Jerawat - Artikel   
SHARING

Anak tidak mau sekolah
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Bagaimana mengatasi jika anak tidak mau sekolah ? [Fi]

Jawab
Mbak aku juga pernah mengalami hal ini, anakku sampai 6 bulanan tidak mau sekolah kalaupun mau pasti waktu di sekolahnya menangis-nangis tidak habisnya. Sampai akhirnya timbul satu pemikiran bahwa malasnya anakku sekolah karena fasilitas di rumah bisa dikatakan lengkap sekali, dari bermacam mainan sampai dvd, dan tidak ada disiplin alias sama kita apa saja kemauannya kita ikuti (maklum anak pertama) makanya mungkin begitu mesti sekolah anakku pikir untuk apa, di rumah kan lebih enak bisa apa saja dan tidak ada peraturan dan serasa "little prince", jadinya aku dengan suami memutuskan untuk mengurangi fasilitas di rumah dengan cara lebih menerapkandisiplin terutama untuk tidur malam paling telat jam 10. [DR]

Aku perhatikan anakku malas sekolah kalau sudah sakit lama dan tidak  masuk-masuk. Biasanya aku bolehkan sehari dia malas tidak mau masuk, hari kedua harus masuk tapi boleh ditemeni oleh mbaknya di kelas. Hari ketiga seterusnya, dia harus masuk sekolah dan mbaknya diluar. Tapi memang soal disiplin ini mesti dapat dukungan semua pihak. Terkadang ayahnya, karena tidak tega dia menangis menjerit-jerit di rumah, akhirnya suka membolehkan dia tidak masuk sekolah. Tapi ayah biasanya telpon aku ke kantor, memberitahu bahwa anakku tidak masuk sekolah. [Sn]

Aku pernah juga mengalami seperti ini, setahun yang lalu waktu anakku masih di TK kecil. Tiba-tiba dia tidak mau sekolah sama sekali, padahal sebelumnya semangat dan berani sekali, tidak pernah ditungguin sama  mbaknya. Awalnya aku pikir dia tidak cocok dengan gurunya yang agak galak, soalnya dirumah tidak pernah dia digalakin. Ternyata ada temannya (laki2) yang suka menggoda dia, usil dan mencubitnya. Mungkin dia baru menemukan teman yang seperti ini jadinya dia takut. Aku kasih pengertian, saran dan nasehat dan sepertinya dia belum berani juga. Akhirnya aku tanya, dia maunya bagaimana, sampai aku tawarkan pindah kelas atau pindah sekolan (walaupun bukan solusi yang tepat ya), habis sudah kehabisan ide. Aku kasih tahu juga walaupun pindah kelas atau sekolah, mungkin ada teman yang seperti itu juga, jadi dia harus berani menghadapinya. Aku antar anakku ke sekolah, dan ternyata pas masuk kelas dia disambut ama teman-temannya, kangen kali ya, sampai-sampai yang perempuan pada memeluk dia. Dan temannya yang usil itu minta maaf. Akhirnya dia berani lagi. Dia bilang kalau tidak sekolah tidak enak, tidak punya teman banyak dan mainnya cuma sama mbak saja. Dan dia juga bilang, kalau semua yang aku bicarakan itu benar semuanya(senang juga dapat pujian dari anakku) [Eg]

Kalau anakku dulu sempat mogok sekolah gara-gara dikelasnya ada 1 anak orang Korea yang kalau lagi marah suka mencakar atau menggigit anak lain  termasuk ke anakku. Memang kalau menurut gurunya mungkin anakku yang salah duluan misalnya merebut mainan atau buku, lalu mukanya dicakar sampai berdarah, lukanya dalam lagi. Usut punya usut ternyata kukunya itu anak memang tidak pernah digunting sama ibunya, aku geleng-geleng kepala, bisa-bisanya? aneh saja, langsung aku protes ke gurunya dan minta dia saja yang menggunting kuku-kukunya. Tapi sebulan kemudian anakku digigit tangannya sampai berbekas gigitan kali ini dampaknya jadi bikin trauma, dia memang belum sampai mogok sekolah hanya saja jadi malas-malasan saja seperti tidak semangat lagi. Waktu aku coba pancing-pancing bicara tentang sekolahnya baru keluarlah uneg-unegnya kalau dia itu tidak suka sama si anak korea itu. Aku coba cari solusinya, pindah hari misalnya, pokoknya gimana caranya supaya mereka tidak ketemuan. Setelah itu masalah selesai dan anakku kembali bersemangat sekolah [Ld]

Bantu kesulitan mereka dengan mencari tahu apa sebenarnya akan permasalahannya, jangan paksa, ajak bicara saja, memang butuh waktu untuk pada akhirnya tahu akar permasalahannya. Kalau memang harus berhenti dari sekolah untuk sementara waktu sampai permasalahannya tuntas, saya pikir itu adalah jalan terbaik daripada mengorbankan si anak. Tapi kalau tidak masuk sekolah, bukan berarti tidak mendapatkan pengajaran di rumah ya bu, tetap jalan juga, dengan cara orang tua belajar bersama sama anak, hanya situasinya saja yang berbeda. Bisa jadi, ada anak, dalam rentang usia balita, yang sulit untuk menjelaskan apa yang menjadi 'akar' dia mogok sekolah, mungkin sudah ada dalam benak pikirannya, hanya dia sulit untuk merangkai kata-katanya, tapi bisa saja tiba2 pada suatu waktu ketika sedang benar-benar santai bersama ibunya, anak itu bisa cerita dengan leluasanya. [Rmw]

Aku juga tapi kok 2 minggu yang lalu anakku 4.5 thn TK A mogok sekolah, tapi Alhamdulillah sekarang sudah tidak mogok sekolah lagi, saran-saran  dari ibus DI benar sekali, waktu itu aku juga sempat konsultasi sama mbak Rahma yang ahli psikologi itu.


2004-09-06 08:58:44

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org