Jerawat - Artikel   
SHARING

Alergi
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Suami saya ada riwayat alergi dan sekarang walaupun tidak banyak gejalanya tapi anak saya ada gejala alergi. Sempat saya ikuti anjuran salah seorang Ibu agar anak saya minum susu NAN HA, tapi sepertinya belum ada kemajuan. BAB-nya masih saja keras, memang saya tidak terlalu lama mencobanya, karena anak saya kelihatan kurang suka rasanya yang beda dengan susu formula biasa (sempat saya cicipi) jadi saya ganti. Saya jadi bingung apakah perlu meneruskan NAN HA atau tidak? Susu NAN HA hanya untuk bayi, untuk susu lanjutannya apa ya? [Ri]

Jawab
Nan HA memang tidak enak jadi kalau anak dari awal sudah kenal susu sapi yang biasa pasti dia tidak suka, tapi daripada nanti repot mengurusi alergi terus mendingan dicoba pelan-pelan dulu. Mulai dicampur sedikit demi sedikit sampai dia terbiasa dengan aroma dan rasanya. Tapi kalau sudah terbiasa dan masih juga gitu, tetap harus dibawa ke ahli pencernaan, bisa jadi sembelitnya karena ada pencetus lain. Anak saya yang ketiga (1 thn 5 bln) sudah tidak saya kasih Nan HA lagi sekarang, pindah Isomil Plus, dasarnya anak saya 'tong sampah' mau makan campurannya apa aja, minum susu apa saja tidak masalah. Sampai-sampai assisten saya bilang 'bu, enak sekali kasih makan adik begitu lihat sendok mulutnya langsung terbuka [Dn]

Saya mau berbagi pengalaman saja. Ketika anak saya baru lahir sampai umur 2 bln-an matanya belekan terus, menurut DSA-nya itu adalah salah satu tanda kalau anak saya punya bakat alergi yang ternyata dari keluarga saya. Jadi memang ibu & kakak saya sangat alergi debu & udara dingin, dan saya juga ada sinus (sampai sekarang belum sembuh). Jadi beleknya anak saya itu karena tersumbatnya kotoran mata. Saat itu saya disuruh memijat perlahan-lahan dibagian atas hidung (antara mata kanan & kiri) dengan 2 jari setiap pagi dan alhamdulillah sampai sekarang tidak kambuh. Untuk masalah BABnya/sembelit itu juga bagian dari alergi. Terakhir kali BABnya keras (beberapa minggu lalu) DSA-nya minta supaya susunya kembali lagi ke tahap 1 selama 1 bln (nut-pre 1), mungkin ada kandungan di nut-pre 2 yang tidak cocok dgn pencernaannya. Setelah sebulan bisa kembali dicampur antara 1 & 2 untuk seterusnya kembali lagi ke tahap 2 (kalau BABnya benar-benar sudah lancar). Jadi sembelitnya itu akibat sistem pencernaannya yang tidak beres (dan itu didapat karena 'bakat'). Bahkan kemarin sempat dikhawatirkan kalau
sembelitnya itu karena ada 'calon ambeien' yang juga ada faktor bakat (dari ayahnya dan ortu saya). Untuk susu, DSA-nya tidak menyarankan untuk ganti merk lain mengingat anak saya punya masalah dengan pencernaannya. Jadi sampai sekarang anak saya masih diberi lacto b yang dicampur di susunya dan "hanya" minum jus pepaya (diblender dengan agar-agar atas saran DSA-nya). Makannya saya buatkan tim saring yang hanya boleh dicampur dengan sayuran (bayam & wortel) + ikan. Sementara tidak boleh makan daging sapi/ayam. Alhamdulillah dan Insya Allah BAB-nya tidak bermasalah lagi. Penanganan alergi tiap orang itu berbeda-beda, mungkin sebaiknya konsul saja ke dokter supaya lebih mantab. [Wwd]

Soal alergi ini, saya baru mengerti kalau anak saya 3 thn di vonis alergi Dermatitis Etopik oleh dokter kulit setelah sekian lama gatal-gatal terus, terutama dibagian pantatnya. Saya kira, karena pernah duduk di kloset duduk yang kotor di toilet umum, biasanya dialasin tissue atau disuruh jongkok pipisnya. Kemudian gatal-gatal menyerang, tapi ternyata setelah hampir 2 bulan tidak sembuh-sembuh kita ke dr kulit dan beliau menyatakan kalau anak saya kena alergi kulit. Kebetulan saat itu anak saya batuk-batuk terus, kita minta PPD test, rontgen dan check darah karena khawatir terkena TBC.
Alhamdulillah, tidak ada indikasi tersebut. Tapi dari hasil test darah menunjukkan kalau anak saya alergi. Beliau menganjurkan untuk pantang makanan tertentu seperti : telur, ayam, seafood, kacang tanah, makanan yang mengandung pewarna sampai umur 5 thn (sampai mamanya bingung menyusun menu). Terus susunya juga harus ganti pakai susu soya. Akhirnya dapat nutrilon soya, sedikit demi sedikit dicampur dengan susunya yang lama. Alhamdulillah sekarang sudah mau ganti susu. Saran saya, coba ganti susunya dengan cara dicampur sedikit demi sedikit, mungkin pada akhirnya nanti anaknya mau [RG]

2004-09-02 11:37:51

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2013 dunia-ibu.org