Jerawat - Artikel   
SHARING

Ibu Hamil Naik Pesawat
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
"Ibu semua, ada yang ingin aku tanyakan, amankah seorang wanita hamil 4 bulan berpergian menggunakan pesawat terbang, dengan jarak tempuh kurang lebih 6 jam?" (Rn/kpei)

Jawab
"Sepengetahuanku, ibu hamil dengan usia kandungan trimester kedua, paling aman untuk bepergian, termasuk dengan menggunakan pesawat. Kalau kondisi kandungannya normal, tidak rentan dan tidak ada masalah lainnya, harusnya aman saja, Tetapi untuk pastinya coba konsultasi dulu ke ObGyn-nya." (Mi)

"Selagi hamil, kalau tidak salah semakin tua usia kehamilannya semakin berisiko naik pesawat terbang. Saya pernah sewaktu hamil 8 bulan berpergian dengan pesawat sebelum dan sesudah perjalanan dengan pesawat, aku minum obat yang diberikan dokter." (Ii)


Tanya
saya sedang hamil 7 bulan dan harus melakukan perjalanan dinas ke Zurich. Mungkin diantara Ibu atau saudara atau kenalan ada yang pernah bepergian dengan pesawat dalam waktu yang cukup lama (Jakarta- Zurich +/- 20 jam) saat hamil, mohon sharing pengalamannya, apakah sebenarnya safe untuk ibu hamil melakukan hal tsb. Saya sudah tanya 2 dsog, dan kebetulan jawabannya berbeda, biasanya sharing dari Ibu DI lebih meyakinkan saya (R).

Tanggapan
Saya sempat terbang pada saat kandungan 7 bulan, dari jerman ke makassar syukurlah selama dalam perjalanan tidak ada masalah apa pun.
Yang kubaca dulu sangat penting untuk menjaga asupan cairan supaya tidak dehidrasi, juga harus banyak bergerak. Jadi saya dulu minum air putih (bawa botol minum) cukup banyak selama penerbangan, kalau habis minta lagi ke pramugarinya, otomatis jadi sering bolak-balik toilet :-). Dokterku bilang selama kita merasa sehat-sehat ssaja, kondisi kandungan juga tidak bermasalah seharusnya tidak ada alasan untuk tidak terbang. Jadi jangan takut untuk terbang dengann kandungan besar yang penting jaga supaya tidak dehidrasi :-) (I)

Setahu saya sih kalau kandungan mbak sehat boleh-boleh ssaja naik pesawat. Hanya ssaja ada beberapa airlines yang tidak mau bawa ibu hamil tua, kalaupun mau, biasanya diminta surat rekomendasi dari dsog ybs, jadi ya siap-siap saja sama surat rekomendasinya. Alasan mereka tidak mau bawa ibu hamil tua mungkin takut bayinya lahir di atas ya, soalnya tekanan di atas sama di bawah khan beda. Pernah teman saya pramugari cerita kalau dia bantu ibu melahirkan di pesawat, waktu itu usia kehamilannya si ibu masih 7/8 bulan. Saya pernah naik pesawat di usia kandungan 5/6 bulan, dimintakan surat rekomendasi dokter, kebetulan saya tidak bawa, untungnya saya kenal sama pilotnya, jadi lolos. Jaga kondisi saja, banyak minum biar tidak dehidrasi ...(R)

selain yakin dirimu dan kandungan sehat pas penerbangan, juga pastikan dulu dengan pesawat yang akan ditumpangi, karena setiap perusahaan pesawat punya policy yang berbeda. ada yang tidak membolehkan ibu hamil > 8 bulan, dll. apalagi untuk penerbangan ke luar negeri, karena kalau sampai si anak lahir di pesawat, pas di atas laut atlantik, misalnya, terus si anak jadi punya WN mana? Hehehe (tapi kalau indo sih kan berdasar keturunan ya, bukan tempat lahir)(Q)

Aku juga dulu waktu ambil S2 di belanda pernah beberapa kali bolak balik Jakarta-Amsterdam dalam keadaan hamil. Yang pertama waktu mau mengurus thesisku yang kebetulan obyeknya di Indonesia. Waktu itu kira-kira sudah 5 bulan, aku pulang. Balik lagi ke sana sudah 6 bulan. Dan setelah sidang dan graduation usia kandungan sudah 7 bulan lebih. Kebetulan selama bolak-balik waktu itu aku naik KLM dan mereka membolehkan (aku tidak tahu airline lain), padahal sempat aku pergi sendirian tidak ada yang nemenin karena suami di Jakarta. Selain itu takut kalau airlinenya tidak membolehkan, aku bekal surat dari dokter, baik dari dokter di belanda maupun dari dokter di Jakarta yang menyatakn kalau kandunganku ok. Karena usia kandungan yang sudah agak besar menurut aku yang mungkin paling banyak mengganggu adalah rasa pegel di punggung, mengingat penerbangan ke eropa kan kira-kira 12-15 jam. Jadi siap-siap saja obat gosok atau bantal untuk ganjel, apalagi kalau naik ekonomi, kalau di bisnis masih bisa lebih convenient. Kalau pergi sendiri memang yang perlu diperhatikan juga kalau kita ambil koper baik yang di dalam kabin maupun koper besar dari belt conveyer. Pengalamanku dulu sih minta ampun, karena di Schipol dan sebagian besar airport di eropa tidak ada kuli jadi kudu angkat sendiri koper segede gitu. Waktu itu sih terpaksa aku minta tolong orang yang kasihan juga melihat ada ibu hamil sendirian tidak kuat angkat koper. Satu lagi yang menurut aku penting, coba ajak bayi kita berkomunikasi, dan bilang agar dia baik-baik saja, tidak rewel selama perjalanan. Itu yang aku komunikasikan terus menerus dengan si janin selama perjalanan, supaya tidak merepotkan. Have a nice spring in Zurich! (I)

Tahun lalu aku dapat tugas dari kantor ke LN pas kandunganku masuk 8 bulan. Waktu aku konsul sama dsog-ku, beliau tidak recommend untuk pergi. Kata dsognya meskipun kandungannya sehat, tapi tetap ada resiko. Kalau masih 7 bln saya ijinin deh pergi. Waktu aku tanya ke airlines-nya juga tidak boleh. Ya sudah, akhirnya aku tidak jadi pergi deh. Kalau bisa ditunda mah sebaiknya nanti saja, kebayang khan 20 jam dengan perut 'dhut, bolak-balik ke toilet dan kaki tidak bisa rileks . Tapi akhirnya keputusan kembali ke diri sendiri sih. (I)

Aku pernah terbang waktu hamil 26 minggu Jakarta - Frankfurt. Syukurlah semuanya lancar saja. Memang semuanya kembali ke kondisi kehamilan masing-masing. Sebulan sebelum berangkat aku sudah coba siapkan semuanya. Aku konsultasi sama dsogku, dia dengan mantap mengatakan boleh banget :-). Ya sudah aku tenang. Siapkan saja surat keterangan dokter. Masing-masing maskapai punya aturan sendiri. Tapi secara umum yang aku tahu, maskapai tidak memperbolehkan ibu hamil normal yang usia kandungannya sudah 32 minggu ke atas. Sebelum usia kehamilan itu beda-beda, ada yang mensyaratkan surat dari dokter, ada yang tidak. Coba cek ke maskapainya. Terus siapkan kondisi juga. Betul-betul perhatikan asupan gizi, istirahat, dan tidak stress. Jadi pas berangkat betul- betul fit. Hal pertama yang akan dihadapi adalah perubahan cuaca. Tapi nanti mei sih biasanya dah mulai stabil yah musim semi nya. Persiapan untuk selama di pesawat:
- Pesan tempat duduk deket gang, jadi mudah kalau mau pipis. Coba cari yang deket sayap. Makin depan sih makin bagus :-)
- Banyak minum. Bawa botol minuman selalu, kalau kosong bisa minta isi lagi. Jangna lupa juga selama transit persediaan minum kudu
cukup.
- Siapkan selalu camilan kayak crackers atau kacang. Terutama untuk waktu transit. Kalau dipesawat biasanya banyak banget makanan.
- Pakai pakaian yang nyaman: bahannya nyaman, modelnya nyaman, dan gampang dibuka karena kan kudu sering ke toilet. Siapkan sweater atau jaket yang tidak terlalu tebal untuk di pesawat.
- Siapkan kaos kaki hangat atau sepatu/sandal yang nyaman. Waktu itu karena musim dingin jadi aku pakai sepatu boot. Selama di pesawat
aku lepas sepatunya, dan aku pakai kaos kaki hangat yang tidak licin. Kemana-mana di pesawat aku pakai itu saja.
- Perhatikan posisi duduk pas di pesawat.
- Sering-sering jalan di pesawat. Minimum 1,5 jam sekali. Senam- senam sedikit :-)

Gitu saja sharing dari aku. Semoga perjalananya lancar (E)

2004-05-16 17:34:55

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org