Jerawat - Artikel   
SHARING

Tanaman Obat & Dapur
Sumber: ibu ibu DI

Ada yang punya pengalaman tidak dalam hal menanam tumbuh-tumbuhan yang berhubungan dengan kesehatan dan kebutuhan dapur. Ceritanya ada tanah kosong yang tersisa disekitar rumah, inginnya sih selain ditanami bunga-bungaan, juga ditanamani tanaman yang berguna, entah itu tanaman obat atau tanaman yang bias mencukupi kebutuhan dapur, entah itu cabe, bawang, jahe, daun salam, belimbing, dll, atau pepaya, pisang, mangga. Bagaimana cara merawatnya dan dimana mendapatkan bibit-bibitnya (lokasi di jakarta yach, tepatnya sih kalau ada di jakarta timr). (UM)

Coba hubungi Kebun Tanaman Obat Karyasari di pondok gede, mereka jual bibit dan tanaman obat. Alamatnya tanya langsung saja ke mereka saja di: 8466766 (dm)

Kalau mau nanam tanaman dapur tidak usah beli bibit di penjual tanaman , beli saja bumbu dapur di tukang sayur terus tanam sendiri:), gampang kok tinggal ditaruh di tanah, rajin disiram saja pasti tumbuh. Kalau aku tanamnya di pot, biar sekalian membedakan, kadang-kadang khan daunnya suka sama tuh apalagi kunyit, jahe dan kunci, sekarang sih aku baru tanam sereh, kunci, kunyit, kunir putih, daun jinten, pandan, jahe, kencur, daun suji, cabe. Kalau sudah tua suka berbunga, bunganya kunci tidak kalah sama bunga hias lho :). (Rr)

Bibit sayuran, semacam tomat, cabai, bayam, kangkung, terung, sawi dsb, biasanya dijual di depot-depot yang jual tanaman (tapi maaf ya aku tidak tahu yang di Jakarta), terus di Ace Hardware juga ada kok bibit-bibit tersebut, biasanya di bagian peralatan berkebun. Terus kalau sebangsa tanaman obat (kayak kunyit, jahe, temu kunci, lengkuas), aku biasanya cuma pakai yang biasa kita beli untuk masak itu, terus kutancepin di tanah, terus tumbuh deh. Aku tidak pernah merawat tanaman secara khusus, cukup kusiram pagi & sore, sesekali tanahnya disiangi (bhs Jawa : didangir). Sesekali kasih pupuk kompos atau pupuk buatan (biasanya orang yang jual tanaman juga jual kok). Mau tanaman tumbuh subur, nanamnya pakai tanah hitam ya mbak (apa ya sebutan lainnya, kami sebutnya tanah hitam, di sini sekarung yang 25kg itu harganya 10 ribu, dua tahunan lalu deh, sekarang tidak tahu). Untuk pepaya dan cabai, dulu malah aku suka iseng saja, dari biji cabai yang kita masak, kita keluarkan bijinya, dan kita sebar, tumbuhlah cabai, begitu pula dengan pepaya. Tapi kalau pohon mangga, aku beli bibit pohon mangga yang sudah jadi, waktu beli kira-kira tingginya sekitar 50 cm lah. Waktu kecil dulu kutanamnya di dalam pagar teras, agak gede kupindahin ke luar teras, kata orang sih kalau dipindahin begitu nanti tidak berbuah, nyatanya tahun lalu sempat berbuah sampai 30 biji (punyanya cuma sepohon lho), tapi entah tahun ini berbuah apa tidak. Terus kasih jarak yang cukup untuk tanaman biar mereka tidak berebut makanan, terutama tanaman yang gede gitu, contohnya pepaya, waktu pembibitan, bisa jadi ya dalam satu pot ada buanyak yang tumbuh, agak gedean dikit kan ntar pindahin ke tanah ya, kasih jarak 1m -1.5m (ini pengalamanku jaman SMP, pembibitan di rumahku pakai pot, agak gede kupindah di rumah nenekku yang kebunnya luas, tapi deket sama rumahku, pohon pepayaku ini ada deh kalau 10 buah, kalau pas panen, kita makan and bagi-bagi tetangga sama saudara).

Kalau pisang kayaknya belinya juga yang sudah jadi tunas pohon pisang kan. Tahun lalu aku juga nyebar biji jambu air yang kumakan (jambunya bawa dari Jawa), tumbuh tiga pohon, sekarang sudah satu meter di tanah samping rumah yang secuprit itu, yang dua mau ku cabut biar yang satu tumbuh gede tapi tidak di bolehkan suami, katanya biar berlaku hukum alam, siapa yang kuat dialah yang menang dan tumbuh gede. (AED)

Kalau tidak salah namanya "media tanam", jadi campuran antara tanah dengan pupuk kompos belinya di tukang pohon pinggir jalan saja pasti ada, 1 karung 20 ribu, beli 2 cukup 30 ribu.(tt)

Kebetulan di rumahku yang halamannya cuma seuprit tumbuh berbagai macam tanaman obat. Mulai dari timun obat darah tinggi yang ukurannya sekelingking, mahkota dewa, antanan, lidah buaya, sirih, saga, jarak, jawer kotok, blimbing wuluh, pegagagan dll, belum termasuk kencur, jahe, kunyit, cabe. bawang daun seledri, sampai-sampai aku melihat rumahku kok terlalu rimbun kaya hutan mini.:-)

Habisnya setiap kali mau dipangkas atau dibuang, selalu saja mamaku bilang, sayang, di rumah orang lain yang sengaja ditanam dirawat disayang-sayang tidak mau tumbuh, masa dirumahku tumbuh subur mau dibinasakan ? perawatannya kayanya simple, yang penting rajin disiram dan disiram air campur pupuk. Mungkin juga tanah dirumahku yang termasuk subur ya, soalnya pohon mahkota dewa yang konon rada susah berbuahnya, baru setinggi dengkul buahnya sudah banyak sekali, yang kesenengan memanen ya mamaku. Kalau pohon sebangsa pepaya, pisang, mangga, aku kurang suka, karena hasilnya kurang sebanding dengan berantakannya, maksudnya pohonnya gede dan rimbun serta bersampah, sedangkan halamanku kecil mungil. Jadi mendingan aku beli di pasar saja deh buah-buahan itu daripada menanam sendiri.

Timun darah tinggi bentuknya kayak apa ya? Tumbuhnya merambat? bisa di pot tidak ? halamanku juga imut dan sudah penuh sama rumput, sirih, jinten, tebu, kalau mesti dirambatin timun juga, apa tidak kayak hutan belantara nanti. :) Nanamnya gampang khan ya? (Rr)

Timun darah tinggi ini miniaturnya timun, buahnya sebesar kelingking, kalau tua warnanya berubah jadi merah. Kalau ditanam di pot sih bisa, tapi yang dirumah mama tidak mau berbuah tuh, mungkin harus pakai pot yang gede/drum kali ya? dulu bibitnya aku bawa dari Klaten , soalnya keluargaku dan keluarga suami semuanya punya bakat darah tinggi. Tapi aku beberapa kali lihat ditanam di halaman depan rumah-rumah di Jkt berarti sudah banyak yang tanam. Mahkota dewa, tanamnya dari biji, kalau pegagan, nah itu lalapan yang dijual di tukang sayur daerah sunda, dulu aku salah beli di tukang sayur, kupikir antanan berdaun lebar, ternyata pegagan, lain jenis tapi sama- sama berkhasiat obat juga. (Vt)

Tanamanmu ada masalah dengan kutu tidak sih? Aku sebel sekali deh, sayuranku semuanya ada kutu. Bayam, kangkung, sledri, caisim, jadi tidak bisa tumbuh subur. Itu kutu yang putih kecil. Dan tanaman hiasku yang antik tiba-tiba kering. Aku perhatiin, ternyata ada keong kecilnya. Dan lagi, kedondong bangkok yang lagi berbuah lebat, banyak ulatnya, jadi satu pohon dibuang suamiku. Walaupun sebel, ya, aku ikhlaskan. Jeruk, juga ternyata banyak ulatnya. Jadi belakangan ini aku lagi males berkebun. Memang sih, disarankan untuk pakai insektisida kayak basudin, cuma aku tidak sreg saja, pakai racun kimiawi kayak gitu. Sempet baca di tabloid rumah, cara bikin insektisida alami dari cabe, etc. (Wnd)

Kalau untuk ulat aku semprot pakai larutan sabun colek, kalau agak parah pakai larutan rinso (kan katanya rinso lebih keras daripada sabun colek). Kayanya air sabun manjur juga untuk kutu deh kalau membasmi cacing dan ulat-ulat tanah, di dalam potnya ditabur furadan yang bentuknya granul warna ungu. Aku sih takut banget pakai insektisida kimia, takut kalau pembantuku teledor, dan anak-anak main dihalaman megang insektisida trus keracunan, jadi biar sajalah kalau pohon mati daku bolong-bolong dimakan jangkrik, abisnya jangkrik tidak mempan pakai air sabun, baru disemprot dianya sudah loncat. (Vt)

soal furadan aku sudah lupa-lupa inget. Yang jelas dia itu insektisida dan fungisida untuk hama yang adanya di dalam tanah semacam cacing ulat tanah, jamur. Yang aku tidak begitu pasti apakah si furadan ini diserap oleh tanaman dan didistribusikan ke daun ? kayanya lebih baik tidak pakai furadan ini untuk sayur-sayuran yang dimakan ya. Kalau aku sih pakai untuk semua tanaman hias termasuk suflir-suflirku tercinta. Furadan aman menurut aku, karena dia kan dipendam di dalam tanah, jadi kecil kemungkinan bakal kepegang-pegang sama tangan jahil para kurcaci yang suka geratak kesana kemari. J

Soal air sabun, aku sih sedia sprayer 2 dirumah, yang satu isi pupuk daun, yang satu isi air sabun, jadi memang tiap pagi aku suka inspeksi tanamanku, kalau ada ulat/kutu ya langsung semprot.(Vt)

Furadan bisa buat rayap juga ya ? wah bagus juga kalau gitu, kebetulan dulu aku punya pohon belimbing di depan rumah dan ditebang terus mati. katanya kalau akarnya tidak diambil nantinya bisa jadi sarang rayap. tapi mau mengambil akarnya malas macul-macul ;-) Cacing tanah ? hiiiy...meskipun aku suka tanaman tapi aku tidak suka sama cacingnya. jadi tanaman pot ku semuanya aku kasih furadan biar bebas cacing. Nah cacing-cacing itu biarlah hidup di tanah yang luas saja di halaman, jadi tidak sering-sering ketemu dengan akuJ. Ada lho pupuk khusus yang berasal dari kotoran cacing, namanya cascing (alias bekas cacing). Pupuk ini untuk lapangan golf dan diekspor. Aku waktu ditugaskan mengunjungi pabrik cascingnya langsung pusing dan mual-mual.(Vt)


2004-05-16 17:11:37

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org