| SHARING
ADSL
Sumber: ibu ibu DI
Tanya Apa itu ADSL?
Ibu maaf ya, saya tadi tidak pakai keterangan ADSL itu apa, jadi banyak yang japri, soalnya minggu lalu saya sudah bicara juga soal ADSL ini sebagai alternatif lain berinternet murah, jadi koneksi internet pakai kabel telpon, tapi tidak akan mengganggu line telpon, kita tetap bisa pakai telpon seperti biasa. Kalau mau tahu di daerahnya sudah ada fasilitas ADSL telpon ke telkom terdekat saja, untuk set up Rp. 500.000,- bulanan Rp. 350.000,- untuk 500mb /bulan, kelebihan 1250/mb harga modem Rp. 700.000,- ini sudah semua, termasuk ISP, tidak ada biaya tambahan lagi, telpon telkom Jakarta Selatan 70723454 [Drs]
Jawab Ibu-ibu pencinta ADSL, tenang saja tahun depan, Insya Allah, bakal launching product baru yang pakai wireless (tanpa kabel). Murah kok kalau mau langganan untuk perorangan, cuma Rp. 400.000,-sebulan, sudah termasuk biaya telpon & koneksi internet. Kalau mau baca-baca infonya, browsing saja ke www.wireless.net.id. Kalau mau contact dan tanya-tanya, nanti emailnya akan dijawab sama suami saya. Untuk info yang lainnya, saya tidak tahu lebih baik tanya suami saya saja [Wln]
sedikit tentang ADSL: ADSL adalah Assymetrical DSL (Digital Subscriber Line), Jadi kalau kita mau connect ke internet, bisa pakai beberapa cara, ada yang melalui modem biasa, melalui hubungan LAN di kantor, melalui cable modem atau melalui hubungan DSL. DSL ini hubungan yang sangat cepat yang menggunakan kabel yang sama dengan line telpon biasa.
Keuntungan DSL: - kita bisa meninggalkan hubungan internet yang masih terbuka dan tetap bisa menggunakan line telpon untuk pembicaraan - kecepatannya jauh lebih tinggi daripada modem biasa (1.5 Mbps vs. 56 Kbps) - DSL tidak butuh kabel-kabel baru, cukup menggunakan line telp yang ada sekarang
Kerugiannya: - hubungan DSL akan lebih baik bila kita lebih dekat dengan kantor providernya (Telkom) - hubungan untuk menerima data lebih cepat daripada mengirim data ke internet - servicenya tidak tersedia dimanapun, hanya beberapa tempat saja.
Nah, DSL itu ada batas jaraknya, soalnya dia distance-sensitive technology. Kalau jarak hubungan dari rumah dengan kantor Telkom jauh, kualitas sinyal akan menurun dan kecepatan hubungan akan turun juga. Limitnya kira2 18,000 feet atau sekitar 5,460 meters [Ad]
Kalau tidak salah ADSL ini ada CIR-nya, semacam komitmen Bandwidth yang akan diterima. Kalau lagi tidak sibuk maksimum bias dapat 512 Kbps, tetapi minimum 64 Kbps jadi ADSL ini bisa dibilang bukan dedicated line tetapi share.
Kerugiannya: - hubungan DSL akan lebih baik bila kita lebih dekat dengan kantor providernya (Telkom) Satu lagi kerugiannya adalah : tidak ada service level agreement yang jelas dari telkom, jadi biasanya kalau ada gangguan susah sekali eskalasinya karena sulit menghubungi orang Telkom, suka dilempar-lempar dan telkom juga tidak mau komitmen dalam satu bulan mau menjamin besarnya availability, terus kalau mau menuntut adanya restitusi juga sulit. Jadi, pada intinya memang tidak ada layanan telekomunikasi yang bisa menjamin 100% kehandalannya [Rst]
Kalau soal ADSL telkom, karena saya tidak ada pilihan lain, habis kabel belum masuk rumah saya Ada sih mbak, kalau mau alternatif solusinya yaitu pake Wireless. Tapi ini mahal kalau untuk ukuran pelanggan personal. Karena tiap bulan untuk kapasitas 64 kbps saja akses internet sama jaringan wirelessnya bisa Rp. 11.000.000,- -an dan kehandalannya tidak jauh beda. Tapi sejauh ini ADSL masih lebih bagus di banding dial up, dari sisi teknologi. Tapi harus di cek juga karena ADSL itu sharing, takutnya daerah mbak banyak yang pakai ADSL terus bandwidth di bagi bersama-sama, ujung-ujungnya kualitasnya bisa lebih jelek dari dial up atau kabel teresterial [Rst]
2005-01-14 00:12:12
|
Kamar Orang Tua Cabut Gigi Digicam + Handycam Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk Obat batuk untuk anak 2 tahun: Ryzen Kaos Kaki Panjang Liburan Menginap Di Ancol Pengganti Kulkas untuk ASI Obat Panu Daftar selengkapnya...
|