| SHARING
Hamil, Puasa dan Menyusui
Sumber: ibu ibu DI dan sumber lain
Benarkah pendapat bahwa ibu hamil atau menyusui lebih baik tidak berpuasa? Apa efek negatifnya jika tetap berpuasa? Bagaimanakah tinjauan dari sisi dalil agama maupun medis??
DALIL ISLAM **sumber: Fiqih Wanita, alih bahasa: Anshori Umar**
-Menurut madzhab Maliki: wanita hamil & wanita menyusui bila khawatir jatuh sakit dikarenakan berpuasa, baik yg dikhawatirkan itu dirinya sendiri atau anaknya atau kedua2nya, maka boleh saja berbuka puasa dan wajib mengqadha puasanya kelak. Bagi wanita hamil tidak diwajibkan membayar fidyah sdg bagi wanita menyusui wajib membayarnya.
-Menurut madzhab Hanafi: bila wanita hamil atau wanita menyusui cemas akan timbulnya bahaya akibat berpuasa, maka boleh mereka berbuka, baik kecemasan itu atas dirinya sendiri, atas anak, atau atas kedua2nya. Bila mampu, mereka wajib mengqadha puasa merekatanpa harus membayar fidyah.
-Menurut madzhab Hambali: wanita hamil dan wanita menyusui boleh utk tdk berpuasa apabila mereka khawatir akan timbulnya bahaya atas diri mereka dan anak sekaligus, atau atas diri mereka saja. Dan dlm keadaan dmk mereka hanya berkewajiban melakukan qadha tanpa fidyah. Adapun kalau kekhawatiran itu tertuju kpd diri anak saja, maka selain qadha juga wajib fidyah.
-Menurut Madzhab Syafi'i: wanita hamil dan wanita menyusui, apabila khawatir akan mengalami bahaya tak tertanggungkan akibat berpuasa, baik itu kekhawatiran atas 1)diri mereka dan anak sekaligus, atau 2)atas diri mereka saja, atau 3)atas anak saja, maka mereka wajib berbuka, tak usah berpuasa. Dalam ketiga keadaan ini mereka mengqadha puasa mereka kelak. Hanya utk keadaan yg ke-3 yaitu bila kekhawatiran hanya tertuju pada anak, maka selain qadha juga wajib membayar fidyah.
Dari semua keterangan di atas, jelaslah bhw berbuka puasa bagi wanita hami dan wanita menyusui itu boleh saja, bila merasa khawatir atas keselamatan dirinya atau anaknya. Adapun harus membayar qadha atau fidyah, silakan ambil dari salah satu madzhab, Insya Allah semuanya benar.
DALIL MEDIS **sumber: http://www.handoko.net/keluarga.Org/puasa_hamil.shtml**
Pengalaman saya waktu menyusui dulu, saya sempat puasa tapi anak saya tidak mau ASInya. Memang saya perhatikan asi saya berkurang kualitasnya (jadi encer sekali) padahal masih buanyak sekali ...[Ri]
Aku pernah baca, kalo masih menyusui terus puasa, ASInya jadi berasa basi, jadi kalo udah buka puasa dan mau menyusui, yang di awal2-nya dibuang dulu, mungkin buat menghilangkan yang basi itu. Ada juga tetanggaku, dia coba puasa, trus anaknya jadi diare. Sepertinya perutnya kembung, mungkin krn ASInya mengandung banyak gas ya ?
Saat hamil, dsog-ku dulu juga menyarankan untuk tidak puasa, karena waktu itu aku hamil muda (6 minggu). Tetapi kalo sudah hamil tua, katanya ibu Zakiah Daradjat, merupakan salah satu pendidikan agama sejak dini...[lv]
Waktu hamil sich aku nggak puasa, nggak kuat soalnya; bawaannya lapar terus dan dingin. Sekarang kayaknya penyakitnya lain, kalau kelaparan jadi gampang masuk angin, jadi aku lagi mikir juga nich puasa apa nggak. Waktu hamil Kay, akhirnya aku bayar fidyah, kurang lebih membiayai makan 1 orang selama 30hari. DSOG disini sich nggak nyaranin apa-apa...[mi]
Aku dulu malah puasa waktu hamil 3 bulan, soalnya nanya ke dsog-ku, katanya nggak apaapa berpuasa, ya sudah, tamatlah puasaku, lagipula aku yakin banget nggak bakalan apa-apa, walaupun memang sich berat badanku turun 1,5 kg...[ls]
DSOGku dulu pedapatnya begini.. 1. Aku dikasih daftar kebutuhan tubuhku dan janin untuk tumbuh; jadi kalori perlu berapa, protein berapa dst. Nah, dia bilang asal aku bisa penuhi itu selama 24 jam ya monggo saja berpuasa. 2. Badan kita biasanya kasih isyarat; jadi kalau memang sedang sering muntah atau kliengan, itu tandanya bahwa kita nggak mampu berpuasa, maka jangan dipaksakan. 3. Sugesti adalah bagian terbesar dari keyakinan; jadi kalau kita memang yakin bisa dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi yg diperlukan, insya Allah berhasil, tapi kalau memang ragu sebaiknya jangan.. nanti kalau ada apa-apa kan menyesal...[hn]
dari: http://www.handoko.net/keluarga.Org/puasa_hamil.shtml
"Dulu waktu masih kasih ASI awalnya aku ikutan puasa, ternyata anakku diare. Begitu berhenti puasa diarenya jadi berhenti. Kalo kebanyakan tetanggaku sih bilang, dgn puasa ASI jadi basi (tapi aku nggak tahu hubungannya gimana)"...[en]
"Waktu lagi nyusuin malah nggak yakin mau puasa, padahal waktu itu anakku sudah sekian bulananlah usianya. Kondisi anakku waktu itu susah banget makan, jadi ASI itu benar-benar makanan utamanya. Karena merasa khawatir, waktu itu aku nggak puasa sebulan penuh, bayar fidyah..."[ls]
"Waktu menyusui, guru ngajiku juga nasehatnya sederhana aja kok.. bahwa nggak ada satu badan manusiapun yang sama persis dengan yang lain, begitu juga kebutuhannya, itulah bagian dari kebesaran Allah. Ada memang yang nggak papa menyusui, tapi ada yang mungkin bayinya terganggu karena kualitas ASI berubah. Kewajiban berpuasanya tidak gugur, jadi masih harus diqadha sebelum Ramadhan tahun depannya datang (kecuali kalau tahun depannya keburu hamil lagi)"
"Yang jelas, hamil dan menyusui saat Ramadhan itu menurutku sama sekali nggak mengurangi hikmah dari bulan sucinya sendiri, walaupun kita mungkin nggak mampu berpuasa. Ibadah lainnya tetap bisa kita lakukan, dan ibadah ini akan menimbulkan getaran buat si janin ataupun bayi yg kita susui. Menahan nafsu, menjaga prilaku dan berbagai kebaikan lain dari Ramadhan adalah bentuk pengenalan dini yang bisa kita lakukan juga kok..."[hn]
2003-04-19 12:19:35
|
ADSL Kamar Orang Tua Cabut Gigi Digicam + Handycam Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk Obat batuk untuk anak 2 tahun: Ryzen Kaos Kaki Panjang Liburan Menginap Di Ancol Pengganti Kulkas untuk ASI Daftar selengkapnya...
|