Jerawat - Artikel   
SHARING

Posisi Bayi Sunsang
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Ibu, aku mau tanya lagi ya, tolong dibantu. Saat ini usia kehamilanku sudah masuk minggu ke 34. Waktu periksa rutin sekitar dua bulan lalu, saat kandunganku 28 minggu, DSOG ku bilang kalau posisi bayiku sunsang, kepalanya masih di atas. DSOG ku tidak terlalu kuatir saat itu, katanya ini sudah biasa, dia cuma menganjurkan agar aku sering (maaf) nungging. Aku sudah lakukan anjuran itu, tetapi waktu periksa lagi dua minggu lalu, ternyata posisi bayi belum berubah. Kata dokterku, sebenarnya aku masih punya kesempatan untuk melahirkan normal karena bayi pertamaku juga lahir normal asalkan sampai waktunya ketubanku tidak pecah, tapi kalau ketuban sudah pecah duluan, aku harus dioperasi.

Ibus punya pengalaman tidak soal bayi sunsang ini? tolong dishare ya. Sejak habis periksa kemarin aku sudah tambah porsi nunggingnya, tiap habis shalat sekitar 3-5 menit (kurang lama tidak ya?) tapi aku khawatir belum ada perubahan posisi ya. Seberapa besar resikonya jika aku akhirnya melahirkan normal walaupun posisi bayi masih sunsang? [Rv]

Jawab
Waktu hamil kedua, bayiku juga sungsang. Aku juga disarankan untuk sering-sering nugging, terutama habis sholat. Awalnya tiap kali nungging, aku mual, seperti berat sekali. Tapi karena ingin melahirkan normal, nungging-nya jadi semangat. Dan jangan lupa, kalau waktu kontrol ke dokternya, minta dicek, posisi nungging-nya sudah benar belum. Karena temanku ada yang posisi-nya kurang pas, sehingga bayi-nya tidak mutar-mutar. Kalau bisa nunggingnya agak lama, biar tidak kerasa capek, sambil zikir. Alhamdullillah di minggu-minggu terakhir, menanti kelahiran, bayiku sudah normal. [Mrt]

Mbak, kalau pengalamanku waktu hamil anakku, juga sungsang, lalu sama dsognya juga disuruh nungging tiap pagi bangun tidur dan waktu mau tidur. Juga banyak melantai (mengepel). Aku jalankan semua itu, saat usia kehamilan 8 bulan, janin sudah pada posisinya. Tapi pada hari h juga tidak keluar, akhirnya caecar. Sedangkan pengalaman temanku, waktu 7 bulan juga sungsang, dia nungging dan kembali posisi baik, tapi waktu sudah 9 bulan (1 minggu sebelum lahir), bayinya sungsang lagi, untungnya saat ditunggu di rumah sakit, bayi mau posisi bagus lagi, sehingga tidak perlu dioperasi. Biasanya dokter juga bantu dengan diputar posisinya waktu kontrol. Sungsang/tidak ditentukan dari gerakan bayi yang didalam tidak mau diam. Dilatih saja terus, mbak. Jangan terlalu dipikir dan cemas ya. Kalau aku waktu nungging itu bisa 10 menit (coba lebih lama lagi) waktu itu 1 bulan sudah ke posisinya, sepertinya kalau sungsang, dokter tidak menyarankan normal, karena terlalu beresiko, biasanya kalau ada problem, lebih aman di caecar (itu kata dsog-ku waktu kontrol) Tapi biasanya ditunggu sama dokternya sampai anaknya mau meluncur, kecuali ya seperti kata mbak, ketuban pecah duluan. [Ln]

Masih ada waktu mbak, 3-4 minggu lagi kan, perbanyak saja menungging dan berdoa, posisi menunggingnya jangan hanya seperti sujud saja, tapi yang benar (aku lihat di RS. Pondok Indah) adalah dadanya sampe menyentuh lantai. Jadi kalau diliat posisi "bokong" akan tinggi. Waktu hamil kedua, tahun lalu aku juga begitu. Udah usia 36 minggu posisinya bayinya masih sungsang, Alhamdulillah bayiku mutar dan aku bisa melahirkan dengan normal. Mudah-mudahanya bayinya mutar ke posisi normal ya mbak. [EQ]

Kalau pengalaman temanku menunggingnya tidak asal menungging mbak (jadi tidak enak bilangnya) ada caranya, kata dia, posisi kita menungging Cuma posisi kepala s/d dada kita horizontal dengan lantai, jadi tidak asal menungging, maaf tidak banyak bantu, semoga bermanfaat. [Dn]

Benar, rajin menungging saja, dulu aku juga begitu sama dsa dan bidan yang melatih senam hamil diajarkan cara menunggingnya, sejak itu aku pasti menungging kalau mau tidur, sampai benar2 ketiduran dalam posisi menungging, sampai suamiku yang membangunkan aku. Setelah 1 1/2 minggu menungging, akhirnya posisinya sudah mutar dan tidak sungsang lagi. jadi rajin-rajin nungging ya. [Ln]

Ada cara lain yang bisa dicoba selain menungging. Yang kamu perlukan adalah sebuah walkman. Katanya kan bayi bisa dengar suara-suara kalau sudah siap usia lahirnya, makanya dianjurkan untuk bicara juga dengan si anak. Earphone /headphone nya kamu letakkan saja di bagian bawah perut mendekati alat kelamin kita, dan pasang lagu-lagu (lagu klasik salah satu contohnya). Katanya nanti si bayi akan berputar ke arah suara, jadi kepala/telinga akan berada di area tempat musiknya terdengar. Banyak teman-teman yang sudah mencoba dan katanya berhasil, habis kalau nungging emang rada-rada repot. Selamat mencoba ya [Dm]

Dari pengalaman aku, ada hal yang lebih penting dari menungging, yaitu komunikasi orangtua ke anak. Yang lebih penting komunikasi ibunya, tapi alangkah baiknya kalau bapanya juga ikut komunikasi. Anakku dua-duanya pernah punya masalah ini, apalagi yang kedua sampai sudah tinggal menghitung hari, posisinya masih belum benar. Mungkin karena frekuensi bicaraku yang lebih kurang karena sibuk mengurus kakaknya. Caranya kita bikin 'hubungan batin' bicara dari hati ke hati. Kalau dulu aku sempat minta maaf karena kurang perhatian dan minta buat berjuang bersama-sama dan ternyata benar, waktu tidur malam berasa sekali didalam perut 'si kecil' sedang mutar-mutar cari posisi. Akhirnya, puji Tuhan, aku bisa melahirkan dengan normal. Oya, sebagai tambahan dalam komunikasi ini, semuanya terbuka karena pikiran anak masih menyambung dengan kita, jadi tidak perlu menyusun kata yang bagus-bagus, yang penting tulus sesuai dengan kata hati. Ok, semoga sharing ini ada manfaatnya. [Ttn]

2004-08-28 13:00:43

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org