judes kalau orangnya sopan ya kita bales sopan. He-eh, tidak mengena ke PRT ya. Nah kalau soal toleransi yah aku memang paling toleransi jadi kerjaan PRT di rumah tidak gitu banyak, mungkin karena itu pula PRT agak ngelunjak ya. Apa mendingan aku tulis pembagian kerjaan (PRTku ada dua). [Sr]

Kalau tegas dengan PRT aku lihat saja kondisinya kalau mmg harus kenapa tidak toh ada alasannya, selama ini aku cukup memberikan toleransi dan menganggap dia seperti keluarga sendiri, ya moga2 dia betah bersamaku. Kalau kita terlalu baik juga, bisa2 dia lupa lagi posisinya. [Mg]

Aku jadi mau cerita. Aku baru saja bermasalah dengan PRT ku. Gara2nya dia nyuci peralatan anak2ku tidak bersih. Tapi seperti biasa dia selalu njawab kalau ditegur. Bilangnya kan bukan dia saja yang nyuci, padahal nyuci peralatan makan anak2 itu tugas dia. Biasanya sih aku tidak mau ribut. Cuma kali ini aku sudah kesel karena laga-lagunya dia mulai ngelunjak karena tidak pernah dimarahin. Marah besar, lah aku. Eh, dia ngambek. Besoknya aku liat dia sudah mulai mau ngomong sama aku. Ya sudah aku bilang saja, "Tin, sorry yang kemarin".  Tidak tahunya dia cuma jawab," tidak apa2, bu". Terus dia biasa lagi. Ya sudah, padahal aku sudah siap ngomong macem2 tuh ngasih tahu dia bahwa aku marah besar bukan karena dia nyuci mangkok tidak bersih, tapi karena dia suka ngeyel. [ml]

Memang sekali2 PRT harus digituin, sih. Kalau tidak dia suka ngelunjak. Ya seperti di kantor sama bawahan saja. Kita tidak perlu cerewet dikit2 marah. Tapi ada kalanya kalau dia sudah bikin kesalahan besar, kita harus tegas. Kita boleh baik sama dia, tapi dia juga harus tahu bahwa dia tidak bisa seenaknya. [Sh]

2004-02-13 12:19:38

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org